
Malam ini, semua orang berkumpul di meja makan. Namun Yuma, Raka dan Laras tidak ikut makan dimeja makan. Laras masih enggan untuk bertemu dengan ibunya.
Sarah yang ikut makan, mencoba untuk mendekati Mumut dan berlutut didepan Mumut. Semua orang terkejut dengan sikap Sarah.
"Mumut, mungkin kata maaf tidak akan cukup menghapus semua kesalahan yang pernah ku perbuat untukmu. Namun jauh dari lubuk hatiku, aku benar-benar menyesali semua perbuatan yang pernah aku lakukan padamu. Aku mohon maafkan aku Mut," ucap Sarah dengan tulus.
"Mbak Sarah, aku sudah jauh memaafkan kamu mbak. Aku mohon berdirilah, jangan lakukan itu," ucap Mumut merasa tidak enak.
Pangeran menuntun Sarah supaya berdiri dan duduk disampingnya.
Yasmin yang melihat itu benar benar merasa tidak terima. Ia tidak bisa membiarkan Pangeran menyakiti Paula, sahabatnya.
"Kak Pangeran, aku harap kamu tidak melupakan hubungan kamu dengan Paula !!"ucap Yasmin dengan ketus.
Jaka mencoba untuk menghentikan Yasmin karena situasinya kurang baik untuk membahas semua ini.
"Apa sih sayang, biarkan Sarah tahu jika Pangeran ini sudah melamar Paula. Ya walaupun tidak resmi, tapi Pangeran sudah mengikat Paula !!"
"Yasmin !! Diamlah !!"ucap Mama Lauren merasa tidak enak dengan Mama Ratu dan Tuan Suroto yang masih berada disana.
"Aku tidak akan diam saja jika sampai pria menyebalkan ini menyakiti sahabatku !!"bentak Yasmin lalu pergi meninggalkan meja makan.
Semua orang terdiam. Makan malam berasa hambar kali ini, tidak ada yang berselera untuk menyentuh makanan.
Sarah yang melihat kecanggungan semua orang, memilih untuk mengundurkan diri.
"Emm semuanya, saya minta maaf jika kehadiran saya membuat kekacauan dirumah ini. Saya minta, kalian semua lanjutkan makan malam ini, saya permisi masuk kekamar dulu, saya tidak lapar," ucap Sarah dan langsung meninggalkan meja makan.
Pangeran yang tahu jika Sarah belum makan, memilih mengambilkannya makanan.
Semua orang terdiam ketika Pangeran mengambil beberapa lauk yang lumayan banyak kedalam piringnya.
Dirasa sudah cukup, Pangeran berpamitan.
"Kalian makanlah dengan nyaman, aku akan mengantarkan makanan ini untuk Sarah," ucap Pangeran lalu pergi meninggalkan meja makan.
Semua orang masih terdiam membisu melihat kepergian Pangeran yang membawa sepiring penuh makanan untuk Sarah.
__ADS_1
Melihat situasi yang canggung, Yuda mencoba untuk mencairkan suasana.
"Emm sayang, kamu tetap harus makan supaya lekas sehat dan supaya ASI-mu cukup untuk Bayi-bayi kecil kita. Ok,," ucap Yuda yang langsung mengambilkan beberapa lauk pauk untuk Mumut.
"Emm baiklah, papa juga butuh tenaga untuk bermain dengan cucu cucu papa," ucap Tuan Aska yang juga sudah menahan lapar.
"Ayo jeng kita makan dulu, kita juga butuh asupan makan yang banyak supaya kita kuat untuk belanja besok pagi," ucap Mama Lauren.
"Ah iya jeng, kamu benar. Papa, mama ambilkan ya lauknya," ucap Mama Ratu kepada suaminya.
"Oya, bagaimana dengan anak-anak, apa mereka sudah makan?"tanya Mumut.
"Bibik pelayan sudah membawakan makanan untuk mereka kekamar Laras. Laras masih belum ingin bertemu dengan ibunya," ucap Mama Lauren.
"Sepertinya aku telah gagal," ucap Mama Ratu tiba-tiba.
"Gagal kenapa jeng?"
"Aku telah gagal untuk menjadikan putraku menjadi anak yang baik, dia selalu saja membuat kekacauan. Aku pikir, bersama dengan Paula, Pangeran akan melupakan segalanya dan memulai hidup baru. Aku tidak tahu, siapa lagi yang akan anakku lukai," ucap Mama Ratu serasa sudah tidak berdaya.
"Kita nikmati saja makan malam ini, makanan ini lebih nikmat dari pada hidup kita yang rumit," ucap Tuan Aska yang tidak ingin ambil pusing.
Semua orang hanya bisa tersenyum mendengar guyonan Tuan Aska. Sebenarnya tuan Aska serius, tapi orang orang menganggapnya itu adalah sebuah candaan supaya suasana tidak menegang.
...
Didalam kamar, Sarah hanya bisa menunduk dan meneteskan air mata. Ia sangat sadar jika kehadirannya tidaklah diharapkan semua orang.
Pangeran yang melihat Sarah terlihat begitu terpuruk, mencoba untuk mendekat dan memegang tangannya.
"Hey, makanlah dulu. Kamu harus tetap kuat dan sehat, bukankah kamu ingin bertemu dengan putri kita?"
Mendengar tuturan dari Pangeran yang lembut, hati Sarah semakin sakit dibuatnya.
"Pangeran, kenapa kamu masih perhatian padaku setelah aku melakukan banyak hal yang menyakiti perasaanmu !!?"tanya Sarah dengan air mata yang terus berlinang.
"Bukankah kamu tahu jawabannya, semua ini terjadi karena kesalahanku Sarah. Aku mengerti mengapa kamu berbuat seperti itu padaku. Aku tahu semua perbuatanmu diluar sana, tapi apa kamu apa alasanku kenapa tidak menegurmu sama sekali. Karena aku sadar, kamu hanya ingin membuat aku cemburu dan supaya aku lebih memerhatikan kamu! Tapi nyatanya, aku malah semakin dalam tidak memperdulikanmu, sungguh kumohon maafkan aku Sarah,,, maaf,,, andai dulu aku bisa memahami kamu, mungkin kamu tidak akan seperti ini saat ini. Kamu telah banyak menderita karena aku Sarah, maafkan aku maaf!!?"
__ADS_1
Sarah benar benar tersentuh dengan pengakuan Pangeran, ia tidak menyangka jika cinta pertamanya bisa semanis seperti saat saat mereka bertemu.
Sarah semakin deras mengeluarkan bendungan yang tak bisa tertahan.
Dua insan yang pernah saling mencintai begitu dalam pada masa, kini saling berpelukan untuk melepaskan semua beban yang pernah mereka lalui bersama.
Walaupun mereka saling cinta, nyatanya sangat sulit untuk mereka meraih kebahagiaan bersama.
Setelah hati mereka merasa lebih baik, Pangeran melepaskan pelukannya dan tersenyum manis kepada Sarah.
"Kamu makan dulu ya, akan aku suapi .."
"Kamu juga makan ya, ini terlalu banyak untuk aku habiskan sendiri," ucap Sarah yang gantian menyuapi Pangeran.
Setelah makan habis, mereka mengobrol ngobrol ringan. Sarah bertanya tentang hubungan Paula dan Pangeran.
"Pangeran, bagaimana kamu bisa memiliki hubungan dengan Paula. Oya, sepertinya aku kenal dia, bukankah dia Paula temannya Ola?"
"Iya Sarah, dia temannya Ola .."
"Aku ingin dengar bagaimana kisah kalian?"tanya Sarah.
"Semua terjadi begitu saja Sarah, aku juga tidak mengerti bagaimana bisa secepat itu kami memiliki hubungan yang serius. Tapi sebelum terlambat, sepertinya aku harus memutuskan hubungan ini, aku tidak ingin dia semakin dalam merasa sakit. Dia wanita yang baik, mana pantas pria seperti aku berdampingan dengan dia Sarah," jelas Pangeran dengan santai.
Namum Sarah dapat melihatnya ....
Perhatian Pangeran terhadap Sarah hanyalah sebuah rasa empati kepada Sarah. Pangeran hanya ingin menebus semua kesalahannya kepada Sarah. Kepada Mumut tidak mungkin, karena Mumut sudah ada Yuda. Namun Sarah, ia hanyalah sebatang kara didunia ini.
Dimata Sarah ia dapat melihatnya bahwa Pangeran, ia sangat tulus perduli dengan Paula. Pangeran tidak ingin menyakiti Paula sehingga memutuskan untuk melepaskannya.
Pangeran hanya tidak ingin ada hati baru yang akan terluka karena kebodohannya.
...
***Jangan lupa Vote nya ya teman teman ..🤗
like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏🙏***
__ADS_1