
Pagi yang indah. Desa perbukitan ini masih memiliki udara yang bersih dan segar.
Raka memutuskan untuk berjalan jalan sebentar sebelum mereka akan melanjutkan perjalanan ke rumah Mak item dan pak alim.
Di taman, Raka melihat seorang anak kecil. Kemungkinan seumuran dan Yuma. Raka mencoba mendekatinya, dari belakang gadis kecil itu, Raka dapat melihat lukisan yang sangat indah.
Laras tidak sengaja menjatuhkan kuasnya, dia sedikit kesulitan untuk mengambil kuas itu mengingat dirinya hanya bisa duduk kursi roda.
Raka yang melihat itu mencoba untuk membantu.
"Hay adik cantik, ini kuasnya,," ucap Raka tersenyum dan memberikan ke Laras.
Dua mata itu saling menatap, Raka benar benar tidak percaya jika yang duduk di kursi roda itu adalah adiknya, Laras.
Wajah Raka benar benar menunjukan jika dia sangat terkejut, Raka benar benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Laras !!!"
"Kakak !!"
"Apa yang terjadi denganmu, Laras !?"
Laras yang ketahuan jika dirinya lumpuh, benar benar merasa malu dan sakit hati.
"Pergilah kak, aku tidak ingin bertemu denganmu,," ucap Laras lalu mencoba untuk pergi dari taman itu.
Raka mencoba menghentikan adiknya yang mencoba untuk menjauh.
"Laraaas, kakak ingin bicara denganmu, tidak masalah apa sudah terjadi denganmu Laras, kamu tetap adik aku !!?"ucap Raka mencoba menghentikan Laras.
"Lepasin Laras kak !! Lepas !! Laras tidak tau bertemu dengan kakakk,, hii iii iiikk!!"teriak Laras.
Raka langsung memeluk Laras dengan sangat kuat.
"Lepas kakak !! Lepas !!"teriak Laras histeris.
Karena Laras terus memberontak, akhirnya dia terjatuh dari kursinya.
"Huaaaa aaaa aaaa,," tangis pilu Laras. Raka tetap memeluk adiknya dengan sangat erat.
Sedangkan Pangeran dengan buru buru berjalan setelah mendapatkan warna cat melukis yang di inginkan oleh Laras.
.
Yuma yang baru bangun tidur langsung keluar dari kamarnya untuk mencari seseorang yang dia kenal. Karena kakaknya Raka telah hilang begitu saja ketika dia bangun.
Buk !!" Pangeran tidak sengaja menabrak anak kecil yang ada di bawah kakinya.
"Aduh !! Om hati hati jika berjalan," ucap Yuma yang masih sedikit pusing.
__ADS_1
"Dek maaf ya, saya sedang terburu buru," ucap Pangeran mencoba membantu Yuma berdiri. Sekilas Pangeran melihat kalung Yuma yang terdapat liontin dari cincin.
"Kalung ini !!?"batin Pangeran yang lupa lupa ingat.
"Hemm iya om tidak papa," ucap Yuma lalu pergi meninggalkan Pangeran yang masih terlihat bingung.
Saat keluar, Pangeran melihat dari jauh Raka dan Laras saling berpelukan dan menangis.
"Raka ! Laras !?"sapa Pangeran.
"Hii iii iii papah, bawa Laras pergi pah," ucap Laras yang masih tidak ingin bertemu dengan Raka.
"Pah, Raka ingin bicara dengan Laras. Sebentar saja," ucap Raka memohon.
"Laras sayang, dia adalah kakak kamu, dia berhak untuk tahu semua ini, dia akan menyayangi kamu, papa mohon kamu mau ya bicara dengan kakak kamu ini. Bukankah Laras ingin bertemu dengan kakak !?"bujuk Pangeran.
Setelah berfikir, Laras akhirnya menerima bertemu dan berbicara dengan Raka.
Laras dan Raka duduk berdua memandangi embun lebat yang menyelimuti bukit.
"Maafkan Laras kak," ucap Laras sendu.
"Tidak papa dek, kakak faham kenapa kamu menyembunyikan ini semua selama ini. Apapun yang terjadi, kakak tetap akan menyayangi kamu," ucap Raka.
"Laras kira, jika kakak melihat kondisi Laras, kakak akan meninggalkan Laras dan hanya menganggap Yuma adik kakak," jawab Laras sendu.
Laras tersenyum kepada Raka, akhirnya dia memiliki seseorang yang tulus menyayangi dirinya.
"Dan kakak akan berusaha untuk membuat kamu agar bisa berjalan," ucap Raka dengan yakin.
"Apakah bisa kak ?"tanya Laras antusias.
"Kakak belum tahu pasti, tetapi kakak akan berusaha sekuat mungkin .."
"Terima kasih banyak ya kak, papa bilang kakak adalah anak hebat .."
"Itu adalah anugrah dari Allah dek .."
Pangeran yang melihat anak anaknya berdamai merasa sangat terharu. Dia senang akhirnya Laras bisa membuka jat li dirinya kepada Raka.
Pangeran mencoba mendekati mereka, dan mengajak mereka untuk melukis bersama.
.
Yuma sangat kesal karena dia tidak menemukan dimana kamar ibunya. Yuma sudah 3 kali salah masuk kamar orang lain.
Yuma memutuskan untuk keluar dan melihat taman.
Mata Yuma tertuju oleh seseorang yang menggunakan baju yang dia kenal.
__ADS_1
"Itu sepertinya kak Raka deh, ngapain dia sama orang asing," batin Yuma heran dan memutuskan untuk mendekat.
"Kak Raka !?"sapa Yuma.
Semua orang menoleh ke arah Yuma. Yuma terkejut melihat Laras yang menggunakan kursi roda.
"Loh kamu Laraskan !? Kamu ternyata tidak bisa jalan?"tanya Yuma yang tidak ada maksud apa apa, hanya sekedar bertanya.
Laras yang merasa sangat sensitif dengan Yuma, meminta ayahnya Pangeran untuk membawanya pergi dari sana.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Yuma, Laras pergi begitu saja.
Setelah Laras menjauh, Raka mencoba untuk menegur Yuma.
"Yuma, tidak baik mengejek seseorang," tegur Raka
Yuma yang mendengar Raka bicara seolah olah dirinya orang jahat merasa tidak terima.
"Yuma hanya bertanya kak ! Yuma tidak menghina, Yuma selama ini juga baru tahu ! Jika kakak perduli, ya sudah sana kejar Laras, dan jangan perdulikan Yuma lagi !!! Yuma lagi sakit, di tinggal sendirian di kamar !! Yuma mencari kakak tetapi ternyata kakak sedang asyik dengan adik kesayangan kakak itu !!" Ucap Yuma panjang lebar dengan emosi meninggalkan Raka yang sedang melongo.
Ketika Yuma hendak pergi, dia memutar kepalanya ke arah Raka dengan tatapan tajam.
"Kamar mama nomor berapa ?"tanya Yuma yang terlihat masih emosi.
"206 ,,"jawab Raka yang masih terlihat bingung.
Yuma langsung melengos dan meninggalkannya Raka.
Raka mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kenapa mereka berdua kok bisa tidak saling akur begini sih !? Padahal mereka juga adalah kakak adik kandung," batin Raka.
((Bisa di katakan adik kandung karena mereka satu bapak ya. Jika satu ibu beda bapak itu baru di nyatakan adik tiri🙏)))
Raka tidak bisa mengejar Yuma ataupun Laras, Raka takut salah satunya akan merasa iri dengan keputusannya.
..
Di dalam kamar, Laras terlihat sangat murung. Dia meminta untuk pulang hari itu juga. Pangeran yang mengerti dengan perasaan anaknya, akhirnya menuruti kemauannya.
Sarah yang belum bangun tidur, mengomel ngomel ketika Pangeran membangunkannya dan mengajaknya untuk lekas kembali. Pangeran tidak memberi tahu alasannya, jika sampai Sarah tahu. pangeran yakin Sarah akan membuat onar kembali.
"Kemarin maksa maksa mau ingin pergi kesini, sekarang sudah sampai sini buru buru ngajak pulang. Hemm aku masih merasa ingin berada disini sayang," ucap sarah yang merasa kesal.
"Aku ada urusan mendadak. Jika kamu mau pulang ayok jika tidak ya sudah," jawab Pangeran ketus.
Akhirnya dengan terpaksa Sarah mengikuti kemauan suaminya itu.
Sifat Pangeran yang terus terusan begini benar benar membuat Sarah merasa jengah.
__ADS_1