
Setelah makan siang, Yuda mengajak Mumut untuk pergi ke sebuah salon dan butik.
"Darling, lihat geh ini bagus sekali Yoo," ucap Mumut senang melihat baju baju yang sangat cocok dengan seleranya.
"Kamu bisa memilih mana pun yang kamu mau Mumut," ucap Yuda yang ikut senang melihat Mumut.
"Berapa Yo harganya kira kira," batin Mumut melihat bandrol yang ada di Baju.
Walaupun Mumut tidak bisa membaca dengan lancar, tetapi dia masih bisa melihat angka yang begitu banyak di bandrol itu.
"Hmm 999.998, Iki Piro regone (ini berapa to harganya)," gumam Mumut heran.
"Itu satu juta kurang sedikit Mut," jawab Yuda tersenyum.
"Masya Allah, cuma baju gaun kaya gini satu juga, jabang bayik,," gerutu Mumut membuat merasa ngeri mendengar harga baju itu.
"Oya, waktu di mall dulu juga aku pernah tidak sengaja rebutan baju sama mbak Sarah sampai robek, dan ternyata baju itu harganya 2jt. Untung Raka punya uang, jadi dia bisa menggantikan uang itu pada mba Sarah," ucap Mumut curhat ke Yuda.
"Darimana Raka punya uang sebanyak itu ?"tanya Yuda iseng.
"Katanya dari Ayahnya," jawab Mumut.
"Memang kamu tidak pernah di beri uang sama Pangeran ?"
"Tidak, tapi kemaren aku di kasih kartu, kaya kartu KTP gitu, tapi di minta sama mbak Sarah, katanya aku gak akan bisa menggunakannya. Tapi mbak Sarah juga benar si, memang aku gak bisa pakek kartu opo kaelah, bingung aku," jelas Mumut dengan senyum polosnya.
"Itu namanya kartu kredit Mut, jika kamu membawa kartu itu, kamu bisa membeli apapun yang kamu mau, dan Pangeran akan membayarnya di bank," ucap Yuda menjelaskan.
"Alah, aku gak mudeng Darling. Kata mbak sarah kalo aku butuh uang ya tinggal minta sama dia aja," ucap Mumut.
"Ya sudah, kamu mau pilih baju yang mana. Nanti aku yang bayar," ucap Yuda.
"Benar Darling, kamu mau bayarin baju baju yang mau aku beli ?"tanya Mumut senang.
Yuda hanya mengangguk tersenyum melihat Mumut yang begitu menggemaskan di matanya.
"Kalo begitu, mending kita beli baju di pasar obral aja. Dengan yang satu juta kita bisa beli baju banyak dan kita sumbangkan ke panti asuhan," ucap Mumut antusias.
"Panti asuhan !!?"
"Aku dulu waktu jualan kue keliling sering lewat panti asuhan, kasihan anak anak disana gak punya orang tua. Mumut sering ngasih kue jika sisa, hmmm Mumut kangen sama anak anak disana," ucap Mumut membayangkan betapa kasihannya anak anak di pantai asuhan yang jarang ada donasi yang datang.
Setelah mengatakan itu, Yuda langsung menelvon seseorang. Setelah Selesai, dia menghampiri Mumut yang masih bengong karena dirinya di tinggal begitu saja ketika selesai berbicara.
"Ah maaf Mumut, tadi ada telfon."
"Oh iya, Ndak papa."
"Aku suka baju ini, kamu pakek ya ,,"
"Tapi darling, ini mahal !!"
__ADS_1
"Tidak papa, setelah ini kita akan mengunjungi panti asuhan yang kamu katakan itu .."
"Wah benar Darling, yowes aku tak ganti dulu."
Setelah ganti baju, Yuda meminta pelayanan toko untuk mendandani Mumut dengan senatural mungkin.
Yuda benar benar di butakan oleh kecantikan Mumut.
Perlahan Yuda mendekati Mumut yang tersenyum senang karena dia sedang merasa sangat cantik dan berbeda.
"Darling, aku cantik Yoo !!"
"Kamu memang sangat cantik sayang," ucap Yuda memuji Mumut.
"Opo !! sayang, kok darling manggil aku sayang !?"tanya Mumut heran.
"Ah itu hanya keceplosan Mumut, tapi tidak papakan jika aku panggil kamu sayang !?"tanya Yuda.
Mumut tidak tahu itu akan bagus atau tidak, tetapi yang jelas Mumut merasa kurang nyaman di panggil seperti itu.
"Panggil Mumut saja ya darling," ucap Mumut tersenyum.
"Hemm baiklah," jawab Yuda tersenyum kecut kepada Mumut.
Mobil Yuda dan Mumut sudah sampai di depan Panti asuhan. Mumut heran karena ada mobil boks besar yang mengikuti mereka dari belakang.
"Ini mobil siapa to Darling, kok dari tadi ngikutin kita !?"tanya Mumut heran.
"Waaaahh sampean ini hebat sekali Darling, anak anak pasti sangat suka," ucap Mumut merasa sangat senang.
Tadinya di dalam mobil Mumut merasa kecewa karena dia membawa tangan kosong datang ke panti asuhan, tetapi setelah melihat mobil boks besar itu, Mumut merasa sangat senang.
"Hay anak anak !!!"sapa Mumut ketika masuk.
"Ada mbak Mumut !! ada mbak Mumut !!"teriak salah satu anak untuk memanggil anak anak yang lain.
"Horeee mbak Mumut datang," ucap salah satu anak merasa senang.
"Mbak Mumut tidak bawa kue ?"
"Hehe mba Mumut sudah tidak jualan kue .."
"Yaaaaaaaaahhhh!!!"ucap anak anak kecewa.
"Tapi mbak Mumut bawa itu buat kalian," ucap Mumut menunjukkan sebuah mobil boks besar kepada anak anak.
"Horeeee horeeee horeee kita dapat hadiah banyak,," teriak anak anak panti asuhan itu merasa sangat senang.
"Hey hey, kalian harus berbaris dulu ya, nanti ibu panti akan bagikan biar rata," ucap Ibu pantai yang merasa senang dengan kehadiran Mumut.
Setelah anak anak menerima hadiah mereka, Ibu panti dan Mumut dan juga Yuda mengobrol.
__ADS_1
"Nak Mumut, terima kasih banyak ya atas sumbangan kalian ini. anak anak sudah lama tidak mendapatkan donatur dari luar," ucap Ibu pantai.
"Njeh buk, ini semua hadiah dari Darling Yuda. Dia yang membawa hadiah sebanyak itu," ucap Mumut.
Ibu panti yang mendengar Mumut memanggil Yuda dengan sebutan Darling sedikit agak gimana, dia menahan tawa.
"Kalian ini sangat romantis ya, kapan kalian menikah ?"tanya Ibu panti.
"Segera Bu,," jawab Yuda membuat Mumut bingung tetapi tidak tau harus berkata apa.
"Oow,, ibu doakan semoga hubungan kalian langgeng ya.. "
"Amiiin ,,," jawab Yuda.
Tidak lama Yuda mengajak Mumut untuk pergi dari panti itu, karena Mumut mengatakan akan mampir kerumah Nenek Lemper.
..
Setelah sampai rumah nenek Lemper, Mumut di buat takjub karena rumah reyot yang mereka tempati dulu sudah berubah menjadi rumah yang cukup besar dan bagus.
"Waah rumah Mbah Lemper bagus begini," gumam Mumut.
"Memang dulu bagaimana ?"tanya Yuda yang tidak tahu.
"Dulu rumah ini gubuk, kalo hujan angin Mumut takut rumahnya roboh," ucap Mumut tersenyum.
"Neneek !!??"sapa Mumut.
"Nak Mumut, kamu datang nak !?"jawab nenek merasa sangat senang.
"Kapan rumah ini jadi nek, baru 3 Minggu kayaknya Mumut tinggal rumahnya sudah jadi.?"
"Kemarin nenek baru pindahan nak, yang kerja banyak jadi cepat selesai."
"Siapa ini nak, ?"tanya nenek melihat Yuda.
"perkenalkan nek, saya Yuda ."
"Ow nak Yuda, temannya Mumut ?"
"Iya nek ,," jawab Yuda.
"Lalu mana nak Pangeran ?"
"Dia sedang kerja keluar negeri nek," jawab Mumut.
"Ya sudah ayo kita masuk ,," ucap Nenek.
"Darling Ayo kita masuk,," ucap Mumut mengajak Yuda masuk.
Nenek sedikit heran ketika Mumut memanggil Yuda dengan sebutan Darling. Tetapi nenek hanya diam saja, mungkin mereka hanya bercanda.
__ADS_1