Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Dilema ...


__ADS_3

Malam itu, pak dokter dengan semangat membawakan banyak kilo buah naga kesukaan istrinya ketika mengidam.


"Sayaaaaang ... aku bawa apa untukmu?" sapa Jaka sambil memperlihatkan bungkusan besar yang ia bawa.


"Asyiiik! Akhirnya kamu dapat juga sayang," ujar Yasmin merasa sangat senang, entah mengapa akhir-akhir ini sangat sulit mendapatkan buah naga karena belum musim panen.


"Iya sayang, dan mumpung tokonya sedang memiliki stok jadi aku borong semuanya," ucap Jaka merasa bangga pada dirinya sendiri.


"Uuuuuh ... kamu pengertian sekali sih sayang. Oya aku ingin makan buah naga dengan bumbu petisan, kamu bisa buatkan untukku, kan?" Yasmin memohon.


"Dengan senang hati tuan putri, dan baby boy, apakah kamu hari ini nakal?"


"No, Dady. Baby boy cangat pintal hali ini," jawab Yasmin mewakili anaknya.


"Hahhaa pintar, sehat-sehat selalu ya sayang. Dady akan sering-sering menyapa kamu mulai saat ini," ucap Jaka sambil menciumi perut istrinya yang terlihat sudah membuncit.


"Hahaha iya sayang, sekarang buatkan dulu bumbunya. Aku akan mengupas buah naga'nya dan juga mangganya."


"Siap laksanakan ...," "hahahhaaa," tawa renyah mereka.


"Ting ... ting ...."


Suara bel apartemen Jaka dan Yasmin.


"Siapa itu sayang?" tanya Jaka.


"Aku buka dulu ya ...."


.


"Mbak, ini ada paket bunga untuk embaknya," ucap sang driver.


"Terima kasih banyak ya mas," jawab Yasmin yang tidak ingin berlama-lama.


Yasmin melihat siapa pengirimnya, namun tidak tertera nama siapa pun di sini.


Hanya terlihat sebuah kartu nama.


"Dari penggemar kamu."


Yasmin membolak-balikkan buket bunga besar itu, ketika ia mengayunkan bunga itu, tiba-tiba beberapa foto terjatuh ke lantai.


Yasmin sangat tercengang melihat beberapa foto fulgarnya bersama Agas. Dengan cepat, Yasmin menyembunyikan foto-foto itu di bawah keset depan pintu.


"Sayang, siapa?" tanya Jaka dari dapur.


"Oh ini mungkin dari dari salah satu pasien kamu sayang, tidak ada nama pengirimnya," jawab Yasmin sambil membenarkan ekspresinya.


Jaka mendekat ke arah Yasmin.


"Hemm tumben tidak ada namanya, biasanya jika ada ngirim pasti ada namanya," jawab Jaka sedikit heran.


"Sudahlah, yang penting niat dia sudah tersalurkan. Oya, sambal petisnya sudah jadi?" tanya Yasmin mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sudah sayang, ayo aku temani makan."


"Loh kok cuma temani, ikut makan ya?"

__ADS_1


"Mana enak buah naga dipetis sayang?"


"Enak kok yang!"


"Bagi ibu hamil!"


"Coba dulu baru komplain!"


"Hemm ... baiklah ...."


"Emm ... enak juga sayang, rasanya segar-segar pedas," ujar Jaka sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Yasmin merasakan handphone-nya bergetar, dan seketika Yasmin pun merasa panik.


"Sayang, aku kamar mandi sebentar ya," ucap Yasmin buru-buru.


"Kenapa gak pakai kamar di luar?" tanya Jaka iseng.


"Ah tidak papa sayang, lebih nyaman yang di kamar," jawab Yasmin buru-buru.


Yasmin dengan cepat mengunci kamar mandi.


"Agas! Apa yang kamu lakukan hah? Apa kamu sudah tidak waras?" pekik Yasmin merasa sangat geram.


"Aku ingin bertemu kamu malam ini sayang," jawab Agas dengan santai.


"Jangan berharap Agas ! Aku akan mengumpulkan semua kejahatan kamu dan menjembloskan kamu ke penjara!"ancam Yasmin.


Namun sebelum pria itu menjawab, Yasmin sudah mematikan teleponnya.


"Sayang, masih lama tidak?" tanya Jaka yang ingin membersihkan diri.


"Bentar sayang ...."


Yasmin keluar dengan ekspresi sesantai mungkin. Namun Jaka tidaklah semudah itu dikelabui.


"Ada apa sayang? Kenapa wajah kamu seperti merasa tidak enak?" tanya Jaka terlihat khawatir.


"Ah tidak papa sayang, aku hanya sedikit susah BAB saja. Perut aku terasa sebah," jelas Yasmin berbohong.


Yasmin masih belum siap untuk menceritakan semua masalahnya kepada suaminya.


"Emm begitu, aku akan membuatkan kamu resep supaya BAB kamu lancar ya?"


"Ah tidak usah sayang, makan pepaya saja yang lebih aman dan besok pagi pasti sudah akan lancar ...."


"Pintar. Ya sudah, aku mandi dulu, ya. Itu buah naganya yang sudah dikupas dihabiskan saja."


"Siap pak dokter ... Heheheee."


Setelah Jaka masuk ke kamar mandi, Yasmin langsung mengambil foto-foto yang ia sembuyikan tadi. Ia langsung membakar satu per satu foto menjijikkan itu.


"Kamu tidak akan bisa merusak hubungan aku, Agas. Aku sangat menyesal karena pernah mencintai pria macam bajingan seperti kamu!" umpat Yasmin merasa sangat geram.


...


Di sisi lain, mama Lauren dan mama Ratu dibingungkan dengan keadaan Yuma yang tiba-tiba terkena demam. Suhu tubuh Yuma sangat panas dan bibirnya selalu menggigil.

__ADS_1


"Jeng, coba kamu telepon Jaka. Suruh dia datang ke sini dan memeriksa Yuma," pinta mama Ratu.


Mama Lauren langsung mengambil handphone dan menelpon Yasmin.


Yasmin yang sedang membakar semua foto terkejut mendengar handphone-nya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Yasmin langsung menjawab dengan ketus.


"Ada apa lagi sih kamu menelpon?!"


"Sayang, ini mamah."


'Apa?! Oh ya ampun ... untung aku tidak keceplosan,' batin Yasmin. "Iya mah, maaf tadi Yasmin kira orang salah sambung?"


"Sayang cepat kamu datang ke vila Yuda bersama dengan Jaka, Yuma demam tinggi sayang ..."


"Oh ya ampun, baik mah, Yasmin segera datang kesana ...."


..


"Sayang, cepat sedikit! Ponakan kamu baby Yuma sedang demam tinggi!" teriak Yasmin yang langsung siap-siap menggantikan baju tidurnya.


Jaka yang baru menyiram tubuhnya dengan air, langsung mengambil handuk sebelum sabunan.


"Bagaimana bisa?" tanya Jaka yang langsung mengambil kaos dan celana dasarnya.


"Sudah jangan banyak tanya, kita langsung kesana saja!" ujar Yasmin yang sangat panik.


Jaka juga tidak kalah panik. Ia dengan asal memilih baju dan celana. Mandi pun tidak pakai sabun. Mereka berdua keluar dari apartemen dengan sangat terburu-buru.


"Sayang, kamu jangan berlari!"


"Aku sangat cemas dengan keadaan Yuma sayang!"


"Iya-iya, tapi pikirankan juga keselamatan kamu dan calon anak kita!"


Setelah mendengarkan itu, Yasmin baru mau berjalan dengan santai.


..


"Mamaaa ... mamaaaa ... Mamaaaa ...." Yuma terus mengigau memanggil mamanya.


Mama Ratu dan mama Lauren hanya bisa menangis sambil terus mengompres dan memijat tubuh Yuma.


Laras berulang kali menelpon papanya Pangeran namun papanya tidak juga menjawab teleponnya.


.


Terlihat di sana, Pangeran sedang berada di ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang menyangkut di bahu bagian kanan.


Paula tidak henti-hentinya menangis di luar pintu ruang operasi.


Hanya Paula sendiri karena Raka dan Yuda Sedang mengurus Mumut yang baru sadar dan juga triple baby boy.


"Hik hik hik ... Aku bahkan belum memulainya, lantas bagaimana dengan nasib hatiku yang sudah mulaiku tabur bibit asmara ini. Hik hik hik ... Akankah aku patah hati sebelum memulainya. Haaa aaaa aaa jahat sekali. Tidakkah tuhan kasihan padaku, akankah aku akan menjadi perawan tua seperti ini. haaa aaaa aaa selamat lah dia Tuhan ... aku sungguh sangat mencintai dia, hik hik hik ... tidak tahu berawal darimana, namun sekarang aku sangat takut kehilangan dia ... hik hik hik ...."


Paula meringkuk menyedihkan di pojok rumah sakit. Ia terlihat sangat memprihatikan, ia tidak pernah merasa putus cinta sampai sedalam ini. Walaupun mereka sejatinya tidak memiliki hubungan apa-apa, dan bahkan bisa dibilang mereka baru kenal tadi sore, namun rasa cinta di hati Paula untuk Pangeran Sangat besar sampai dia sendiri tidak sanggup untuk membawanya seorang diri.


...

__ADS_1


Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏


__ADS_2