Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Bertemu kembali


__ADS_3

Pangeran sedang menemani Sarah untuk memilih baju pengantin untuk mereka, dan tiba tiba Pangeran mendapatkan telfon nomor tidak di kenal.


"Sayang, aku angkat telfon bentar ya," ucap Pangeran pada Sarah.


"Iya sayang, jangan lama-lama ya."


Pangeran menyepi dan mengangkat telfon.


"Haloo ,," Pangeran.


"Hallo Om ganteng, ini aku Raka," ucap Raka.


"Raka !?"tanya Pangeran mengingat nama yang tidak asing itu.


"Aku anak yang kemarin di rumah sakit," jelas Raka.


"Oh ya ampun, Raka kita perlu bertemu sekarang," ucap Pangeran tidak ingin kehilangan jejak lagi.


"Baiklah Om, Raka akan mengirimkan alamatnya," ucap Raka.


Setelah mendapatkan alamat, Pangeran langsung menuju lokasi tanpa memberi tahu Sarah yang sedang sibuk memilih baju pengantin.


"Sayang !! kamu dimana !!?"teriak Sarah mencari Pangeran.


"kemana sih dia ini !?"batin Sarah kesal.


Sarah mencoba menelvon Pangeran.


"Hallo sayang, kamu dimana !?"tanya Sarah.


"Ah maaf sayang tidak memberi tahu terlebih dahulu. Aku sedang ada Rapat mendadak, maaf ya tidak bisa menemani kamu sekarang," ucap Pangeran berbohong.


"Hmm baiklah, mau bagaimana mana lagi," ucap Sarah kecewa.


Tuut Tut ,," panggilan berakhir.


"Maafkan aku Sarah harus berbohong lagi padamu," batin Pangeran.


"Ah aku harus memberi tahu Bayu," pikir Pangeran.


"Hallo Bayu, aku sudah mendapatkan alamat nya anakku, aku akan mengirimkannya padamu," ucap Pangeran lalu mematikan Telepon.


Setelah sampai di tempat, ternyata Raka sedang bermain catur dengan para orang dewasa di desa sebelah.

__ADS_1


"Emm Hay Raka," sapa Pangeran.


"Hay om, Raka meminta Om datang karena Raka ingin mentraktir Om karena Om sudah membantu Raka waktu itu," ucap Raka dengan senyum tampannya.


"Ah itu tidak perlu Raka," ucap Pangeran merasa tidak enak.


"Om tenang saja, setelah Raka memenangkan catur ini, Raka akan mendapatkan uang," ucap Raka lagi.


"Emm baiklah, Om akan menunggu," ucap Raka yang ingin melihat bagaimana anak usia 5 tahun melawan orang dewasa.


Di saat sedang memperhatikan Raka, tiba tiba Bayu datang.


"Hay Pangeran," sapa Bayu yang barusan sampai.


"Hay Yu .."


"Apakah ini anak kamu," bisik Bayu yang tidak ingin menganggu mereka bermain catur.


"Kamu benar .."


"Dia sungguh hebat seperti kamu Ran, dia sangat pandai bermain catur," bisik Bayu lagi.


"Itu karena dia anak aku Yu," bisik Pangeran dengan bangga.


"Hay Om, Raka menang dan sekarang Raka akan mentraktir Om. Tapiii,, karena Raka hanya menang Uang 4 Rabu dan yang 300 adalah uang hasil penjualan kue, jadi Raka hanya ada uang 100ribu. Raka akan mentraktir Om makan bakso saja ya, 15 ribu buesar sekali baksonya," ucap Raka panjang lebar.


"Emm biar om yang bayar Raka," ucap Pangeran yang tidak tega.


"Apakah om ini adalah teman om !?"tanya Raka menunjuk Bayu.


"Hay Raka, aku adalah Bayu teman Om ini," sapa Bayu.


"Hay Om Bayu, uang aku cukup kok untuk membelikan tiga porsi bakso. Malah masih sisa," ucap Raka menjelaskan bahwa uangnya dia pasti cukup.


"Raka begini saja, bagaimana jika Om menantang kamu bermain catur. Jika kamu kalah, maka kamu harus mentraktir Om. Dan jika Om kalah, maka om akan membelikan semua yang Raka minta," ucap Pangeran memberi tawaran.


"Baiklah om," ucap Raka bersemangat.


"Hay tuan hati hati dengan anak ini. Saya warga baru dan penasaran dengan anak ini, tetapi hasilnya saya malah kehilangan uang banyak," ucap Bapak bapak yang kalah itu.


"Mungkin bapak kurang beruntung," ucap Pangeran tidak ingin memojokkan siapapun.


Permainan itu sangat seimbang, Raka dan Pangeran benar benar memanas. Dan akhirnya..

__ADS_1


"Aku menang !!"teriak Raka merasa sangat senang.


"Baiklah, kamu memang anak pintar Raka."puji Pangeran.


"Emm, sekarang kamu ingin apa ?"tanya Pangeran.


"Kita bicara di jalan saja yuk," ajak Raka.


Di dalam mobil, Raka dan Pangeran duduk didepan dan Bayu berada di kursi belakang.


"Raka, katakan kamu mau apa ?"tanya Pangeran.


"Raka ingin membeli peralatan sekolah Om jika boleh," ucap Raka ragu ragu.


"Tentu boleh donk, memang Raka sudah akan sekolah ?"tanya Pangeran.


"Raka sudah memasuki usia 6 tahun, dan Raka akan masuk TK nol besar seperti anak anak yang lain," ucap Raka.


"Baiklah, kita akan belanja dimana ?"tanya Pangeran.


"Di pedagang kaki lima saja Om, selain murah kita juga akan membantu mereka," ucap Raka.


"Kamu emang anak pintar Raka," puji Pangeran.


"Pasti ibu kamu yang mengajarkan kamu sehingga menjadi anak pintar," ucap Bayu.


"Emm kalian jangan tertawa ya, sebenarnya ibu Raka tidak pintar. Hmm Walau pun ibu Raka terlihat bodoh tetapi dia adalah wanita hebat karena sudah melahirkan dan membesarkan anak pintar seperti aku," ucap Raka dengan wajah polosnya.


"Hmm apakah gadis itu tidak berubah, apa dia tetap menjadi gadis kurang Se-Ons setelah sekian lama," batin Pangeran merasa kecewa.


"Emm lalu bagaimana kamu bisa belajar semua ini ?"tanya Bayu.


"Raka belajar Catur dari Kakek (,tetangga Raka) tetapi dia sudah tiada, untuk menghitung dan membaca Raka suka memperhatikan buk Lilis ketika mengajar anak anak di rumahnya, untuk komputer Raka suka mengintip orang orang yang sedang bermain di warnet. Semuanya Raka belajar dari lingkungan sekitar, dan Raka juga suka membaca buku gratis di pakde pakde yang suka keliling membawa buku," jelas Raka.


"Waaw Pangeran, anakmu ini sungguh luar biasa !! UPS !!" Bayu langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"Apa maksud Om Bayu !! apa Om tampan ini ayah Raka !? apa Om tampan ini adalah Tuan muda ? Raka melihat status Om tampan ini adalah derektur utama, tolong jelaskan pada Raka !!?"tanya Raka yang merasa ada sesuatu yang aneh.


"Ah Raka tadi om hanya keceplosan," ucap Bayu yang bingung harus menjawab apa.


"Raka memang baru usia 6 tahun, tetapi Raka sudah mengerti apa yang kalian bicarakan," ucap Raka menekan suaranya.


Pangeran hanya diam saja dan berfikir..

__ADS_1


"Sepertinya semuanya memang harus di ungkapkan, aku harus jujur pada Raka bahwa aku adalah ayah kandungnya," batin Pangeran.


__ADS_2