
Hallo... Assalamualaikum teman-teman... bagaimana kabar kalian. semoga baik-baik dan sehat-sehat semuanya ya...
Oke.. Di sini author ingin memberi tahu jika ada karya baru yang dapat menghibur ke gabrutan kalian di waktu senggang.
Guruku, Bojoku
adalah karya terbaru author yang mengisahkan tentang guru baru bernama Anjaz Anggara 25 tahun, mencal ke desa untuk menjadi guru olah raga dan seni.
Monika Ayu atau biasa di panggil Menik oleh warga desa, gadis berusia 19 tahun yang masih duduk di kelas 3SMA. Menik adalah gadis yang energik, periang, dan juga sedikit Bar-bar membuat setiap polahnya selalu membuat kawakannya selalu happy.
Kekonyolan Menik yang memang selalu membuat geleng-geleng kepala, kini kekonyolan di luar angkasa bima sakti, di mana Menik tidak sengaja melanggar aturan desa yang masih begitu kental.
Dari kekacauan yang Menik buat, dia akhirnya terpaksa menikah dengan guru baru sekolah yang tempat tinggalnya tidak jauh dari gubuk Menik.
Anjaz awalnya sangat ragu, namun ia juga harus mengikuti aturan desa.
Akhirnya, Menik pun menikah dengan gurunya sendiri hasil dari polahnya yang teledor.
Bagaimana kisah keseruannya.
AYO... AYO... AYO....
Simak terus cerita hanya di NOVELTOON
GURUKU, BOJOKU
buku terbaru yang sangat seru dan asyik, menemani hari-hari keboringan anda-anda semuanya, di zamin tidak kalah serunya dengan kelakuan Mumut kita punya..
Di tunggu kehadirannya ya 🤩🤩🤩🤩🤩🤩
seee youuuuu.....
Wasalam mualaikum wr.wb..
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏✌️✌️✌️
Aku menemukan buku yang bagus banget di NovelToon, yuk baca bareng! GuruKu, BojoKu, author: mamaperi #noveltoon @MangatoonID
__ADS_1
https://noveltoon.mobi/id/share/3103822
...****************...
...****************...
Cuplikan bab 02
Anak-anak murid kelas 3 C kini sudah bersiap untuk melakukan pelajaran praktek olah raga basket.
Sekolah yang baru saja renovasi besar-besaran, juga mendapatkan fasilitas tempat untuk bermain basket.
"Pak, kita mau olah raga basket, ya? Tapi kita belum pernah main basket loh, pak!" tanya murid bernama Menik.
"Iya, kita mulai sekarang akan melakukan olah raga basket, jadi kalian harus perhatikan bapak agar paham. Bermain basket bukan hanya sekedar merebut bola dari lawan, namun kalian juga harus memiliki taktik agar dapat menjaga bola dan juga memasukkannya ke dalam ring, ingat, jika di rasa kurang sampai, kalian jangan ragu-ragu melompat agar bola masuk dengan sempurna ke dalam ring seperti ini."
Pak Anjaz pun melompat dan mempraktekkan gayanya saat memasukan bola.
Usai mempraktekan, pak Anjaz pun menggoyangkan kepalanya agar rambut yang menutupi wajahnya menyingkir. Sebab, rambut pak Anjaz ini bergaya ala-ala oppa-oppa Korea.
"WAAAW!" beberapa murid pun bersorak dan bertepuk tangan..
Namun, tiba-tiba saja suara Menik membuat tersipu.
"Walaaaaaaah, paaaak! Kalo aku yang lompat, susuku yo mendal-mendal!" ujar Menik membuat semua murid lainnya tertawa.
"HAHAHAHAHA....!"
"HAHAHAHAHA...!"
"HAHAHAHAHA...!"
"Menik! makannya pakek kutang, ben gak mendal-mendal susune!" sahut seorang pria dari sebelahnya.
"Wes, Yoo.. aku Lo pakek kutang si Mbah, agak kendor memang, hehehe!" sahut Menik dengan PD-nya.
"HUAAHAHAHAHA!" suara tawa murid lainnya menggelegar, membuat pak Anjaz tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Sudah-sudah! kalian ini bicara apa. Menik, jaga bicaramu dan jangan mengatakan hal sensitif di sini. Kita hanya akan belajar pemanasan dan melatih tangan untuk melempar bola agar terbiasa. Kita belum akan langsung bertarung!" jelas pak Anjaz sekaligus memperingati Menik.
Menik tanpa merasa bersalah pun langsung berdiri.
"Nah, setuju pak, teman-teman ku itu memang otaknya suka pada ngeres Yo, pak! jadi gak usah di dengar. Ayo, Pak, ajari aku lempar bola, aku yang pertama, Yo?" ujar Menik yang langsung berjalan mendekati pak Anjaz.
Pak Anjaz pun hanya bisa kembali menggelengkan kepalanya. Mengajar kelas SMA memang harus sedikit sabar dan lebih harus telaten. Murid-murid di kelas ini memang sedikit sulit untuk di taklukkan untuk menuruti kemauan sang guru.
"Pak, ayo ajari ini tangannya harus kaya mana?" ujar Menik meminta untuk tuntun oleh pak Anjaz.
Pak Anjaz pun tidak ada pilihan lain selain harus memegang tangan Menik dan menuntunnya agar dapat memasukan bola dengan benar.
Pak Anjaz berusaha untuk profesional dengan pekerjaannya meskipun hal ini sangatlah menggoda iman.
Tubuh seorang siswi SMA sudah sangat sempurna untuk seorang gadis. Jelas beberapa tempat sudah mulai membentuk kesempurnaan untuk di pandang indah oleh mata.
Namun Menik sama sekali tidak rikuh atau pun malu, sebab ia di dalam otaknya, ia hanya benar-benar ingin belajar dengan giat.
Sekali lempar,
"HOREEE! Kita berhasil, Pak!" seru Menik bersemangat.
"Di ingat-ingat tangannya tadi harus bagaimana Menik, bapak tidak akan mengajari mu ke dua kali. Perhatikan teman-teman yang lainnya juga agar terus paham," ujar Pak Anjaz menjelaskan.
"Asyiap, Pak!" sahut Menik yang kembali duduk di pinggir lapangan di mana teman-teman menunggu untuk namanya di panggil.
Ketika Pak Anjaz memanggil murid satu persatu untuk praktek, Eka teman dekat Menik pun membisikan sesuatu kepada Menik.
"Menik, gimana rasanya tadi di peluk sama pak Anjaz?" tanya Eka.
"Aku gak di peluk, Yo ... Kaaa! Aku tadi cuma di ajarin gimana caranya megang bola yang bener, ngawur mulutmu nek ngomong," jelas Menik.
"Sama aja to, tetap aja tadi di peluk dari belakang. Aaa ... aku jadi gak sabar giliranku," ujar Eka dengan senyum-senyum gak jelas bak cabe-cabean.
"Tapi emang wangi tenan pak Anjaz iki, Ka. Gak koyo pak Wari, bau minyak urang-aring. Ckckck!" Menik cekikikan menertawai pembicaraan yang mereka bahas.
"Bener kamu, Nik. Untung aja guru penjas kita bukan Pak Wari. Ckckck!" sahut Eka.
__ADS_1
Pak Wari adalah guru matematika. Berpawakan pendek, sedikit hitam, bibir tebal dengan perutnya yang buncit dan kumis yang tebal, juga rambutnya yang belah tengah dengan aroma minyak urang-aring.
Bisa di bayangkan betapa bersemangatnya murid-murid ketika pelajaran Matematika ini di mulai. Murid-murid sangat bersemangat untuk bolos masal pada saat mata pelajaran ini.