
4 bulan berlalu..
Di kediaman Tuan Aska banyak tamu yang datang untuk melakukan acara tujuh bulanan..
Raka yang sudah mendapatkan sertifikat, akhirnya bisa mengikuti acara syukuran ibunya.
"Hay ibuu,, !!?"sapa Raka yang baru sampai.
"Hay nak ,, uuuuuhhh ibu kangen sekali dengan kamu nak," ucap Mumut.
"Raka juga rindu dengan ibu,, emuach ,,"
"Hay tampan, ternyata kamu makin tampan saja,," sapa Yasmin yang gemas dengan Raka.
"Kakak inces, juga makin gemukan ,,"ucap Raka apa adanya.
"Tuuukaaann,,, aku makin gemukan,," ucap Yasmin seperti anak kecil.
"Mumut, acaranya akan segera dimulai, ayo turun !?"ucap Mama Lauren.
"Dimana mas Yuda mah ?"tanya Mumut
"Dia sedang menyapa tamu .."
"Ya sudah ayok, pelan pelan kakak ipar .."
",Iya inces .."
"Buu,, kenapa kita tidak boleh melihat jenis kelamin adik aku !?"tanya Raka penasaran.
"Agar menjadi kejutan sayang, yang penting adik kamu sehat sehat saja di dalam perut ibu,," ucap Mumut yang memang tidak ingin melihat jenis kelamin dulu.
Acara pengajian itu hanya di hadiri oleh tetangga dan teman teman dekat mereka. Tidak banyak tradisi yang harus di lakukan.
...
Dan kita di perlihatkan Sarah juga Melakukan syukuran 7 bulanan. Berbeda dengan Mumut yang hanya pengajian biasa, disini mereka harus melakukan adat Jawa Jogja. Apa lagi tuan Suroto adalah keluarga keraton.
Sarah dan Pangeran menikmati acara sakral itu.
Mama ratu yang kurang cocok dengan tradisi yang menurutnya kampungan hanya terlihat tidak menikmati acara itu.
Setalah beberapa hari di Jogja, akhirnya mama ratu bisa bernafas lega..
"Haahh akhirnya kita sampai juga di istana kita yang nyaman tentram dan damai,," ucap Mama Ratu yang benar benar merasa tersiksa berdekatan dengan mertuanya yang menurutnya crewet dan mulai pikun..
__ADS_1
Yang lain hanya menggelengkan kepalanya.
"Oya sayang, bagaimana dengan hak asuh anak Pangeran !? apa kamu sudah memikirkannya kembali ?"tanya Mama Ratu yang masih tidak rela jika Raka hidup Mumut.
"Cukup mah !! apa mama masih tidak bisa mengerti !!"ucap Pangeran yang merasa kesal jika mamanya membahas tentang hal itu lagi.
"Tapi mama ..."
"Cukup !! Hemm,, sepertinya mama harus banyak banyak belajar tata Krama dari nenek," ucap Pangeran membuat Mama Ratu merasa horor.
"Apa maksud kamu Pangeran !?"tanya mama Ratu curiga sesuatu.
"Aku akan mengajak nenek untuk tinggal disini, aku ingin anak aku berada di asuhan buyutnya. Aku tidak ingin pengaruh buruk mama mempengaruhi anakku kelak,," ucap Pangeran dengan sangat tegas.
"Sayang, kamu istirahat dulu ya,, jangan banyak fikiran,," ucap Pangeran pada Sarah yang sedari tadi hanya menonton mereka.
"Iya sayang,,"
Mama Ratu hanya mematung tidak percaya dengan apa yang anaknya ucapkan padanya.
"Pangeraaaaann !!! jangan bawa nenek peyot itu kerumah iniiii !!"teriak mama Ratu. Namun Pangeran tidak menggubrisnya, dia melanjutkan mobilnya untuk kembali menjemput neneknya.
"Haay !! nenek peyot itu adalah ibu aku, dasar nenek sihir !!"ucap Tuan Suroto yang tidak terima ibunya di bilang begitu.
"Haha kalo tidak percaya, ngaca saja sana.. Ada banyak keriput di wajah mamah, mengerikan !!"ucap Tuan Suroto mampu membuat Mama Ratu mematung.
"Aaahhkkk.!! aku harus segera ke klinik kecantikan, walaupun aku akan menjadi nenek, kecantikan aku tidak boleh pudar,,!!"gumam Mama Ratu.
...
Disisi lain, Raka dan Mumut memutuskan untuk pergi ke Amerika serikat, letaknya di California. Raka akan melanjutkan pendidikannya di university Stanford.
"Sayang,, kenapa tidak menunggu nanti setelah lahiran saja ,,!"tanya mama Lauren yang merasa berat dengan keputusan Mumut.
"Mumut dan mas Yuda tidak bisa membiarkan Raka sendirian jauh ke negeri orang mah. Dan Mumut juga ingin belajar lebih giat agar bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar disana,," ucap Mumut merasa sangat yakin.
Mumut telah belajar dengan giat oleh guru yang telah di kirim oleh Yuda.
Setelah belajar beberapa bulan, Mumut sudah memiliki ijazah SMA.
Dan Mumut akan belajar lebih jauh dengan Raka. Agar dirinya bisa memiliki kesempatan untuk belajar di university Stanford di Amerika bersama dengan Raka.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian, mama akan sering sering main kesana,," ucap Mama Lauren yang tidak bisa menahan mereka.
"Waah asyik, nanti inces ikut ya mah !?"tanya Yasmin antusias.
__ADS_1
Yuda yang tiba tiba muncul dengan tuan Aska menganggetkan Yasmin.
"Tidak bisa, selama kakak tidak dirumah. Kamu yang akan mengurus perusahaan,," ucap Yuda dengan tegas.
"Kakak,, aku lelah jika terus terusan bekerja ,,"ucap Yasmin manja.
"Tidak ada penolakan, atau kamu akan di keluarkan dari ahli waris," ancam Yuda, dia harus tegas karena sikap adiknya tidak pernah berubah.
"Aaahh papah !!?"Yasmin mencoba mengadu pada papanya.
"Heemm,, ikuti saja apa kata kakakmu.." ucap Tuan Aska tidak ingin ambil pusing.
"Ah papah ini selalu begitu, selalu membela kakak,," ucap Yasmin kesal.
"Tante cantik, tante harus menjadi orang hebat. Tante jangan bermalas malasan. kesuksesan tidak datang dengan sendirinya,," ucap Raka membuat Yasmin berfikir keras.
Yasmin masuk kedalam kamarnya dan memikirkan apa yang di katakan oleh Raka.
"Hemm anak itu benar, aku harus bisa hebat seperti dirinya,"gumam Yasmin.
..
"Mumut, Raka ,, apakah kalian tidak akan izin dulu dengan Pangeran. Mau bagaimana pun Pangeran adalah Ayahmu Raka," ucap Yuda ..
"Raka memang ada sudah ada niat untuk mengunjungi Ayah dan mama Sarah. Tapi Raka takut ibu tidak akan mengizinkan,," ucap Raka ..
"Mana mungkin ibu tidak mengizinkan kamu nak,,, kita akan berkunjung kesana," ucap Mumut.
"Apa !!ibu juga akan ikut ?"tanya Raka tidak percaya.
"Iya nak, ibu akan ikut denganmu,," ucap Mumut.
"Baiklah, aku akan antar kalian ,,"ucap Yuda.
"Emm apa boleh mama ikut nak !?"ucap Mama Lauren. Sebenarnya mama Lauren dan mama Ratu adalah bebuyutan saat mereka dulu mendirikan sebuah komunitas yang berbeda.
"Emm tidak mama, Yuda tahu hubungan mama dan Tante Ratu tidak begitu baik," ucap Yuda.
"Heem ya sudahlah, mama mau belanja saja.. Papa temani Mama yuk, sekali kali pah,," ucap Mama Lauren yang mengangguk ketenangan tuan Aska yang sedang bermain game online.
"Papa tidak ikut mah, mama bawa saya kartu papa untuk menemani mama," ucap Tuan Aska yang tidak ingin ambil pusing. Dia sedang tidak ingin keluar rumah.
"Aahh baiklah,, inceeeeesss,,, ayo kita berangkat sayang !!"teriak mama Lauren merasa sangat senang.
Mereka yang menyaksikan itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1