
Pagi yang cerah di university Stanford. Mumut terlihat sangat cantik.
Ini adalah acara wisudanya, Mumut resmi mendapatkan gelar S2. Walaupun Mumut tidak mendapatkan nominasi nilai terbaik, tetapi itu tidak membuat Mumut bersedih. Begini saja dia sudah sangat senang.
Yuda dan Yuma memberikan Buket bunga yang sangat besar untuk Mumut.
"Selamat ya mamah ..."ucap Yuma.
"Selamat ya sayang ..."ucap Yuda.
"Selamat ya ibu ..." ucap Raka.
Mumut benar benar sangat bahagia dan senang. Ia tidak menyangka jika hari ini akan tiba juga.
"Terima kasih banyak semuanya, mama sangat sayang pada kalian," ucap Mumut dengan penuh haru.
..
Setelah acara selesai. Dosen termuda di kampus terfavorit itu mengumumkan salam perpisahannya. Raka resmi mengundurkan diri.
Semua orang terlihat sangat sedih dengan kepergian Raka. Tetapi mau bagaimana lagi, tugas Raka disana sudah selesai menurutnya.
Raka hanya ingin mengabdikan ilmunya hanya untuk menjaga ibunya. Dia tidak ingin terikat dengan pekerjaan apapun.
Walaupun ibunya sudah ada yang menjaga, tetapi Raka juga ingin selalu berada di sisi ibunya. Karena Raka tidak ingin kecolongan lagi. 2 kali Raka meninggalkan ibunya, ibunya hampir kehilangan nyawanya.
..
Setelah acara wisuda dan perpisahan selesai. Mereka semua sudah bersiap siap untuk terbang ke Indonesia.
Didalam pesawat, terjadi obrolan ringan satu keluarga yang terlihat harmonis itu.
"Kakak, tadi itu keren sekali ,,,"ucap Yuma yang kagum dengan penampilan kakaknya.
"Iya dong, makannya kamu harus belajar yang giat. Jangan malah pacar pacaran saja. Bocah masih bau kencur sudah pacar pacaran,," sindir Raka.
Yuma hanya cemberut saja setelah mendapatkan ejekan dari kakaknya. Dia sudah berniat baik, kakaknya malah begitu padanya.
"Raka sayang, sudah nak. Jangan begitu sama adikmu, boleh memberi pelajaran dan nasehat, tetapi jangan terlalu kasar," ucap Mumut mencoba melarai kedua anaknya.
"Njeh buk,,. Dan kamu Yuma, ingat pesan kakak ya,,"
"Njeh kakak,, hahahhaaa ,,," ucap Yuma yang mengejek Raka.
__ADS_1
"Kenapa kamu tertawa sayang !?"tanya Yuda heran.
"Bahasa kakak dan ibu sangat lucu pah,," ucap Yuma menertawai bahasa Jawa. Karena memang dari lahir sudah berada di luar negeri, Yuma jadi kurang faham dengan asal usulnya.
"Sayang, kamu tidak boleh menertawai bahasa seseorang. Itu adalah bahasa kita, bahasa dari Indonesia suku Jawa nak,,"jelas Yuda mencoba memberi pengertian pada putrinya.
"Maaf kakak, maaf ibu, Yuma tidak bermaksud begitu,," ucap Yuma sendu.
"Sudah sayang tidak papa,,"ucap Mumut mengerti dengan maksud anaknya
"Pah, sudahlah. Yuma juga tidak bermaksud begitu. Heemm nanti juga Yuma akan belajar dari Kakek neneknya,," ucap Mumut yang sudah tidak sabar pulang ke desanya.
"Yuma tidak sabar ingin bertemu kakek nenek di desa. Terakhir Yuma kesanakan Yuma masih kecil, jadi Yuma tidak ingat .."
"Baiklah, nanti kita pergi kekali dan bermain disana. Airnya sangat jernih dan segar Lo sayang,," ucap Mumut.
"Iya mah, Yuma mau.. horeeee.."
"Ya sudah, baby papah bubuk dulu yuk. Mau di pangku atau tidur sendiri !?"tanya Yuda, ia Sangat memanjai anaknya.
"Emm Yuma mau bubuk sendiri, lagian Yuma sudah besar pah .."
"Anak pintar ..."
"Angel,, bagaimana kabar kamu sekarang ? Kamu pasti sekarang tambah cantik ..?"batin Raka yang merindukan sahabat kecilnya.
...
Di meja makan, Pangeran terlihat sedang menyupai putrinya.
"Papah, kapan kita akan bertemu dengan kakak Raka ??"tanya Laras.
"Emm sebentar lagi katanya Kakak Raka akan kembali. Kita tunggu saja ya, jika sudah sampai di indo kakak Raka akan menghubungi kita," ucap Pangeran.
"Laras ingin sekali bertemu dengan kakak, tetapi Laras malu pah,," ucap Laras merasa sendu.
"Kenapa harus malu sayang !?"tanya Pangeran.
"Laras takut kakak akan menjauhi Laras jika dia tahu kondisi Laras .."
"Jika begitu ya sudah, kamu tidak perlu berdekatan lagi dengan Raka !!"ucap Sarah kesal mendengar percakapan mereka.
"Sarah !! Mau bagaimana pun Raka adalah cucu di keluarga ini,," ucap Mama Ratu membuka suaranya.
__ADS_1
Sarah hanya mendengus kesal. Dia pergi meninggalkan meja makan itu.
Sarah pergi kekamarnya. Dia akan merasa malu dengan Mumut, Sarah juga takut kedatangan Mumut kembali ke Indonesia akan menjadi masalah baru di kehidupannya yang berasa nyaman.
"Bagaimana jika Mumut tahu anakku lumpuh, bagaimana jika mereka menertawai aku, bagaimana jika Mumut kembali menggoda Pangeran, bagaimana jika Pangeran tahu tentang anak kedua Mumut.. aaaaahh,,, bagaimana jika Pangeran membuang aku dan putriku !!" Gumam Sarah dengan penuh kekesalan dan kekhawatiran.
"Aku tidak akan membiarkan Mumut kembali di kehidupan ku !!"batin Sarah kembali.
..
"Pah, kenapa mama tidak menyukai kakak Raka ?. padahal kakak Raka juga adalah anak papa,,!?"tanya Laras .
"Sudahlah sayang, kamu tidak perlu memikirkan itu. Mama mungkin hanya butuh waktu saja. Oya papa berangkat kerja dulu ya,.Emm hari ini apa yang akan Laras lakukan ? Menulis atau belajar musik ?"tanya Pangeran.
"Laras ingin melukis gambar kakak Raka pah, ketika dia datang, Laras ingin memberikannya sebagai hadiah .."
"Emm itu ide yang bagus sayang, ya sudah papa berangkat kerja dulu,, emuach .."
"Dadaa papah ..."
"Laras sayang, boleh kakek temani ?"tanya tuan Suroto yang sudah mulai sakit sakitan.
"Boleh kakek, kita menggambar di taman saja ya,," ucap Laras antusias.
"O,,,iya nenek mau ikut ?"tanya Laras pada Mama Ratu.
"Tidak. Nenek mau senam saja, melukis itu sangat membosankan." Ucap Mama Ratu cetus pada Laras.
Dia sebenarnya tidak membenci Laras, hanya saja entah mengapa mama Ratu sangat sulit untuk memberi perhatian lebih pada Laras.
"Sarah kamu mau mana !?"tanya mama Ratu yang melihat Sarah sudah berdandan Sangat cantik
"Sarah mau melakukan pemotretan mah, Sarah titip Laras dulu ya .."
"Tidak bisa !! Mama juga mau senam, setelah senam mama juga ada acara arisan dengan teman teman mama,," tolak mama Ratu.
"Maaah, Laras tidak papa kok tinggal, kan ada kakek dan Bibik ,," ucap Laras dengan tersenyum walaupun sebenarnya dia merasa kecewa.
"Ah ya sudah, mama pergi dulu sayang,, emuaacch ,," ucap Sarah berpamitan dengan anaknya.
Tuan suroto hanya menggelengkan kepalanya. Dia sangat menyayangkan penampilan Sarah yang sangat seksi dan terbuka.
Dia juga merasa kecewa dengan istrinya yang semakin tua semakin menjadi. Bukannya dirumah temani suami malah asyik menghibur diri dengan teman temannya.
__ADS_1