
Pangeran memakirkan mobilnya dengan asal. Ia berlari secepat mungkin untuk mencari keberadaan Paula di bandara.
Pangeran menggunakan tenaganya dengan penuh untuk mencari keberadaan Paula, namun tetap tidak membuahkan hasil.
Beberapa pesawat tujuan luar negeri sudah lepas landas, Pangeran berasa sangat putus asa. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.
Pangeran merenungi segalanya di kursi panjang yang kosong. Ia menundukkan kepalanya dalam dalam.
"Apa yang sudah aku lakukan!? Aaahh bodoh !! bodoh !! Bodoh !!" Pangeran terus memukuli kepalanya sendiri.
"Heh, bodoh !!" ucap Pangeran sambil menyeringai.
"Kenapa aku mengejarnya, untuk apa lagi aku mempertahankan hubungan yang tidak seharusnya terjalin. Kamu berhak bahagia dengan pria pilihanmu Paula. Selamat tinggal," gumam Pangeran dengan lirih sambil menatap kepergian pesawat yang menjauh dan hilang ditelan awan.
Meski berkata begitu, entah mengapa hati Pangeran merasakan ketidaknyamanan melihat kepergian Paula. Namun, kebodohannya telah mampu membuatnya mengalahkan hati nuraninya sendiri.
Pangeran keluar dari bandara dengan tatapan penuh keangkuhan, ia memakai kacamatanya dan membuka pintu mobil milik Yuda.
Dengan kekuatan penuh, Pangeran menginjakkan pegas gas mobil sehingga mengeluarkan bunyi suara khas ban mobil yang seperti kepater.
Walaupun bibirnya mengatakan "Pergilah" nyatanya ia merasakan hawa panas menyelimuti hatinya.
Entah apa yang sedang difikirkan Pangeran, ia terus melajukan mobilnya tanpa arah tujuan yang jelas. Hatinya terus bergejolak dalam kebimbangan yang begitu nyata, namun ia terus menolaknya mentah-mentah.
"Pergilah, pergilah sejauh mungkin sampai aku tidak dapat lagi menemukan kamu."
..
Di Villa, kini semua orang mau bertemu sapa hangat kepada Sarah. Bahan Yasmin yang awalnya sangat membenci kehadiran Sarah kini dapat menerimanya walaupun sikapnya tidak semanis yang lain.
"Sarah, mama harap kita semua bisa melupakan semua yang telah terjadi. Kita jalani hidup kita yang baru, dan semoga kamu dapat menemukan pria yang pas untuk masa depan kamu," ucap Mama Ratu dengan tulus.
"Terima kasih mah, pah, dan semuanya. Terima kasih karena kalian sudah dapat menerima aku disini. Aku tidak ingin lagi memikirkan jodoh mah, aku hanya akan fokus untuk bekerja dan membesarkan putriku Laras."
"Kamu ingin kerja apa Sarah?"tanya mama Lauren.
"Kemungkinan aku ikut dengan Bayu dan Ola di Prancis Tante," ucap Sarah dengan yakin.
"Mbk, lalu bagaimana dengan Laras?"tanya Mumut.
"Aku akan mengajaknya jika dia mau."
"Laras ingin, tapi kak Raka sudah berjanji akan membuat Laras bisa jalan lagi," ucap Laras yang bingung.
"Begini saja, kami akan mengantarkan Laras ke Prancis jika Laras sudah dapat berjalan lagi," ucap Mama Ratu dengan tulus, walaupun sebenarnya ia berat harus dipisahkan oleh cucunya, namun mama Ratu tidak ingin egois. Laras adalah anak Sarah, ia berhak penuh atas Laras.
"Terima kasih banyak ya mah, terima kasih karena telah merelakan Laras untuk tinggal dan hidup bersamaku."
"Kamu adalah ibunya, kamu adalah wanita yang paling di butuhkan untuk perkembangan Laras ..."
Oweek... Oweeek ... Suara baby Ju terdengar memenuhi ruangan. Yuma dan Raka yang sedang memomong Baby J di buat bingung dengan tangisan Bayi Ju yang tiba tiba.
__ADS_1
Yuda yang mendengar putranya menangis langsung menghampirinya.
"Ada apa Raka?"
"Tidak tahu pah, tiba tiba saja baby Ju menangis," jawab Raka yang sedang menggendong Baby Ju.
"Sini papa gendong. Sebaiknya kalian ikut keluar, Sarah akan pergi ke Prancis," ucap Yuda memberi tahu.
"Apa !! Tante Sarah akan pergi ke Prancis?"tanya Yuma
"Iya sayang .."
Mama Ratu dan mama Lauren datang untuk mengambil baby Jay dan baby Jim.
"Sini, biar baby J kami yang asuh. Kalian keluarlah," ucap Mama Lauren.
"Baik Nek ,,"ucap Yuma lalu keluar bersama dengan Raka.
"Hemm, ternyata Baby Ju sedang ingin digendong papanya ya," ejek mama Lauren yang melihat baby Ju tenang digendongan Yuda.
"Iya mah, uuuhh dia sangat menggemaskan ya mah, sangat mirip denganku," jawab Yuda dengan rasa bangga.
"Iya Darling, dia sangat mirip denganmu."
"Mamah !! Jangan panggil aku seperti itu lagi, aku sudah memiliki istri dan anak. Apa kata orang nanti ..!"ucap Yuda kesal di panggil begitu oleh ibunya.
Mama Lauren yang mendengar anaknya mengeraskan suara langsung menjewer telinganya.
"Aauuuww mamahh, ampuun ...!!"
Mama Ratu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan ibunya itu.
...
"Mama Sarah," sapa Raka.
"Raka ?"
"Mama Sarah katanya akan pergi ?"
"Iya sayang, dan mama akan mengajak Laras."
"Lalu bagaimana dengan terapi Laras?"
"Katanya nenek akan mengantar Laras ke Prancis jika Laras sudah bisa berjalan lagi," jawab Laras.
"Laras, apa kamu benar benar akan pergi?"tanya Yuma sendu.
"Yuma, kamu tidak akan kesepian lagi karena sudah ada baby J disini," bujuk Laras.
"Aku akan sangat merindukan kamu Laras," ucap Yuma memeluk Laras.
__ADS_1
"Aku masih belum akan pergi Yuma."
"Tapi cepat atau lambat kamu akan pergi juga," ucap Yuma yang masih merasa tidak terima.
"Apa Yuma ingin ikut dengan kami?" ucap Sarah bergurau.
"Hehe tidak Tante, Yuma disini saja. Yuma ingin bermain dengan Baby J," ucap Yuma dengan canggung.
"Mbak kapan akan terbang ?"tanya Mumut.
"Nanti malam aku akan melakukan penerbangan. Semakin cepat semakin baik bukan," ucap Sarah dengan senyum sendunya.
"Raka doakan semoga mama Sarah dapat kebahagiaan disana," ucap Raka dengan manis.
Sarah yang merasa tidak tahan langsung memeluk Raka. Ia benar-benar merasa sangat bersalah kepada Raka. Meski ia tidak pernah menjahati anak pintar ini, tapi dia dulu hampir membunuh ibunya.
"Maafkan semua kesalahan mama ya sayang, mama tidak menyangka kamu akan tumbuh besar secepat ini. Mama sangat menyayangi kamu," ucap Sarah dengan tulus.
Mumut meneteskan air matanya dengan sesekali, ia tidak menyangka jika hubungan Sarah dan Pangeran akan benar benar berakhir seperti ini.
...
Malam ini, Sarah benar benar akan meninggalkan Indonesia. Ia sesekali melihat kebelakang untuk memastikan seseorang hadir di detik detik akhir perpisahannya. Namun Sampai pesawat lepas landas, Pangeran tidak juga menampakan batang hidungnya.
Setelah pergi menyusul Paula, Pangeran tidak juga lekas kembali ke vila. Tidak ada yang mengetahui dimana keberadaan Pangeran sekarang. Orang-orang hanya menduga jika Pangeran sedang menghabiskan waktu bersama dengan Paula.
Namun kenyataannya, kini Pangeran berada di sebuah bar yang terdapat didalam hotel mewah. Pangeran yang sudah sangat lama tidak mencicipi minuman beralkohol itu, kini terkapar karena telah menghabiskan beberapa botol dengan kadar yang cukup tinggi.
Pangeran berjalan terhuyang-huyang memasuki kamarnya yang berada di lantai paling tinggi.
Pangeran terkejut melihat wanita seksi hampir telanj*ng ada didalam kamarnya. Dia sekuat tenaga supaya tetap terjaga.
"Siapa kamu !!?"
"Sayang, no marah marah .. Aku disini akan menemani kamu sampai kepuasan yang tidak terbatas," ucap si wanita ulat bulu.
Pangeran yang malas berdebat langsung mengambil uang di dompetnya dan melemparkannya ke tubuh wanita itu.
"Ambilah dan keluar dari kamarku," ucap Pangeran yang masih terus menjaga kesadarannya.
"Tuan, bukankah Anda tadi yang sudah memesan sang pemuas handal seperti aku,?"tanya si wanita yang merasa kecewa.
"Aku berubah pikiran ! Sekarang keluarlah sebelum aku melemparkanmu dari jendela," ancam Pangeran terlihat sangat serius.
Wanita dengan secepat kilat memungut uang itu dan meninggalkan Pangeran.
Pangeran melonggarkan dasinya dan menjatuhkan dirinya diatas kasur yang empuk.
Ia menatap langit-langit dan melihat bayang-bayang Paula disana.
"Jangan pergi, maafkan aku ..."gumam Pangeran sebelum ia akhirnya benar-benar tidak sadarkan diri.
__ADS_1
....
Budayakan LIKE sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏☺️