
Yuma mendatangi makan mama dan kakaknya. Yuma terlihat begitu sangat tegar.
"Mama, kakak,, Yuma tidak percaya jika kalian akan meninggalkan Yuma Secepat ini. Maafkan Yuma mah, maafkan Yuma kak, maafkan Yuma untuk semua kesalahan Yuma selama ini. Yuma akan sangat merindukan kalian," ujar Yuma dengan senyum yang dipaksakan.
Semua orang yang menemani Yuma hanya bisa terdiam.
"Sayang, hari sudah akan malam. Ayo kita pulang ?"ucap Yuda.
Namun Yuma terlihat enggan untuk meninggalkan makan ibu dan kakaknya.
"Yuma sayang, biarkan mama dan kakak kamu beristirahat dengan tenang Disana," ucap Pangeran.
"Yuma akan tinggal dengan siapa ?"tanya Yuma yang ingat jika dia adalah anak dari Pangeran.
"Yuma, kita akan tinggal bersama," jawab Laras.
"Tapi bagaimana dengan aunty inces dan nenek ?"tanya Yuma menghawatirkan Yasmin.
"Sayang, papah sudah membeli villa baru. Kamu, papah, ayah Pangeran, dan juga Laras. Kita akan tinggal bersama," jawab Yuda.
Yuma tersenyum.
"Itu pilihan terbaik pah," ucap Yuma yang langsung bangkit.
"Ya sudah ayok, kita pergi," lanjutnya lagi.
Di parkiran, Yuma berpamitan dengan Yasmin dan semua kakek neneknya.
"Yuma pergi dulu ya, Yuma akan sering sering berkunjung kerumah nenek Ratu dan juga nenek Lauren. Aunty inces, ketika aunty akan memilih baju pengantin, aunty harus mengajak baby ya, karena baby yang memilihnya," ujar Yuma dengan senyum manisnya.
Yasmin sangat terharu dengan sikap manis ponakannya.
"Yes baby, tentu saja.. semua dari dekor, dari pemotretan, dari makanan, dari baju, dari tempat, Yuma yang akan memilihnya," ujar Yasmin antusias.
"Itu ide bagus aunty, memang seharusnya Begitu. Ya sudah, Yuma pergi dulu ya.. byeeee ...!!"
Akhirnya semua orang bisa tersenyum dengan lega. Yuma benar benar anak yang baik dan kuat, dia menjalani semua cobaan ini dengan tabah dan ikhlas. Meski begitu, hanya Yuma sendiri yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.
...
Di panti, tiba tiba Mumut merasakan jantungnya sangat sakit seperti tertusuk tomba.
Raka yang sedang memotong kayu untuk di jadikan kayu bakar melihat ibunya yang sedang menyapu tiba tiba oleng.
"Ibu... Ibu kenapa ?"tanya Raka khawatir.
"Tidak papa nak, mungkin ibu hanya kecapean," ujar Mumut.
"Ya sudah, ibu istirahat saja ya, biarkan nanti Raka yang mengerjakan ini semua," ujar Raka.
"Raka, apa kamu tidak papa. Kamu adalah matan seorang dosen, apa kamu tidak merasa malu melakukan ini semua ?"tanya Mumut ragu ragu.
Raka tersenyum.
"Buk, kenapa Raka harus malu. Raka juga sebenernya sengaja tidak ingin menunjukan kecerdasan Raka supaya Raka tidak jadi perhatian dan mengudang mereka datang kemari," ucap Raka yang mendapatkan anggukan dari Mumut.
"Kamu benar nak, heemm.. ya sudah, kamu hati hati ya kerjanya, istirahat jika lelah, jangan terlalu di paksakan," ucap Mumut.
"Njeh (iya ) buk ,,, ibu tenang saja," jawab Raka dengan sopan.
__ADS_1
Sambil memegangi perutnya, Mumut berjalan kekamarnya untuk beristirahat.
"Hemm, kenapa baru 2 bulan perut aku terlihat sangat besar sekali ya," batin Mumut sambil mengelus ngelus perutnya.
.
Paula yang baru pulang dari pendakian langsung menyapa Raka yang sedang memotong kayu.
"Hay Raka !!?"sapa Paula
"Hay kak, kak Paula sudah pulang ?"
"Iya Raka, cuacanya sangat cerah sehingga pendakian berjalan lancar .."
"Syukurlah jika begitu kak .."
"Oya, dimana ibumu ?"
"Lagi istirahat kak, sepertinya dia sedang kelelahan .."
"Emm begitu, oiya.. aku kesini hanya ingin mampir saja, aku harus segera kembali ke Jakarta. Salam untuk ibu kamu ya, aku tidak enak mau menganggu dia .."
"Loh kok cepat sekali kak ?"
"Iya soalnya teman aku Bayu akhirnya mau mengadakan resepsi pernikahan ."
"Bayu !"
"Apa kamu kenal ?"tanya Paula.
"Ada sih kak, dia fotografer."
"Ow iya kak ini orangnya.. wah ternyata kak Bayu nikah juga," ucap Raka merasa ikut senang.
"Mereka itu nikah udah dari kemarin kemarin nya, tapi resepsinya baru sekarang soalnya istrinya ini awalnya menolak untuk mempublikasikan pernikahan mereka. Namun ketika dia mendapatkan saran dari manager, bahwa pernikahan bisa menaikan popularitasnya akhirnya dia mau. Hemm Bayu benar benar malang, padahal dia itu cinta pertama aku loh waktu sekolah," ucap Paula yang akhirnya curhat.
"Benarkah kak ? Jadi kalian dulu sepasang kekasih ?"tanya Raka
"Oh tidak Raka, kami tidak pacaran, kami hanya sahabat, aku juga dulu hanya adik kelas mereka. Lagian memang Ola dari dulu sudah mencintai Bayu. Mana mungkin aku menikung teman sendiri... Dan lagian pula perjuanganya Ola untuk mendapatkan Bayu tidak mudah," jelas Paula.
"Emm begitu, lalu kakak sendiri kapan menikah ?"tanya Raka.
"Hah.. hah .. hahahahaa !!!" Tawa hambar Paula.
"Plis deh jangan tanya begitu, tenang saja jika sudah ada jodohnya aku pasti akan menikah juga," ucap Paula sambil menyeka air mata di ujung matanya.
"Raka doakan semoga kakak segera menikah agar tidak menjadi perawan tua,, hehehe "canda Raka.
"Rakaaaaa !!" Paula memukul mukul kecil pundak Raka yangg bidang.
"Hehe Raka hanya bercanda kak ,," ucap Raka.
"Ah tunggu.. kamu dengar itu ? Suara helikopter, jemputan aku sudah datang. Aku pamit dulu ya,, salam untuk ibumu.."
"Iya kak, hati hati ..."
Paula dan teman temannya langsung menuju lapangan, kurang lebih 10 menit dari panti menggunakan mobil.
....
__ADS_1
Disisi lain, Bayu dan Ola sedang memeriksa tempat resepsi yang akan mereka adakan.
"Sayang, jika tahu begini, aku akan mengadakan resepsi ini disaat kita menikah," ucap Ola merasa sangat senang.
"Kamu ingin karena hanya popularitas, bukan karena kamu bahagia menikah dengan aku," ucap Bayu cuek.
Ola menundukkan kepalanya.
"Sayang maafkan aku ya, awalnya memang begitu, namun ketika melihat ini semua aku merasa benar benar sangat bahagia. Dan aku sudah memikirkan ini matang matang .."
"Memikirkan apa ?"
"Aku akan berhenti menjadi model, aku akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak anak aku kelak.."
"Apa kamu yakin ?"tanya Bayu merasa sangat senang.
"Iya sayang.."
"Makasih .. makasih banyak ya sayang, aku janji aku akan berkerja keras untuk mencukupi kehidupan kamu dan anak anak kita ."
"Aku percaya sama kamu sayang.. O iya, apa kita jadi mengundang Tuan Pangeran dan juga Tuan Yuda ?"
"Jadi dong, ayok kita kesana sekarang .."
"Ayok .."
...
Malam itu, Yuda, Pangeran, Yuma dan Laras sedang bermain bersama sama di ruangan keluarga.
Bayu yang baru sampai di rumah baru mereka tersenyum melihat keharmonisan Yuda dan Pangeran. Bayu adalah saksi bisu perjuangan mereka selama ini. Bayu benar benar tidak menyangka jika akhirnya akan semanis ini. Namun satu yang bayu belum tahu, yaitu kepergian Mumut.
"Hay Oom Bayu,," sapa Laras dan Yuma.
"Hay ponakan Oom yang cantik cantik dan manis manis, Emm Laras, apa kamu sedang melukis ?"tanya Bayu.
"Iya om, Yuma dan Laras sedang mencoba untuk melukis papa Yuda dan ayah Pangeran.. tetapi mereka sama sekali tidak bisa diam," keluh Yuma.
"Bagaimana bisa diam, kami sudah duduk disini selama 5 jam !!"ucap Yuda merasa pantatnya panas.
"Ya soalnya Laras sambil mengajari Yuma papah Yuda, jika tidak maka dari tadi hasilnya pasti sudah jadi," jawab Laras.
"Ya bagiamana Yuma bisa cepat bisa jika papah dan ayah dari tadi tidak diam !!"ucap Yuma mulai kesal.
Ola yang melihat mereka mencoba memberi ide.
"Ah bagaimana jika begini saja.. kita ambil gambar dari kamera om bayu setelah itu kita akan lomba melukis bersama sama," ucap Ola memberi saran.
Yuda dan Pangeran tersenyum lebar, ide Ola Sangat cermelang.
"Ah Yuda, kenapa kita tidak terfikirkan itu !!"umpat Pangeran dan Yuda hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iyaa tantee .. Yuma setuju.. ayok kita semua foto bersama setelah itu kita akan lomba melukis .."
Semua orang bersiap siap untuk foto.
"Tunggu !! Dimana Mumut dan Raka ?"tanya Bayu yang baru menyadari.
"Mama dan Kak Raka sudah ada di surga om," jawab Yuma yang sudah mulai menerima kenyataan.
__ADS_1
Awalnya Bayu ingin bertanya lebih lanjut, namun Pangeran memberi kode agar bayu diam. Bayu yang merasa ada sesuatu janggal akhirnya mengikuti perintah Pangeran, dan akhirnya mereka melanjutkan permainan mereka.