Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Yasmin Jaka meminta restu


__ADS_3

Jaka dan Yasmin telah sampai di desa, maka dari itu ia tidak bisa menghadiri acara resepsi Bayu dan Ola. Jatah cuti Jaka tidak cukup di bagi bagi, Jaka harus segera pulang kampung untuk meminta restu.


Di sawah, Yasmin terlihat sangat kesulitan untuk melewati jalan kecil dan sempit.


"Sayang, kenapa kita kesini sih.. rumah calon ibu mertua kan disana !!"ucap Yasmin merasa kesal.


"Ibu sudah pindah ke gubuk di sebrang sana sayang, ibu bapak tidak ingin lagi menepati rumah itu, karena rumah itu pemberian dari Pangeran," jelas Jaka.


"Jika begitu kita bangunkan rumah saja untuk ibu bapak di tengah desa, agar enak di jangkaunya ,," ucap Yasmin memberi saran.


"Aku sudah menawarkan mereka, tetapi mereka tidak mau. Hmm,, apa kamu tidak akan menyesal menikah dengan aku ? Kamu lihat sendiri Keluarga aku bukanlah orang kaya ?"tanya Jaka serius.


Di tengah tengah sawah Yasmin mengehentikan kakinya. Dia menahan tangan Jaka yang menuntunnya agar tidak terpeleset.


"Ada apa ?"tanya Jaka.


"Sayang, aku tidak pernah memandang kamu dari segi materi. Keluarga ku sudah cukup kaya untuk menghidupi gaya aku. Aku tidak butuh lagi kekayaan dari orang tuamu. Yang aku butuhkan adalah kasih sayang dari kalian dan dukungan dari kalian, aku tidak haus akan uang, namun aku haus akan perhatian. Maka dari itu, sesibuk apapun kamu, jangan lupakan aku ya. Mungkin setahun dua tahun aku bisa sabar dengan sikap cuek dan dingin kamu, aku ngerti karena kamu sedang dalam belajar untuk menjadi dokter hebat. Namun aku tidak yakin, apa aku bisa terus terusan bertahan dengan sikap kamu yang cuek padaku. Jadi aku mohon, setelah kita menikah luangkanlah waktu kamu untuk menyayangi aku yah....!?"


Jaka benar benar tertampar oleh pernyataan Yasmin. Karena kesibukan selama ini, ia jadi menomor sekian Yasmin di dalam daftar perhatiannya. Selama ini yang Jaka pikirkan adalah bagaimana dia bisa menjadi Dokter terhebat dan pasien adalah nomor satu di dalam hidupnya. Bahkan Jaka bisa satu bulan tidak menghubungi Yasmin karena kesibukan yang ia buat.


"Sayang,, maafkan aku dan terima kasih banyak ya. Jika bukan kamu, aku tidak yakin wanita lain akan bisa sanggup di posisi kamu saat itu. Aku janji, setelah ini aku akan meluangkan waktu walau hanya sekedar mengirim pesan dengan kata I LOVE YOU .."


"Aaaahhh sayang .... Sooo sweeett !! I love you to sayang,," Yasmin merasa sangat senang dan memeluk Jaka dengan erat.


Hawa dingin di penggunungan terasa sangat asri dan sejuk. Wangi lumpur sawah membuat ciri khas aroma alami dari alam.


"Ya sudah ayok kita ke gubuk ibu dan bapak, gubuknya ada disana," tunjuk Jaka ke atas bukit.


"Ya tuhan, gubuk itu apa tidak roboh ketika tertiup angin saya. Maaf bukannya aku menghina, tetapi itu sangat tidak layak dihuni sayang," ucap Yasmin merasa prihatin.


"Aku berniat akan membangunkan rumah di atas sana jika ibu dan bapak tidak mau tinggal di bawah," jelas Raka.


"Boleh aku yang mendisaein rumahnya ?"tanya Yasmin antusias.

__ADS_1


"Tidak perlu disain sayang, bikin rumah biasa saja," jelas Jaka.


"Tidak papa sayang, di atas sangat bagus jika membangun sebuah villa megah disana. Tempatnya sangat pas. Aku tidak akan bosan tinggal didesa jika di atas sana di bangun sebuah villa,,"ucap Yasmin antusias.


"Hemm baiklah, apapun untuk mu sayang .."


"Terima kasih ya sayang .."


Mereka telah sampai di atas dan berdiri di atas gunung itu. Yasmin tidak ingin kehilangan kesempatan dan mencoba mengambil beberapa foto. Dia juga sengaja memfoto kakinya yang penuh lumpur agar netizen tahu bahwa dirinya bukanlah orang kaya yang sombong yang tidak bisa kena kotor sedikit pun.


Alih alih, sejujurnya Yasmin tidak ingin kalah dari Paula yang waktu itu mengirim sebuah foto ketika ia sedang mendaki di Kalimantan.


"Nah, ini harus harus di update secepatnya supaya wanita perebut itu tahu bahwa aku juga bisa jika hanya sekedar mendaki gunung," umpat Yasmin bersemangat untuk segera pamer kepada Paula.


"Sayang !! Ayok masuk !"teriak Jaka.


"Yes sayang,, i coming ..."


..


"Njeh( iya) Mak, Raka tahu... Tapi mau sampai kapan kita harus menunggu mbak Mumut, Jaka dan Yasmin sudah sama sama lama menunggu waktu ini, Jaka tidak bisa lagi mengundurnya Mak ..."


"Hemm yowes Lee, tidak papa.. Namum mamak sama bapak minta maaf karena tidak dapat hadir di acara pernikahan kalian. Mamak sama bapak masih belum menerima dengan kepergian mbak kamu .."ujar pak alim


"Ibu bapak, Yasmin bener bener minta maaf ya,, karena gara gara Yasmin dan mama kakak ipar meninggalkan kami semua," ucap Yasmin merasa sangat bersalah.


"Sebenarnya anak kami juga salah, saya memahami betul itu. Mumut sudah membohongi kita semua dan saya mengerti itu, itu pasti menyakitkan bagi kita semua. Namum, dengan mengusir Mumut seperti itu, akhirnya ujung ujungnya malah kita sendiri yang susah," jelas pak alim.


"Kami akan terus berusaha untuk mencari kakak ipar pak buk, kami juga sudah menyebarkan foto foto kakk ipar di seluruh Indonesia. Karena kemungkinan kakak masih berdara di Indonesia," jelas Yasmin.


"Hemm,, ya sudah, terus kapan kalian akan menikah ?"tanya Mak item.


"Insyaallah bulan depan Mak," jawab Jaka.

__ADS_1


"Mamak sama bapak merestui kalian, namun sekali lagi, mamak sama bapak minta maaf karena Ndak bisa hadir di acara kalian," jelas Mak item.


"Iya buk tidak papa. Dan Oya buk, bolehkah kami membangun villa disini ?"tanya Yasmin ragu ragu.


"Hahaha ya tentu boleh nak, tanah ini adalah warisan untuk Jaka, terserah kalian mau di apakan saja tanah ini asalkan jangan di jual jika bisa. Ini adalah tanah leluhur," ucap pak alim.


"Ah iya pak, terima kasih banyak," jawab Yasmin dengan senyum merona di wajahnya.


..


Jam 11 siang, Paula baru terbangun dari tidurnya. Dia merasakan sangat haus di tenggorokannya.


Paula memutuskan untuk kedapur tanpa menghiraukan kotoran iler di bibir dan juga kotoran di matanya.


Sambil terpincang-pincang, Paula keluar dari kamar dan menuju kedapur. Setelah mendapatkan air yang dia inginkan, Paula minum sambil berjalan.


Jeglek jeglek jeglek .. eeegggrrhhhh !!" Paula bersendawa dengan kerasnya.


Paula merasa ada mata yang memperhatikannya, Paula menoleh ke sofa ruang tamu. Dan benar saja, di sana ternyata ada Pangeran dan Juga Yuda. Pangeran dan Yuda datang kerumah Tuan Guan untuk menanyakan kelanjutan tentang aset aset yang ada di Kalimantan.


Pangeran dan Yuda ikut tercengang ketika melihat Paula ada dirumah itu.


Paula yang merasa sangat malu, memutuskan untuk berlari kekamarnya dengan kaki yang masih terpincang-pincang.


"Aaaahhh kenapa ada pria jahat itu lagi sih disini !? Apa dia kesini untuk meminta maaf kepada papa ?"batin Paula tidak menentu. Paula juga sudah melihat klarifikasi Pangeran yang membersihkan namanya tadi malam.


.


"Hahahaa Tuan Tuan, maafkan tingkah putri kami itu. Dia memang sedikit jorok dan kadang tidak terkendali, Hemm mungkin karena itu semua pria yang saya jodohkan selalu mundur, hahaa ..." Jelas Tuan Guan sambil tertawa hambar.


"Emm jika Tuan Pangeran berkenan, putri saya masih jomblo loh, dan saya dengar tuan Pangeran ini sudah menunda ya ?"lanjutnya lagi.


Yuda yang mendengar itu hanya bisa menahan tawanya, sedangkan Pangeran benar benar di buat kikuk dengan perkataan Tuan Guan.

__ADS_1


"Haha maaf Tuan, saya sedang fokus mengurus putri saya, saya belum terfikirkan untuk beristri kembali," ujar Pangeran dengan sopan.


Paula yang menguping pembicaraan mereka merutuki dirinya sendiri karena memiliki papah seperti itu. Demi apa, Paula benar benar merasa sangat malu. Paula hanya bisa berguling guling di atas kasurnya karena tidak tahan dengan gejolak yang tidak menentu di hatinya.


__ADS_2