Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Operasi Yuma


__ADS_3

Hari ini Yuma akan menjalani operasi, semua orang merasa sangat tegang. Mereka serempak untuk melakukan sholat berjamaah untuk mendoakan semoga operasi Yuma berjalan dengan lancar.


"Papah, tolong sampaikan kepada mama. Yuma sebentar lagi akan sembuh, dan Yuma ingin orang yang pertama yuma lihat adalah mama," pesan Yuma disaat akan memasuki ruangan operasi.


Tidak ada yang bisa menjawab permintaan Yuma, mereka semua hanya bisa menahan air mata mereka, mereka tidak tahu lagi harus mencari Mumut dan Raka kemana.


Akhirnya lampu menyala, pertanda operasi sudah di mulai.


...


Disisi lain, Raka dan Mumut baru selesai membantu menyiapkan makanan untuk semua penghuni panti.


"Mah, Raka kekamar dulu ya. Raka ingin mengambil ponsel Raka, Raka ingin melihat perkembangan Yuma," ucap Raka.


"Iya nak, ibu tunggu disini ya," ucap Mumut yang sedang memantau anak anak.


Di dalam kamar, Raka di bingung kan dengan ponselnya yang hilang. Raka mencari disemua sudut kamarnya tetapi masih tidak ketemu.


Raka berniat ingin menanyakannya kepada ibunya, namun ketika akan menghampiri Mumut, Raka mendengar sesuatu dari kamar mandi.


"gludak gludak gludak !!" Suara mesin cuci, Raka yang penasaran mencoba untuk melihat.


Mata Raka membelalak lebar lebar ketika melihat apa yang dua anak kecil didepannya perbuat.


"A.. apa yang kalian lakukan !?"tanya Raka dengan terbata.


Namun dua anak kecil yang baru berusia 4 tahun tersenyum manis kepada Raka.


"Kakak, aku tidak sengaja mengotori hp kak Raka, tapi kak Raka tidak perlu khawatir karena aku sudah mencucinya. Ini,,, sepertinya hpnya sudah bersih," ucap anak itu dengan senyum manisnya. Dia merasa bahwa dia sudah melakukan hal yang benar.


Raka benar benar merasa sangat terkejut dan marah, Raka tidak tahu harus berkata apa lagi. Handphone satu satunya yang Raka bawa rusak seketika, bukan masalah hp'nya.. namun isi dari handphone itu sangat penting. Ada banyak perangkat dan sistem yang tersimpan disana untuk memantau keadaan keluarganya.


"Oh ya ampun !! Apa yang kalian lakukan hah!!" bentak Raka membuat gadis kecil itu menciut ketakutan.


"Kami hanya membersihkan hp kakak,," jawab salah gadis itu dengan gugup.


"Oh ya ampuuuun !!! apa kalian tidak tahu cara membersihkan hp yang kotor !! Cukup di lap saja pakai kain, tidak perlu menggunakan air dan, apa lagi ini harus pakai mesin cuci !! Kalian memberikan sabun juga... Astaga,,,,, !!!"umpat Raka benar benar merasa sangat marah.


Mendengar ada keributan, Mumut dan ibu panti segera mendekati Raka.


"Sayang, ada apa nak ? Kenapa kamu memarahi adik kamu ini ?"tanya Mumut.


"Buuuk,, mereka mencuci hp Raka karena mereka sudah mengotorinya.. ini bukan masalah hp'nya buk, tetapi semua sistem dan program ada didalam hp ini, kita tidak lagi bisa memantau Yuma jika begini !!"ucap Raka merasa frustasi.


Melihat kedua anak yang polos yang sedang meringkuk ketakutan, membuat Yuma mengingat dirinya dahulu. Yuma teringat dirinya yang polos membuat kesalahan dengan mencuci baju Pangeran menggunakan sikat WC.


Mumut mencoba untuk menenangkan Raka.

__ADS_1


"Sayang, ikut mama sebentar yuk.. kita bicara diluar saja," ajak Mumut.


"Emm mbak, sebelumnya saya minta maaf ya atas sikap anak anak saya ini," ucap ibu panti.


"Tidak papa buk, ini hanya masalah kecil dan tolong jangan di ambil hati sikap kasar Raka ya, dia mungkin hanya lagi syok saja," jelas Mumut.


"Kakak Raka, maafkan kami.. kami tadi hanya ingin bertanggung jawab dengan apa yang sudah kami perbuat," jelas gadis kecil itu.


Namum Raka tidak menggubris perkataan dua anak kecil itu.


.


Mumut membawa Raka ketempat yang sepi..


"Sayang, naak ...!?"


"Buk, ini satu satunya harapan kita,," ucap Raka sambil menundukkan kepalanya.


"Ibu tahu sayang, tapi kamu jangan terlalu bersikap kasar kepada mereka. Mereka itu anak anak baik, mereka berniat untuk tanggung jawab dengan apa yang sudah mereka perbuat, hanya saja mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat itu sesuatu yang salah.. kita sebagai orang untuk mereka harus memberi tahu dan mengajari mereka, bukan malah memarahi mereka seperti itu," nasehat Mumut pada anaknya.


"Tapi bu ....."


"Nak, ibu pernah di posisi mereka, apa kamu lupa dengan cerita ketika dulu ayah kamu memperlakukan ibu. Apa Raka ingin menjadi seperti ayah ? Menjadi pintar bukan berarti kita berhak untuk membodohi orang lain !!"


Raka menghela nafas dengan kasar.


"Iya nak tidak papa, kita sudah melihat mereka telah baik baik saja dan semoga selamanya mereka akan begitu. Sebaiknya kita juga tidak menganggu ketenangan mereka disana, walaupun ibu akan sangat merindukan Yuma, tetapi ibu akan mencoba untuk ikhlas.. dan lebih baik sekarang temui adik adik yang kamu marahi tadi, kasihan mereka."


"Iya buk, sekali lagi maafkan Raka ya buk," ucap Raka yang masih merasa sangat bersalah.


"Iya nak tidak papa .."


.


Raka melihat dua anak kecil itu sedang di marahi oleh ibu panti, terlihat mereka sangat sedih dan ketakutan.


"Bu panti, sudah buk jangan memarahi mereka, aku sudah memaafkan mereka, mereka adalah anak anak yang baik. Aku tahu niat mereka baik, hanya saja mereka belum memahami dengan apa yang mereka sudah perbuat. Selanjutnya, aku yang akan lebih berhati hati agar tidak menaruh benda penting dengan sembarangan," ucap Raka membuat dia anak kecil berlari dan menghampiri Raka.


"Kakaaak .... Kakak, maafkan kami ya," ucap gadis kecil itu dengan tulus.


"Iya adik adik kakak yang cantik, kakak sudah memaafkan kalian. Dan kakak juga minta maaf ya, karena kakak sudah memarahi kalian. Disini kakak juga salah karena telah menaruh benda penting dengan sembarangan .."


Mumut dan ibu panti tersenyum melihat anak anak yang akhirnya bisa saling mengerti dan memaafkan.


.


Yuda terlihat sangat pucat, dia juga harus bolak balik kekamar mandi untuk mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.

__ADS_1


Semua orang yang ada dirumah sakit merasa sangat khawatir dengan kondisi Yuda, mama Lauren sudah beberapa kali meminta Yuda untuk pulang istirahat, namun Yuda menolak.


"Mah, Yuda ingin tetap disini, Yuda ingin menunggu operasi Yuma selesai. Mama tenang saja, Yuda mungkin hanya sedang masuk angin," ucap Yuda dengan lemas.


"Heemm, kamu ini susah sekali ya dibilangin. Ya sudah, mama dengan jeng Ratu akan pergi untuk membeli hadiah untuk Yuma. Kita harus menghias ruangan Yuma dengan sangat meriah. Kita harus membuat kesan terbaik untuk Yuma," ucap Mama Lauren tersenyum, dia sudah tidak sabar lagi untuk melihat cucunya sembuh dan dapat melihat dirinya.


"Pangeran, kamu jaga Laras ya, mama sama Jeng Lauren akan pergi dulu," pamit mama Ratu.


"Iya mah, hati hati ya," ucap Pangeran.


"Yasmin tidak ikut ya mah, Yasmin sedang tidak bersemangat," ucap Yasmin dengan lesu.


Dari kejadian di mobil dengan Jaka, Samapi saat ini Jaka masih mendiami Yasmin, dan Yasmin sendiri entah mengapa merasa sangat gengsi untuk menegur Jaka lebih dahulu.


"Iya inces,, lagian mama juga tidak berniat untuk mengajak kamu," ucap Mama Lauren mencoba menggoda putrinya.


"Ya sudah jika begitu cepatlah pergi, sebelum inces berubah pikiran," ancam Yasmin yang mulai sedikit goyah.


"Hahhaaa jeng Ratu, Ayuk kita pergi,," ucap Mama Lauren sambil tersenyum kepada Yasmin.


Yasmin hanya manyun saja melihat mamanya yang mencoba untuk mengejeknya.


"Emm nak Yasmin, kamu ingin menitip apa ?"tanya mama Ratu sebelum mereka pergi.


Yasmin tersenyum dengan pertanyaan mama Ratu.


"Hehee Tante lihatlah ini, Yasmin titip ini yah, hehe,," ucap Yasmin sambil memperlihatkan sebuah sepatu keluaran terbaru dari Gucci.


Mama Ratu membelalakkan matanya. Mama Lauren yang melihat kejahilan anaknya langsung menarik paksa mama Ratu untuk segera menjauhi Yasmin.


"Tanteeee jangan lupa yaaaa !!!"teriak Yasmin yang langsung mendapatkan lemparan botol minuman dari Yuda.


"Auh kakak !! Sakiit !!"umpat yamsin kesal.


"Berisik !! Yuma sedang operasi !"ucap Yuda penuh dengan penekanan.


Pangeran dan Laras yang Melihat itu hanya bisa menahan tawa mereka.


..


Disisi lain terlihat tuan Suroto dan Tuan Aska sedang mencoba untuk melakukan kerjasama kembali. Dari sekian lama akhirnya dua perusahaan besar itu kembali bersatu.


Bahkan Tuan Suroto dan Tuan Aska Sedang menandatangani surat jual beli. Tuan Suroto dan Taun Aska akan mengambil alih perusahaan batu bara yang di Kalimantan.


Berhubung tuan Aska sudah memiliki tambang emas, dia juga berniat untuk mengambang usahanya yang lain. Dia menggantikan usaha batu bara milik sahabatnya Tuan Guan, ayah dari Paula.


...

__ADS_1


Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏


__ADS_2