
Di rumah sakit, Yasmin merasa sangat senang melihat pertumbuhan calon putrinya yang sedang ia kandung.
"Hidungnya terlihat mancung ya sayang, dia sungguh terlihat sangat menggemaskan," ucap Yasmin yang merasa sangat bahagia.
"Dia terlihat seperti aku," ucap Jaka yang juga merasa sangat gemas.
"Hemm, iya sayang. Aku jadi iri," ucap Yasmin bergurau.
"Masih bisa berubah-berubah kok, tapi aku sebenarnya aku lebih suka jika mirip kamu. Sangat manis dan cantik," ucap Jaka memuji istrinya.
"Aaah sayang, kamu bisa saja ..."
Yasmin benar-benar merasa sangat bahagia. Selain pertumbuhan putrinya, ia juga sudah tidak pernah mendapatkan teror dari Agas.
"Oya sayang, setelah ini aku akan langsung pulang ke apartemen. Aku ingin meluruskan pinggangku," ucap Yasmin.
"Baiklah, apa perlu aku antar?"
"Memang kamu tidak sibuk?"
"Untuk saat ini belum, tapi nanti siang aku ada jadwal .."
"Boleh, hehehehe,,,, makasih banyak ya sayang ..."
"Sama-sama sayang, ayok?"
"Ayok ..?"
Singkat cerita, yasmin dan Jaka telah sampai ke apartemen mereka. Yasmin yang benar-benar merasa lelah langsung merebahkan tubuhnya dan langsung menyalakan tv. Sebuah berita mampu membuat kaki Yasmin berasa lumpuh seketika.
"Seorang pengacara telah di temukan tewas terbunuh didalam kamarnya disebuah apartemen mewah xxxx. Di duga besar bahwa mantan istrinya yang telah membunuhnya sebelum akhirnya ia membunuh dirinya sendiri. Alasan kuat terjadinya pembuahan dikarenakan sang istri sakit hati dan cemburu dengan penghianatan yang telah di lakukan sang mantan suami. Tersebar beberapa foto perselingkuhan sang pengacara dengan selingkuhannya. Polisi akan menindaklanjuti dan mencoba untuk menguak lebih lanjut kasus ini," ucap sang pembawa acara dengan lantang.
Jaka yang membawa sebuah jus di tangannya sedikit terkejut dengan reaksi istrinya yang terlihat sangat syok.
"Ada apa sayang?"tanya Jaka.
"Ah, sayang ... Lihatlah berita ini !!"
Jaka yang penasaran mencoba untuk melihat berita yang telah membuat istrinya kalang kabut.
"Loh, itu kan Agas si pengacara mantan kamu itu kan sayang!!?"tanya Jaka yang mengetahui jika Agas dulu memang mantan Yasmin, yabg membuat Yasmin bertekad untuk jadi pengacara juga.
"Iya sayang, aku ngak percaya jika si Juni tega ngebunuh mantan suaminya !!"
"Loh, memang mereka sudah berpisah?"tanya Jaka mengintimidasi.
"Emm waktu itu aku sempat bertemu dengan Juni di rumah sakit, dan kami mengobrol sebentar," ucap Yasmin yang masih tidak ingin mengatakan jika dirinya sebelumnya sering diteror oleh Agas. Ini berita duka, namun Yasmin sangat beruntung dengan kematian Agas. Dengan begini nasib hubungan dengan Jaka akan baik-baik saja.
Setelah mengatakan itu, bel apartemen berbunyi.
Seorang polisi menghampiri kediaman Yasmin untuk mengintrogasi antara hubungan Yasmin dan Agas sebelumnya. Karena foto-foto yang tersebar di apartemen agas adalah foto fulgar dirinya bersama dengan Agas.
"Selamat siang pakk?"sapa polisi.
"Siang pak, ada apa ya?"tanya Jaka mengerutkan keningnya.
"Kami dari kepolisian ingin meminta keterangan dan penjelasan dari istri anda, ibu Yasmin," ucap sang polisi.
Polisi memberi surat penangkapan dan juga beberapa foto foto fulgar Agas bersama dengan Yasmin.
Jaka sedikit terkejut melihat foto-foto istrinya yang sangat tidak senonoh dengan pria lain. Namun untuk saat ini, Jaka mencoba untuk berfikir sejernih mungkin.
"Tapi pak, istri saya tidak ada hubungan dengan kematian pengacara itu. Mereka dulu memang pernah terjalin hubungan, namun sekarang tidak lagi,!!" ucap Jaka merasa tidak terima jika istrinya akan dibawa kekantor polisi. Apa lagi dengan keadaan istrinya sekarang yang sedang hamil besar.
Mendengar ada keributan. Yasmin perlahan turun dari kasurnya dan mencoba melihat apa yang sedang terjadi.
Tubuh Yasmin seketika bergetar hebat ketika melihat polisi sudah ada di depan apartemennya.
__ADS_1
"Kita akan jelaskan nanti dikantor polisi, untuk saat ini kami mohon kerjasamanya pak."
"Sayang !! Ada apa ini!?"tanya Yasmin yang sudah terlihat sangat pucat.
Mendengar suara istrinya, Jaka mencoba terlihat tenang.
"Emm sayang, kamu tenang saja. Aku akan menemani kamu sampai proses interogasi selesai. Tidak ada yang akan terjadi, aku percaya denganmu," ucap Jaka sambil memeluk istrinya.
"Ya tuhan, bahkan disaat kematiannya, dia tetap tidak melepaskan aku begitu saja."
Kini tubuh Yasmin benar-benar berasa sangat lemas. Ia terpaksa mengikuti polisi untuk dimintai keterangan.
..
Di kantor polisi, Yasmin dimintai untuk menjawab beberapa pertanyaan, terutama rentang foto fulgarnya bersama dengan Agas. Namun Yasmin dengan tegas mengatakan, bahwa ia benar-benar tidak pernah melakukan hal senonoh seperti itu bersama dengan Agas.
Jaka masih setia menunggu Yasmin diluar ruang interogasi. Jaka juga sudah menelfon beberapa pengacara untuk membantu Yasmin.
Yuda dan Raka yang mendengar bahwa Yasmin dibawa kekantor polisi langsung melajukan mobil dengan kekuatan penuh.
Dua mobil mewah terpakir rapi didepan kantor polisi.
"Pah, apa yang terjadi dengan aunty!?"tanya Raka yang langsung mendekati Yuda.
"Papah juga tidak tahu Raka. Ayo kita masuk untuk mencari tahu!?"
Raka dan Yuda berjalan sedikit berlari untuk masuk kedalam kantor polisi.
Melihat kakak iparnya datang, Jaka langsung menyambut mereka.
"Kak !?"
"Jaka, apa yang terjadi?"
"Kami tadi melihat berita jika mantan Yasmin yang bernama Agas itu telah mati dibunuh oleh mantan istrinya. Diduga istrinya dendam dengan Agas karena dia telah berselingkuh dengan Yasmin," jelas Jaka.
"Cih, hal konyol apa lagi ini !! Mana ada Yasmin berselingkuh dengan pria yang sudah beristri !!"umpat Yuda merasa geram.
Yuda menatap tajam dan meremas kuat foto-foto Yasmin yang sangat tidak pantas.
"Pah, Raka akan mengeceknya apakah foto ini editan atau asli," ucap Raka.
Dengan penuh kepercayaan, Yuda memberikan foto itu kepada Raka.
Raka dengan teliti mengecek apakah foto itu hasil editan atau asli.
Jaka sangat berharap jika foto adalah hasil rekayasa.
Raka menghentikan langkah jarinya. Ia menatap Yuda dan Jaka dengan perasaan berat hati.
"Bagaimana Raka?"tanya Jaka.
"Ini foto asli Om," ucap Raka dengan perasaan kecewa.
Jaka ternganga tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Raka. Sejauh ini, Jaka menguatkan hatinya karena ia sangat yakin jika itu hanyalah sebuah rekayasa.
"Tunggu !!"ucap Raka yang kembali menatap laptopnya.
"Ada apa Raka?"tanya Yuda antusias.
"Tanggal disini adalah hasil editan. Disini tidak benar jika foto ini diambil 7 bulan yang lalu," ucap Raka.
"Apa kamu yakin !?"tanya Jaka.
"Raka yakin om. Namun Raka tidak tidak dapat memastikan tanggal berapa kapan foto ini diambil."
"Lalu bagaimana kita bisa tahu kapan foto itu diambil?"tanya Jaka.
__ADS_1
"Raka butuh handphone atau laptop pria itu, Om."
"Aku akan mengurusnya. Kalian temani saja Yasmin disini. Tanyakan dia baik-baik, jangan sampai ia merasa tertekan. Dan satu lagi, jangan sampai mamah papah tahu hal ini. Aku tidak ingin kesehatan papah memburuk karena mendengar jika Yasmin dilibatkan dengan kematian pengacara sialan itu," ucap Yuda.
"Iya kak ..."
"Iya pah .."
Yuda membenarkan jasnya dan keluar dari kantor polisi dengan perasaan yang begitu sangat geram. Ia tidak percaya jika adiknya diseret-seret oleh kematian seseorang.
..
Diruang Interogasi.
"Apakah ibu Yasmin masih terjalin hubungan dengan Almarhum pengacara Agas?"
"Mana ada pak. Saya terakhir berhubungan dengan dia ketika saya telah mengetahui jika dia ternyata telah memiliki anak dan istri. Kejadian itu sudah sangat lama pak !!"
"Lalu bagaimana dengan foto-foto ini. Foto ini diambil 7 bulan yang lalu!?"
"Saya juga tidak tahu pak. Ketika saya akan menikah, dia tiba-tiba datang dan terus meneror saya. Tapi setelah saya bertemu dengan mantan istrinya, sejak saat itu dia tidak pernah meneror saya lagi."
"Apa yang kalian bicarakan pada saat itu?"
Yasmin mengambil nafas dalam-dalam dan menceritakan semua kisah yang telah dialami oleh Juni, sampai akhirnya ia harus kehilangan anak dan bercerai dengan Agas.
"Bisa jadi Juni dendam dengan Agas karena secara tidak langsung ia telah membunuh anak mereka," ucap Yasmin.
Setelah itu, seorang pengacara masuk dan membantu Yasmin. Pengacara juga menunjukkan jika foto-foto itu tidak asli dan hanya digunakan untuk meneror Yasmin. Pengacara juga memberikan surat pernyataan dari seorang psikolog jika Juni memang sedang mengalami keterbelakangan mental setelah kehilangan anaknya.
Setelah bukti dan beberapa pernyataan dari Yasmin dapat diterima, akhirnya Yasmin dapat keluar dari ruang interogasi dan dibebaskan karena memang tidak ada bukti jika Yasmin ada hubungannya dengan kematian pengacara Agas.
"Terima kasih atas kerja samanya .."
"Sama-sama pak ..."
..
Singkat cerita, Yasmin, Jaka, Yuda dan Raka sudah ada di apartemen Jaka.
"Yasmin, jelaskan ini !! Apa kamu pernah melakukannya pada pria brengsek itu !!"ucap Yuda penuh dengan penekanan. Jaka hanya bisa diam dan terus menatap tajam kearah Yasmin yang terlihat syok.
"Kak, sungguh aku tidak pernah melakukan hal macam itu bersama dengan Agas!! Lagian pria itu sudah mati, untuk apa lagi kita membahas ini!!?"
"Ini penting Yasmin !!!! Apa kamu tidak memikirkan perasaan Jaka pada saat malam pertama kalian hah !!!"teriak Yuda yang terlihat sangat marah.
Disaat ini tidak ada yang membela Yasmin. Jaka masih diam membisu, dan Raka hanya menyimak.
"Hik ..hik... Bagaimana lagi Yasmin harus berkata. Yasmin sungguh tidak pernah melakukan hal itu dengan Agas kak !!"
"Lalu ini apa !! Tanggal yang tertera ketika kakak sedang melakukan resepsi pernikahan didesa dengan Mumut. Bukankah kamu pada saat itu tidak ikut dengan kami? Bukankah kamu juga pada saat itu sudah jadian dengan Jaka? Lalu kenapa kamu masih melakukan hal menjijikkan itu dengan pria brengsek itu!!?"
Mendengar semua tuduhan dari Yuda yang tidak dapat yasmin cerna membuat kondisi Yasmin mengalami penurunan. Tubuh Yasmin bergetar hebat dan ia terlihat meringis kesakitan dibagikan perutnya sampai akhirnya pingsan.
Melihat istrinya mengalami kontraksi membuat Jaka panik seketika.
"Kak Yuda, sepertinya ini bukan waktunya. Aku akan membawa Yasmin kekamar. Dan oya kak, aku sudah dapat menerima semuanya, jadi aku mohon kak Yuda tidak perlu menanyakan apa-apa lagi pada Yasmin. Aku percaya kepadanya," ucap Jaka.
"Bagiamana keadaan Yasmin sekarang?"
"Tidak papa kak, aku akan memberinya obat penguat janin. Dia hanya sedang syok berat, aku akan menemani dia."
"Jaka, maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kamu mengira jika kami telah memberi barang bekas kepadamu. Aku juga tidak percaya aku telah kecolongan. Aku sungguh menyesal Jaka," ucap Yuda merasa sangat malu. Ia merasa telah gagal menjadi kakak yang baik untuk adiknya.
"Sudahlah kak, itu sudah menjadi masa lalu, dan yang terpenting sekarang adalah, aku tahu jika yasmin sama sekali tidak menghianati pernikahan kami."
..
__ADS_1
Disini, dari kejadian ini, Raka semakin memperkuat hatinya untuk menjaga Yuma dengan lebih ketat. Raka tidak ingin kecolongan seperti papahnya yang menjaga auntynya.
"Yuma, setelah ini kakak akan lebih memperketat pengawasan terhadapmu. Maafkan kakak, tapi kakak tidak ingin kecolongan. Kamu adalah berlian bagi kakak, kakak tidak akan pernah membiarkan pergaulan bebas merampas kesucianmu yang sangat berharga. Nilai yang paling berharga bagi wanita kesuciannya ...."