Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Extra part # Emosional Mumut.


__ADS_3

Pagi hari di California, los angeles..


Mumut membuat sarapan untuk suami dan anak anaknya, tetapi wajah Mumut masih terlihat muram karena kejadian itu..


Semua orang di dalam rumah itu hanya diam saat mendengar ibunya memasak tetapi seperti sedang perang..


Suara wajan dan semua prabotan menjadi sasaran kekesalan Mumut.


"Hay Yuma, lihat ibu disaat sedang marah. Kakak harap kamu tidak coba coba untuk membangunkan jiwa singa yang sedang berubah menjadi kucing,,"ucap Raka mencoba untuk memberi pengertian pada Yuma, adiknya.


"Iya kak, maafkan Yuma ,,"ucap Yuma yang merasa sangat sedih melihat ibunya seperti itu karena dirinya.


Handphone Raka tiba tiba berdering..


Tertera nama adikku Laras..


"Siapa kak !?"tanya Yuma penasaran.


"Emm ini Laras dek.. kakak angkat dulu ?"


"Iya kak..." Ucap Yuma memutarkan matanya dengan malas mendengar nama itu.


Laras adalah anak Sarah, Raka terlihat sangat dekat dengan Laras walaupun mereka tidak pernah bertemu. Pangeran yang selalu menghubungi Raka membuat hubungan mereka tidak terputus. Hanya Raka saja yang dekat dengan Pangeran, karena Pangeran sama sekali tidak ingin berbicara dengan Mumut ataupun Yuda. Bahkan Laras sendiri walaupun dekat Raka, dia tidak ingin bicara dengan Yuma. Setiap Yuma muncul di layar handphonenya, Laras akan segera menutupnya.


Setelah Raka menjauh dari ibunya, dia mengangkat panggilan dari Laras.


"Hay adikku yang cantik, ada apa ??"


"Hay kakak Raka, bagaimana kabar kakak?"tanya Laras dengan senyum yang selalu mengembang di wajahnya ketika melakukan vc dengan Raka.


"Kakak baik Laras, bagaimana keadaanmu?"


"Laras juga baik kak.. kak sudah dulu ya, mama datang,," ucap Laras buru buru mematikan panggilan.


Di depan Sarah, Laras tidak berani mengatakan jika dia sedang berhubungan dengan Raka.. Sarah akan memarahi Laras jika sampai dia ketahuan masih menghubungi Raka.


"Hay sayang, kamu sedang bicara dengan siapa ?"tanya Sarah.


"Ah tidak mah,," jawab Laras tersenyum.


"Emm mungkin Mama salah dengar ya,, ya sudah kamu tidur yang nyenyak ya sayang,, emuuach .."


Ketika Sarah keluar, Laras membuang nafasnya dengan kasar.


"Huuft,, hampir saja,,"gumam Laras..

__ADS_1


.


Di dalam kamarnya, Sarah melihat suaminya sedang fokus di depan laptopnya..


"Sayang, sudah malam istirahat dulu ya,," ucap Sarah memeluk suaminya dari belakang.


"Mama duluan saja,, papa akan menyusul. Papa harus mengirimkan dokumen ini pada Raka agar segera di urus.." ucap Pangeran.


Pangeran selalu meminta bantuan pada Raka jika ada sesuatu yang mendesak di kantornya. sebenarnya Pangeran sudah berulang kali meminta Raka pulang dan bekerja di perusahaannya. tetapi Raka menolak halus dengan segala alasannya.


"Papa masih berhubungan dengan mereka !!"ucap Sarah kesal.


"Aku tidak berhubungan dengan mereka, aku hanya berhubungan dengan Raka, anak aku !!"ucap Pangeran penuh dengan penekanan.


"Tetapi sama saja pah !! Mama tidak suka !!"ucap Sarah membentak.


"Suka tidak suka itu urusanmu, dia tetap anakku yang akan menggantikan posisi aku ,,"ucap Pangeran tidak perduli dengan pendapat istrinya yang keras.


"Papa buat apa sih masih ngurusin dia, dia akan menggantikan posisi ayah angkatnya, Yuda !!"ucap Sarah mencoba meluluhkan Suaminya.


"Apa kamu bodoh ,, Raka hanya anak tiri Yuda. Bagaimana Bisa Yuda akan memberikan perusahaannya kepada Raka !!"ucap Pangeran merasa konyol dengan ucapan Sarah.


Sarah hanya diam saja, dia benar benar merasa takut jika kedamain yang selama ini dia rasakan akan terusik jika sampai Keluarga Mumut kembali di kehidupan dia lagi.


Ada banyak ketakutan di diri Sarah yang selalu dia pendam. Salah satunya dia sangat takut jika suatu saat Pangeran akan tahu tentang anak yang di kandung Mumut sebenarnya adalah anak dia..


Mumut menaruh mangkuk dengan kasar di meja karena dia masih saja merasa kesal.


Di saat Yuda ingin mengambil paha ayam, tangannya malah di pukul oleh Mumut dengan centong stenlis yang masih panas karena terendam sub panas. Yuma dan Raka yang tadinya ingin mengambil makanan kesukaan mereka ikut menarik tangan mereka.


Yuda hanya meringis kepanasan tanpa berkata.


"Apa kalian sudah akan mati kelaparan !! Apa kalian akan menghabiskan makanan ini, apa kalian sudah sangat tidak sabar. bahkan Mama belum melepaskan clemek tetapi kalian sudah asal nyosor saja..."bentak Mumut membuat semua orang terdiam.


"Benar benar menyebalkan !! Aku yang masak tetapi aku yang harus makan terakhiran, kalian kenyang terus pergi, tetapi mama masih harus harus mencuci piring,, hik hiik hiik,," ucap Mumut dengan sangat berat,


"Sayang, bukannya kamu sendiri yang menolak untuk menyewa pembantu ,?"ucap Yuda dengan lirih..


"Diaaaaamm,,,, hiii iii iiikk !!!!"teriak Mumut yang benar benar merasa sangat kesal.


Yuma yang merasa ini adalah salahnya, mencoba turun dari kursinya dan menghampiri ibunya..


"Mama,,, maafkan Yuma ya mah, Yuma janji tidak akan melakukan itu lagi,," ucap Yuma dengan menundukkan kepalanya..


Mumut yang melihat anaknya terlihat sedih mencoba untuk menjajarkan tubuhnya.

__ADS_1


"Sayang, ini bukan salah kamu nak,, hanya saja.. hanya saja mama rindu kampung halaman,, hii iii iiikk..."ucap Mumut menundukkan kepalanya.


Setelah 5 tahun di Amerika, Mumut baru pulang sebanyak 3 kali.


Yuda dan Raka yang mendengar itu tercengang dengan apa yang mereka dengar.


"Ya ampun ibu, jadi ibu marah marah sedari tadi itu karena ingin pulang ke indo ?"tanya Raka.


"Sayang,, kenapa kamu tidak bilang. Hemm baiklah, sepertinya memang sudah waktunya papa mengatakan ini.


Kita memang akan harus menetap di indo karena kakek kalian sudah mulai sakit sakitan. Papa akan mengambil alih perusahaan induk di indo. Setelah acara wisuda mama kalian, kita akan berangkat," ucap Yuda menjelaskan niat dia yang memang akan mengajak mereka untuk pindah ke indo.


Mumut yang mendengar itu langsung berdiri dan mengembangkan senyumnya lebar lebar..


Sedangkan Yuma, dia hanya mematung memikirkan bagaimana nasib pria yang dia sukai.


"Lalu bagaimana dengan sekolah Yuma !?"tanya Yuma dengan wajah imutnya.


Cetak !! Raka menijtak kening adiknya..


"Auw ,,!! Sakit kak !!?"


"Kakak tahu kamu sedang memikirkan pria bodoh itu, bukan tentang sekolahmu. Lebih baik kamu mulai berpamitan pada teman temanmu dan bersikap baiklah kepada mereka sebelum kita pergi. Beri mereka hadiah agar mereka tidak lupa dengan mu ,,"ucap Raka memberi saran baik untuk adiknya.


"Waaah kakak hebat,, jika begitu Yuma akan pergi ke toko mainan yang di dekat kedai pizza, disana mainan bagus bagus,," ucap Yuma antusias.


"Tidak !! Disana mainan mahal mahal. Nih kakak beri uang segini, ini harus cukup dan rata untuk semua teman teman kamu," ucap Raka hanya memberi 5 dolar pada adiknya.


"Kakaaaaakk, ini hanya cukup untuk membeli permen jika semua teman Yuma harus dapat,,!!!?"ucap Yuma tidak terima cuma diberi uang segitu.


"Emm kakak pikir permen juga tidak masalah,,"ucap Raka sambil tersenyum jahil ke adiknya.


Yuma yang mendengar itu merasa kesal dan memutuskan untuk pergi kekamar untuk mengambil tasnya.


"Raka sayang, tidak baik terlalu keras pada adikmu,," ucap Mumut yang sedari tadi menonton aksi anak anaknya.


"Tidak papa Bu, suatu saat Yuma akan mengerti mengapa Raka begitu keras padanya.."


Yuda yang sudah sangat lapar tidak menghiraukan keributan yang ada di depannya.


"Sayang, paha ayamnya kamu habiskan semua !!!?"tanya Mumut terkejut.


"Hahahaa,, papa seperti mama dulu saat sedang ngidam. Suka sekali menghabiskan paha ayam yang di meja."ucap Raka.


Yuda yang menyadari itu terlihat bingung sendiri dan malah tersenyum kepada mereka tanpa dosa.

__ADS_1


Raka dan Mumut hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


__ADS_2