
Keadaan Mumut yang cukup baik membuat mereka akan melakukan penerbangan pulang hari ini.
Pangeran menghampiri ruangan Mumut bersama Paula, walaupun Pangeran sudah lahir batin mengikhlaskan Mumut, namun tetap saja rasa itu tetap ada. Ia merasa sakit ketika melihat keharmonisan Mumut dan Yuda. Namun demi kebaikan bersama, Pangeran mencoba untuk menerima semua ini dan membuka lembaran baru.
Paula dengan gemas menggendong baby Ju, ia merasa sangat ingin sekali untuk memiliki bayi juga. Usianya yang matang tentu membuatnya terdorong untuk segera menjalin sebuah hubungan rumah tangga. Namun apa daya, pria yang ia sukai saat ini sepertinya akan mundur sebelum mencobanya. Sedangkan dia sendirian tidak mungkin sebagai wanita memulainya terlebih dahulu.
Setelah Yuda menyiapkan segalanya, ini saatnya mereka melakukan perjalanan pulang ke Jakarta.
Mumut benar benar tidak percaya bahwa dia akan segera pulang, ia sangat merindukan putrinya Yuma. Mumut yakin Yuma pasti sangat senang ketika mereka kembali membawa oleh oleh Babay Boy tiga sekaligus.
Yuda memutuskan untuk menyewa sebuah pesawat jet pribadi, mengingat jumlah mereka yang banyak Yuda tidak ingin bayinya merasa tidak nyaman jika harus menggunakan helikopter.
"Pesawat ini bayar sewanya cukup mahal, akan berat jika hanya aku yang membayarnya," sindir Yuda sambil meneguk sedikit minuman soda.
Pangeran yang sedang menatap awan awan bergelantungan di langit merasa langsung menatap tajam ke arah Yuda.
"Apa menurutmu aku tidak sanggup membayar sewa pesawat ini. Kita tidak perlu patungan lagi, aku yang akan membayar semuanya," ucap Pangeran dengan perasaan tidak percaya dengan sikap pisit Yuda.
"Hahahaa apa sekarang kamu sedang menyombongkan diri..!?" Yuda tertawa melihat ekspresi tengil Pangeran yang sangat kekanak Kanakan.
Paula, Mumut dan Raka hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan dua bapak bapak yang selalu ribut untuk hal hal yang kecil.
"Sudahlah mas Pangeran, jangan didengarkan ucapan mas Yuda, dia hanya bercanda. Bahkan uangnya Sangat cukup untuk membeli pesawat pribadi," ucap Mumut dengan nada lembut. Ya memang dasarnya suara Mumut ini lemah lembut.
"Dia ini memang orang kaya mental miskin Mut, makanya apa-apa selalu minta patungan," umpat Pangeran yang benar benar merasa panas.
"Lalu kenapa Ayah diam saja, kenapa Ayah tidak inisiatif untuk ikut membayar,?"ucap Raka membuat Pangeran benar benar tambah tidak percaya.
"Apa Raka sekarang ingin membela pria pisit ini !?"pekik Pangeran kesal.
"Heh, anak-anakku telah dicuci otaknya," ucap Pangeran lirih sambil menatap tajam Yuda.
"Benar juga ya Raka, pantas saja Sarah pergi, orang suaminya pisit hahahhaaa !!"ucap Paula yang ingin ikut ikutan mengerjai Pangeran, namun seperti ia telah salah mengurai kata.
Semua orang menatap tajam kearah Paula. Paula yang merasa telah salah berbicara langsung menutup mulutnya.
"Hehe,, maaf kak, aku hanya bercanda," ucap Paula sambil mengedipkan matanya kearah Pangeran.
Pangeran hanya bisa mengambil nafas dalam dalam dari hidung dan mulutnya. Ia benar benar tidak percaya jika ia akan dihina seperti ini setelah mengorbankan nyawanya untuk pria yang kini menatapnya penuh dengan ejekkan.
Namun tidak lama, seorang pramugari datang dengan membawakan kue ulang tahun untuk Pangeran. Bahkan lengkap dengan sebuah patung seorang pangeran yang sedang membawa kuda dan pedangnya.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU .... HAPPY BIRTHDAY TO YOU ...." Suara nyanyian terdengar meriah di pesawat yang awalnya terasa sangat panas bagi Pangeran.
Pangeran hanya bisa tersenyum sambil ternganga tidak percaya.
"Hah.. hah.. hahhaaaa !! Shiit!! Kalian mengerjai aku !! Yudaaaaaa. Buk !!" pangeran melempar bantal yang disampingnya kearah Yuda. Ia benar benar tidak percaya dengan kejutan ini.
"Hahahaaa selamat ulang tahun bro, sory untuk yang tadi kami hanya bercanda," ucap Yuda dengan tulus.
"Selamat ulang tahun ya Ayah, semoga hal hal baik selalu mendekati Ayah,," ucap Raka sambil memeluk Pangeran.
Pangeran membalaskan pelukan hangat dari anaknya penuh kasih dan sayang.
__ADS_1
"Haha, terima kasih semuanya. Tapi ini sungguh kekanak-Kanakan," ucap Pangeran yang sebenarnya merasa sangat senang.
Paula mendekatkan kue ulang tahun untuk ditiup oleh Pangeran.
"Selamat ulang tahun ya kak, maaf ucapan aku yang tadi hanya bercanda," ucap Paula yang benar benar merasa tidak enak.
"Hahahaa, jadi sikap cuek kamu sedari tadi pagi itu karena berniat ingin mengerjai aku!?"tanya Pangeran mengintimidasi Paula.
Yuda dan Mumut yang baru mengetahui hubungan antara Paula dan Pangeran hanya bisa menonton sambil tersenyum tipis.
Paula hanya bisa mengangguk malu, kini hubungannya dengan Pangeran benar benar diketahui banyak orang.
"Sudahlah kalian menikah saja, lebih cepat lebih baik," ejek Yuda.
"Raka akan selalu mendukung keputusan ayah," goda Raka.
"Hahaha apa yang kalian katakan ini, aku hanyalah seorang duda, mana pantas untuk Paula," jawab Pangeran membuat senyum diwajah Paula memudar menahan malu dengan penolakan Pangeran secara halus.
"Ah aku letakan kuenya disini ya, aku ingin kekamar mandi sebentar, aku sudah tidak tahan," ucap Paula dengan terburu buru. Namun semua orang sangat faham bahwa Paula hanyalah sedang bersandiwara.
.
"Pangeran, apa yang kamu katakan. Apa kamu tidak bisa melihat ketulusan Paula?" ucap Yuda merasa kesal pada Pangeran.
"Iya mas, Paula sempat bertanya padaku. Ia awalnya sangat terkejut ketika Raka memanggil kamu ayah. Yang Paula tahu awalnya hanya Sarah mantan isteri kamu, dia belum tahu jika aku juga pernah menjadi istri kamu. Walaupun begitu, Paula terlihat tidak goyah untuk mencintai kamu mas. Dia berusaha untuk menghilangkan rasa gengsinya untuk memilih seorang duda, jadi aku mohon kamu mengertilah perasaan dia," ucap Mumut menjelaskan.
Pangeran berfikir sejenak, sampai akhirnya rasa bersalah menyelimuti hatinya. Ia terdiam dan merenungi sesuatu.
.
"Hik hik hik,, apa nasib aku memang akan menjadi perawan tua. Bahkan seorang duda saja berfikir seribu kali untuk mencintai aku, apa lagi pria lajang diluar sana. Apa memang sudah nasib aku, aku memang tidak pantas untuk dicintai siapapun. Haaa,, Paula ayolah, jangan terlihat menyedihkan, kamu harus semangat dan terus maju. Bukankah patah hati sudah hal biasa, kali ini kamu pasti bisa dan sanggup menghadapinya," gumam Paula mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.
Paula tersenyum dan menghampiri semua orang.
"Paula ayo sini,, kenapa lama sekali, kamu belum mencoba potongan kuenya," ucap Mumut.
"Ah tidak perlu Mut, aku masih kenyang," jawan Paula yang tiba tiba merasa sangat sungkan.
Paula ingin duduk, namun tiba tiba tempat duduk penuh karena baby yang awalnya di pangku kini diletakan di kursi. Bahkan pramugari yang awalnya berada dibelakang kini juga ikut duduk bersama mereka.
Hanya sebelah Pangeran kursi yang kosong.
"Mut, kamu duduk saja disebelah Pangeran, kamu juga harus merasakan potongan kuenya," ucap Mumut terus memojokkan Paula.
Dengan terpaksa Paula duduk disamping.
"Apa kamu tidak lupa menutup pintunya!?"bisik Pangeran ketika Paula sudah duduk disampingnya.
Paula yang terkejut dengan ucapan Pangeran tidak sadar menyikut bagian tubuh Pangeran yang terkena tembakan.
"Shhtt.." Pangeran hanya bisa menahan ringisan.
"Pang, cepat kamu suapi Paula, dia belum mendapatkan bagiannya," ucap Yuda.
__ADS_1
Dengan perlahan Pangeran mengambil potongan kue dan menyendoknya.
"Aaahhkk ...." Suara Pangeran mempraktekkannya pada Paula.
Dengan malu malu Paula menyantap kue yang diberikan pada Pangeran.
Paula yang benar merasa gugup langsung mencoba untuk menelan potongan kue itu tanpa ia kunyah. Setelah masuk, dengan cepat Paula meminum air yang ada didepannya.
Semua orang ternganga melihat Paula telah menelan kue itu tanpa mengunyahnya. Paula yang ditatap tajam semua orang merasa tambah canggung.
"A-ada apa dengan kalian, ke..kenapa kalian menatap aku seperti itu padaku!?"tanya Paula yang merasa kurang nyaman.
"Apa kamu menelan semuanya !!!"ucap Pangeran yang tidak percaya.
"Hee'em," angguk Paula dengan berat.
"Paula, apa kamu tidak merasakan sesuatu!?"tanya Mumut yang ikut terkejut.
"Kuenya enak," jawab Paula dengan polosnya.
"Tidak, bukan itu !! Apa kamu tidak merasa ada yang mengganjal!?"tanya Mumut lagi.
"Hehe, potongan terlalu kecil sehingga aku dapat menelannya tanpa mengunyahnya. Ada apa sebenarnya dengan kalian ....?"tanya Paula yang benar benar tidak mengerti.
"Paula, didalamnya ada cincin untuk kamu dari Pangeran," ucap Yuda membuat Paula yang kini langsung membelalak matanya lebar lebar.
"Apa !!! Cincin !! Kenapa kalian tidak bilang dari awal !!?"pekik Paula merasa sangat terkejut.
"Ini yang dinamakan surprise Kak Paula," jawab Raka.
Dengan cepat Paula berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Semua orang hanya bisa menggelengkan gelengkan kepalanya.
Huweeekk ... Huweeekk...
Sebuah cincin berlian terlihat mengkilap keluar dari perut Paula.
"Ah ini dia, emuach emuach emuuaaaaacch !!"Paula langsung mencium cincin itu dan memakainya setelah dibersihkan.
Paula berlari dan langsung memeluk Pangeran yang sedang berusaha untuk menghabiskan segelas jus ditangannya.
"Uhm.." Pangeran mencoba untuk mengimbangi tubuhnya supaya gelas yang ia pegang tidak tumpah.
"Aah makasih kak, makaasiiiiih .. kamu memang yang terbaik kak, tidak perduli mau menduda berapa kali, aku tetap akan mencintai kamu !!"ucap Paula yang masih memeluk Pangeran dengan erat.
Raka mencoba membantu ayahnya untuk meletakkan gelas yang Pangeran pegang dan pangeran langsung membalas pelukan Paula.
"Apakah kamu bersedia menikah denganku..?"
Paula ternganga tidak percaya, dia dilamar secepat ini. Namun Paula tidak ingin kehilangan kesempatan, kesempatan tidak datang kedua kali jadi Paula langsung menerima lamaran Pangeran.
Paula mengangguk sangat cepat dan berenergi.
__ADS_1
Akhirnya semua orang bersorak senang. Mereka mengucapkan selamat kepada Paula dan Pangeran....