Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Menerima


__ADS_3

Yasmin dan Paula segera turun dari mobil. Mereka berlari kecil menuju ruangannya Mumut.


Pangeran yang melihat kedatangannya Paula dan Yasmin merasa heran.


"Hay !?"sapa Pangeran.


"Eh kak, bagaimana keadaan Mumut?"tanya Yasmin terlihat cemas.


"Dia baik baik saja, Yuda sedang mendonorkan darahnya. Dimana baby J ?"tanya Pangeran.


"Oh syukurlah jika Mumut tidak papa, aku sangat khawatir tadi ketika melihat ada banyak darah dirumah. Ku kira situasinya sangat parah," jawab Yasmin menghela nafas lega.


"Baby J kami titipan dengan bibik pelayan kak," jawab Paula


"Apa !! Pelayan !? Kok kalian bisa seceroboh ini siih !! Yuda pasti akan sangat marah jika mengetahui jika anaknya ditinggalkan sendiri!!"


"Kami tadi sangat cemas kak, maaf ,,,"ucap Yasmin yang merasa bersalah.


"Ya sudah, aku akan pulang bersama Laras, apa kalian mau ikut pulang?"tanya Pangeran.


Awalnya Yasmin ingin tinggal. Namun ada segerombolan manusia menghampiri mereka.


"Loh mah, pada mau kemana?"tanya Yasmin.


"Yuma ingin diberi waktu bersama ibunya, dan dia meminta kami untuk pulang terlebih dahulu. Oya, dimana baby J?"tanya mama Lauren.


"Di vila mah, Yasmin tadi sangat cemas sehingga meminta Bibik pelayan untuk menjaganya."


"Apa !! Ya ampun inceess,,, kok kamu bisa seceroboh gini sih !? Ya sudah ayo kita cepat pulang !!"


"Em jeng, sepertinya aku akan pulang kerumah dulu. Nanti aku akan mampir lagi ke vila," ucap Mama Ratu.


"Owh baiklah jeng, tapi nanti janji ya datang di acara syukuran. Aku ingin membuat acara syukuran besar besaran untuk menyambut kedatangan cucuku itu ..."


"Iya Jeng, pasti aku akan datang .."


.


"Pangeran, mama pulang dulu ya sayang, dan sebaiknya jika kalian mau mengikuti saran Mama, lebih baik kamu dan Laras pindah kembali kerumah. Tidak enak karena di vila sudah Mumut."


"Iya mah, setelah semua beres Pangeran dan Laras akan kembali kerumah ..."


Akhirnya semua membubarkan diri masing masing menuju ke kediaman yang akan mereka tuju.


.


Didalam ruangannya, Yuma terus memegangi tangan ibunya. Ia bahkan tidak melepaskan tangan halus itu satu detik pun.


Raka, Yuda dan dokter Jaka memilih untuk memberi ruang pada Yuma.


"Mama, maafkan Yuma mah, maaf ..." Yuma mendudukkan kepalanya dalam dalam.


Perlahan Mumut membuka matanya.


"Auh !"pekik Mumut yang merasakan perutnya yang terasa sakit melilit.


"Mamah,,,mama sudah bangun? Apa ini sakit mah? Yuma panggil dokter Jaka dulu ya!!?"ucap Yuma panik mendengar pekikan ibunya.


Mumut menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Tidak usah sayang, ini sudah tidak papa. Yuma temani Mama ya disini?"


Yuma menatap ibunya dengan berkaca-kaca.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Yuma mah,?"


"Tidak sayang, sudahlah. Yang berlalu biarlah berlalu, mama senang karena sekarang Yuma sudah mau menerima mama. Terima kasih banyak ya nak?"


Yuma tidak bisa berkata apa-apa, ia memeluk ibunya dengan perlahan dan lembut. Yuda menghampiri mereka.


"Sayang ..?"


"Papah ..!?" Yuma berlari kearah Yuda.


"Emm,, bagaimana keadaan ibumu sayang,?"tanya Yuda sambil menggendong putrinya.


"Aku sudah membaik sayang, makasih ya. Lagi lagi kamu mendonorkan darah kamu untuk aku. Hemm ,,, apa kamu tidak takut darah kamu habis?" canda mumut.


"Em, jika darah aku habis, aku akan mengigit lehermu dan menghisap darahmu. Hahahaa !!"


"Papah,,,!! Jika melakukan itu, Yuma akan membawakan roket setrum untuk papa," ucap Yuma serius, dia menganggap jika ucapan papahnya adalah sungguhan.


"Buat apa roket setrum?"tanya Yuda heran.


"Karena papa adalah nyamuk penghisap darah. Jadi papa harus disetrum supaya kumbang, jika tidak maka ibu nanti terkena demam berdarah seperti Yuma !!"


"Apa !!!?" Yuda dan Mumut sama sama terkejut.


"Sayang, kapan kamu terkena demam berdarah!? Kenapa papa tidak tahu!?"tanya Yuda heran.


"Ketika papa pergi ke kalimantan, Yuma sakit dan dinyatakan kena demam berdarah. Katanya semua orang sudah menghubungi papa dan ayah Pangeran, namun kalian tidak menjawabnya," ujar Yuma dengan sendu.


Yuda langsung memeluknya putrinya yang masih berada di gendongannya.


Yuda mengerti mengapa Yuma bisa sekeras itu.


"Maafkan papa sayang, maaf ... Papa akan jelaskan semuanya kepada Yuma, dari awal sampai akhir kenapa papa bisa tidak menjawab telfon dari kalian," ucap Yuda dengan serius.


"Iya pah .."


"Lalu bagaimana dengan mama?"


"Mama akan bersama papa dan kak Raka. Yuma harus pulang dan beristirahat ya,?"


"Iya pah. Mamah, Yuma pulang dulu ya, Yuma akan menjaga adik adik Yuma dirumah. Mama lekas sembuh yaa,,?"


"Iya sayang, terima kasih banyak ya nak ...??"


"Emuuach, bye mamaaa !?"Yuma mengecup kening ibunya.


..


Yuma berlari kearah parkiran, disana Pangeran dan Laras sudah menunggu didalam mobil. Awalnya mereka mau pergi duluan, namun Yuda meminta Pangeran untuk membawa Yuma.


Yuma masuk kedalam mobil. Ia duduk di samping Laras.


Terlihat wajah Laras sedang menahan kebahagiaan.


"Kamu kenapa?"tanya Yuma.


"Yuma, kakak Raka telah pulang, dia berjanji akan membuat aku supaya bisa jalan." ucap Laras terlihat sangat bahagia.


"Wah kakak Raka memang keren ya, semoga saja dia benar benar bisa membuat kamu supaya bisa jalan!!?"


"Amiin ..."


Pangeran tersenyum melihat pantulan dua putrinya dari kaca spion.

__ADS_1


"Kebahagiaan yang sempurna ,,,"batin Pangeran merasa sangat senang.


Namun seketika ia terlihat gusar.


"Sarah, bagaimana kabarmu sekarang? Apa kamu baik baik saja disana?"batin Pangeran yang tiba tiba teringat dengan cinta pertamanya.


...


Angel dengan badan lelah masuk kedalam ruangannya. Ia sangat lelah dan letih, akhir akhir ini banyak pasien yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin Membuatnya mau tidak mau langsung terjun kelapangan.


Angel melepaskan kain putih kebanggaannya, dan Ia membuka masker yang membuatnya pengap saat ini.


Angel menaikan tangannya keatas untuk meregangkan otot-otot ditubuhnya. Rasanya ia ingin sekali rebahan dikasurnya yang empuk.


Ketika Angel mendekati kursi kesayangan, seorang pria dengan senyum manis menyapa Angel.


"Hay ..!?"sapa Raka.


"Oh tuhan, Rakaaa ..!!!" Angel berlari dan memeluk Raka dari belakang.


Raka yang masih duduk di kursi Angel merasa senang dengan respon sahabatnya yang ternyata tidak melupakannya.


"Aaahahahhaha,, aku sangat senang sekali bisa melihat kamu Raka ..!?"ucap Angel sambil menyeka air mata diujung ujung matanya.


"Uuuhh lebay deh,," ucap Raka memencet hidung Angel yang mancung.


"Aahh Rakaa,, ih kamu ini jahil sekali sih. Emm aku sangat merindukanmu Rakaaaa,,," ucap Angel merentangkan kedua tangannya.


Dengan senang hati Raka memeluk Sahabatnya yang sangat ia rindukan jua.


"Aku juga sangat merindukan kamu Angel, sangat ,,!!"


Kini Angel dan Raka Sedang duduk bersama sambil menikmati kebab yang sudah Raka pesan sebelumnya.


Disaat saat sedang duduk santai sambil menikmati makanan, Raka mencoba untuk menanyakan sesuatu pada Angel.


"Angel ..?"


"Iya Raka ?"


"Aku ingin membuat adikku Laras bisa jalan, apakah itu mungkin?"


Angel berfikir sejenak, awalnya ia tidak yakin. Namun Angel tidak ingin membuat sahabatnya putus asa sebelum memulainya.


"Tidak ada yang tidak mungkin jika kamu disini Raka. Kita pasti bisa," ucap Angel mencoba meyakini Raka.


Raka tersenyum,


"Angel ?"


"Iya Raka ?"jawab Angel sambil mengunyah makanannya.


"Apa kamu mau menungguku?"


"Memang kamu mau kemana lagi?"


"Aku tidak akan kemana mana, hanya saja apa kamu mau menunggu saat usia kita sudah matang?"


Angel merasa senang dengan ungkapan isi hati Raka. Walaupun tidak secara terang-terangan, namun Angel dapat memahaminya.


"Sampai kapan pun akan selalu ku tunggu Raka .."


Raka tersenyum.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu istirahat bersama sama. Raka sangat senang dengan respon Angel yang ternyata selama telah menunggunya dan membalas perasaanya.


...


__ADS_2