
Malam itu semua yang berada di villa sudah bersiap untuk mendatangi acara resepsi Bayu dan Ola. Mereka serempak menggunakan baju berwarna merah..
Pangeran dan Yuda bak papa muda yang terlihat begitu sangat gagah dan tampan.
Dua putri yang begitu manis dan cantik terlihat sangat anggun dengan gaun merah yang mereka kenakan.
"Apa anak anak papa sudah siap ?"tanya Pangeran.
"Siap papah, apakah kami sudah terlihat seperti anak kembar ?"tanya Laras antusias. Sejujurnya wajah mereka sangat berbeda. Laras dan Raka sangat mewarisi wajah Pangeran yang agak kebule bule'an.
Sedangkan perpaduan Yuma sangat pas, terlihat bule indo diwajah Yuma, sehingga menjadikannya gadis yang sangat manis dan imut.
"Emm kalian sudah seperti pinang di belah dua," balas Pangeran mencoba menghibur mereka.
Yuda yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri mereka.
"Papah dan Ayah juga terlihat sangat mirip !"ujar Yuma.
"Tidak Baby, ini hanya baju kita saja yang sama ,,!"jawab Yuda yang sedikit tidak terima di kembar kembarin dengan Pangeran.
"Tapi benar kok pah Yuda apa yang di katakan Yuma, kalian cukup mirip !"ucap Laras menyetujui perkataan Yuma.
"Sudahlah sayang, iya kami mirip karena hidung kami sama mancung !"jawab Pangeran yang tidak ingin berdebat.
"Hanya Yuma yang memiliki hidung seperti mama, seksi dan menggemaskaaaaaan...." Ujar Yuma yang awalnya bersemangat tiba tiba sendu ketika teringat Mumut.
Semua orang saling lempar pandang.
"Ah Yuma sayang, ayok sini papa gendong ke mobil. Laras biar di bantu oleh Ayah Pangeran," ucap Yuda dengan semangat 45.
"Apa papa kuat ?"tanya Yuma antusias.
"Yes baby, apa Yuma meragukan otot otot papa yang besar ini !!?"
"Tidak pah, papa dan ayah Pangeran sangat hebat karena memiliki otot yang sangat besar. Suatu saat jika Yuma sudah besar, Yuma ingin memiliki kekasih yang ototnya besar juga,," ucap Yuma tersenyum pada Yuda, membuat Yuda sedikit tercengang.
Pangeran yang mendengar anaknya baru berusia 7 tahun sudah mengenal pacar pacaran ikut tercengang.
"Yuma ...! Apa yang Yuma katakan ? Kekasih ???"tanya Pangeran mengintimidasi.
Yuma yang baru tersadar dari apa yang sudah dia katakan langsung menutup mulutnya dan menyengir kearah Pangeran.
"Hehe bercanda Ayaaah ..." Jawab Yuma dengan senyum canggungnya.
Laras yang melihat tingkah Yuma hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Sudah sudah, Ayok kita berangkat !!"ucap Laras yang sudah merasa jenuh.
.
Akhirnya,, mereka semua keluar dari mobil dengan gaya mereka yang sangat manis.
Yuda menggandeng tangan Yuma, dan Pangeran mendorong kursi Laras.
Langkah kaki mereka berjalan dengan serempak, membuat kekompakan mereka semakin memancarkan pesona yang tidak biasa.
__ADS_1
Semua mata memandang kearah mereka.
Para gadis gadis saling berbisik bisik.
"Oh ya tuhaaan, walaupun mereka duda beranak 10 aku akan tetap menerima mereka jika kami memang berjodoh," ujar salah satu tamu undangan.
"Ya Yuhaaann, sisahkan aku satu yang begini di dunia.. aaahhh mereka sangat tampan sekali !! Jantung aku berasa ingin berhenti !!"
"Oh my God, apakah mereka manusia,,, Emm wangi mereka telah sampai kedasar paru paruku membuat aku sangat sulit bernafas.!"
Begitulah para gadis gadis yang telah terlena oleh pesona papa muda bak Pangeran yang sedang mencari mama muda untuk anak anak mereka. Namun kenyataannya, Yuda maupun Pangeran tidak sedikit pun melemparkan senyum kepada wanita wanita yang ingin di garuk dengan sikat wc..
.
"Hay Om Hay Tante Ola ,,"sapa Yuma.
"Oh Hay, kalian telah sampai .. uuh ponakan Oom cantik cantik sekali !!" Balas Bayu.
"Terima kasih om ,," ucap Yuma dan Laras serempak.
"Selamat ya broo.. akhirnya ,," ucap Pangeran memberi selamat.
"Thanks juga bro sudah mau menyempatkan diri datang ke acara resepsi aku .."
"Haruslah, kamu bukan hanya partner kerja, kamu sudah aku anggap sahabat, adik dan juga orang terpenting dalam hidupku," balas Pangeran penuh kebanggaan terhadap Bayu.
Mendengar itu, Bayu sedikit merasa bersalah karena dirinya selama ini telah banyak berbohong dan menghianati Pangeran. Namun semua itu Bayu lakukan untuk kebaikan semua orang disaat itu.
"Hay,, selamat ya.. Dan ini kado dari kami," ucap Yuda memberikan sebuah tiket pesawat dan paket liburan lengkap kepada mereka.
Ola langsung mengambil cek itu dan menundukkan kepalanya.
"Terima kasih kak, terima kasih banyak,, kalian baik banget sama kami ,," ujar Ola dengan hati yang berbunga bunga. Dengan cek ini, dia bisa membeli rumah impian yang ia idam idamkan.
Pangeran dan Yuda saling senyum.
"Ola, kamu simpan cek itu untuk tabungan kalian. Dan ini hadiah dari kami, aku dan Yuda patungan membelikan kalian sebuah rumah baru, semoga kalian suka," Pangeran memberikan sebuah kunci rumah kepada Bayu.
Bayu tidak menyangka jika ia akan mendapatkan kado sebesar ini.
"Emm Yuda, Pangeran,, apakah ini tidak berlebihan ?"tanya Bayu merasa tidak enak.
Melihat harga diri suaminya, Ola yang awalnya sangat antusias jadi kembali berfikir.
"Iya kak, apakah ini tidak berlebihan ?"ujar Ola yang juga merasa tidak enak.
"Apa yang kalian katakan.. Bayu, ini tidak seberapa dengan semua sudah kamu lakukan kepada kami. Berkat kamu, aku maupun Yuda bisa mengenal dan mencintai Mumut," ujar Pangeran.
Kenyataannya memang begitu. Semua ini adalah berkat Bayu, andai Bayu dulu tidak memfoto Mumut, maka dia tidak akan mendapat kabar jika Mumut sedang hamil anak Pangeran. Bahkan kebersamaan Yuda dan Mumut tidak lepas dari campur tangan dari bayu. Andai Bayu tidak bisa diajak kerja sama, maka Yuda tidak akan pernah mendapatkan Mumut.
Bayu menahan tawanya. Bagaimana tidak, dia adalah pria yang pertama kali mencintai Mumut di bandingkan dengan Yuda dan Pangeran. Namun kenyataannya, ia lah yang membantu dua pria untuk menikahi wanita yang dia cintai.
"Hahaa,,, baru kali ini aku melihat pria bucin bisa bekerja sama seperti ini,," ejek Bayu.
"Apa kamu sedang mengejek kami !?"tanya Yuda dengan senyum.
__ADS_1
"Haha tidak tidak,, lupakan segalanya.. dan kalian harus fokus dengan mereka," ucap Bayu menunjuk kearah Yuma dan Laras yang sedang mencicipi banyak makanan.
"Kamu benar Bayu, kami hanya akan fokus untuk menjaga dan mencintai putri putri kami," ujar Pangeran yang mendapatkan tepukan di punggungnya dari Yuda.
"Mereka adalah jantung kami, dan kami akan selalu mencoba untuk mencari keberadaan Mumut dan Raka," ujar Yuda dengan lirih.
"Aku akan mencoba membantu semampu aku," ucap Bayu.
"Ya sudah, aku akan menghampiri klien klien ku disana dulu ya,," ucap Yuda meninggalkan mereka.
Pangeran juga ikut menyapa teman temannya.
..
Yuma dan Laras sedang asyik makan makanan yang mereka ambil. Karena acara lempar bunga akan segera di adakan, Yuma dan Laras sedikit menjauh.
"Laras, aku kekamar mandi sebentar ya. Kamu disini dulu jagain makanan kita, awas jangan sampai di ambil orang loh ya," ucap Yuma dengan panjang lebar.
"Iya Yumaaa, tenang saja ...!"
"Bagus, kamu tunggu disini jangan kemana mana !"
"Heeeemmm...."
..
Semua orang berlari kearah sepasang pengantin untuk mendapatkan buket bunga yang akan di lempar oleh kedua mempelai.
Salah satu tamu tidak sengaja menabrak Laras sampai Laras terjatuh, namun orang itu tidak memperhatikan sekitar dan hanya fokus pada acara yang akan dimulai.
Paula yang melihat itu langsung mencoba untuk membatu Laras untuk bangkit.
"Aduuhh !! Itu orang gak punya mata apa ya, kamu tidak papa kan dek ?"tanya Paula.
"Tidak papa Tante,."
"Sini Tante bantu kamu naik kekursi roda .."
Namun, ketika Paula Sedang mendudukkan Laras ke kursi roda, pengantin sudah memulai menghitung untuk melemparkan buket bunga. Paula yang tidak ingin ketinggalan karena dirinya juga ingin segera menikah, langsung meninggalkan Laras bagitu saja ketika Laras sudah duduk di kursinya. Namun karena buru buru, tangan Paula tidak sengaja mendorong kursi Laras kebelakang dan Paula berlalu begitu saja.
Disisi lain, Pangeran yang sedang mencari keberadaan Laras dan Yuma sekilas melihat adegan jika Paula telah mendorong kursi anaknya.
"Bruuuk !!" Laras terjatuh dan terjungkal.
"Laraaas !!"teriak Pangeran berlari kearah anaknya.
"Sayang, kamu tidak papa kan !?"tanya Pangeran dengan cemas.
"Laras tidak papa pah ,,"
"Papa akan memberi pelajaran pada wanita itu !!"ucap Pangeran dengan aura membunuh.
Laras yang ingin menjelaskan tidak dapat berkata kata karena Pangeran sudah pergi untuk mencari Paula.
Wajah dingin dan aura mematikan membuat beberapa orang yang melihat itu merasa takut. Yuda yang melihat Pangeran seperti sedang emosi mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
Yuda melihat Laras yang terlihat acak acakan, dan mencoba untuk mendekatinya dan bertanya ...