
"Horeee aku dapat aku dapaaaaaat !!"teriak Paula dengan keras. Paula sangat senang karena dialah yang mendapatkan buket bunga keberuntungan.
Namun tiba tiba ..
PLAAAAK !!"Pangeran menampar Paula dengan sangat keras di depan semua para tamu undangan.
Semua orang tercengang dan terdiam seketika.
"Pria ini !! Kenapa dia tiba tiba menampar aku !!!"batin Paula yang merasa malu dan juga geram.
"Apa masalah kamu hah !! Apa karena masalah susu domba tadi pagi membuat kamu dendam padaku dan tega mendorong putriku !! Apa kulit kamu ini kurang putih, kurang mulus untuk menggoda para hidung belang di luar sana sehingga kamu mendendam dengan ku sampai sejauh ini !! Jika memang begitu, kamu tenang saja, besok aku akan mengirim satu truk susu domba untuk kamu agar kamu bisa tenggelam sekalian di dalamnya bersama para gigolo (pelacur laki) kamu itu !!" Bentak Pangeran bagaikan kereta cepat, sekali pegas tanpa bisa berhenti.
Paula yang mendengar penghinaan dari Pangeran tidak bisa berkata apa apa, matanya memerah menahan malu di depan semua para tamu undangan. Paula memutuskan berlari untuk meninggalkan acara itu dengan secepat mungkin. Namun karena kurang berhati hati, Paula terjatuh sampai sepatu hak tinggi yang ia gunakan patah.
Para tamu yang termakan oleh ucapan Pangeran mencoba untuk menggoda Paula.
"Hay cantik, sini aku bantu, aku juga mau kok jadi gigolo kamu ,," ucap tamu pria itu dengan senyuman aneh dan mencoba untuk memegang bahu mulus Paula.
"Lepaskan aku !!!! Jangan coba coba menyentuh aku !! Pergi kalian !!!"teriak Paula histeris.
Semua para tamu undangan yang tidak kenal dengan Paula malah menertawai Paula.
Hati Paula benar benar merasa sangat sakit.
Dia berlari dengan kaki yang terpincang pincang.
Disisi lain, Yuda membisikan sesuatu pada Pangeran membuat Pangeran membelalakkan matanya.
"Apa !!?"ucap Pangeran tidak percaya.
"Iya Pangeran, kamu telah salah faham, dia sebenarnya ingin membantu Laras, namun karena terburu buru dia tidak sengaja mendorong kursi Laras. Laras sendiri yang mengatakan itu padaku. Kamu kejar dia dan minta maaflah," ucap Yuda memberi saran.
Bagai suara burung gagak di atas kepala Pangeran, ia ternganga mendengar apa yang Yuda katakan.
"Apa itu benar Yud !!, Berarti aku telah salah faham !!?"ucap Pangeran mengusap wajahnya dengan kasar.
"Hemm.. jadi,,,, sekarang !!?"
"Aku harus meminta maaf padanya !"ucap Pangeran mengerti maksud Yuda.
"Cepat kejar dia, tunggu apa lagi !!?"
Dengan perasaan penuh bersalah, Pangeran mencoba untuk mengejar Paula.
Paula berlari dan keluar dari gedung yang mewah, namun seperti neraka baginya.
Dengan kaki terpincang-pincang Paula mencoba untuk pergi sejauh mungkin.
__ADS_1
Bahkan alam ikut merasakan apa yang di rasakan Paula, sebuah angin besar dan mendung yang hitam pekat membuat Paula yang hanya menggunakan dres tanpa lengan merasakan dingin yang sampai menusuk ke sum sum tulangnya.
"Hay !! Tunggu !!"teriak Pangeran yang mencoba untuk mengejar Paula.
Namun Paula yang merasa sudah sangat sakit hati dengan Pangeran mencoba untuk menghindar. Dia mencoba untuk berlari ke parkiran.
"Oh tuhan... Tas aku masih di dalam lagi !! Lari aja kali ya,!? Lagian ngapa sih dia masih menyusul aku sampai sini !! Dasar pria menyebalkan !!"gerutu Paula penuh amarah.
Paula berlari dengan sekuat tenaganya.
"Hay tunggu !! Aku minta maaf !!" Teriak Pangeran namun tidak di terdengar oleh Paula karena geluduk ikut bicara.
Pangeran masih mengejar Paula,
"Kenapa dia terus berlari sih,! Apa wajah aku sangat menyeramkan !?"gerutu Pangeran yang merasa lelah mengejar Paula.
Gerimis sudah mulai menunjukan dirinya. Angin dan petir bersama'an dengan geluduk, terlihat seperti sedang tersenyum jahat ke arah Pangeran membuat bulu guduk Pangeran merinding.
Pangeran baru sadar jika dari tadi dia mengikuti Paula yang berlari ke arah kuburan.
Namun Paula yang benar benar sedang merasakan sakit hati karena perbuatan Pangeran, tidak menyadari dan enggan untuk berbicara dengan Pangeran. Ia sangat takut jika Pria itu menamparnya kembali dan memarahinya dengan alasan yang tidak jelas.
Angin semakin kuat, dan hujan semakin deras. Pangeran ingin berhenti dan putar kembali, namun karena rasa bersalah, Pangeran masih terus mencoba untuk mengejar Paula.
Sampai akhirnya, "CETAAARR !!!" sebuah petir menyambar pohon beringin yang ada di kuburan.
"Aahhkk aaahhkkk.ahkkk !!"teriak Paula yang masih histeris dan sambil menutup matanya dan telinganya.
Pangeran yang melihat itu langsung memeluk Paula.
"Hay tenanglah, tidak papa, petir itu menyambar pohon didepan kamu, bukan kamu !!"ucap Pangeran yang mencoba menenangkan Paula.
"Hii hik hik aku takut sekali, bagaimana jika tadi petirnya menyambar aku !?"ucap Paula yang masih bergetar hebat.
GLUDUK GLUDUK GLUDUK !!! "Ahhh !!!"teriak Paula yang kembali terkejut.
"Sudah sudah tidak papa, itu hanya geluduk. Hujan makin deras !!, Ayo kita kembali saja !!"teriak Pangeran di bawah guyuran hujan yang makin deras.
Mendengar perkataan tulus dari Pangeran, Paula akhirnya membuka matanya dan melepaskan pelukannya dari Pangeran.
Paula melihat sekelilingnya yang sangat gelap dan pekat. Sinar kilat petir memberi cahaya untuk menerangi sebuah barisan nisan yang berjajar rapi.
"Oh my God !!! Tuan, kita berada dimana !!?"tanya Paula yang terkejut,. panik sekaligus takut.
"Kita di kuburan, kamu ngapain lari kesini !!?"jawan Pangeran yang juga ikutan merinding.
"Aaahhh apa !! Kita dikuburan !! Ngapain aku lari arah sinii !?? Aaahh aku takut sekali tuan, ahhahaaaa aaa aaaa !!"teriak paula sambil menangis memeluk Pangeran.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pergi !!"
Namun karena merasa sangat takut, kaki Paula bahkan tidak dapat bergerak satu inci pun dari ia tempatnya berdiri.
"Apa kamu tidak bisa jalan !?"tanya Pangeran.
"Kaki aku, kaki aku tidak bisa di gerakan Tuan !!"jawab Paula sambil memegang erat tangan Pangeran. Demi apa, jika Paula tidak malu, maka ia akan pingsan saat itu juga.
Pangeran yang melihat wajah Paula yang pucat merasa sangat kasihan. Pangeran melepaskan jas mahalnya dan memakainya kepada Paula yang sudah menggigil. Tanpa persetujuan Paula, Pangeran langsung membopong Paula dan berjalan pergi meninggalkan kuburan itu.
Paula membenamkan kepalanya ke dada bidang Pangeran, bukan karena kesempatan dalam kesempitan, namun karena Paula benar benar di ujung rasa khawatir dan takut yang sangat tinggi.
Pangeran melangkahkan kakinya dengan sedikit cepat, demi apa .. Pangeran juga sebenarnya sangat takut berjalan di kuburan yang begitu sepi , di tambah hujan angin, geluduk dan juga petir yang memberi cahaya mengerikan bagi Pangeran.
"Tuan tidak bisakah anda berjalan lebih cepat ?"tanya Paula yang merasa jika Pangeran berjalan begitu lambat.
"Bisa jika tubuh kamu tidak seberat ini !!"ujar Pangeran dengan sungguh sungguh, namun di pikiran Paula. " situasi seperti ini dia masih bisa bergurau, dasar pria menyebalkan !!"umpat Paula kesal.
Sampai tiba tiba .. GUK GUK GUK !! Suara anjing berhasil membuat dua insan itu berlari terkincir kincir ...
"Aaaahhhhkkkk !!!"triak Pangeran dan Paula. Entah kekuatan dari mana Pangeran bisa berlari sangat kencang bahkan masih dalam keadaan membopong Paula.
Setelah sampai jalan utama dan keluar dari kuburan, Pangeran menurunkan Paula dan mengambil nafas dalam dalam.
"Huuuffft,.hos .. hos ... Hos... "Pangeran yang masih ngos ngosan.
"Hahahahaaaaa !! Tadi itu asyik sekali ya !"tawa Paula yang mengingat kejadian tadi.
"Apa ! Lucu ? Apa kamu pikir, saat kamu akan sembar petir itu lucu !! Jika sampai anjing itu mengejar dan menggigit aku itu lucu !!"bentak Pangeran yang tidak habis pikir, di situasi seperti ini wanita yang ada di depannya masih bisa tertawa.
Mendengar Pria yang ada di depannya mulai memarahinya lagi, membuat Paula teringat kembali dengan semua penghinaan yang Pangeran berikan.
Masih di bawah hujan yang deras, Paula berlari meninggalkan Pangeran yang masih terlihat sangat kekalahan.
"Hay mau kemana lagi, jangan lari lagi !! Aku sudah lelaaaahh !!"teriak Pangeran frustasi menghadapi wanita yang dia tidak kenal itu.
Namun Paula tidak menggubrisnya, dia ingin pergi dari hadapan pria yang sangat menyebalkan itu.
Terpaksa Pangeran berlari mengejar Paula lagi, dan langsung membopongnya kembali.
"Apa apaan ini !! Lepaskan akuu !! Lepaskaaan !!"teriak Paula memberontak.
"Diamlah, aku minta maaf, aku telah salah faham padamu, maafakan aku," ucap Pangeran sambil menatap mata Paula dengan lekat lekat.
Jleb !! Detak jantung Paula serasa mengikuti olimpiade, tatapan mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Perkataan tulus dari Pangeran membuat hati Paula bak anak ABG yang baru menemukan cintanya.
Di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, mereka saling menghangatkan satu sama lain. Sambil membopong Paula, Pangeran berjalan untuk mencari tempat teduh. Paula masih terus menatap wajah tampan Pangeran yang sangat gagah dan cool, bahkan wangi parfumnya tidak hilang meskipun sudah di guyur air hujan yang sangat lebat. Entah mengapa Paula berasa nyaman di pelukan pria yang telah menghinanya sedemikian rupa di depan banyak orang.
__ADS_1