Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Berantem..


__ADS_3

Siang hari Yuda menepati janjinya untuk menjemput Raka di toko temannya.


"Hay Raka,, bagaimana kamu sudah mendapatkan kamera yang kamu inginkan ?"sapa Yuda yang baru sampai.


"Hay Om,, iya ini Raka sudah selesai. Lihatlah, keren bukan ,?"tanya Raka menunjuk hasil karyanya.


"Waw ini hasil kamu sendiri ?"tanya Yuda tidak percaya.


"Bro, kamu dapat ini dari mana ? dia benar-benar anak yang luar biasa. Butuh satu tahun lebih aku untuk menguasai ini semua, dan anak ini hanya baru aku kasih materi dasar tetapi dia sudah bisa membuatnya sendiri. Kepalaku sungguh tidak bisa mencerna ini semua ,,!"ucap Teman Yuda yang merasa sangat takjub dengan kepintaran Raka.


"Haha ,, mulai sekarang kamu harus mulai terbiasa dengan kepintaran Raka Broo," ucap Yuda yang juga merasa sangat kagum dengan Raka.


"Om ayo kita pulang, aku takut ibu akan cemas karena aku pergi terlalu lama," ujar Raka.


"Baiklah, bro kami pamit dulu ya .."


"Om hebat, Raka pulang dulu ya.. Kapan kapan Raka akan mampir kesini lagi," ucap Raka antusias.


"Dengan senang hati nak, sering sering lah berkunjung kemari .."


..


Setelah sampai rumah, Mumut yang mendengar suara mobil datang langsung berlari keluar.


"Rakaaa,, kenapa kamu lama sekali ! ibu tadi cari cari kamu !!?"ucap Mumut cemas.


"Raka tadi jalan jalan dengan Om Yuda buk, maaf tadi Raka tidak izin dulu sama ibu ,," ucap Raka merasa bersalah.


"Ya sudah tidak papa, tadi ibu diberi tahu sama mba Sisri jika Raka pergi dengan Mas Yuda. Oya mas, makasih banyak Yo bukunya bagus bagus," ucap Mumut merasa senang.


"Loh, ,ibu sudah bisa membaca ?"tanya Raka tidak percaya.


"Sudah ,, hehehee ,," jawab Mumut malu malu.


"Apa kamu yakin Mut ?"tanya Yuda yang takut jika Mumut asal membaca.


"Kalian tidak percaya sama aku, ! Hmm ya sudah aku ambilkan bukunya dulu," ucap Mumut yang ingin membuktikan pada mereka jika dirinya bisa membaca.


Setelah Mumut mengambil satu buku, dia menghampiri Raka dan juga Yuda yang duduk di teras rumah.


"Ini bukunya.. Aku akan membacakan untuk kalian," ucap Mumut antusias.


Raka dan Yuda bersiap siap untuk menyimak bacaan Mumut.

__ADS_1


"Akhirnya putri yang malang bisa terlepas dari kutukan setelah sang pangeran datang dalam hidupnya.." kalimat akhir yang Mumut baca.


"Waaaww horeeee ibu bisa membaca Horee !!"teriak Raka senang.


"Hahahhaa bener to ibu bisa membaca !!"ucap Mumut merasa senang.


Mereka bertiga berlompatan dan saling berpelukan karena saking senangnya.


Pangeran yang baru pulang dari kantor tidak sengaja melihat mereka saat memasuki gerbang.


"Kurang ngajar !! dia benar benar ingin cari Maslah kepadaku !!"geram Pangeran menancam gasnya.


"Yudaaa !!!!!"teriak Pangeran yang membuat mereka bertiga berhenti tertawa.


Tanpa ancang-ancang Pangeran langsung meninju dan memukul Yuda dengan sangat keras.


"BUUK BUK BUK BUK ! Aku sudah memperingati kamu agar menjauhi anak dan istri aku !! Apa kamu tidak mendengar haah !!!"


"Buk buk !!Yuda gantian meninju Pangeran.


"Pria brengsek seperti kamu sama sekali tidak pantas untuk Mumut !!" ucap Yuda yang tidak ingin kalah..


Mereka sama sama saling tersulut emosi dan berakhir saling tinju meninju..


Raka yang melihat itu hanya bisa membantin.


"Aaahhkkk SETOOOPP, SETOOOPP !!! apa yang kalian lakukan ,,!!" teriak Mumut yang sangat khawatir melihat mereka yang berdarah darah.


Tapi Yuda dan juga Pangeran tidak menghiraukan Mumut.


Sampai akhirnya , " Buk !!


Karena Mumut nekat berdiri di tengah tengah mereka, kepala kanan dan kiri Mumut terkena tinju oleh Yuda dan juga Pangeran.


Semua orang sangat terkejut melihat itu. Mama Ratu dan Sarah yang mendengar keributan juga tidak sengaja melihat Mumut yang terkena tinju oleh dua lelaki itu.


"Ibuuu !!!"teriak Raka


"Muumuutt !!"teriak Mama Ratu dan Sarah.


Yuda dan juga Pangeran yang tidak sengaja meninju Mumut langsung bergetar hebat dan merasa tubuh mereka terkulai lemas.


"Apa yang kalian lakukan !!?"teriak Mama Ratu khawatir melihat Mumut yang pingsan.

__ADS_1


"Sayang cepat bawa Mumut kedalam," ucap Sarah yang mencoba menyadarkan Pangeran yang sedang lunglai.


Mereka membawa Mumut ke dalam dan menidurkannya di sofa.


Para pelayan membawa kompres hangat untuk mereda rasa sakit di kepala Mumut.


"Ini salah kamu Yuda, aku tidak akan mengampuni kamu !!"ucap Pangeran yang merasa sangat khawatir.


"Kamu yang meninju dia dengan kuat, aku bisa merasakannya,," ucap Yuda tidak ingin kalah.


Bukannya berhenti, Yuda dan Pangeran malah ingin melanjutkan aksi mereka.


"Sudah sudah .. sayang, tuan Yuda, saya harap kalian bisa tenang. Lihatlah Mumut, dia belum sadar ,," ucap Sarah.


Tidak lama Mumut sadar. Dia merasakan pusing yang sangat di kepalanya.


"Auuw ,, apa aku masih hidup !?"tanya Mumut.


"Ibu, ibu masih hidup .. Apa ini sakit buk ?"tanya Raka.


"Hemm ini sakit sekali Raka," ucap Mumut yang tidak berbohong.


"Mumut, maafkan aku ya ? aku tidak sengaja'!"ucap Yuda merasa bersalah


"Iya Mut, ini semua salah Yuda. Aku akan membalas dia di kemudian hari," ucap Pangeran membuat semua orang melototinya.


"Aku tidak ingin kalian berantem lagi," ucap Mumut.


"Aku tidak akan melakukan itu jika Yuda berhenti mengganggu kamu Mut !!"


"Aku tidak akan berhenti jika Mumut tidak menyuruh aku berhenti."


Mumut berfikir sangat keras di sela sela migran yang sedang dia rasakan.


"Mas Yuda, maafkan aku Yoo. Aku adalah istri Mas Pangeran, maafkan aku ,," ucap Mumut dengan berat.


"Hahaha apa kamu dengar itu Tuan Yuda terhormat !!"ejek Pangeran.


"Mut, apa kamu sungguh akan melakukan ini ?"tanya Yuda yang merasa sangat sakit hati.


"Maafkan aku mas ,," ucap Mumut dengan berat hati.


Yuda tersenyum kepada Mumut.

__ADS_1


"Tidak papa Mut, kamu bisa hubungi aku kapan saja jika kamu mau. Aku selalu siap untuk kamu," ucap Yuda yang mencoba tegar di depan Mumut.


Mumut benar benar terharu dengan kelembutan Yuda, tetapi dia tidak dapat berbuat buat apa apa selain melepaskannya.


__ADS_2