
Karena hari sudah sangat malam, mereka semua memutuskan untuk menginap di hotel terlebih dahulu. Mengingat jarak rumah sedikit lebih maju dari pada hotel.
Setelah memesan kamar. Mereka semua memutuskan untuk beristirahat.
"Emm Bu, Yuma biar tidur dengan Raka saja ya, biar Raka akan menjaga Yuma. Ibu dan papa pasti sudah sangat lelah," ucap Raka.
"Tapi kamu juga harus beristirahat sayang," ucap Mumut tidak tega.
"Iya buk, Raka pasti istirahat. Lagian akan terasa sempit jika Yuma tidur bersama kalian," jawan Raka.
"Hemm baiklah, jaga adik kamu ya," ucap Mumut.
Raka menggendong adiknya kekamarnya. Raka tersenyum melihat adiknya yang tertidur
Pulas.
"Selamat malam baby, mimpi indah ya sayang," ucap Raka.
.
Disisi lain, Yuda memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Mumut teringat jika dia meninggalkan handphone'nya di mobil.
Mumut memutuskan untuk mengambilnya sendiri. Merasa akan hanya sebentar, Mumut tidak meminta izin dulu kepada Yuda.
.
Di taman, Pangeran yang tidak bisa tertidur memutuskan untuk melihat bintang yang berkelap-kelip.
Entah mengapa hati Pangeran benar benar kacau.
Pangeran ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan Sarah. Pangeran merasa sudah tidak tahan dengan penghianatan Sarah selama ini.
Setelah Sarah kembali terjun ke dunia model, Pangeran sudah beberapa kali menemukan Sarah berselingkuh dengan pria.
Tetapi demi Laras, Pangeran harus menahan semua ini.
..
Mumut berhasil menemukan hp'nya. Saat akan menuju hotel, Mumut memutuskan untuk berjalan memutar melewati taman. Mumut benar benar merasa rindu ingin melihat kunang-kunang.
Disaat Mumut sedang berjalan pelan, kakinya tidak sengaja bertabrakan dengan katak yang sangat besar.
"Frooooggg !!!"
"Aaaaahhh !!" Teriak Mumut yang sangat kaget. Tanpa sadar Mumut membuang ponselnya ke asal arah.
"Aduuh walah Mumut, kue Ki kok aneh to.. cuma katak kok malah kaget," gumam Mumut.
Akhirnya Mumut mencoba mencari hpnya di semak semak bunga.
__ADS_1
Sampai ketika,
"Emm Nona, apa ini hp anda ?"tanya Pangeran menyodorkan hp Mumut.
Mumut yang sedang menunduk mencari hpnya, mengarahkan kepalanya ke atas untuk melihat siapa yang berbicara.
.
Kedua tatapan itu bertemu, Mumut dan Pangeran sama sama terkejut tetapi mereka mencoba untuk serileks mungkin.
"Mumuut, !!?"ucap Pangeran lirih.
"Emm iya mas ini aku," jawab Mumut yang bisa mendengar Pangeran.
"Emm mas, ini benar hp aku. Terima kasih banyak ya," ucap Mumut mengambil cepat hp itu dan memutuskan untuk pergi sesegera mungkin.
"Aaaaw !!" Karena merasa sangat gugup, Mumut tersandung oleh batu yang tertanam di taman itu.
Pangeran yang reflek langsung mencoba membantu Mumut.
Pertemuan yang tidak terduga ini benar benar membuat kesan aneh di keduanya.
Walaupun Mumut tidak mencintai Pangeran, tetapi dia tidak bisa mengelak jika Pangeran pernah singgah di kehidupannya dan memiliki dua anak darinya.
Sedangkan Pangeran, dia sendiri selama ini selalu menyesali keputusannya melepaskan Mumut begitu saja. Selama ini Pangeran selalu memikirkan kebodohan yang sudah dia ambil.
Dengan perasaan yang sangat cemburu dan menahan amarah, Yuda menghampiri mereka berdua.
"Apa yang kalian lakukan ?"tanya Yuda mengagetkan dua sejoli yang terlihat seperti ketahuan mencuri.
"Ah mas Yuda ..."
"Yuda, ini tidak seperti ..."
"Sudahlah, aku tidak ingin dengar. Mumut, ayo masuk !!" Ucap Yuda memerintah.
Karena cemburu, Yuda berjalan duluan tanpa memperhatikan jalan Mumut yang sedikit pincang.
Pangeran yang melihat itu tadinya ingin membantu. Tetapi filing orang yang saling mencintai itu sangat kuat. Entah apa yang membuat Yuda membalikan badanya, dan Yuda melihat istrinya yang sedikit pincang. Bahkan kukunya terlihat mengeluarkan sedikit darah.
"Sayang, !! Kamu terluka !!?"ucap Yuda panik.
"Ah, aku ngak papa kok mas. Tadi hanya tersandung," jelas Mumut yang masih merasa takut, takut jika Yuda marah dan meninggalkannya.
Yuda menghela nafas berat, dia langsung membopong Mumut dan mencium keningnya
"Maafkan aku sayang, cemburu membuat aku hampir hilang kendali," ucap Yuda menyesal. Seharusnya dia bisa percaya dengan istrinya sendiri.
Pangeran yang melihat keromantisan mereka berdua, benar benar merasa panas di sekujur tubuhnya..
__ADS_1
Tidak terasa air mata mengalir begitu saja dari sudut matanya.
Rasa sakit itu ternyata masih ada, rasa cinta untuk Mumut ternyata masih tersimpan rapi dalam hati Pangeran.
..
Di dalam kamarnya, Jaka benar benar merasa sangat nyaman tidur di kasur yang sangat empuk. Lampu yang di matikan dan handset yang menyumpal di telinga, benar benar membuat hati Jaka damai.
Sampai ketika, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan ada seseorang berlari kearahnya dan bersembunyi di selimutnya.
Jaka masih diam saja, dia sebenarnya sangat takut apa sebenarnya yang berlari ke arahnya dan bersembunyi di selimutnya.
Jaka mencoba menghidupkan lampu di meja sampingnya.
Cklek..
Ada seorang pria berdiri di pintu, Jaka yang melihat itu benar benar sangat kaget.
"Oh ya ampun, mas Bayu !!?"ucap Jaka tidak percaya.
"Jaka !!, Kamu Jaka kan !!?"tanya Bayu yang juga tidak menyangka.
"Iya mas ini aku Jaka, mas Jaka ngapain berdiri di pintu kamar aku, bikin kaget saja," ucap Jaka menghela nafas lega.
"Ah tidak papa Jaka, tadi ada tikus berlari kearah sini," Jawab Bayu sedikit mencurigakan.
"Oh begitu ya kak, aku pikir ada apa," ucap Jaka yang sedikit penasaran juga.
Bayu sesekali celingak celinguk melihat isi kamar Jaka. Tetapi tidak ada apa apa.
Selimut yang menonjol, Bayu mengira itu adalah bantal.
"Em mas ada apa ,?"tanya Jaka heran.
"Ah tidak papa Jaka, ya sudah aku pergi dulu ya. Ini sudah malam, kamu beristirahatlah dulu, besok kita akan berbincang bincang," ucap Bayu.
,"Oh iya mas Bayu, selamat malam .."
Setelah Bayu pergi, Jaka mengunci kamarnya agar tidak ada lagi tikus masuk.
Saat Jaka membalikan badannya, dia berloncat karena saking kagetnya tiba tiba ada seorang wanita yang duduk di atas kasurnya
"Siapa kamu ,!!?"tanya Jaka.
"Hhehe maaf ya menganggu, aku tadi sedang bermain peta umpet sama pacar aku. Aku kira kamar ini kosong, soalnya gelap sekali," ucap Ola lalu beranjak dari tempat tidur Jaka.
Jaka hanya melongo melihat wanita itu melewati dirinya begitu saja dan keluar kamar tanpa sepatah kata pun.
Karena malas berfikir, Jaka memutuskan untuk tidur. Dia juga tidak lupa mengunci kamarnya kembali agar tidak ada tikus masuk lagi.
__ADS_1