Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
1 Bulan berlalu


__ADS_3

SATU BULAN BERLALU


Di vila, semua orang dibuat heboh tingkah menggemaskan dari Baby J.


Mama Lauren, yasmin dan Mumut sama sama sibuk untuk menyewa seorang fotografer bayi.


Hari ini, baby J benar benar membuat hati Mumut merasa sangat bahagia. Ini adalah kebahagian sempurna yang Mumut rasakan. Ia tidak lagi dihantui oleh perasaan bersalah kepada siapapun, Mumut benar benar menikmati masa masa indahnya bersama dengan keluarga besarnya.




Mak item dan pak alim akhirnya kini bisa mengunjungi Baby K kekota. Awalnya mereka ingin datang setelah mendapatkan kabar bahwa Mumut telah kembali dan membawa bayi. Namun didesa sedang musim panen saat itu sehingga pak alim dan Mak item baru bisa menyempatkan diri berkunjung kekota.


"Assalamualaikum ,,," ucap salam dari Mak item dan pak Alim.


"Walaikum salam, mamaaaaaak !!"teriak Mumut yang merasa terkejut dengan kehadiran ibu dan bapaknya yang mendadak.


"Ya Allah Gusti anak wedokku seng paling ayu dewe. Piye kaburmu nak? Mamak Karo bapak kangen Karo kue,, hik hik hik ..."


.(Ya Allah Gusti anak perempuanku yang paling cantik sendiri. Gimana kabarmu nak? Ibu dan bapak kangen sama kamu,, hik hik hik ..)"ucap Mak item memeluk Mumut dengan sangat erat.


"Mumut apik Mak, Alhamdulillah. Mumut nyuwon ngapuro kaleh mamak bapak. Mumut pun dados anak ekang durhaka kaleh mamak bapak, Mumut nyuwon ngapuro Mak, pak,, hik hik hik ..."


"Mumut sehat buk, alhamdulillah. Mumut minta maaf sama ibu bapak. Mumut sudah menjadi anak yang durhaka sama ibu bapak, Mumut minta bener bener minta maaf Mak, Pak, hik hik hik....)" jawab Mumut.


"Uwes nduk ojo nanges meneh, mamak Karo bapak wes ora Popo. Dewe seneng ndeloke awakmu muleh gek sehat koyo ngene. Ojo lungo lungo meneh Yo nduk, mamak bapak samben awan bengi mikiri awakmu. Mamak bapak ora tego mikiri piye nasibmu keluntang luntang mboh ndi parane ..."


.(Sudah nak jangan menangis lagi, ibu sama bapak sudah tidak papa. Kita senang melihat kamu pulang dan sehat seperti ini. Jangan pergi pergi lagi ya nak, ibu bapak tiap siang malam selalu memikirkan kamu. Ibu bapak tidak tega memikirkan bagaimana nasib kamu yang tidak jelas kemana arah tujuannya,.)" ucap pak alim.


"Njeh pak, Mumut janji ora bakal meneh lungo lungo. Mumut sayang kalian semua ..."


( Iya pak, Mumut janji tidak akan lagi pergi. Mumut sayang kalian semua ..)" jawab Mumut.


Melihat besannya datang, mama Lauren langsung menyambutnya.


"Buk besan, silahkan masuk dulu. Mut, ajak ibu bapak kamu masuk, biarkan mereka beristirahat dulu," ucap Mama Lauren.


"Oh njeh(iya) buk, terima kasih banyak. Bagaimana kabar ibu besan?" tanya mak item.


"Alhamdulillah sehat buk besan, kalian istirahat dulu ya. Setelah itu datang ke kamar Baby J, mereka sedang melakukan pemotretan," ucap Mama Lauren ramah.


"Oh iya buk Besan, terima kasih banyak .."


"Iya sama sama pak buk. Mut, antarkan ibu bapak kamu kekamar tamu ya .."


"Iya mah .. Ayok Mak, pak...?"


Mumut mengantarkan ibu bapak'nya kedalam kamarnya.


"Mak, pak, istirahat dulu ya. Mumut tak siapin makan siang dulu .."


"Oh Iyo nak, suwon .."


..


"Siapa mah ?"tanya Yasmin melihat mama Lauren.


"Itu mertua kamu datang," ucap Mama Lauren.


"Apa !! Ibu mertua aku yang baik hati datang !? Ihhh kenapa mama tidak bilang dari tadi sih ?"ucap Yasmin yang terlihat gerogi.


"Ya habisnya kamu kekamar mandi lama sekali," ucap Mama Lauren cuek. Ia terus memperhatikan Baby J didandani.


"Maah, aku harus bagaimana? Aku malu sekali!?" ucap Yasmin yang heboh sendiri.


"Mendingan kamu sekarang bantuin kakak kamu buat makan siang untuk mertua kamu. Masak yang benar jangan sampai keasinan," sindir mama Lauren.

__ADS_1


"Hehe siap mah," ucap Yasmin bersemangat.


...


Di rumah sakit, Raka mencoba membantu Laras untuk berdiri.


Usaha Raka akhirnya tidak sia-sia. Kini adiknya Laras akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya kakinya menahan beban tubuhnya sendiri.


"Kakak, Laras masih takut," ucap Laras yang masih terus berpegangan pada lengan Raka.


"Ayo sayang, kamu pasti bisa. Otot-otot kaki kamu terus dilatih. Setelah ini kita akan melihat otot otot kamu dengan berenang," ucap Raka dengan semangat.


"Tapi Laras tidak bisa berenang," jawab Laras yang mulai menikmati setiap langkah yang ia lalui.


"Kakak akan mengajari kamu," jawab Raka yang juga ikut senang dengan kemajuan Laras.


Raka mencoba melepaskan pegangan Laras.


"Kakak jangan di lepaaaass !!"teriak Laras merasa takut.


"Tidak papa sayang, kamu pasti bisa !! Ayooo sayang, kamu pasti bisa !!"teriak Raka bersemangat. Melihat semangat Raka, akhirnya Laras berusaha untuk memberanikan diri.


Perlahan tapi pasti, akhirnya Laras bisa melewati garis tahap pertama. Ini adalah kemajuan sangat luar bagi Raka.


"Horeee !! Aku bisa kakaaak !! Aku bisa jalaaan!!" Teriak Laras merasa sangat senang.


"Bagus sayang, sekarang ayo putar kembali !!"


"Baik kakak, tunggu aku !!"


Dari kejauhan, Jaka Sedang merekam Laras yang akhirnya sudah bisa berjalan meskipun masih terus harus dilatih.


Sarah yang mendapatkan kiriman dari dari Jaka merasa sangat senang.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya kamu bisa berjalan. Kamu sangat beruntung memiliki kakak seperti Raka. mamah sangat merindukan kalian," ucap Sarah dengan sendu, ia kemudian melanjutkan pekerjaannya. berkat modal dari Pangeran, Sarah mencoba untuk membuka butik kecil kecilan di pinggiran kota Paris.


..


Ia lebih suka menyendiri dan jarang berbaur dengan teman temannya yang lain.


Yuma hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan belajar sungguh-sungguh supaya bisa menjadi seperti kakaknya. Ia ingin juga ingin menjadi kakak hebat dan yang terbaik untuk adik-adiknya.


Tapiiiii ,,,,, Yuma tetaplah Yuma, meskipun ia mencoba untuk menjadi seperti apa yang dia inginkan, tetap saja jiwanya yang periang dan genit susah untuk dihilangkan.


"Hay Yuma, akan ada anak baru yang masuk kedalam kelas kita," ucap sisi, sahabat baru Yuma.


"Ayolah sisi, aku tidak ingin lagi bermain main. Aku ingin fokus belajar, belajar dan belajar," ucap Yuma dengan keyakinan penuh.


"Hemm, baiklah," ucap sisi dengan lemas.


"Aku akan buktikan pada kakak jika aku bisa fokus dan serius." gumam Yuma dengan tekat yang kuat. Dia yakin bahwa dirinya tidak akan tergoyahkan.


Tidak lama guru masuk kedalam kelas.


"Pagi anak-anak," sapa buk guru.


"Pagi buk," jawab murid serempak.


"Kita hari kedatangan teman baru, dan ibu harap kalian bisa menjadi teman baik untuknya. Apa kalian mengerti?"


"Iya buk ....!!"


"Masuk .."


Dengan langkah penuh keyakinan, seorang anak berusia 8 tahun berjalan dengan gaya aroganya.


Seketika mata Yuma terbelalak melihat teman barunya sangat tampan dan cool dimatanya. Ia tersenyum manis dan sesekali mengedipkan satu matanya pada pria yang terlihat sangat angkuh itu.

__ADS_1


"Nama Fernandez Alonso , panggil saya Alons," ucap anak itu yang bernama Alan.


"Ah nama Alon, ayo anak anak sapa teman kalian yang bernama Alon," ucap buk guru mengajari anak anak murid lain untuk menyapa teman barunya.


"Hallo Aloooon ,,,,,"ucap anak serempak.


Alons memutarkan matanya karena sangat untuk menjelaskannya.


"Alons, nama saya Alons bukan Alon," jelasnya.


"Dimanakah saya bisa duduk?"tanya Alan kepada buk guru yang langsung terbengong mendengar pertanyaan Alons.


"Ah, kamu bisa duduk disampingnya Yuma," ucap buk guru asal memilih.


"Buk, itukan tempat duduk Ucil," ucap sisi protes.


"Terus, dimana sekarang si Ucil?"tanya buk guru.


"Dia sedang izin buk," jawab sisi.


"Emm tidak papa buk, nanti Ucil biar cari duduk yang lain saja," jawab Yuma dengan senyumnya yang benar-benar sangat menggemaskan.


"Ide bagus," jawab Alons yang langsung duduk di kursi paling depan.


Disaat akan duduk, Yuma dengan sengaja mengedipkan matanya kearah Alons membuat Alons mengerutkan keningnya.


"Yuma, apa kamu sedang sakit mata?"tanya buk guru yang memperhatikan Yuma.


"Ah tidak buk, tadi Yuma hanya kelilipan saja," ucap Yuma dengan gugup.


"Sudah pakai kacamata masih kelilipan.? Basok pakai kacamata yang sedikit besar ya Yuma," canda buk guru.


"Hahahahaa,," Tawa teman teman sekelas menertawai Yuma membuat Yuma merasa kesal. Namun ia langsung luluh karena ternyata Alons sama sekali tidak ikut tertawa menertawai dirinya. Rasanya Yuma benar benar dibuat kagum dengan sikap Alons yang cuek cuek manis angkut.


...


Disisi lain. Seorang pria berdiri depan jendela menghadap langit yang sebentar lagi akan menurunkan air hujan.


Sebuah kekosongan hati mulai ia rasakan. Kenang kenangan mulai selalu menghantui pikirannya. Semakin tak perduli semakin besar beban yang ia rasakan.


Air hujan membasahi kaca jendela, Pangeran menatap lekat air yang turun dari kaca, entah mengapa ia terus kembali memikirkan Paula yang sekarang entah dimana. Paula benar-benar tidak meninggalkan jejak nafasnya dimana pun membuat Pangeran frustasi.


"Tuan,?"panggil Sekertaris.


"Ada apa?"


"Apa ada lembur malam ini?"tanya Sekertaris ragu-ragu.


Semenjak kepergian Paula, Pangeran jadi menggila Bekerja. Sudah satu bulan ini para karyawan diharuskan lembur. Jika tidak ada pekerjaan, maka Pangeran akan langsung memberi mereka tugas.


Satu bulan kehilangan Paula, sejak saat itu juga Pangeran tidak pernah pulang kerumahnya. Bahkan hanya sesekali ia menjenguk putrinya Laras yang sedang melakukan terapi di kakinya. Pangeran benar benar menghabiskan satu bulan ini untuk bekerja, dan kini ia sekarang sudah merasakan kejenuhan yang luar biasa.


"Tidak ada lembur, biarkan mereka pulang lebih awal," jawab Pangeran yang langsung disambut senyuman senang dari sekertarisnya.


"Baik Tuan ..."


Pangeran duduk di kursinya yang empuk. Kini ia terus membayangkan kenangan kenangan saat-saat bertemu dengan Paula. Sampai akhirnya ia mengingat sesuatu.


"Aku tidak akan meminta, namun aku akan selalu menunggu cinta sejati ku"


"Shiit, itu adalah yang diucapkan Paula !! Apa dia sekarang sedang menungguku di suatu tempat !? Shhhhhhtt tapi dimana aku harus mencarimu Paula!? Dimana !! Apa aku bertanya saja pada Om Guan!?"


Tanpa pikir panjang, Pangeran langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar.


Dibawah guyuran hujan, Pangeran menancamkan gas mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Kali ini aku akan mencarimu meski sampai kedasar Bumi."

__ADS_1


__ADS_2