
Jam 5 dini hari Pangeran baru singgah dirumah. Perjalanan yang sangat melelahkan. Pulang pergi Indonesia Jepang benar benar menguras uang, tenaga dan fikiran. Namun Pangeran tidak mempersalahkan segalanya. Ia benar-benar merasa sangat karena akhirnya ia benar-benar bisa merasakan berjuang untuk mendapatkan cinta sejatinya.
Pangeran langsung membersihkan diri dan bersiap-siap untuk melakukan banyak hal.
Ia berencana untuk membeli sebuah perhiasan dan beberapa hadiah untuk Paula.
.
Tidak terasa waktu menunjukan pukul 6 pagi hari. Di meja makan sudah ada Raka dan Tuan Suroto.
"Pagi semua," sapa Pangeran.
"Pagi Yah. Ayah sampai jam berapa?"tanya Raka yang tidak mengetahui jika ayahnya sudah kembali.
"Jam 4 tadi ayah sudah mendarat. Oya, bagiamana dengan Laras? Dengan siapa dia pergi?"
"Laras pergi dengan Om Poni dan Om Tany ayah. Raka tidak bisa mengantar karena hari ini kelas Yuma akan ada ulangan semester awal," jawab Raka.
"Loh, apa hubungannya?"tanya Pangeran yang belum tahu jika Raka menjadi wali kelas Yuma.
"Raka menjadi guru sekolahan Yuma, Ayah. Raka hanya ingin memantau perkembangan Yuma," jelas Raka.
"Emm begitu, ayah sarankan kamu jangan terlalu keras pada adik kamu Raka."
"Tidak Ayah, Raka hanya ingin memantau Yuma saja."
"Lalu bagaimana dengan perusahaan? Kakek sudah tidak terlalu percaya dengan ayah kamu itu," ucap Tuan Suroto.
"Raka akan membantu juga kek. Tapi untuk saat ini Raka akan sedikit fokus ke Yuma."
"Lagian Pangeran masih sanggup mengurus perusahaan pah. Apa papah meragukan kinerja Pangeran?"
"Tidak ketika kamu sedang di mabuk asmara," sindir Tuan Suroto.
"Hehe, itu hanya sementara pah. Oya pah, Pangeran akan melamar Paula secepatnya," ucap Pangeran dengan Yakin.
"Memang Tante Paula sudah ketemu?"tanya Raka.
"Heeem, ternyata dia ada di rumahnya sendiri selama ini."
"Apa!? Terus ayah ngapain ke Jepang jika Tante Paula sendiri ada di Indonesia!?"tanya Raka.
"Mungkin itu salah satu penebusan untuk semua kesalahan ayah ke Paula," ucap Pangeran sendu.
"Hemm, Apa ayah bertemu dengan nenek disana? Bukankah nenek juga pergi ke Jepang?"
"Iya, ayah ketemu dengan nenek kamu yang sudah berumur tetapi tidak ingat umur," ucap Pangeran sambil mengunyah roti gandum berselai saos stroberi.
" Yang penting nenek bahagia ayah. Sebenarnya kakek juga perlu Jalan-jalan menghabiskan waktu bersama dengan nenek?"
"Emm bagusnya jika sudah tua jalan-jalan kemana ya?"tanya kakek yang setuju dengan ucapan Raka.
"Dimana nyamannya kakek saja. Raka yang akan mengurus segalanya ..."
"Anak pintar, jika begitu setelah ayah kamu menikah, kakek akan melakukan bulan madu dengan nenekmu, hehe ..."
"Tidak bisa pah ! Yang menikah Pangeran jadi yang bulan madu ya Pangeran!!"ucap Pangeran tidak ingin kalah.
__ADS_1
Karena tidak ingin ribut, akhirnya tuan Suroto dengan tegap meninggalkan meja makan bersiap-siap untuk berangkat kekantor.
"Raka, siapkan segalanya," ucap terkahir tuan Suroto sebelum akhirnya dia pergi.
"Siap kakek."
"Cih, dasar pria tua tidak mau kalah," gumam Pangeran dengan senyum diwajahnya.
"Ayah, Pangeran berangkat ke sekolah dulu ya. Semoga berhasil untuk Ayah, semangat !!"ucap Raka menyemangati Ayahnya yang sedang di mabuk asmara.
"Siap ....!" Pangeran mengedipkan matanya.
...
Kini Pangeran sudah siap dengan buket bunga yang sangat besar dan kotak kecil ditangannya. Di restoran mewah, Pangeran dengan tidak sabar menunggu kedatangan pujaan hati baru yang sudah membuat jiwanya merasa tidak karuan.
Menggunakan gaun berwarna biru muda, Paula berjalan dengan anggun kearah Pangeran yang terlihat gugup menunggu kedatangannya.
Ini bukan pertama kali bagi Pangeran, namun entah mengapa ia tetap merasakan grogi yang luar biasa.
"Hay !?"sapa Paula dari punggung belakang Pangeran.
Mendengar suara yang sangat lembut membuat Pangeran langsung membalikan badanya.
"Hay, kamu sudah datang. Eemm silahkan duduk sini," ucap Pangeran yang langsung berdiri dan menyiapkan kursi untuk Paula.
Dengan malu-malu Paula duduk ditempat yang sudah Pangeran siapkan.
"Terima kasih," ucap Paula.
Beberapa detik mereka saling diam. Entah mengapa Pangeran berasa tak berdaya untuk membuka obrolan.
"Ah, ya Paula? Emm,,.bagaimana kabar kamu?"tanya Pangeran canggung.
"Emm aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kakak?"tanya Paula yang mencoba untuk serileks mungkin.
"Buruk. Eh, baik, Emm aku kacau Paula .."
"Aku kacau tidak ada kamu disisiku, aku pikir sanggup kehilanganmu, nyatanya aku kacau, aku berantakan gak ada kamu Paula. Paula, maukah kamu menikah denganku," ucapan tulus dari Pangeran yang langsung memberikan sebuah cincin permata.
"Kak, cincin yang dulu masih ada," ucap Paula menunjukkan cincin yang pernah Pangeran kasih.
"Hehe, itu yang beli Raka. Dia memang anak yang sangat hebat. Dia tahu apa yang harus dia lakukan tanpa aku minta," ucap Pangeran yang merasa senang.
"Oh, hahhaa,, aku tidak menyangka jika aku akan menjadi ibu sambungnya," ucap Paula dengan malu malu.
"Jadi, kamu bersedia menikah dengan ku?"tanya Pangeran memastikan. Dengan malu-malu Paula menganggukkan kepalanya.
"Iya kak, aku mau ..."
....
1 bulan berlalu. Ini adalah acara pernikahan Pangeran dan Paula. Pesta diadakan disebuah pinggir pantai Bali.
Yasmin melakukan Vidio call pada Ola dan Bayu di Prancis. Disana juga ada Sarah dan Laras.
"Selamat ya untuk Paula dan Pangeran, doa yang baik-baik saja untuk kalian !!"ucap Bayu.
__ADS_1
"Makasih broo ,,,"jawab Pangeran.
"Selamat untuk kalian, aku turut bahagia. Semoga hubungan kalian langgeng sampai maut memisahkan," ucap Sarah dengan tulus.
"Terima kasih Sarah. Semoga kamu juga mendapatkan jodoh yang baik disana," jawab Paula.
"Hahaha, amiin ..."
"Papaaah, selamat ya. Laras selalu doakan yang terbaik untuk papa disana."
"Terima kasih banyak ya nak. Kapan-kapan papa akan mengunjungi kamu disana."
"Oke pah, Laras tunggu ...!"
Akhirnya panggilan pun berakhir. Acara begitu sangat meriah. Tidak ketinggalan baby J pun mengahadiri acara pernikahan Paula dan Pangeran.
Yasmin dengan perut besarnya mencoba untuk memakan apapun yang ada didepannya.
Raka dan Yuma mencoba untuk menunjukkan bakat menyanyi mereka.
Semua orang benar-benar merasakan bahagia tanpa ada yang tersakiti lagi.
Sampai di puncak acara, Pangeran menunjukkan dua kapal pesiar yang sedang menunjukkan sebuah pertunjukan kembang besar.
Semua orang dibuat takjub.
"Yuda, itu adalah janji yang pernah aku katakan padamu," ucap Pangeran menunjukkan dua kapal pesiar mini.
"Hanya sebesar itu!?"pekik Yuda mengejek.
"Shiit, dasar pria tidak tahu berterima kasih! Aku memberi kamu secara cuma-cuma. Jika dikatakan menyesal, aku sangat menyesal karena telah berjanji kepadamu !!"ucap Pangeran dengan geram.
"Hahaha, aku hanya bercanda bro. Terima kasih ya, dan ini hadiah untuk kalian," ucap Yuda memberikan sebuah sertifikat.
"Apa ini !?"tanya Pangeran penasaran.
"Helikopter termewah dan terbaru," jawab Yuda dengan perasaan bangga.
Melihat kado yang sangat fantastis dari Yuda membuat Pangeran mengembangkan senyumnya lebar-lebar.
"Hahaha,, akhirnya aku tidak jadi rugi. Makasih banyak bro," ucap Pangeran sembari memeluk Yuda.
Semua orang masih menikmati pemandangan yang sangat luar biasa, sampai terdengar suara jeritan wanita.
"Aaaaaaahhkkk,, huf,, huf,, aku mau melahirkan !!!"teriak Yasmin ditengah tengah kerumunan.
"Sayang, aku kita kerumah sakit!!"ucap Jaka yang terlihat panik.
"Aku,, aku sudah tidak tahan !!! Bayinya sudah mau keluar !!"teriak Yasmin yang benar-benar merasakan kontraksi yang luar biasa.
Keadaan darurat dan mendesak, terpaksa Yasmin melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan ditengah tengah acara yang sedang berlangsung meriah.
"Oweeek !!! Oweekkk !!!"suara bayi yang baru lahir terdengar sangat lantang.
"Horeeeeeee !!!!!"suara riuh semua orang yang ikut merasakan senang dengan kehadiran bayi yang telah lahir di tengah tengah acara pernikahan Paula dan Pangeran.
..... TAMAT ......
__ADS_1
Jangan lupa dukungnya, VOTE dan LIKE dan KOMEN... 🙏🙏🙏
.