
Pagi itu Pangeran baru pulang dari rumah sakit. Dia memasuki rumah dengan terburu buru karena akan langsung pergi untuk mencari Mumut dan Raka.
"Hay sayang, kamu kok kamu baru pulang? Apa kamu sudah sarapan ? Ayok kita sarapan dulu jika belum," sapa Mama Ratu.
"Mah, Pangeran sedang terburu buru, Pangeran akan mencari Mumut, dia menghilang mah," jawab Pangeran terlihat buru buru.
"Loh !! Ngapain sih kamu masih mencari anak kampung itu ? Kamu itu harusnya lebih memperhatikan anak kamu, Laras ... Dia sedang membutuhkan kamu saat ini !!"bentak mama Ratu yang tidak habis pikir dengan anaknya.
"Mah, Yuma adalah anak aku. Aku minta mama dan papa menjenguk Yuma di rumah sakit ya, tolong jaga Yuma untuk sesaat," ucap Pangeran memohon kepada mama Ratu.
"Apa !! Yuma adalah anak papah, jadi dia juga saudara kandung aku !?"batin Laras yang terkejut mendengar itu dari kamarnya.
"Apa sayang, Yuma adalah cucu mama !!?"tanya mama ratu tidak percaya. Dia mengepalkan tangannya dengan Kuat.
"Iya mah, ya sudah ini Pangeran sedang buru buru.. Tolong mama nanti kerumah sakit ya dengan papa,", ucap Pangeran lalu berlari memasuki kamarnya untuk mengganti baju dan mengambil sesuatu.
Mama ratu masih berdiri mematung tidak percaya,
"Oh ya tuhan, anak kampung itu ternyata sudah berani membohongi kami selama ini !!"batin Mama Ratu merasa geram.
Tuan suroto yang baru pulang dari joging di kejutkan dengan teriakan istrinya.
,"Papaaaahh !!"teriak mama Ratu
"Ada apa mah ?"
"Pah, kita akan siap siap untuk kerumah sakit. Ternyata Yuma adalah anak Pangeran pah, cucu kita !!"ucap Mama Ratu antusias.
"Apa !! Yuma adalah cucu kita ? Lalu kenapa dia berada dirumah sakit ? Tanya tuan Suroto.
"Mama juga tidak tahu, tetapi lebih baik sekarang kita langsung kerumah sakit saja.. ayo paaah,,,!!" Mama Ratu langsung menyeret suaminya.
"Bentar mah, papa ganti baju dulu ..."
"Oh iya, ya sudah cepat papa mandi dulu, mama tunggu... "
Om Suroto berlari kecil kekamarnya.
Laras mencoba mendekati neneknya.
"Nek, bolehkah Laras ikut ?"tanya Laras ragu ragu.
"Aduuh Laras, kamu dirumah saja ya ,,!"ucap Mama Ratu yang malas repot membawa cucunya yang tidak bisa berjalan.
"Laras mohon nek, Laras akan mengajak Bibik untuk membantu Laras," ucap Laras memohon.
Melihat cucunya yang terlihat murung, mama Ratu akhirnya mengizinkan Laras untuk ikut.
Pangeran yang sudah siap, berlari kecil untuk turun dari tangga.
"Laras sayang,," sapa Pangeran melihat anaknya.
__ADS_1
"Papah ..."
"Sayang, kamu dirumah sama Bibik ya, papah sedang ada urusan," ucap Pangeran.
"Pah, Laras akan ikut menjenguk Yuma. Laras tadi tidak sengaja mendengar percakapan antara papah dan nenek ..."
Pangeran mendudukkan kepalanya, dia merasa tidak enak karena sudah mencoba untuk menutupi ini dari Laras. Pangeran takut Laras tidak dapat menerima ini, mengingat Laras dulu sangat tidak menyukai Yuma.
"Maafkan papa sayang .."
"Tidak papa pah,,," jawab Laras tersenyum. Tetapi kita tidak tahu apa yang ada di fikiran Laras.
"Mah, aku titip anak anakku ya," ucap Pangeran berpamitan.
"Iya sayang, jaga diri baik baik ya.. Sebenarnya mama tidak ingin kamu mengurus anak kampung itu lagi.. Tapi mama sadar, mama tidak berhak menghalangi kamu," ucap Mama Ratu dengan wajahnya yang di tekuk.
"Memang lebih baik begitu mah, ya sudah Pangeran pergi dulu .."
.....
Di rumah utama, Yuda juga buru buru untuk masuk dan berlari kecil menuju kamarnya.
"Darling !! Kemana saja kamu baru pulang !?"tanya mama dengan ekspresi marah.
"Mah, aku akan mencari Mumut. Yuma terus menanyakan keberadaan Mumut, jadi aku harus mencari Mumut dan menemukannya," ucap Yuda.
"Untuk apa lagi kamu mencari wanita itu !!"bentak mama Ratu yang sebenarnya juga merasa rindu dengan Yuma.
Mendengar itu ,hati mama Lauren merasa sangat sakit, bahkan Yasmin yang menguping mereka dari kamarnya langsung memegang jantungnya yang terasa seperti di tusuk dengan tombak.
Yasmin tidak tahan dan berlari ke arah mama Lauren yang mematung.
"Mamaaaaaahhh haaa aaaa aaa tolong izinkan Yasmin bertemu yuma yaa,,, incesss sangat merindukan yumaaa aaaa aaaa !!"teriak pilu Yasmin dengan histeris..
Mama Lauren yang mendengar tangisan pilu putrinya merasa sangat terpukul. Dia juga sebenernya tidak rela harus kehilangan Yuma..
"Hiik hiik hik,, mengapa harus serumit ini siiih,," ucap Mama Lauren dengan bibir yang bergetar..
Yuda yang melihat mamanya dan adiknya begitu sangat terpukul mencoba mendekat dan memeluk mereka..
"Mah,, tidak ada yang rumit jika bisa menerima semua ini dengan lapang dada.. percayalah, kami melakukan semua bukan karena tidak ada alasan," ucap Yuda dengan pelan agar ibunya dapat menerima semua ini.
Akhirnya mama Lauren memutuskan untuk mempertahankan Yuma..
"Baiklah nak, mama akan kerumah sakit. Mama juga sangat merindukan Yumaaaa aaa aa,," tangis mama Lauren.
"Ya sudah, kalian bersiap siaplah.. dan, makasih karena kalian masih mau menerima Yuma di keluarga ini," ucap Yuda penuh dengan ketulusan.
Mama Lauren memegang pipi Yuda.
"Sayang, maafkan mama ya.. karena emosi mama sudah mengusir Mumut, dan sekarang kita tidak tahu dimana dia," ucap Mama Lauren penuh dengan penyesalan.
__ADS_1
"Sudahlah mah, yuda mengerti mengapa mama melakukan itu.. ya sudah, Yuda mau membersihkan diri dulu. Kalian juga siap siaplah, Yuma pasti sangat senang jika kalian datang.. "
..
Di rumah sakit, Yuma sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Beberapa dokter benar benar harus teliti dengan kasus ini. Jika gagal, tidak hanya buta permanen tetapi Yuma juga bisa kehilangan ingatannya.
Jaka mengepalkan tangannya dengan kuat di dalam ruangannya.
"Raka, kamu dimana.. andai kamu ada disini, kamu pasti bisa membantu kami,," batin Jaka merasa putus asa.
.
Angel di dalam ruangannya mencoba memperlajari kembali khusus Yuma. Ini memang tidak mudah, tetapi Angel akan berusaha untuk menyembuhkan Yuma.
Angel teringat dengan Raka, dia sangat senang akhirnya dia bisa melihat Raka kembali. Tetapi pertemuan mereka tidaklah tepat, bahkan sebelum Angel mengobrol dengan Raka, dia sudah pergi lagi entah kemana.
..
Di pintu masuk rumah sakit, tatapan dua musuh bebuyutan bertemu.
Mama Lauren dan mama Ratu saling menatap tajam.
Mereka tidak saling tegur, malah mereka saling melengos buang muka.
Di depan pintu lift, bahkan keduanya enggan untuk berdiri dalam satu yang tempat.
"Hey nenek lampir, ini adalah lift VVIP,," ucap Mama Lauren tidak ingin satu lift dengan Mama Ratu.
"Hey nenek peyot, kamu pikir saya ini gelandangan hah.. !!"balas mama Ratu dengan geram.
"Hahaa ini rumah sakit milik saya, suka suka saya mau mengusir siapa saja !!"balas mama Lauren dengan tatapan mengejek.
"Mah, jangan begitu dong," bisik Tuan Aska merasa tidak enak dengan tuan Suroto.
"Apaan sih pah, dia ini wanita pembawa sial. Mama tidak mau satu lift dengan dia nenek lampir ini !!"
"Apa kamu bilang !!! Dasar orang kaya sombong, saya sumpahin rumah ini roboh karena terlalu berat menampung dosa orang sombong kaya seperti kamu !!"balas mama Ratu.
"Hah !! Apa kamu bilang, saya sombong !! Sikap picik kamu yang membuat saya ilfil dengan kamu tahu ngak !!" Balas mama Lauren.
"Hahaha bilang saja jika kamu iri karena komunitas saya yang lebih banyak dari pada kamu, hahaaahaa !!"
"Hahahaa grup saya memang sedikit, tetapi isinya adalah wanita wanita elit dan yang pasti sangat terhormat. Kami adalah wanita wanita yang paling di segani. Tidak seperti grup kamu yang Abal Abal hahhaaa,," balas mama Lauren.
Tuan Suroto, Tuan Aska, Yasmin dan juga Laras memutuskan untuk meninggalkan kedua macan yang tidak ingin di larai ketika sedang beradu.
Para bodyguard hanya bisa memblokir jalan agar pertikaian antara dua wanita elit tidak di tonton oleh banyak orang.
...
Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏
__ADS_1