
Operasi Yuma berjalan dengan lancar. Semua orang sedang bersiap siap untuk menanti perban putih yang menutupi mata Yuma untuk segera di buka.
Semua orang bersiap siap untuk meledakan petasan kejutan untuk menyambut Yuma.
Semua ruangan di penuhi dengan hiasan dan juga balon.
Jaka memulai menghitung..
"Sayang, hitungan ketiga buka mata pelan pelan ya .
... 1 .... 2 .... 3.... Dooorr !!! Horeeee !!!" Selamat datang sayang" sambut Mama Lauren. Namun Yuma masih diam saja.
"Baby, ada apa ?"tanya Yasmin merasa heran melihat ekspresi Yuma yang datar.
"Aunty, Yuma masih belum bisa melihat dengan jelas .. semua buram !!"ucap Yuma merasa sedih.
"Oh ya ampuuun. !! Jaka, apa operasinya gagal !?"tanya mama Lauren.
"Jaka !! Jelaskan pada kami !?"tanya Yuda yang menahan geram.
Dokter Angel berlari keruangan Yuma..
Hos.. hos.. hos.." maaf, saya terlambat," ucap Angel ngos ngosan masuk kedalam ruangan Yuma.
"Dokter Angel bagaimana ini, kenapa Yuma masih tidak dapat melihat ?"tanya Pangeran.
"Maaf semuanya, kalian tenang," ucap Angel mendekati mereka sambil tersenyum.
"Tenang bagaimana ? Cucu saya masih belum bisa melihat !!"ucap Mama Ratu merasa kecewa.
"Operasi tidak gagal, hanya saja memang penglihatan Yuma tidak dapat seratus persen sembuh total. Dan aku membawakan ini," ucap Angel memakaikan kaca mata kepada Yuma.
Ketika Yuma memakai kaca mata, perlahan semuanya menjadi jelas. Senyum Yuma mengambang sangat lebar, Yuma merasa sangat senang. Yuma akhirnya bisa melihat Yuda, Pangeran, Laras, kedua neneknya dan kakeknya, dan juga Yasmin, Jaka dan dokter Angel begitu pun dengan semua hiasan yang memenuhi ruangan Yuma.
"Aku ... Aku dapat melihat kalian semua !!"ucap Yuma merasa sangat senang.
"Horeeeeeee !!!!" Sorak mereka terdengar sangat riyuh ramai..
"Syukurlah sayang,, aunty yakin Yuma pasti bisa melihat aunty yang canyik ini lagi?"tanya Yasmin sambil menyeka air matanya.
"Tentu aunty, lihatlah kantung mata aunty, apakah aunty habis menangisi sesuatu ?"tanya Yuma membuat Yasmin dan Jaka menunduk.
"Ah, ini bukan apa apa sayang. Aunty hanya kurang tidur karena memikirkan dirimu," ucap Yasmin memaksa senyumnya.
__ADS_1
Namun hal tidak terduga terjadi, tiba tiba Jaka mendekati Yasmin dan memegang kedua tangannya.
Semua orang menatap ke arah Yasmin dan Jaka. Yuma dan Laras saling lempar senyuman melihat aunty dan Oom mereka terlihat sangat romantis.
"Sayang, maafkan aku. Kesibukan aku dan ketidak peka'an aku membuat hubungan terlihat sangat membosankan, namun karena ketulusan dan kesetiaan kamu, kita masih berdiri di sini sebagai sepasang kekasih. Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sungguh sangat mencintai kamu... Maukah kamu menikah denganku?"
Semua orang membelalakkan mata mereka, mereka berharap jika Yasmin akan berkata, yes.
"Apa kamu melamar aku ?"tanya Yasmin benar benar merasa ingin terbang bebas dan menebus awan untuk menari nari dengan sekelompok burung dan pelangi.
Jaka mengangguk dan berharap agar Yasmin menerima dirinya.
Namun seketika wajah Yasmin muram.
"Dimana cincinnya ?"tanya Yasmin membuat Jaka tercengang.
"Apakah harus pakai cincin ?"tanya Jaka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Yasmin melengos dengan kesal.
Melihat itu, Yuma bergerak untuk membantu. Yuma melepaskan kalungn dan mengambil cincinnya.
Diam diam Yuma memberikannya kepada Jaka tanpa sepengetahuan Yasmin. Semua orang yang melihat itu hanya bisa menahan tawa. Berbeda dengan Pangeran, dia yang tahu jika cincin itu adalah pemberiannya untuk Mumut merasa tidak terima. Namun mama Ratu memberi kode kepada Pangeran untuk diam saja, dan akhirnya dengan berat hati Pangeran mengikhlaskan cincin itu.
"Sayang, maafkan aku ya. Tentu aku membawanya, mana mungkin aku lupa untuk membelikan kamu sebuah cincin yang cantik," ucap Jaka membuat Yasmin memutarkan badanya.
"Apa kamu tidak bohong, mana cincinya ?"tanya Yasmin antusias.
Jaka memakainya Kejari Yasmin.
"Emm cincin ini terlihat kuno," ucap yamsin membuat semua orang menahan detak jantung mereka.
"Tapi aku suka,, makasih ya sayang !!?"lanjut Yasmin membuat semua orang bernafas dengan lega.
"Selamat ya,, "
"Selamat ya ,," begitulah ucapan selamat dari mereka semua yang ada disana.
Sampai akhirnya Yuma menanyakan sesuatu yang di takutkan semua orang.
"Oya, dimana mamah? Apa dia sedang berada di perjalanan ?"tanya Yuma dengan antusias.
Semua yang berbahagia langsung diam seketika. Mereka semua mendudukkan kepala.
__ADS_1
"Sayang, maafkan kami yang telah berbohong kepadamu," ucap Yuda mendekati Yuma.
"Maksudnya apa pah ?"tanya Yuma merasa sesuatu yang tidak beres.
Yuda yang tidak tahan langsung pergi dari sisi Yuma dan menjauh. Wajah Yuma terlihat sangat bingung dengan sikap semua orang yang tiba tiba berubah.
Pangeran mencoba mendekati Yuma dan memeluknya.
"Sayang, maafkan kami karena telah berbohong. Sejujurnya,,,, sejujurnya ibu kamu dan Raka telah tiada, mereka telah meninggal dunia," ucap Pangeran dengan lirih.
Namun di telinga Yuma, suara lirih Pangeran adalah petir yang membuat jantungnya langsung berdetak sangat kencang.
"Apa ,,, tidak mungkin ayah !! Tidak mungkin !. Yuma mohon tolong telfon mama sekarang, Yuma ingin bicara dengan mama, yah .. plisss, tolong jangan bercanda lagi dong, kepala Yuma sudah sakit dari kemarin dan sekarang Yuma tidak ingin merasakan sakit lagi..."
Namun semua orang hanya diam, mereka tidak sanggup lagi harus terus-menerus berbohong kepada Yuma. Tetapi ini adalah jalan satu satunya agar Yuma dapat menerima kepergian Mumut dan Raka.
Laras yang sudah mendengar semua penjelasan dari Pangeran akhirnya ikut adil untuk bekerjasama. Laras mendekati Yuma dan memegang tangannya.
"Yuma, kamu harus kuat dan tabah, ibu dan kak Raka sudah tenang di alam sana. Kamu jangan bersedih ya, kamu harus kuat," ucap Laras membuat yuma tidak percaya.
"Apa yang kamu katakan Laras !! Aku tidak percaya !! Aku ... Ak ..uuu,,," Yuma tiba tiba memegangi kepalanya dan pingsan.
Semua orang sangat khawatir, mereka sangat terpaksa berbohong seperti ini supaya Yuma bisa menerima kenyataan dan tidak lagi mengungkit ngungkit kepergian Mumut dan Raka.
..
Di luar ruangan Jaka mengatakan kepada semua orang bahwa yuma akan baik baik saja. Yuma hanya sedang syok.
"Jaka, apa Yuma sudah bisa dibawa pulang ?"tanya mama Lauren.
"Bisa Mah, setelah siuaman kita harus sering sering membawa Yuma jalan jalan agar fikirannya bisa kembali fres dan tidak setres," jelas Raka.
"Yuma akan tinggal dengan aku," ucap Mama Ratu.
"Oh tidak bisa jeng, Yuma tetap akan tinggal dengan aku," ucap Mama Lauren yang tidak rela.
"Tapi dia cucu aku !?"ucap Mama Ratu yang membawa statusnya.
Yuda dan Pangeran membuka suara.
"Yuma dan Laras akan tinggal bersama, aku dan Pangeran sudah membeli sebuah villa baru untuk kami tinggali. Disana suasananya sangat pas untuk menangkan diri, aku harap mama dan Tante Ratu bisa mengerti," ucap Yuda.
Yah, Yuda dan Pangeran sudah memikirkan ini dari jauh jauh hari. Mereka tahu jika kedua orang tua mereka akan merebutkan Yuma, dan akhirnya mereka mengambil keputusan ini untuk kebaikan bersama.
__ADS_1
Mama Ratu dan mama Lauren akhirnya terdiam, mereka tidak dapat mencegah anak anaknya yang ingin berpisah. Lagipula, ini adalah jalan yang terbaik untuk semuanya.