
5 bulan telah berlalu dari setelah acara pernikahan Yasmin dan Dokter Jaka.
\=\=\=∆
Yuda menatap beberapa pola infratruktur pembangunan jalan yang akan ia bangun di pabrik batu bara yang sudah kurang lebih 5 bulan ia jalani.
"Yud, bagiamana?" tanya Pangeran.
"Besok kamu ikut aku ke kalimantan, soalnya aku hanya mampir dan harus langsung terbang ke Amerika untuk memperpanjang kontrak disana," jelas Yuda.
"Baiklah, tapi jelaskan dulu padaku bagaimana menurut kamu dengan ide aku itu?"
"Aku tidak mempermasalahkannya, bagaimana baiknya saja. Yang penting aku tidak ingin ada sebuah drama ketika pembangunan infrastruktur berjalan."
"Aku udah menyerahkan semuanya pada maneger pabrik. Ia sudah mengganti rugi Semua warga yang terdampak akan pembangunan ini. Walaupun sejatinya tempat yang mereka tempati adalah tanah sengeketa."
"Bagus jika begitu, kesejahteraan warga adalah nomor satu. Jangan sampai karena keserakahan kita, warga mengalami penderitaan."
"Aku setuju Yud. Tapi, jika ikut lalu Laras dan Yuma bagiamana?"
"Aku akan meminta mama aku untuk mengajak Tante Ratu menginap disini."
"Baiklah, kebetulan aku sedang tidak ada meeting penting beberapa hari kedepan. Aku akan ikut denganmu."
"Ya sudah, persiapan dirimu. Besok kita akan berangkat."
"Baiklah ..."
.
Kehamilan Mumut yang ketiga ini benar benar membuat Mumut kualahan. Mumut merasa sangat senang karena dirinya akan segera melahirkan, hanya tinggal menunggu pagi, siang, dan sore juga malam.
"Ibu, kita kerumah sakit saja ya?" tanya Raka.
"Tidak perlu nak, meski bayi yang ada dikandung ibu ini ada tiga, ibu sangat yakin jika ibu bisa melahirkan dengan normal," jawab Mumut tersenyum manis. Dia benar benar tidak menyangka jika dirinya akan melahirkan seorang bayi triple.
"Tapi bu ...?"
"Sudahlah Raka, kamu harus percaya dengan ibumu ini," ujar Mumut mencoba menyakinkan Raka.
"Hemm baiklah, Raka akan membantu ibu sebisa Raka."
"Kamu adalah kakak terbaik untuk adik adikmu, jadi ibu sangat yakin jika Raka akan selalu menjaga adik adik Raka dengan baik meski ibu tiada."
"Ibu... Apa yang ibu katakan!? Jangan berkata yang tidak tidak lagi ya buk, karena Raka akan selalu ikut kemanapun ibu pergi."
"Tidak nak, semua jalan manusia itu sudah di atur oleh Allah."
"Tapi Raka akan selalu memilih untuk selalu berada disisi ibu. Hidup ini adalah sebuah pilihan Bu, dan itu adalah pilihan Raka."
Mumut hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mau bersikeras apapun dirinya menjelaskan, tetap saja Mumut tidak dapat mengelak ucapan anaknya yang memiliki titisan otak dari sang dewa.
.
"Rakaaaa ....!! Mumuuuuut .....!!"teriak ibu panti terlihat panik.
Rama menggandeng ibunya dengan perlahan untuk mendekat kearah ibu panti.
"Ada buk ?"tanya Raka.
__ADS_1
"Itu Raka !! Nganuuu, panti ini besok akan dirobohkan!!" ujar ibu panti terlihat sangat panik.
"Loh, kok bisa !? Kenapa dirobohkan Bu?" tanya Raka yang masih terlihat bingung.
"Selain tidak memiliki surat izin, tanah ini juga adalah tanah sengketa. Pihak pabrik tidak ingin mengganti rugi karena kita sudah melakukan hal ilegal !!"
"Kita disini membantu anak yatim dan juga para jompo, bagaimana bisa mereka mengatakan jika ini adalah sebuah Perbuatan ilegal !!?"pekik Raka dengan nada yang sudah mempuncak sampai ke ubun ubun.
"Ibu juga gak tahu Raka, apa sebenarnya yang di pikiran mereka !!"
"Aku sudah menelvon mbak Paula, pabrik itu dulunya adalah milik orang tuanya, siapa tahu ia bisa membantu kita untuk berbicara dengan petinggi baru itu. Di gusur tidak papa, asalkan ada ganti rugi supaya anak anak kita tidak terlantar. Jika begini, aku harus bagaimana aaa aaaa,," ujar ibu panti penuh dengan keputusan asaan.
Raka dan Mumut memeluk ibu panti untuk mencoba memberinya kekuatan.
"Ibu, aku akan pergi ke pabrik untuk bicara dengan mereka," ujar Raka penuh dengan tekat.
"Tidak perlu nak, tadi ada juga warga yang ingin berbicara dengan mereka namun mereka malah menghajar warga tersebut. Kita tunggu disini sampai mbk Paula datang saja ya," ujar ibu panti yang takut jika Raka kenapa Napa.
Akhirnya mereka tidak dapat berkata apa apa. Mereka hanya bisa menunggu kedatangan Paula untuk membantu mereka.
Namun, Raka berubah fikiran. Ia mendatangi pabrik tanpa sepengetahuan Mumut dan ibu panti.
Di depan pabrik, Raka di halangi beberapa penjaga berbadan besar dan juga bersenjata.
"Ada apa dek ?"tanya penjaga itu dengan suara seramnya.
"Saya ingin bicara dengan atasan kalian," jawab Raka dengan tegas dan berani mengahadapi para manusia berbadan besar dan seram itu.
"Kamu tidak menerima tamu, lebih baik kamu sekarang pulanglah."
"Saya ingin meminta perjelasan mengapa hak kami di rebut dan panti kami akan di robohkan !!?"
"Hahahahaa !!"tawa beberapa penjaga saling menyahut, "apa kamu bilang? Tanah kalian !! Itu bukanlah tanah kalian. Kami akan menggusur semua bangunan yang menghalangi proses pembuatan jalan yang akan kami bangun."
Namun para penjaga sudah tidak ingin berurusan lagi dengan anak yang ada di depan mereka. Salah satu bodyguard menarik paksa Raka supaya menjauh dan pergi.
Raka mencoba untuk memberontak, namun ia malah mendapatkan pukulan dari beberapa penjaga yang mulai kesal dengan sikap Raka yang tidak mau mengalah.
Buk !! Buk !! Para penjaga mulai memukuli Raka tanpa ampun.
"Sudah cukup, biarkan dia. Dan kamu anak ingusan, jangan coba coba lagi datang ketempat ini atau aku sama sekali tidak akan memberi kamu ampun !"bentak penjaga dengan tatapan tajam mengarah ke wajah Raka yang sudah tak berupa.
Raka akhirnya pulang dengan wajah babak belur dan luka dimana mana, Raka berjalan dengan terseok seok. Raka berusaha untuk tetap tersadar sampai untuk sampai ke depan pintu panti.
Wajah Mumut dan ibu panti sangat terkejut ketika melihat wajah tampan Raka tidak berupa.
"Rakaaaa !!"teriak Mumut sberlari kecil sambil memegangi perutnya yang sangat besar.
Raka yang sudah tidak tahan akhirnya pingsan di depan Mumut dan ibu panti.
...
Disisi lain, Paula yang mendapatkan kabar bahwa panti yang ditepati oleh Raka dan Mumut akan mendapatkan sebuah masalah besar dengan cepat berlari ke arah ayahnya.
"Pah !! Papaaaah !!"teriak Paula.
"Ada apa nak?"
"Pah, siapa yang sudah membeli pabrik papa di Kalimantan?"
__ADS_1
"Itu atas kerja sama antara Tuan Aska dan Tuan Suroto. Ada apa memang?"
"Pah, mereka akan membangun jalan dari pabrik ke pelabuhan !!"
"Terus ...?"
"Mereka akan menggusur panti yang sering Lala datangi disana !! Pah, kita harus mencegah mereka !?"
"Papa sudah tidak ada urusan lagi dengan pabrik itu. Jika kamu mau, kamu bisa datangi rumah Tuan Aska untuk meminta penjelasan," ujar Tuan Guan beranjak sambil membawa beberapa dokumen di tangannya.
"Lah papah mau kemana?"
"Papa mau mengunjungi pabrik gula yang berada di Lampung," jawab tuan Guan dengan santai.
"Papah naik apa?"
"Naik helikopter, ini sudah sore jadi papa ingin segera sampai dan beristirahat disana."
"Tapi pah, Lala juga harus segera Kalimantan.!"
"Sebaiknya kamu datangi saja dulu Tuan Aska, setelah itu fikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya," ucap Tuan Aska memberi saran.
"Emm begitu ya pah.. ya sudah nanti Lala akan coba bicara dulu dengan Om Aska."
"Ya sudah, papa berangkat dulu. Kamu hati hati dan jangan gegabah !"
"Baik pah, papa juga hati hati dijalan ..."
..
Hari menjelang malam. Dengan kecepatan tinggi Paula menuju ke diaman Tuan Aska.
Ting... Ting... Suara bel.
Pelayan rumah berlari kecil untuk membukakan pintu.
"Malam non, ada yang bisa saya bantu?"
"Aku butuh bertemu dengan Om Aska sekarang juga bik !!"
"Baik Non silahkan duduk dulu, saya akan panggilkan Tuan besar sebentar."
Paula menunggu di sofa empuk dengan perasaan yang campur aduk. Tuan Aska berjalan menuju tamu yang ingin berbicara dengannya.
"Paula ...?"
"Om, maaf malam malam begini saya menganggu istirahat Anda?"
"Oh tidak papa Paula, jangan sungkan. Apa yang membawa kamu datang kemari?"
"Om, apakah om yang telah membeli pabrik papa?"
"Iya benar, om dengan Tuan Suroto telah bekerjasama untuk membeli pabrik papa kamu. Lalu, ada masalah apa?"
"Apa Om akan membangun jalan dari pabrik menuju kepelabuhan?"
"Om sudah serahkan semua tanggung jawab pabrik itu kepada anak om Yuda dan Juga anak Tuan Suroto, si Pangeran. Jadi kami tidak tahu menahu soal masalah yang ada di pabrik itu," jelas Tuan Aska.
"Jika boleh tahu, dimana anak om Tinggal? Soalnya masalah ini sangat mendesak, Paula harus bicara dengan mereka!?"
__ADS_1
.
Setelah mendapatkan alamatnya. Paula langsung menancapkan gasnya menunju villa Yuda dan Pangeran.