
Di pagi hari seperti biasa Mumut akan bangun lebih awal. Dia melihat tubuhnya dan berfikir.
"Opo aku akan hamil lagi,"batin Mumut, mengingat dirinya dulu melakukan itu dan di hamil.
"Hmm aku mandi saja dulu," batin Mumut.
Tok .. tok..
"Buk, ini Raka !!" ucap Raka mengetuk pintu ibunya.
"Iyo Lee ada apa ?"
"Ibu sudah sholat subuh ?"
"sampun Lee, Raka udah ?"
"Sudah juga buuk, Emm apa ayah memarahi ibu tadi malam ?" tanya Raka cemas melihat leher ibunya memerah. Raka mengira ibunya sudah di pukuli oleh ayahnya.
"Ndak kok lee," ucap Mumut tersenyum.
Raka hanya diam saja ketika ibunya berkata tidak.
"Raka bantu ibu beres beres rumah ya," ucap Raka.
"Yo wes ayo kita nyapu rumah dulu," ucap Mumut merasa senang dengan perhatian anaknya.
Di saat sedang menyapu Raka tidak sengaja melihat ruang kerja ayahnya terbuka.
perlahan Raka memasuki ruang kerja itu dan dia melihat laptop ayahnya.
Keahlian Raka menggunakan komputer tidak di ragukan lagi karena Raka sering bermain ke warnet yang berada agak jauh dari rumah nenek lemper.
Tik tik tik .." suara Raka membuka laptop itu.
Raka memiliki keahlian membobol kunci laptop itu secara otodidak.
Raka membuka lebih jauh kedalam laptop itu untuk mencari informasi tentang hotel yang berada di perbukitan. Raka berencana akan menemui keluarga ibunya disana.
Tetapi tidak sengaja Raka malah menemukan sesuatu yang aneh di dalam laptop ayahnya.
"Sepertinya ada seseorang yang berbuat curang di perusahaan ayah," batin Raka melihat beberapa dokumen yang sepertinya sudah di edit.
Raka dengan keahlian yang diberikan Tuhan terus mengotak ngatik laptop ayahnya itu.
"Nah ketemu,"ucap Raka lirih
"Ya ampun mereka sudah menipu ayah ratusan juta dan ayah diam saja !!"batin Raka.
"Aku harus memberi tahu Ayah,"ucap Raka antusias.
__ADS_1
Ketika Raka ingin mengetuk kamar ayahnya, Raka tidak sengaja mendengar ayah dan mama tirinya berbicara.
"Sayang, pokoknya aku tidak mau lagi kamu mengizinkan wanita itu untuk berfoto !!"ucap Sarah yang kesal melihat dirinya sendiri di cermin.
"Iya sayang, aku juga tidak ingin dia menggantikan kamu begitu saja," ucap Pangeran yang sedang menggunakan dasi.
"Terima kasih banyak sayang,. Oya nanti transfer aku ya sayang,aku mau Melakukan perawatan agar wajahku yang malang ini cepat sembuh."
"Tapi kamu kemarin kan habis dari dokter, obatnya saja belum habis," Ucap Pangeran yang takut jika Sarah salah melakukan perawatan.
"Iya tapi aku ingin wajahku ini cepat sembuh sayang !!"ucap Sarah terlihat kesal.
"Hmm baiklah nanti aku tf tapi kamu harus hati hati memilih klinik, nanti bukanya sembuh malah nambah iritasi," ucap Pangeran memperingati.
"Ok sayang, makasih ya .."
"Sayang ini kartu siapa ?"tanya Sarah melihat ada kartu kredit baru.
"Itu buat Mumut," ucap Pangeran santai.
"Apa !! sekarang kamu sudah perduli ya sama dia !!"ucap Sarah marah.
"Dia sudah melahirkan anakku Sarah," Jawab Pangeran santai.
Sarah tidak bisa berkata apa apa lagi, dia hanya diam sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
Ceklek ..."Pangeran membuka pintu.
"Sayang anak papa, kenapa kok berdiri di depan pintu," ucap Pangeran yang sedikit terkejut melihat anaknya ada di depan pintu kamarnya.
"Raka baru datang Ayah," ucap Raka berbohong.
"Benarkah, lalu apa yang membawa Raka datang kemari ?"
"Raka ingin menunjukkan ini sesuatu pada ayah," ucap Raka menggandeng tangan Ayahnya untuk keruangan kerjanya.
Raka menunjukan bukti yang dia temukan pada ayahnya.
"Ayah, uang ayah sudah di gelapkan sebesar 670jt, apa ayah tidak tahu !?"tanya Raka memberi bukti yang dia sudah dia pulihkan.
Pangeran yang melihat itu tidak bisa berkata kata lagi.
"Oh ya ampun, terbuat dari apa otak anakku ini, kenapa dia bisa secerdas ini,"batin Pangeran tidak percaya.
"Sayang, kamu belajar dari mana ?"tanya Pangeran merasa sangat takjub.
"Raka bisa begitu saja Yah," ucap Raka polos.
"Raka, sejujurnya papa sudah tahu dan orang yang menggelapkan uang papa sudah papa hukum. Hanya saja papa tidak merubah memulihkan dokumen yang sudah di manipulasi, karena itu membuang buang waktu ayah, tapi kamu ! kamu belajar dari mana sayang, dan kenapa kamu bisa membuka laptop papa !?"ucap Raka merasa tidak percaya, anaknya yang baru berusia 6 tahun bisa melakukan itu di bawah pengasuhan ibunya yang bodoh.
__ADS_1
"Raka duku sering bermain di warnet ayah," ucap Raka
"Hanya itu !!?"tanya Pangeran tidak percaya
"Iya ayah .."
"Apa kamu tidak belajar dengan seorang guru !?"
"Tidak ada ayah, Raka belajar begitu saja.."
Mama ratu yang tidak sengaja mendengar itu merasa sangat bangga dengan cucunya yang mewarisi kecerdasan putranya.
"Aku harus segera mengambil hak asuh anak, aku tidak ingin orang orang mengenal Raka sebagai putra dari wanita kampungan itu,"batin Mama Ratu yang mulai memiliki niat tidak baik.
Mama Ratu mencari keberadaan Mumut, dan ternyata Mumut baru saja mengepel rumah.
"Hey wanita kampung, sini !!"panggil Mama Ratu.
"Njeh buk, ada apa buk Ratu ?"tanya Mumut.
"Njah njeh njah njeh aku panas dengarnya, bisa tidak sii tidak usah ngomong bahasa pelanet !!"bentak Mama Ratu.
"Itu bahasa Jawa buk, bukan planet,"jawab Mumut polos
"Hii sudah sudah !! capek aku ngomong sama kamu. Hmm ini, terima cek ini," Mama Ratu memberikan sebuah cek bernilai 1 M kepada Mumut.
"Ini kertas buat apa buk !?"tanya Mumut heran.
"Ini cek, isinya uang 1 M !!"jelas mama Ratu.
Mumut membolak balikan kertas itu.
"Mana ,, gak ada duitnya buk," ucap Mumut dengan bingung
"Ya ampun dasar emang ya kamu ini anak kampung, ini cek jumlah uangnya 1 M kamu bisa ke bank untuk mencairkan uang itu," jelas mama Ratu dengan geram.
"Mumut ngak budeng buk," ucap Mumut menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mamah, ada apa ini !?"tanya Sarah yang tiba tiba muncul.
"Ini loh Sarah, mama memberi Anak kampung cek tetapi dia tidak tahu," ucap Mama Ratu melirik Mumut dengan tajam.
Mumut yang mendapatkan tatapan tajam dari mama Ratu hanya bisa menunduk, dia sadar jika dia bodoh, tetapi Mumut tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Sarah yang merasa penasaran merebut cek itu dari Mumut.
"Oh my God Mama, ini besar sekali !! untuk apa mama memberi uang sebanyak ini kepada Mumut !!
Dan Mama ratu membisikan sesuatu kepada Sarah. Dan mereka berdua tersenyum aneh kearah Mumut. Mumut yang mendapatkan senyum aneh malah membalas senyum mereka dengan tulus.
__ADS_1