
Setelah melewati lautan selama 3 hari, kini akhirnya Mumut dan Raka telah sampai di pelabuhan.
Paula menghampiri mereka.
"Hay, ayo aku akan antar kalian kepanti," ucap Paula.
"Tapi bagaimana dengan teman teman kamu ?bukankah kamu akan melakukan pendakian ?"tanya Mumut merasa tidak enak.
Paula sedikit berfikir, tujuan mereka berlawanan arah. Paula juga merasa tidak enak dengan teman-teman.
Akhirnya Paula memiliki ide.
"Oya ya, aku akan meminta anak buah papa untuk menjemput kalian ya, disini anak buah papa ada dimana mana karena papa membuka usaha batu bara," ucap Paula.
"Apakah tidak merepotkan, lebih baik kami naik bus saja," ucap Mumut merasa tidak enak .
"Jangan, kamu sedang hamil Mut, tidak papa aku akan menyuruh supir untuk menjemput kalian ..."
"Terima kasih banyak ya Paula," ucap Mumut merasa terharu.
"Sama sama, aku sudah telfon, beberapa jam lagi mereka akan datang. Kalian tunggu disini dan ingat, jangan kemana mana OK,, aku akan datang menjenguk kalian nanti," ucap Paula.
Raka dan Mumut hanya bisa mengangguk, dan Paula dan para kawan kawannya mulai pergi untuk melakukan perjalanan mereka.
..
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya supir yang menjemput Raka dan Mumut datang.
Mumut dan Raka langsung naik dan menuju ke alamat yang di beri oleh Paula.
Setelah sampai, Mumut sangat senang ketika melihat beberapa anak disana. Dan ternyata tidak hanya anak anak saja, para jompo juga ada disana. Ini adalah panti asuhan terpencil dan tidak ada surat izin, pemilik hanyalah orang biasa yang memiliki hati yang baik. Paula adalah donasi tetap di panti kecil itu.
Seorang wanita paruh baya menghampiri Raka dan juga Mumut.
"Selamat datang di panti kami yang sederhana ini, mbak Paula sudah memberi tahu tentang kedatangan kalian, mari ikut saya masuk," sapa ibu panti dengan ramah.
Mumut dan Raka ikut masuk. Anak anak yang disana langsung menyambut kedatangan Raka dan Mumut.
Raka dan Mumut tersenyum dan menghela nafas dengan berat.
"Raka, ini adalah awal baru hidup kita," ucap Mumut dengan lirih.
"Iya Bu, dan sampai kapan pun Raka akan selalu berada disisi ibu," jawab Raka dengan lirih jua.
...
Dirumah sakit terlihat Yasmin sedang menyuapi Yuma jeruk segar.
.
Laras datang kembali untuk menjenguk Yuma.
"Hay Yuma, ini aku Laras," sapa Laras kepada Yuma.
Yuma tersenyum senang.
"Hay Laras, kamu datang !?"tanya Yuma yang merasa senang karena Laras mau berbicara dengannya.
Yasmin yang merasa dua saudara ini butuh bicara akhirnya memutuskan untuk keluar.
"Em Yuma, aunty ingin kekamar mandi sebentar ya, kamu disini sama Laras," ucap Yasmin.
"Iya aunty, cepat kembali ya," ucap Yuma yang tidak ingin sendirian, kepergian Mumut membuat Yuma semakin was was. Dia tidak ingin lagi ada orang lain akan meninggalkan dirinya.
"Yes baby,,, emuach."
.
"Apa kamu merasa lebih baik Yuma ?"tanya Laras sambil memegang tangan Yuma.
__ADS_1
Ini untuk pertama kalinya Laras bersikap baik kepada Yuma, dan itu benar benar membuat mood Yuma kembali.
"Aku sudah sangat baik Laras. Emm, Terima kasih banyak ya Laras," ucap Yuma dengan senyum manisnya.
"Makasih untuk apa ?"tanya Laras bingung.
"Makasih karena kamu sudah mau jadi Saudari aku," jawab Yuma.
Laras benar benar merasa tidak enak dan malu kepada Yuma, karena selama ini dia telah memusuhi Yuma tanpa alasan.
"Maafkan aku Yuma, andai dari awal aku bersikap baik padamu,mungkin hal ini tidak akan terjadi. Sekali lagi maafkan aku," ujar Laras dengan perasaan penuh bersalah.
"Tidak papa Laras, ini bukan salah kamu atau pun kak Raka, semua ini salah aku karena kurang berhati hati," ucap Yuma dengan ikhlas.
"Kamu saudari aku yang baik Yuma, aku bersyukur kamu adalah saudara aku," ucap Laras sambil memeluk yuma.
"Aku juga senang, karena kenyataannya aku adalah saudara kandung kakak Raka. Heem, walaupun sekarang kakak Raka dan mama pergi meninggalkan aku karena aku buta," ujar Yuma kembali merasa sendu.
"Mereka pergi karena kamu buta Yuma, tetapi mereka akan kembali jika kamu sudah sembuh. Berbeda dengan nasib aku, mama aku pergi dan meninggalkan aku sendiri, bahkan dia tidak pernah ingin membawa aku bersamanya. Sekarang aku tidak tahu dimana Mama berada," ucap Laras dengan sendu.
Yuma yang baru tahu jika mamanya Laras pergi langsung merasa iba.
"Loh, kenapa Tante sarah pergi ?"tanya Yuma.
"Karena dia sudah punya suami baru, mama meninggalkan aku dan papa, dia mencari kebahagiaannya sendiri tanpa mau perduli dengan aku .."
"Kamu beruntung Yuma, bisa jadi Tante Mumut pergi karena tidak tega melihat kamu seperti ini. Dan dia akan kembali jika kamu sudah sembuh dan kalian akan bersama sama lagi," lanjutnya lagi.
Yuma benar benar merasa iba dengan nasib Saudarinya.
"Bagaimana jika nanti setelah aku sudah bisa melihat dan mama kembali, kamu ikut dengan aku," tawar Yuma.
"Apakah boleh ?"tanya Laras merasa senang.
"Tentu boleh dong," jawab Yuma dengan senyum.
.
...
Yasmin berjalan jalan di rumah sakit untuk sekedar melihat lihat. Dia tidak sengaja melewati sebuah ruangan meeting para dokter ahli yang akan menangani kasus yuma.
Yasmina melihat raut wajah mereka begitu tegang, mereka seperti orang hampir menyerah. Namun, karena dukungan dari Jaka akhirnya mereka semua bertekad dan mencoba melanjutkan khasus itu.
Yasmin tersenyum dari luar pintu.
"Uuuhh my love, kamu memang yang terhebat. Semoga saja usaha kalian berjalan dengan baik. Amiin .."gumam Yasmin sambil memejamkan matanya.
Ceklek.. Jaka keluar dari ruangan dan melihat Yasmin..
"Sayang, ngapain ?"tanya Jaka membuat Yasmin terkejut.
"Ah, tidak papa sayang, aku tadi hanya lewat dan tidak sengaja melihat kalian di ruangan ini. Oya, kamu sudah makan siang ?"tanya Yasmin yang rindu berduaan dengan Jaka.
"Em belum, kamu ?"
"Belum juga, makan yuk.. di luar saja tapi,?"ajak Yasmin, dan jaga hanya tersenyum dan mengangguk.
Yasmin langsung menggandeng tangan Jaka dan pergi dari sana.
Di dalam mobil, mulai percakapan kecil mereka.
"Sayang, kapan kamu akan melamar aku ?"tanya Yasmin sambil menahan malu.
"Emm, apa kamu sudah siap ?"tanya Jaka.
"Tentu Jaka, aku seumuran dengan kakak kamu, dia saja sudah punya anak dua. Sedangkan aku, nikah saja belum," ujar Yasmin sambil memanyunkan bibirnya.
Jaka sangat gemas dengan tingkah Yasmin, meskipun usianya lebih tua dari Jaka, tetapi sikap Yasmin terlihat sangat masih kekanak Kanakan.
__ADS_1
"Heemm, bagaimana jika kita tunggu mbak Mumut ketemu," ucap Jaka terlihat berfikir.
"Tapi kapan kakak ipar akan ketemu,?"tanya Yasmin dengan sendu.
"Entahlah, bukankah sekarang kak Yuda dan Pangeran sedang mencari mereka ?"
"Iyaa sii, tapi belum tentu mereka akan ketemu !!?"
"Bagaimana setelah operasi Yuma, setelah Yuma bisa melihat kamu lamar aku yah,, pliiisss.... !!?" Yasmin memohon sambil mengedipkan matanya.
Jaka yang melihat itu tidak tahan untuk tertawa.
"Hahahaaa,,,, !!"
"Kamu kenapa tertawa sayang !!?"tanya Yasmin yang bingung.
"Heeemm tidak papa, kamu sangat cantik dan manis sayang," ucap Jaka sambil mengelus rambut yasmin.
Yasmin yang mendapatkan prilaku romantis dari Jaka langsung memeluk lengannya, dan memanyunkan bibirnya untuk mencium Jaka. Jaka yang melihat reaksi Yasmin sangat terkejut dan mengerem mendadak membuat yasmin kaget.
"sayang !! ada apa !! ?"tanya Yasmin yang terkejut.
"apa yang mau lakukan ?"tanya Jaka yang terlihat gugup.
Selama ini mereka tidak pernah melakukan hal hal di luar batas, kesibukan Jaka sebenarnya membuat hubungan mereka menjadi regang. namun sikap Yasmin yang selalu sabar menanti, membuat hubungan mereka bertahan sampai sekarang.
"Sayaaang,, aku hanya ingin ... ingin .. Ah sudahlah !! lupakan .!" ucap Yasmin yang merasa kesal dengan sikap dingin Jaka.
Yasmin membuang mukanya dan menjauh dari Jaka.
Jaka merasa sangat bersalah, Jaka juga sadar jika selama ini dia terlalu dingin dan tidak memperhatikan Yasmin dengan baik.
"Sayang,,," ucap Jaka dengan lirih.
namun Yasmin tetap diam.
"Sayang, maafkan aku,," ucap Jaka kembali. namun yasmin tetap diam.
Melihat kekasihnya mencuekinya begitu, membuat Jaka tidak tahan dan menarik paksa tangan Yasmin sampai jatuh ke pelukannya.
Dua mata saling bertemu, melihat mata Yasmin yang berkaca kaca membuat gejola di Hati Jaka tidak karuan. Jaka mencoba untuk lebih dekat lagi.
Yasmin yang merasa sesuatu akan terjadi mencoba menutup matanya, melihat Yasmin menutup mata, Jaka pun mencoba menutup mata agar mereka bisa sama sama saling menikmati.
di saat dua bibir sudah hampir bertemu sapa, tiba tiba ..
"Tok .. Tok !!!" seorang polisi mengetuk kaca mobil mereka.
Yasmin dan Jaka benar benar gugup, mereka langsung melepaskan pelukan mereka dan membetulkan posisi duduk mereka.
perlahan Jaka membuka kaca mobil.
"selamat siang pak !"sapa polisi.
"ah ya, siang pak, ada apa ya ?"tanya Jaka.
"Disini area dilarang parkir, apa bapak tidak melihat rambu yang ada didepan itu ??"tanya polisi.
"Ah iya pak, maaf ya pak, tadi saya tidak Melihat," ucap Jaka merutuki dirinya sendiri.
"Bisa melihat surat surat anda ?"tanya polisi.
Jaka langsung memberikan surat kendaraannya., Setelah semua beres, Jaka melajukan mobilnya kembali.
Di dalam mobil, dua insan yang sedang di landa rasa malu hanya saling diam. Yasmin yang biasanya selalu cerewet, kini diam membisu sambil sesekali melihat wajahnya di cermin kecil yang selalu dia bawa.
"Oh ya tuhan, kenapa wajahku bisa seperti habis terbakar matahari selama seabad begini sih,, aku jadi malu sama Jaka ...!!" umpat Yasmin dalam hatinya.
Jaka yang melihat tingkah menggemaskan dari kekasihnya hanya bisa tersenyum tipis sambil terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1