
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang di seter oleh Pangeran berhenti di sebuah pemakaman umum. Tidak lupa dua mobil bodyguard yang selalu mengikuti mereka.
Raka dan Mumut terus memantau gerak gerik mereka.
"Buk, memang siapa ya yang meninggal ?"tanya Raka heran
"Tidak tahu nak, coba kita lihat saja," ujar Mumut yang juga tidak tahu mengapa anak dan suaminya pergi ke pemakaman.
Ketika Yuma dan yang lain sampai, Raka dan Mumut tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Kedua mulut mereka ternganga karena saking terkejut.
"Berarti selama ini mereka semua sudah menganggap aku dan Raka telah tiada." Mumut langsung memegangi perutnya yang tiba tiba terasa keram.
"Ibuu ,,, ibu tidak buk, ibu kenapa ?"tanya Raka langsung mematikan rekamnnya.
"Huf huf !! Raka , perut ibu nak, perut ibu terasa sangat sakit !! Auuuww !!"pekik Mumut menahan sakit.
Raka langsung mengambil obat dan suntikan.
Raka menyuntikan obat penguat janin yang ia beli di apotik.
Dan Raka langsung memeriksa ibunya.
Karena tidak kuat, akhirnya Mumut jatuh pingsan.
Raka benar benar cemas, ia langsung membopong ibunya dan meletakannya di kasurnya yang keras.
Raka mengambil jarum dan juga infus.
Ibu panti yang mendengar teriakan Raka langsung melihat ke kamar Mumut.
"Raka ! Ada apa nak ?"tanya ibu panti
"Ini buk, sepertinya ibu mengalami keram perut," ujar Raka.
"Ya ampun, beruntung kamu waktu itu membeli obat obatan untuk ibumu, jika tidak, dari sini kerumah sakit jaraknya sangat jauh," ujar ibu panti merasa sangat bersyukur.
"Raka, sebaiknya biarkan ibumu istirahat dulu ya,"lanjutnya.
"Iya buk .."
Anak anak yang ikut cemas mengintip dari pintu kamar Mumut.
"Hay, kalian ngapain disini ? Ibu Mumut sedang sakit, sebaiknya kalian jangan ganggu dan jangan berisik ya," ujar ibu panti menasehati anak anaknya.
"Apakah dedeknya baik baik saja ?"tanya salah satu anak.
__ADS_1
"Iya, adek bayinya tidak papa, ia dan ibu Mumut baik baik saja," Jawab Raka yang Tidak ingin membuat anak anak khawatir.
Akhirnya anak anak mau menjauh dari kamar Mumut setelah mendengar penjelasan dari Raka.
.
Raka menaiki sebuah pohon rambutan yang buahnya sangat lebat di belakang rumah panti.
Raka memanjat sambil memakan rambutan yang manis manis kecut. Raka melamun dan memikirkan apa yang sudah ia lihat. Raka benar benar tidak percaya, jika dirinya dan ibunya telah di anggap meninggalkan. Raka tidak dapat menahan air matanya.
"Mungkin mereka melakukan ini demi kebaikan Yuma, aku tidak papa, aku tidak papa.. mungkin ini sudah jalan takdir aku dan ibu harus berpisah dari mereka.. Aaahh rasanya sakit sekaliiii !! Papaaa !! Yumaaaa !! Kami sangat merindukan kalian !!"teriak Raka yang tertahan, Raka ingin melepaskan semua beban yang ada di hatinya namun ia tidak bisa.
..
Disisi lain, Pangeran membawa pulang Laras dan Yuma pulang. Sedangkan Yuda mengatakan ada urusan yang penting sehingga tidak dapat ikut pulang bersama mereka.
.
Di dalam gudang kosong. 500 bodyguard berjajar dengan rapi.
Yuda memasuki gedung tua itu dengan mimik wajah yang tidak dapat di artikan. Yuda yang biasanya terlihat ramah dan dermawan, sekarang terlihat seperti predator yang mengincar mangsanya.
"Bagaimana !?"satu kata dari Yuda mampu membuat mereka semua mendudukkan kepalanya. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Yuda.
Yuda merasa sangat geram dengan mereka yang hanya diam saja.
"Bagaimana ? Kamu sudah menemukan titik terakhir nomor anakku aktif ?"tanya Yuda dengan suara pelan namun penuh dengan penekanan.
"Ma.. ma.. maaaaf tuan, jejak anak anda sangat sulit di temukan," ujar hacker itu dengan perasaan sangat takut.
Aaaahhhkkkkk !!! BRUUKKK !!!!" Yuda membanting laptop yang di pegang oleh hacker itu.
Semua orang semakin mendalamkan kepala mereka kebawah, mereka semua tidak ada yang berani menatap wajah Yuda yang terlihat sangat mengerikan.
"APA UANG YANG AKU BERIKAN KEPADA KALIAN KURANG UNTUK MENCARI ANAK DAN ISTRIKU !!!"teriak Yuda menggema di gudang yang yang terlihat usang.
"Jika iya, aku akan menambahnya 10 kalilipat namun dengan satu syarat. Temukan istriku dalam waktu satu bulan !! Siapa yang merasa tidak sanggup, keluar dari sini..."Setelah mengatakan itu, beberapa menit kemudian Yuda masih tidak mendengar apapun membuatnya semakin kesal. "KELUAAAAAARR !!!"teriak Yuda kembali. Namun hal tidak di duga, semua bodyguard memutuskan keluar terklincir klincir meninggalkan gudang.
Hanya tinggal Yuda seorang diri di dalam gudang yang usang yang terlihat menyeramkan. Kaki Yuda tak mampu lagi menampung beban hidupnya, ia tersungkur kebawah sambil menangis memilukan.
"Aaaaaaahhhhhhhhkkkkkk !!!!!!" Teriak Yuda hiteris dan sangat memilukan bagi siapapun yang melihatnya.
Pangeran yang mengikuti Yuda tidak tahan untuk menahan air matanya. Ia merasa ada yang tidak beres dengan Yuda, sehingga dia menyuruh supir untuk mengantarkan anaknya pulang dan ia sendiri mengikuti Yuda.
Pangeran tidak menyangka jika diam diam Yuda sudah melakukan hal sangat jauh untuk mencari keberadaan Mumut dan Raka.
__ADS_1
"Kamu memang sangat pantas mendapatkan cinta Mumut di bandingkan aku. Aku berharap kalian akan bisa bersatu lagi dan bahagia bersama. Aku janji, setelah Mumut kembali aku akan pergi dari kehidupan kalian, aku tidak akan lagi mengganggu cinta kalian .." gumam Pangeran yang juga ikut pilu Melihat kondisi Yuda Sangat memprihatinkan.
Pangeran menghampiri Yuda dan mengulurkan tangannya. Yuda yang sedang sesegukan merasakan ada kehadiran seseorang. Yuda terkejut melihat Pangeran ada di depannya.
"A..apa yang kamu lakukan disini ?"tanya Yuda yang langsung menyeka air matanya.
"Sudahlah, tidak perlu terlihat tegar, aku mengerti bagaimana perasaan kamu," ujar Pangeran.
Yuda menyambut tangan Pangeran. Namun entah mengapa, tiba tiba Yuda merasakan hal yang aneh lagi pada tubuhnya. Ia merasa sangat mual,
"Kamu kenapa Yud ?"tanya Pangeran melihat wajah Yuda yang terlihat pucat.
"A..aku.. a..aku.. huweeekk !!! Huweeekk !!"lagi lagi Yuda memuntahkan isi perutnya di baju Pangeran.
"Oooohhh shiiiit lagi ..! Yud, apa sih terjadi denganmu !!"teriak Pangeran merasa sangat kesal. "huweekk ! Huweeek !!"Pangeran pun ikut muntah karena tidak tahan dengan rasa jijiknya.
"Huufft .. sory pang, saya juga gak tahu kenapa saya ini," jelas Yuda merasa sangat lemas.
"Pang Pang Pang !!! Nama saya Pangeran, bukan Pang !!"umpat Pangeran kesal.
"Sudahlah sama saja, huuweeeekkk huweeekk !!"
"Iisshht pergi kerumah sakit sana.. menjijikkan sekali !!. Ini aku pulangnya bagaimana, mana mungkin aku pulang dengan baju kotor seperti ini.. iiisshhtt!!"
"Itu di mobil ada tisu basah dan baju ku, pakailah dulu," ujar Yuda dengan sangat lemas.
Pangeran dengan buru buru lari ke arah mobil Yuda. Dengan cepat dia membuang baju dan jasnya yang sudah ternodai oleh muntahannya Yuda.
Setelah dirasa sudah bersih, Pangeran menggunakan baju Yuda dengan cepat.
"Dasar pria menyebalkan, kenapa suka sekali sih muntah di bajuku !!"umpat Pangeran dengan kesal.
Yuda berjalan kearah Pangeran dengan lemas. "Pang, bawa mobilnya ?"ucap Yuda yang langsung duduk di kursi depan.
"Lalu mobilku bagaimana ?"
"Nanti suruh orang mengambilnya ."
Dengan terpaksa Pangeran menuruti kemauan Yuda, ia merasa kasihan melihat Yuda terlihat bagai zombi yang sedang patah hati.
"Yud, apa kita kerumah sakit saja ?"tanya Pangeran.
"Tidak usah Pang, belikan aku paha ayam geprek saja, rasanya air liurku ingin menetes jika membayangkan .."
"Yud, perut kamu sedang bermasalah jadi jangan makan yang pedas pedas dulu," ujar Pangeran memberikan saran.
__ADS_1
"Itu memang obatnya Pang, jika aku seperti ini maka yang aku inginkan hanya Paha ayam pedas, paha ayam pedas geprek, paha ayam sambalado.. uuuhh aku sudah tidak tahan lagi membayangkannya Pang, nanti jangan lupa mampir ya, aku mau tidur istirahat dulu," ucap Yuda dengan sangat lemas dan akhirnya tertidur.
Pangeran hanya bisa menggelengkan gelengkan kepalanya. "penyakit yang aneh,"gumam Pangeran.