
Masih dalam pengaruh obat bius, Mumut menjalani operasi di paru parunya untuk menyedot sisa sisa air yang ada di dalam.
Masih dalam pengaruh bius.
Mumut melihat dirinya yang berada di dalam air. Mumut terkejut dia berada di dalam air yang dalam dan juga dirinya bisa bernafas di sana.
"Aku, aku bisa berenang, aku bisa nafas juga di dalam air,," ucap Mumut di dalam mimpinya yang tidak percaya.
Mumut menari nari di dalam air dengan sangat senang, dia melakukan tarian yang indah di dalam air. Semakin dalam semakin jauh Mumut terlena dengan kebahagian yang dia rasakan. Tiba tiba sebuah layar besar muncul dalam air itu dan memperlihatkan dirinya yang selalu di caci maki oleh orang orang. Kebahagiaan Mumut sesaat hilang ketika melihat gambaran dirinya sendiri.
Otak Mumut yang kurang dalam menangkap sesuatu tidak mengerti mengapa dirinya bisa di tindas sedemikian rupa.
Gambaran gambaran itu membuat Mumut merasa sangat sakit, dan dia ingin melupakan semua kejadian itu.
Mumut menyeka air matanya dan kembali tersenyum.
"Aah aku tidak ingin kembali, orang orang disana jahat jahat. mending Mumut berada di dalam air ini. Ini sungguh ajaib, Mumut bisa bernapas dan tidak tenggelam," ujar Mumut lalu menari nari lagi dan melupakan gambaran gambaran dirinya yang selalu disiksa.
Layar monitor berbunyi menandakan vital Mumut melemah.
Dokter dengan secepat memberi pertolongan pada Mumut.
Kembali di dalam mimpinya..
Mumut yang asyik menikmati hidup barunya di dalam air tiba tiba di kejutkan dengan suara anaknya, Raka.
"Ibuuuu,, ibu mau kemana, jangan tinggalkan Raka ibuu !!! ayok ibu pegang tangan Raka !!" ujar Raka..
Mumut melihat ke atas terdapat bayangan anaknya yang berada di dasar, Raka mengulurkan Tangannya untuk menarik ibunya.
"Raka ibu sudah bahagia disini nak,," ucap Mumut merasa bingung..
"Jika ibu pergi Raka dengan siapaaa !!"
__ADS_1
Mumut berfikir keras di dalam air itu,
"Naik atau disini, naik atau disini," batin Mumut bimbang..
"Ibuuuu Rakaa hitung satu sampai tiga yaaa,,!!!"
"Satuu.... Dua..........
Mumut masih bingung dengan pilihan yang harus dia pilih.
Sedangkan di dunia nyata, layar monitor menunjukan garis lurus. Para dokter angkat tangan dan melepaskan alat medis dan juga selang yang di gunakan untuk menyedot air.
Di dalam mimpinya..
Mumut mendengar suara yang begitu sangat bising membuatnya merasa sakit kepala dan juga merasa dadanya begitu sesak.
"Tigaaa...... ibuu ayo cepat naik keatas !"teriak Raka terdengar oleh telinga Mumut.
Mumut yang merasa sudah tidak bisa bernafas di dalam air, melihat keatas dan tangan anaknya Raka sudah mulai memudar.
Mumut memejamkan matanya berharap anaknya kembali untuk menjemputnya.
Ketika Mumut tersadar, dia sudah berada di dalam Ruangan yang gelap dan tidak ada siap siapa. Ruangan itu seperti berada ada di dasar bumi dan sangat jauh dari daratan.
..
Di dunia nyata, Pangeran masih merasa sangat terpukul karena kepergian Mumut. Namun tiba tiba alat monitor yang belum di kelas menunjukkan tanda tanda detak jantung telah kembali berdetak.
Para dokter yang melihat kejadian itu langsung memeriksa Mumut kembali.
Mereka bernafas lega karena Mumut telah kembali.
"Syukurlah tuan, keadaan Nona Mumut sudah kembali normal. Ini sungguh sebuah keajaiban," ujar dokter.
__ADS_1
"Tapi mengapa dia masih tidak sadar dok ?"
"Dia masih dalam pengaruh bius tuan, beberapa jam kedepan dia akan segera mulai siuaman kembali.."
Operasi Mumut berjalan dengan lancar, nyawa Mumut akhirnya dapat terselamatkan.
Yuda dan Pangeran saling berpelukan karena wujud syukur mereka.
Sarah dan Mama Ratu datang untuk menjenguk Mumut.
"Pangeran, bagaimana keadaan Mumut nak !?"
"Dia baru saja kembali dari kematiannya Mah."
" Apa, Mumut sudah mati dan hidup lagi. anak ibu benar benar tidak ingin menyerah," batin Sarah kesal.
"Oh ya ampun, sayang maafkan mama ya nak karena tidak bisa menjaga istri pertamamu dengan baik," ucap Mama ratu memasang wajah sedih.
Tuan Suroto yang mendengar menantunya kritis langsung otw ke rumah sakit.
"Pangeran, mama apa yang terjadi dengan Mumut !?"tanya Tuan Suroto yang tiba tiba datang.
"Mumut tenggelam di kolam pah," jawab Pangeran.
"Kok bisa !!?"
"Waktu saya datang, Mumut sudah hampir tidak bernafas di dalam air Tuan," jawab Yuda.
Tuan Suroto yang merasa ada janggal menarik istrinya menjauh dari mereka.
"Mamah, apa yang sebenarnya terjadi ?"tanya Tuan Suroto bisik bisik.
"Mama dan Sarah tadi hanya ingin menghukum Mumut karena sudah berani menggoda Papa. Tapi dia malah masuk kedalam kolam, mama tidak tahu jika Mumut tidak bisa berenang pah," ujar Mama Ratu.
__ADS_1
Tuan Suroto yang mendengar itu merasa bersalah terhadap Mumut. Andai dia tidak mengerjai Mumut, pasti istri dan menantu keduanya tidak akan menghukum Mumut dan berkahir fatal.