
Pangeran yang berada di negara orang lain merasa tidak nyenyak untuk tidur. Waktu sudah menunjukkan 2 dini hari, tetapi dia selalu kepikiran Mumut yang sudah berani berduaan dengan Yuda di saat dirinya tidak ada.
..
Mumut yang masih merasakan sakit di kepalanya, hanya bisa meringkuk di pinggir kasur sambil menangis memanggil nama Raka.
"Hik hik Rakaa, kepala ibu sakit naak, rasanya sakit sekali, hik hik hik,,"
"Raka, kamu tidur yang nyenyak Yo Lee disana dan cepat pulang, ibu takut sendirian disini Lee," ucap Mumut disela sela tangisnya.
Jam 10 malam, Pelayan masuk kedalam kamar Mumut membawa obat.
"Maaf Non Mumut saya baru datang, saya sedang menunggu agar Tuan dan Nyonya tidur dulu," ucap Bibik pelayan.
"Ya Allah gustii, ini darahnya banyak banget Non,, kok Tuan tega sekali memukul Non sampai seperti ini !?" ucap Bibik pelayan itu sambil ikut menangis.
"Huaa haaa bibiii sakiit, ini sakit sekali, hik hik hik,," pekik Mumut
"Hik hik, sabar ya non sabaaarr,,, Bibik bantuin ngobatin ya non," ucap Bibik pelayan yang tidak kuasa melihat penderitaan Mumut.
Pelan pelan Bibik pelayan membantu membersihkan darah dan mengobati luka Mumut.
"Bik, kenapa Mumut ini sangat bodoh, kenapa bik!!? Mumut ingin pintar seperti orang orang, kenapa tuhan kok gak bisa buat Mumut pintar,," ucap Mumut dengan pandangan kosong.
"Istighfar Non istighfar, non gak boleh bicara seperti itu. Non Mumut tidak bodoh, non adalah orang yang sangat baik, mereka saja yang tidak bisa mengerti kebaikan non Mumut .."
"Aku selalu saja di marah orang orang karena aku bodoh biik, hik hik hik ,," ucap Mumut yang teringat bagaimana hidupnya selama ini.
Bibik pelayan yang melihat kepedihan Mumut tidak kuasa dan memeluk erat.
"Yang sabar non, sabaar,, Bibik yakin suatu saat akan datang orang yang baik untuk menemani hidup Non Mumut," ucap Bibik pelayan sambik ikut menangis di pelukan Mumut.
Mumut yang tidak mudeng apa yang di maksud Bibik pelayan hanya diam saja dan masih dengan tatapan yang kosong.
Setelah Mumut tertidur, Bibik pelayan keluar pelan pelan agar Mumut tidak terbangun.
...
__ADS_1
Pagi hari seperti biasa Mumut bangun lebih dulu, sakit di kepalanya tidak membuatnya untuk bermalas-malasan. Setelah sholat subuh, Mumut bersiap siap untuk menyapu. Tetapi Mumut terkejut melihat Sisri dan Sari sudah bangun dan bekerja, saat melihat dapur juga Mumut melihat Bibik Jum(namanya) sedang memasak.
"Loh kalian tumben jam segini sudah bangun!?"tanya Mumut heran. Biasanya jam 6 pagi mereka baru akan keluar untuk beres beres.
"Iya Non, kami tahu Non Mumut sedang sakit jadi kamu inisiatif untuk bangun lebih awal. Lagian memang seharunya pembantu bangun lebih awal dari pada majikannya," ucap Sisri yang sedang menyapu.
"Iya Non, maafkan kami yang selalu bangun siang. Soalnya biasanya kami memang mulai bekerja jam 6 pagi," lanjut sari.
"Ya ampun, gak Popo Lo kalian bangun siang. Kalo semua ini kalian kerjain la terus aku kerja opo ?"tanya Mumut bingung.
"Ya non Mumut jangan kerja apa apa, ini semua sudah tugas kami Non," ucap Sisri
"Tapi sebagai istri saya harus melakukan pekerjaan rumah," ucap Mumut kekeh.
Para pelayan tersenyum kearah majikan mereka yang sangat polos dan baik hati itu.
"Nooon tuan Pangeran kan sedang tidak ada di rumah, jadi Non Mumut tidak perlu bekerja jika suaminya tidak ada," ucap Bibik Jum.
"Oww iya juga ya bik, hehehe... Jika begitu aku tak istirahat lagi Yo, kepala aku masih pusing ini sebenarnya," ucap Mumut
"Hmm Non Mumut ini benar benar polos ya mbak, aku merasa kasian sama dia," ucap Sisri kepada teman kerjanya.
"Aku berdoa agar dia bisa dapet jodoh yang baik," ucap sari.
"Amiiin ...."
....
Di Prancis, Raka merasa kesal karena Bayu terus terusan menerima kontrak baru sehingga memeperlambat ke pulangnya.
"Om, Raka harap ini yang terakhir. Jika Om terus terusan menambah kontra bisa bisa Raka tidak pulang pulang !!"ucap Raka kesal.
"Iya maaf Raka, tapi om melakukan ini karena katanya ingin memiliki uang banyak kan,?"
"iya om, tapi Raka sudah sangat rindu dengan ibu ."
"Baiklah, om janji ini kontrak terakhir," ucap Bayu yang menunjukkan 5 lembar kontrak yang masih belum tuntas.
__ADS_1
Raka hanya bisa menghela nafas berat.
"Om, Raka akan menelfon ayah dulu ."
"Ok .."
"Hallo ayah ?"
"Iya nak, bagaimana kabar kamu ?"
"Raka baik yah, kapan ayah akan pulang ?"
"Ini ayah baru saja selesai rapat dan akan langsung pulang, Raka sendiri kapan pulang,?"
"Entah Ayah, sepertinya Raka masih seminggu lagi disini .."
"Ya sudah Raka jaga diri baik baik ya disana, maaf papa tidak bisa mengunjungi Raka terlebih dahulu," ucap Pangeran yang berada satu negara tetapi berbeda kota.
"Tidak papa ayah, Oya jangan lupa membelikan ibu oleh oleh ya ayah, dan Raka minta tolong sama ayah, tolong belikan ibu telfon baru nanti uangnya Raka ganti.."
"Haha kamu ini bicara apa Raka, Papa akan membelikannya dan Raka tidak perlu menggantinya."
"Terima kasih banyak Ayah .."
"Sama sama sayang .."
Panggilan terputus.
"Dia benar benar anak yang baik," batin Pangeran.
...
Setelah matahari menyinari bumi dengan cahaya hangatnya, Mumut mencoba untuk menyiram bunga bunga yang berada di taman belakang.
Sebelum Mumut menyiram bunga, dia masuk ke kamar mandi. Mumut tidak sadar jika androk yang dia pakai bagian belakang nyelip ke atas sehingga memperlihatkan paha Mumut yang putih mulus.
Tuan Suroto yang sedang ingin mengambil apel dari kulkas untuk mencuci mulut tidak sengaja melihat pemandangan menantunya yang cantik itu.
__ADS_1