Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Nasib Yuma


__ADS_3

Operasi Yuma berjalan dengan lancar, tetapi ada sesuatu yang harus Angel katakan pada keluarga pasien.


Jaka dan Raka keluar dari ruang operasi dengan wajah yang sangat murung.


"Raka ! Jaka ,, bagaimana dengan Yuma ?"tanya Mumut yang sangat merasa khawatir sedari awal.


namun Jaka dan Raka hanya diam saja dengan wajah lesu mereka.


Angel keluar dari ruang operasi,


"Nyonya, Tuan bisa ikut saya ?" Ucap Angel pada Mumut dan Yuda.


Mumut dan Yuda benar benar merasa sangat tidak enak. Filing mereka, ini bukanlah kabar baik yang akan mereka terima.


Di dalam ruang kerja Angel. Angel meminta pemilik rumah sakit itu untuk duduk dengan hormat.


"Dok, bagaimana dengan putri saya ?"tanya Mumut yang langsung mengeluarkan buih buih mutiara dari matanya.


"Nyonya dan Tuan, sebelumnya saya benar benar meminta maaf. Akibat dari benturan keras di kepala nona muda Yuma adalah ..."


"Adalah apa dok !!?"tanya Yuda yang tidak sabar untuk mendengar.


"Kebutaan ,," jawab Angel dengan wajah sendu'nya.


"Ya allaaah gustiii iiii iiii,, anakkuuuu yumaa, !!!"tangis Mumut histeris, Mumut benar benar merasa dadanya begitu sangat sakit dan berat. Mumut merasa dunianya telah hancur. Apakah ini maksud dari mimpi itu ? Mumut mencoba pergi dari Amerika agar anaknya jauh dari kesialan, tetapi nyatanya kesialan itu mengikuti mereka kamanapun mereka pergi.


"Sayang, tambahkan hati kamu,,," ucap Yuda yang mencoba memberi kekuatan kepada Mumut. Walau kenyataannya Yuda merasa sangat terpukul dengan apa yang dia dengar.


"Dok, tapi anak saya masih bisa di sembuhkan kan dok !!? Jika dia butuh mata baru, ambil saja mata saya dong,, pliss aku mohon dok !!??" Tanya Mumut dengan segala keputusasaan.


"Nyonya, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ketika nona muda telah sadar," ucap Angel yang tidak bisa memberi kepastian.


.


Yuda dan Mumut keluar dari ruangan Angel dan berjalan ke menuju tempat Yuma di rawat.


Yuda dan Mumut melihat Raka dan Jaka menundukkan kepala mereka. Sangat terlihat jika mereka merasa sangat bersalah.


"Nak,?" Panggil Mumut dengan lembut.


Raka masih diam dan tetap menundukkan kepalanya.


"Raka,?" Panggil Yuda sambil memegang tangan Raka. Namun Raka menepis pelan tangan itu.


Raka benar benar merasa sangat bersalah, Semua ini terjadi karena kecerobohan yang dia lakukan. Raka tidak sanggup untuk menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.


.


Namun tiba tiba Jaka berdiri dan melepaskan jas putih kebanggaannya.


"Kak, aku akan mengundurkan diri menjadi dokter," ucap Jaka sambil berjalan membuang jas putihnya ke tong sampah.


Mumut dan Yuda tercengang dengan sikap Jaka.


"Dek, ada apa ? Kenapa kamu begini? Ini semua bukan salah kamu,!"ucap Mumut mencoba membujuk Jaka agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Iya Jaka, apapun yang terjadi itu bukan salah kamu. Kita sedang di beri ujian dari tuhan," ucap Yuda.


"Om, Raka mohon jangan membuat Raka tambah bersalah. Semua ini adalah salah Raka," ucap Raka memotong pembicaraan mereka. Dengan wajah yang masih menunduk, Raka menyembunyikan rasa pilunya.


"Sayang, apa yang kamu katakan nak, tolong jelaskan kepada kami ?"tanya Mumut dengan perlahan.


"Hik hik hik ,,, Buu ini semua salah Raka ! Raka tidak sengaja mengatakan jika Yuma dan Laras adalah saudara kandung. Yuma syok dan marah sampai akhirnya dia terpeleset dan jatuh dari batu di kali ,,,"jelas Raka membuat semua orang terkejut dengan apa yang mereka dengar.


"Apa !! Jadi Yuma sudah bertemu dengan Laras !?"tanya Mumut.


"Iya buk, pagi pagi sekali Raka mencoba untuk menghirup udara segar dan ternyata Laras sedang melukis di taman, ketika Raka menemui Laras tiba tiba Yuma datang. Laras lumpuh buk, Laras merasa terhina dengan pertanyaan Yuma dan Raka malah menyalahkan Yuma hanya karena pertanyaan Yuma tidak memiliki maksud untuk menghina Laras." Jelas Raka.


Yuda dan Mumut si tambah terkejut dengan kabar itu.


"Jadi Laras, anak si Sarah itu lumpuh !?"tanya Yuda.


"Iya pah, Laras selama ini menyembunyikan semuanya karena dia merasa malu ,,,"


.


Jaka yang menahan geram akhirnya mendekati Raka.


Buk !! Jaka memukul wajah Raka.


"Aahhkk Jaka !! Apa yang kamu lakukan !!?"teriak Mumut hiteris.


"Mbak, dia ini sama seperti bapaknya !! Egois dan tidak bisa adil !! Lihatlah, gara gara mulut busuknya ini Yuma celaka ! Dan sekarang dia sedang terbaring disana ! Apa yang harus kita katakan kepada Yuma setelah dia bangun tetapi semuanya gelap baginya mbak? Dan bagaimana kita bisa mengahadapi pertanyaan Yuma !!"teriak Jaka yang benar benar terpukul. Jauh dari lubuk hatinya, dia benar benar tidak bisa rela melihat Yuma harus menderita seperti ini.


"Buk, pah... Om Jaka benar. Ini semua salah Raka.... Plak plak !!"Raka menampar dirinya sendiri dengan kuat.


"Raka !! Sayaaaaang,cukup nak cukuuuuup !!! Ini bukan salah Raka," ucap Mumut yang langsung memeluk anaknya karna khawatir melihat anaknya yang terlihat begitu rapuh.


"Jaka, kendalikan diri kamu. Dan Raka, berhenti untuk menyalahkan diri sendiri. Semua itu sekarang ini tidak penting. Yang terpenting sekarang, kita harus berusaha agar Yuma bisa kembali pulih seperti sedia kala," ucap Yuda mencoba untuk melarai mereka, walau sebenarnya Yuda sangat takut untuk menghadap Yuma. Apa yang harus dia katakan dan jelaskan kepada Yuma.


Angel diam diam melihat keluarga yang sedang terpuruk itu. Angel begitu sedih karena harus bertemu dengan Raka dalam kondisi seperti ini. Dia juga sedih karena tidak bisa menyelamatkan Yuma sepenuhnya.


Angel berjanji, jika dia tidak bisa membuat Yuma sembuh total, ia akan berhenti menjadi dokter selama hidupnya.


...


Disisi lain, Tuan Aska yang sudah sampai ke kota membujuk istrinya dan besannya agar mau untuk istirahat dulu di rumah utama.


Tuan Aska tidak ingin mereka pergi kerumah sakit dalam keadaan yang kacau.


Mama Lauren sebenarnya ingin menolak, tetapi dia juga memikirkan besan dan putrinya yang masih belum sadarkan diri.


"Pak alim dan buk item, kita masuk dulu kerumah saya ya. Setelah membersihkan diri dan makan, kita akan menyusul Yuda dan Mumut," ucap Tuan Aska pada besannya.


"Njeh pak, Kulo manut piye penak'e( iya pak, saya ikut bagaimana enaknya)" jawab pak alim.


Mak item dan pak alim tercengang ketika memasuki rumah besannya yang bak seperti istana.


"Pak,.omahe ombo tenan Yo, luase Podo koyo ladange Dewe"


.( pak, rumahnya besar sekali ya, luasnya sama kaya ladangnya kita)"ucap Mak item.

__ADS_1


"Iyo Mak, kan dekne wong uwong sugeh"


(Iya buk, kan mereka orang kaya,)" jawab pak alim.


Setelah mandi, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Mengingat sedari pagi mereka belum memakan apapun.


"Pak alim, buk item, semoga saja cucu kita tidak kenapa napa ya," ucap mama Lauren.


"Njeh buk besan, Kulo(saya) juga sangat khawatir dengan keadaan cucu saya," jawab Mak item.


"Kita harus tegar dan kuat agar Yuma juga kuat untuk bertahan dan kembali kepada kita," ucap Tuan Aska.


"Amiiin ..." Jawab mereka serempak.


Ketika mereka sedang makan tanpa selera, tiba tiba yasmin turun.


"Mama papah !! Dimana semua bodyguard !!"teriak Yasmin yang sudah sadar dari pingsannya.


"Inces ada apa sayang?"tanya mama Lauren heran dengan sikap anaknya yang tiba tiba.


"Aku harus memberi mereka pelajaran, mereka dibayar mahal untuk menjaga Tuan mereka. Tapi apa yang mereka kerjakan, ponakan inces, haaaa aaaaa aaaa !! ponakan inces huuu uu malang sekali dia mah,," ucap Yasmin dengan emosi, sedih dan pedih mengingat jika ponakannya sedang berjuang untuk hidup.


.


Saat di kamar.


Setelah sadar, Yasmin langsung melakukan Vidio call dengan Yuda. Yasmin ingin tahu bagaimana keadaan ponakannya itu.


Yuda tidak menjawab aneh aneh, Yuda hanya mengatakan jika Yuma sebentar lagi akan sadar. Dan itu membuat Yasmin sedikit lega.


.


Para bodyguard sudah berkumpul, jika Yasmin meminta maka tidak ada yang dapat mencegahnya.


"Kalian !! Apa yang kalian lakukan hah !! Kami membayar kalian mahal tetapi ini hasil kerja kalian !!".bentak Yasmin membabi buta.


Semua bodyguard tidak ada yang berani membela diri mereka sendiri. Semuanya hanya diam saja dan menerima apapun hukuman yang akan di beri.


"Kalian !! Benturkan kepala kalian tembok !! Jika belum ada darah yang keluar, benturkan lagi sampai ada darah yang keluar !!"perintah Yasmin membuat orang tuanya membelalakkan mata mereka.


"Inces sayang ,, jangan begitu nak," ucap Mama Lauren mencoba menenangkan Yasmin.


"Tidak papa Nyonya, kami siap menerima hukuman ini. Ini semua adalah salah kami," ucap salah bodyguard dengan sigap dan mendapatkan anggukan dari Bodyguard lainnya.


Yasmin tersenyum puas.


Buk ! Buk !.Buk !!


Para bodyguard langsung membenturkan kepala mereka sendiri ke tembok dengan kuat. Seperti perintah Yasmin, mereka semua harus berdarah darah bahkan ada juga yang sampai pingsan.


"Aduh ...! aduh ..! Aduh ... !!"pak alim dan Mak item hanya bisa meringis ngilu melihat adegan itu.


Tuan Aska hanya menggelengkan kepalanya.


"Ini hanya akan membuat lebih banyak mengeluarkan anggaran," batin Tuan Aska memijat kepalanya yang pusing.

__ADS_1


__ADS_2