
Malam ini Bayu menjemput Mumut.
"Bayu, aku titip istri aku Ya. Jaga dia dengan sangat baik,,!"ucap Pangeran memperingati Bayu.
"Tenang saja broo.. kami berangkat dulu ya," ucap Bayu.
"Mas, aku berangkat dulu ya," Pamit Mumut ingin bersalaman dengan Pangeran.
"Emm tidak usah bersalaman Mumut
Maaf, bukannya apa apa tapi Sarah tidak ingin kamu menyentuh aku. Jika tidak, dia ingin mencelakai anak aku," ucap Pangeran merasa berat mengatakan itu.
"Hahah jika tidak bisa adil lepaskan saja broo,!!"ejek Bayu.
"Tutup mulut kamu Bayu !!"bentak Pangeran tidak terima.
Mumut yang mendengar itu merasa sangat kesal dan langsung masuk kedalam mobil dengan besengut.
"Mumuuut, maaf yaa !!"teriak Pangeran.
Mumut tidak menggubris ucapan Pangeran.
"Mas Bayu ayo kita berangkat," ucap Mumut tersenyum pada Bayu.
Sarah yang melihat mereka dari lantai dua tersenyum.
"Aku tidak akan membiarkan anak ingusan itu merebut semua yang seharusnya menjadi milikku. Kamu sudah mengambil suamiku, dan sekarang kamu mau mengambil karir ku. Aku tidak akan diam saja," gumam Sarah dengan geram.
..
Dalam perjalanan Mumut mulai membayang gaya apa yang harus dia pakai saat pemotretan nanti. Mumut sangat antusias.
"Mut ?"
"Iya mas Bayu ?"
"Apa kamu tidak ingin pergi dari Pangeran ?"tanya Bayu tiba tiba.
"Apa maksud Mas Bayu, Mas Pangeran adalah suami Mumut .."
"Apa kamu tidak merasa sakit hati terus terusan di sakiti seperti ini pada Pangeran ?"
"Entahlah mas, aku juga tidak tahu. Yang aku tahu aku harus menjadi istri yang Sholehah untuk suami aku. Mamak di kampung tidak pernah mengatakan agar istri meninggalkan suaminya, dia hanya mengatakan jika istri kodratnya harus menurut dan berbakti pada suaminya," jelas Mumut yang ingat dengan nasehat ibunya.
__ADS_1
Bayu tersenyum kecut mendengarkan penjelasan polos Mumut.
"Ya sudah, kamu tidurlah Mut. kamu harus beristirahat cukup supaya besok pagi kamu terasa lebih bugar."
"Hemm iya mas, Mumut juga merasa sedikit mual lama lama di dalam mobil. Emm apa mas Bayu punya permen ?"tanya Mumut yang merasa sedikit mual.
"Ada Mut, tapi di dalam mulut aku, niii ,,"ucap Bayu menunjukan permen kiss yang dia makan.
"Yah sayang sekali, Mumut lupa tadi tidak membawa permen," ucap Mumut merasa kesal pada dirinya sendiri karena lupa membawa permen.
"Jika kamu mau ambil saja ini," ucap Bayu iseng iseng menjulurkan permen yang di mulutnya.
Tanpa di duga Mumut mengambil permen itu menggunakan mulutnya juga.
Bayu yang sedang menyetir melotot seketika dengan tindakan Mumut dan mengerem mendadak
Shiiiitt !!!!!
"Auw, kenapa mas ? mas Bayu tadi tidak beneran too pas nawarin Mumut permen ini," ucap Mumut menjulurkan permen yang dia ambil dari mulut Bayu menggunakan mulutnya.
"Ya ampun wanita ini, apa dia tidak tahu apa yang sedang dia lakukan tadi. aduuh jantungku, aduh jantung aku kenapa ini," batin Bayu yang masih tidak percaya dengan tidakkan Mumut barusan
"Jika mas Bayu tadi memang tidak beneran, ya sudah ambil saja lagi nih permennya," ucap Mumut menaruh permen itu di tangannya dan menyerahkannya pada Bayu.
"Ah tidak usah Mut, itu buat kamu saja," ucap Bayu yang masih terlihat linglung.
Mumut yang mendengar itu tersenyum dan memakan kembali permen itu.
"Hehe makasih Yo mas. ya sudah, ayo kita jalan lagi. kenapa tadi mas Bayu tiba tiba berhenti ?"tanya Mumut.
"Ah, Emm,, kucing !! ya, tadi ada kucing nyeberang jadi aku ngerem mendadak," ucap Bayu gugup
"Ow walah ada kucing too... Iyo mas, jika ada kucing kita harus berhenti. Pamalik, gak boleh kita membunuh kucing, nanti hidupnya bisa sial," ucap Mumut.
Bayu tersenyum dengan penjelasan Mumut, dan perlahan melajukan kembali mobilnya.
"Haha mitos dari mana itu mut ?"tanya Bayu kurang percaya.
"Bukan mitos mas, orang orang desa mengatakan itu," ucap Mumut dengan polos.
"Oya, ngomong ngomong kamu tidak papa makan permen bekas aku ?"tanya Bayu ragu ragu.
"Lah emang kenapa ?"tanya Mumut.
__ADS_1
"Oh tidak papa Mut, jika kamu mau lagi aku akan mampir sebentar ke Alif mart depan sana," ucap Bayu menawarkan.
"Boleh mas, sama belikan apel, anggur sama permen stroberi ya," ucap Mumut tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Hahaha ,, ya ya kita akan mampir jika bertemu toko buah," ucap Bayu yang dia buat tidak karuan oleh Mumut.
Setelah buah buahan yang di beli Bayu habis tidak tersisa, barulah Mumut bisa tidur pulas di dalam mobil.
"Apa !! apel sekilo dan anggur dua kilo habis !!, oh ya ampun semoga saja baju yang aku siapkan muat," batin Bayu tidak percaya.
Bayu memperhatikan Mumut dari atas sampai bawah. badan tinggi dan perut yang lebar, membuat perut tetap datar walaupun sudah makan sebanyak tadi.
"Tapi perutnya tetap Datar, hanya saja sedikit menonjol," pikir Bayu yang tidak ingin ambil pusing soal Baju.
Mereka akhirnya sudah sampai, Bayu yang tidak tega membangunkan Mumut memutuskan untuk membopong Mumut masuk kedalam.
Di saat Bayu melepaskan sabuk pengaman, jarak wajah mereka begitu sangat dekat. Bayu yang sudah menahan rasa suka pada Mumut sedari dulu, otak nya meleset ke kiri dan mengikuti kata setan.
Perlahan Bayu mengecup bibir Mumut dengan singkat, karena tidak ada respon, Bayu kembali mengecup bibir Mumut dan akhirnya semakin dalam.
Mumut yang merasakan ada sesuatu, menggeliat.
Bayu yang menyadari bahwa Mumut akan sadar segera melepaskan kecupannya.
"Ah mas Bayu kita sudah sampai, kenapa mas Bayu tidak membangunkan Mumut. Aduh Mumut ngences njeh mas, aduh amet Yo mas," ucap Mumut langsung mengelap mulutnya. Mumut masih tidak sadar jika bibir basahnya itu karena ulah Bayu.
"Ah iya Mut tidak papa, kita barusan sampai kok. Ayo kita turun," ucap Bayu yang merasa sangat gugup.
"Waah hotelnya bagus Yo, ini lebih besar dari yang di kampung," ucap Mumut. sejauh ini Mumut tidak kepikiran untuk menanyakan dimana kampung halamannya kepada Bayu.
"Iya Mut, dan ini semua milik suami kamu, Pangeran," ucap Bayu.
"Waaah, mas Pangeran hebat Yo," puji Mumut
"Apa kamu bangga memiliki suami yang kaya raya seperti Pangeran ?"tanya Bayu yang sadar dirinya tidak sekaya Pangeran.
"Kayaknya biasa saja mas," jawab Mumut yang sedikit kurang pas. Mumut yang sebenarnya masih ngantuk tidak konsen untuk mengobrol.
"Kamu istirahat di kamar ini ya, aku akan istirahat di kamar sebelah," ucap Bayu.
"Ok mas.."
......
__ADS_1