
Sarah dan Mama Ratu yang merasa ada sesuatu di tubuh Mumut, dengan keras berfikir untuk berbuat sesuatu.
"Mama, apa melihat perubahan Mumut tadi.!? Mamaaaah, Sarah takut jika memasuki Mumut adalah arwahnya, dan dia ingin membalas dendam kepada kita !!?"ujar Sarah yang merasa benar benar takut.
"Sayang, mana ada seperti itu. Dia mungkin sedang berakting agar kita simpati kepadanya," ucap Mama Ratu yang tidak percaya.
"Tapi mama, jika benar apa yang Sarah katakan bagaimana?. Bagaimana jika Mumut ingin balas dendam dan membunuh kita, hiiiiii...!"
"Apa sebaiknya kita mendatangkan memanggil paranormal sayang, kita butuh orang pintar untuk mengusir hantu di dalam diri Mumut," ucap Mama Ratu memberi ide.
"Itu maksud Sarah mamah, kita harus segera mencari orang pintar. Ayok mama !!"ucap Sarah antusias.
...
Mumut yang baru saja melakukan sholat Dhuha pun berdoa.
"Ya Allah Gusti, njenengan seng maha agung seng maha kuasa, Mumut njalok ngapuro ngeh seumpomo Kulo katah duso kaleh njenangan. Ya Allah Gusti, kenapa,kenapa Kulo ini memiliki otak yang bodoh, tidak seperti yang lain. Mumut merasa takut jika keluarga di rumah ini menyiksa Mumut lagi, Mumut benar benar tidak tahu apa salah Mumut, mereka suka sekali mengerjai Mumut.
Ya Allah Gusti, tulong buat Mumut menjadi anak yang pintar seperti Raka, anak Kulo. Tolong kabulkan doa Kulo ya gusti. Kulo ingin pintar dan cerdas seperti orang orang. Mumut sudah bosan dan waleh melihat orang orang menertawai Mumut. Mumut ingin cerdas supaya tidak ada lagi yang menertawakan Mumut ya Allah, kabulkankah dia hamba ya Allah, amiin,," Doa Mumut.
Setelah berdoa, Mumut merasa ada salah pada dirinya.
"Astaghfirullah halazim.. Kenapa aku kok malah ngeluh kaleh Gusti Allah,".batin Mumut yang teringat doanya.
Mumut tidak pernah mengeluh dengan semua yang sudah menjadi garis takdirnya. Tetapi entah mengapa kali ini Mumut merasa ada keinginan untuk berubah dan tidak ingin menjadi Mumut yang dulu.
"Semangat dan jangan mengeluh Mumut, kamu harus belajar keras supaya pintar ,," ujar Mumut memiliki tekat yang kuat pada dirinya.
Mumut yang merasa bosan di dalam kamarnya memutuskan untuk keluar.
__ADS_1
"Pada kemana semua orang, tapi gak papa. Aku juga takut sekali jika berada di dekat mereka. Jantung ku terasa berat dan susah nafas kalo ada mereka !"gumam Mumut bersyukur karena orang rumah pada tidak ada.
Sarah dan Mama Ratu sedang mencari paranormal. Sedangkan Pangeran langsung berangkat bekerja.
Mumut berjalan jalan mengelilingi rumah yang besar itu sampai tidak sengaja melihat ruang kerja Pangeran yang sedikit terbuka.
Mumut berencana ingin menutupnya, tetapi ketika ingin menutup, Mumut tidak sengaja melihat ada banyak buku yang tersusun di ruangan itu.
Dengan ragu ragu Mumut masuk kedalam ruangan itu.
"Waah bukunya banyak sekali, boleh gak ya aku pinjam satu," gumam Mumut yang tertarik ingin membaca.
"Satu saja masak tidak boleh sii ,,??"batin Mumut merasa takut jika di marahi.
"Ah, aku pinjam sebentar saja dan nanti aku kembalikan lagi," gumam Mumut yang tidak bisa menahan niatnya yang tiba tiba sangat ingin membaca.
Karena kejadian Ayah mertuanya, Mumut tidak ingin lagi menggunakan androk. Dia bertekad akan selalu menggunakan celana dan juga baju kaos tebal.
Setelah mengambil asal buku, Mumut berlari kekamarnya dan mengunci pintu.
"Huuuft untung tidak ada siapa siapa ,,"gumam Mumut merasa lega.
"Hemm ini buku opo Yoo,," batin Mumut melihat lihat sampul buku yang tebal itu.
Di saat Mumut ingin membuka buku itu, tiba tiba suara bel berbunyi.
"Hay Mumut ,,"sapa Yuda yang ingin menjenguk Mumut.
"Oh mas Yuda too, masuk mas," jawab Mumut ramah.
__ADS_1
Yuda mengerutkan keningnya mendengar Mumut memanggilnya "Mas" bukan Darling lagi.
"Ah iya Mumut terima kasih.."
Yuda menyerahkan buket bunga kepada Mumut,
"Ini untuk kamu Mumut," ucap Yuda.
"Wah bagus sekali, tapi ini buat apa ?"tanya Mumut heran.
"Haha ini untuk menemani tidur kamu agar bisa selalu bermimpi di taman bunga yang indah cantik," ucap Yuda.
"Waah benarkah mas, makasih Yoo. memang akhir akhir ini Mumut suka mimpi buruk," ujar Mumut yang masih terlihat polos di depan Yuda.
"Nah jika begitu pas sekali aku membawakan buket bunga ini untuk kamu, jika bunga ini sudah layu, kamu kabari aku saja dan nanti akan aku bawakan yang lebih besar," ucap Yuda menghibur Mumut.
"Makasih Yo mas, tunggu sebentar tak buatkan minum Yoo,, mas Yuda mau minum opo ?"
"Emm aku ingin segar segar .."
"Es jeruk saja ya ?"
"Ah iya, tidak papa .."
Mumut berlari kecil ke arah dapur untuk membuat Yuda jus. entah mengapa di depan Yuda Mumut bisa bersikap biasa dan tetap menunjukan sikapnya yang menggemaskan.
Yuda yang melihat Mumut berlari kecil membuatnya tersenyum senang.
"Aku sangat bersyukur masih bisa melihatmu kamu kembali Mumut, aku janji akan selalu menjaga kamu," batin Yuda yang tidak perduli jika yang akan dia jaga adalah istri orang.
__ADS_1