
1 Bulan telah berlalu.
Ini adalah hari pernikahan Yasmin dan Jaka. Sesuai janji, dari dekor, baju, makanan dan tempat semuanya pilihan dari Yuma dan juga Laras. Mereka tidak menyewa gedung, namun acara di selenggarakan di taman belakang rumah Tuan Aska. Karena ada danau buatan, membuat taman itu terasa sangat alami.
Mumut dan Raka menyaksikan acara pernikahan Jaka dan Yasmin, Mumut merasa terharu melihat adiknya yang akhirnya mengambil keputusan tepat dengan menikahi Yasmin.
"Buk, aunty dan om Jaka terlihat sangat Serasi ya," ujar Raka tersenyum, Raka sengaja berekspresi tegar supaya ibunya tidak merasa sedih dan syok kembali.
"Iya nak, ibu merasa sangat senang. Andai ibu berada disana, maka senyum inilah yang paling lebar di antara mereka," ujar Mumut yang langsung memraktekan senyumanya.
"Hahahaa ibu ini ada ada saja," tawa Raka tidak tahan dengan sikap mengemaskan dari ibunya.
"Semoga pernikahan mereka Sakinah mawadah warahmah dunia akhirat, amiiin. !!"
"Amiiin ya Allah .."
..
Semua tamu undangan memberi selamat kepada kedua mempelai. Sampai akhirnya, ada tamu spesial yang sengaja Yasmin undang untuk menunjukkan bahwa dirinya lah pemenangnya.
Paula mendekati Yasmin dan Jaka. Melihat musuhnya datang, Yasmin langsung mempererat menggandeng tangan Jaka.
"Hay dokter Jaka, Hay Yasmin.. selamat ya, aku turut ikut senang akhirnya kalian menikah juga. Dan Oya, ini ada kado dari aku," Paula memberikan sebuah cek paket liburan bulan madu ke Jepang.
Yasmin tidak percaya dengan sikap manis dari mantan sahabatnya itu.
"Lala, kamu tidak ..."
"Tidak inces, aku tidak cemburu sama sekali. Aku sudah katakan padamu berapa kali saja, aku dan dokter Jaka tidak ada hubungan apa apa, waktu itu hanyalah salah faham karena aku tidak tahu bahwa dokter Jaka sudah mempunyai pacar dan itu kamu. Jika aku tahu dokter Jaka adalah pacar kamu, aku juga akan ikut memantaunya di rumah sakit supaya dia tidak berani untuk menggoda pasien yang cantik dan seksi," ujar Paula di barengi dengan gurauan.
"Oouuuhhh Lalaaa,,, maafkan aku ya !! Maafkan aku !!"Yasmin langsung memeluk sahabatnya. Yasmin merasa sangat bersalah karena selama ini dia tidak ingin mendengar penjelaskan apapun dari sahabatnya.
Jaka hanya tersenyum senang melihat kedua sahabat saling berpelukan dan memaafkan.
Paula melihat Jaka dengan lekat lekat. Paula merasa ingin mengatakan sesuatu, namun Ia sudah berjanji dengan Mumut dan Raka.
"Hay !! Kenapa, kok ngelamun ?"tanya Yasmin menganggetkan Paula.
"Ah tidak papa inces.. Oya inces, aku pulang dulu ya soalnya mamah sedang sakit, aku tidak ingin meninggalkannya lama lama," ujar Paula.
"Loh Tante uni sakit apa ? Apa sudah di bawa berobat ?"tanya Yasmin.
"Sudah nces, biasalah sakit asam lambungnya kumat."
"Em gitu, salam ya untuk Tante uni, aku janji jika ada waktu luang akan maen kerumah kamu," ujar Yasmin yang sejujurnya sangat merindukan sahabatnya.
"Ok , aku tunggu ya ,," ujar Paula sambil meninggalkan pelaminan.
Ketika berjalan, gaun panjangnya tidak sengaja terinjak oleh sepatunya sendiri sehingga Paula kehilangan keseimbangan.
Hap !! Seorang pria tampan menangkap tubuh Paula. Ia adalah Yuda.
__ADS_1
"Ah, makasih Tuan terima kasih banyak," ucap Paula merasa sangat malu, dan Paula masih belum menyadari jika Yuda adalah kakak dari Yasmin.
"Ia tidak papa, hati hati jika berjalan," ucap Yuda lalu meninggalkan Paula.
Paula mengingat ingat sesuatu," sepertinya aku pernah melihat orang itu, dimana ya ?"pikir Paula.
"Aah ya ,bukankah dia tamu yang datang dengan pria jahat itu kerumah !?"batin Paula yang mengingat semuanya.
Ketika ingin keluar dari acara pesta, tiba tiba Paula merasa perutnya memberontak ingin mengeluarkan hajat yang sudah tidak di terima di dalam ususnya.
"Ah mbak, kamar kecil dimana ya ?"tanya Paula kepada pelayan.
"Lurus, belok kanan dan lurus lagi belok kiri," jawab si pelayan lalu pergi karena pekerjaan yang banyak
Paula langsung menepuk jidatnya.
"Kenapa aku harus bertanya, kan aku dulu sering main kerumah ini !!"batin Paula menggerutui dirinya sendiri.
Paula sebenarnya beberapa kali melewati lukisan gambar keluarga besar yang terpampang jelas di dinding. Disana lengkap ada foto Yuda, Mumut, Raka dan Yuma.. namun entah mengapa lukisan itu tidak menarik perhatian Paula, apa mungkin karena sudah saking kebeletnya.
Di saat akan masuk WC, tiba tiba ada seseorang yang keluar dari WC, karena sama sama terkejut, akhirnya mereka saling tabrakan.
Pangeran menahan tubuh Paula supaya tidak terjatuh.
"Pria ini lagi !!"
"Wanita ini lagi !!"
"Duuuuuuooott !!"Paula tidak sengaja mengeluarkan gas beracunya.
Namun Karena sudah berada di ujung tanduk, Paula tidak menghiraukan Pangeran dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Bruuuuuttt brooot broot broot brooooooottt !!! Ahhhhh leganyaaaaaa !!" Senyum Paula mengambang dengan lebar.
Namun Paula tidak sadar, karena terburu buru, Ia tidak sadar jika jika dia lupa untuk menutup pintunya.
Pangeran berdiri mematung melihat apa yang ada di depannya.
"Aaaaaaaaahhhhhhkkkkkkkkk !!!!!!!!""teriak keduanya saling sahut menyahut. Pangeran langsung menutup pintu kamar mandi dan mulai memaki.
"Dasar wanita jorok !! Tidak ada sopan sopannya !! Apa tidak bisa menutup pintu dulu !!"teriak Pangeran yang masih memegangi pintu agar tidak terbuka.
"Maaf Tuan maaf, kamu bisa pergi sekarang karena aku sudah mengunci pintunya !!"teriak Paula dengan wajah yang sudah memerah karena rasa malu yang ia rasakan.
Setelah puas uring uringan, akhirnya Pangeran memutuskan untuk pergi meninggalkan Paula.
Paula yang melihat bayangan kaki Pangeran telah berlalu, langsung mengelus dadanya.
"Huuuuuuffffttt ... Ya tuhan, aku malu sekaliii... Mau di taroh mana muka aku iniiii ...... aaahhhh... !!" Paula benar benar tidak tahu lagi harus bagaimana, dia merasa sudah tidak ada harga dirinya lagi di depan pria yang sangat ia benci itu.
..
__ADS_1
Pangeran mendekat kearah Yuda. Terlihat jika wajah Pangeran sangat tidak enak di pandang.
"Ada masalah apa lagi ?"tanya Yuda.
"Apa terlihat jelas jika wajahku ini bermasalah !?"tanya Pangeran kesal sendiri.
"Hemm ..."
"Aku ketemu lagi dengan wanita menyebalkan itu," ucap Pangeran menahan kesalnya.
"Oh, jadi kalian bertemu lagi ? Dia hari ini terlihat cantik kok !"ujar Yuda.
"Apa cantik !? Wanita model begitu kamu bilang cantik !! Seleramu sangat jauh sekali denganku Yud !"ejek Pangeran yang merasa aneh Yuda mengatakan jika Paula cantik.
"Hahhaaa, hati hati pang .. bisa jadi dia jodohmu selanjutnya ," ucap Yuda dengan senyum mengejek.
"Cuih, aku akan memberi kamu 2 kapal pesiar jika ucapan kamu itu benar. Tapi sory Yud, dia bukan seleraku, wanita jorok seperti dia heh ! Amit amit jabang bayik !"umpat Pangeran.
"Baiklah, aku akan menunggu dua kapal pesiar itu menjadi milik ku,," goda Yuda membuat Pangeran semakin panas. Dengan kesal Pangeran pergi meninggalkan Yuda.
"Woy Pang mau kemana, ayok kita nyanyi bersama dengan Yuma dan Laras !!"teriakan Yuda tidak membuat kaki Pangeran berhenti melangkah.
"Hah dasar pria pemarah,," gumam Yuda menggelengkan kepalanya.
Di atas panggung, suara fals dari mama Ratu dan mama Lauren saling sahut sahutan. Banyak orang yang menutupi telinga mereka, namun mama Ratu maupun mama Lauren tidak menghiraukan siapapun yang penting mereka asyik sendiri.
"Nenek !! Turunlah, biar Yuma dan Laras saja yang menyanyi !!"teriak Yuma namun tidak di hiraukan oleh mama Ratu dan mama Lauren.
"Huh dasar nenek nenek gak mau kalah ya !"umpat Yuma dengan kesal.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mama Lauren dan mama Ratu turun dari panggung dengan senyum yang sangat puas.
Yuma tersenyum dan mengajak Laras untuk bernyanyi.
"Laras, kita nyanyi yuk !?"
"Tapi bagaimana aku naik keatas panggungnya ?"
"Akan papah bantu," ujar Yuda yang tiba tiba muncul di belakang mereka.
"papaaah.. papa juga ikut menyanyi ya ?"ucap Yuma dengan senyum senang.
"Ayah juga akan ikut dengan kalian," ujar Pangeran yang juga tiba tiba muncul.
"Asyiiikk ... ayok kita nyanyi bareng bareng,," ujar Yuma antusias.
Di atas panggung mereka menyanyikan lagu yang sangat energik supaya acara berjalan dengan meriah. Suara ke empat penyanyi bagaikan emas, semua orang sangat senang mendengar suara mereka yang sangat merdu.
Mumut dan Raka sama sama tidak percaya, ternyata Yuda dan Pangeran bisa bernyanyi.
"Raka, Ternyata Ayah dan Papah'mu bisa menyanyi... suara mereka merdu sekali ya ?"ucap Mumut merasa terkejut sekaligus senang.
__ADS_1
"iya buk, Raka juga baru tahu jika Ayah dan papa Yuda bisa menyanyi. Buk, lihatlah adiku Yuma dan Laras, mereka benar benar mewarisi suara Raka," ujar Raka yang tidak ingin kalah dan ikut bernyanyi bersama Yuma dsn juga Laras.
Mumut hanya bisa tersenyum melihat semuanya. walaupun Mumut masih merasa tidak dapat menerima takdir ini, namun ia berusaha untuk ikhlas.