Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Ngidam ...


__ADS_3

Raka yang sedang mengurus ibunya yang sedang mabuk, tidak sempat untuk memantau keadaan Yuma.


Raka tidak sempat melihat ketika Yuma memberontak ingin pergi menemui ibunya.


Raka memberi tahu ibunya jika ia sedang hamil. Entah harus senang atau sedih.


Ini adalah berita yang selalu Yuda dan Mumut tunggu tunggu selama ini.


Mumut menahan sesak di dadanya. Dia begitu sangat merindukan Yuda dan juga Yuma. Dia ingin sekali berada di pelukan mereka dan memberi tahu kabar bahagia ini, namun Mumut tidak memiliki keberanian untuk kembali.


Mumut takut jika kehadirannya akan membuat kekacauan lagi, dan merusak kedamaian yang Mumut lihat.


"Buk, apakah ibu ingin kembali ?"tanya Raka yang melihat ibunya begitu rapuh.


"Tidak nak, ibu tidak ingin merusak kedamaian mereka. Kamu lihat sendirikan, Ayah kamu Pangeran dengan papa Yuda bisa berteman ketika ibu tidak ada. Yuma juga terlihat sangat terhibur dengan kehadiran Yuda dan Pangeran. Ibu takut, kehadiran ibu hanya akan membuat masalah bagi mereka," tutur Mumut dengan legowo(ikhlas)


Paula yang menguping pembicaraan Raka dan Mumut hanya bisa mengerutkan keningnya.


"Hemm, ternyata Masalah rumah tangga Mumut begitu rumit. Kasihan,"batin Paula bersimpati dengan masalah rumah tangga Mumut.


.


"Oya Raka, ibu ingin melihat keadaan Yuma ?"ucap Mumut yang sangat merindukan anaaknya.


Raka langsung membuka handphone'nya. Dan Langsung terlihat disana ada mama Lauren dan juga mama Ratu yang sedang menjaga Yuma yang sedang tertidur nyenyak.


Kedua nenek itu terlihat sangat kompak dan baik baik saja, padahal yang Mumut tahu mama Lauren dan mama Ratu adalah musuh yang sangat sulit di akurkan.


Mumut menangis bahagia, kepergiannya benar benar berdampak positif untuk semuanya. Walaupun Mumut merasa sangat sakit, tetapi dia harus rela demi kedamaian semua orang.


Dan Raka juga mengira begitu, ia mengira kepergian mereka membawa kedamaian antara dua keluarga itu, tanpa Raka cek dahulu rekaman yang sebelumnya.


Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Keadaan Yuma saat ini benar benar sangat memprihatikan. Yuma membutuhkan Mumut dan juga Raka untuk melanjutkan penyembuhan di kepalanya dan juga matanya.


.


"Hay," sapa Paula kepada Mumut dan Raka yang sedang merenungi sesuatu.


"Hay kak," jawab Raka.


"Makan dulu yuk !?"tawar Paula.


"Emm Paula, saya belum lapar," jawab Mumut.


"Kamu tadi habis mabok loh, kamu harus makan demi janin kamu .."


"Iya buk, ibu harus makan .."


"Tapi ibu ingin makan paha ayam," ucap Mumut ragu ragu.


Paula dan Raka menepuk jidat mereka. Dimana mereka mendapatkan paha ayam di tengah laut seperti ini. Bahkan restoran yang ada di kapal itu tidak memiliki setok paha ayam.


"Maaf mbak, paha ayam tidak ada. Tetapi jika daging cincangnya ada," jawab sang koki.

__ADS_1


Mumut menggelengkan kepalanya.


"Ah maaf pak, ibu saya tidak mau," ucap Raka.


Akhirnya, karena tidak ingin ibunya menahan lapar. Paula dan Raka mencoba bertanya-tanya kepada semua penumpang, siapa tahu di antara mereka ada yang membawa bekal. Mereka akan menggantinya dengan makanan termahal di restoran itu jika ada yang memberi mereka paha ayam.


Dan dari semua penumpang, hanya ada satu yang membawa paha ayam goreng, itu saja untuk anak mereka yang sangat suka dengan paha goreng. Anak itu tidak mau makan apa apa selain paha goreng.


Raka dan Paula akhirnya berfikir sangat keras, bagaimana caranya anak itu mau memberikan paha goreng itu kepada mereka.


Raka memiliki ide, ia mendatangi koki dan memintanya untuk membuat paha ayam dari cincangan daging.


Raka tersenyum puas dan menghampiri anak kecil itu.


.


"Hay adik tampan, kakak punya apa buat kamu nih," ucap Raka sambil memberikan paha ayam dari daging yang di cincang, warna yang fres dan baunya yang lezat membuat anak itu mau menukarkan nya dengan paha ayam sungguhan yang dia punya.


"Iya kak, aku mau yang itu," ucap anak itu merasa sangat senang.


Raka tersenyum dengan puas, akhirnya dia mendapatkan paha ayam yang di inginkan ibunya.


.


"Buk ,,," sapa Raka.


"Iya nak, ?"


"Nih, Raka bawakan paha ayamnya," ucap Raka sambil memberikan paha ayam yang sudah di panaskan kembali.


Mumut akhirnya mau memakan dengan lahapnya.


Raka dan Paula tersenyum melihat Mumut akhirnya mau makan.


..


Disisi lain, Yuda yang memikirkan bagaimana nasib Yuma merasa pusing dan terus mual. Sebenarnya Yuda merasakan ini sudah dari satu bulan yang lalu. Dari saat akan pulang ke indo, Yuda merasa dirinya agak aneh. Tetapi Yuda mengira itu adalah hanya karena dirinya terlalu lelah.


Pangeran yang memperhatikan Yuda mencoba untuk memberikannya air minum.


"Hay, ada apa dengan kamu !?"tanya Pangeran.


"Aku tidak tahu, rasanya aku ingin .. ingin huuweeeekkk !!" Yuda yang tidak tahan malah muntah di depan Pangeran sampai mengenai baju dan sepatu Pangeran.


"Woooh wooo... !!! oooh nooooo !!! Yudaaaaaa... Huwek !! Huweeekk !!"pangeran yang merasa jijik malah ikutan ingin muntah.


Yuda yang masih mual tidak menghiraukan Pangeran, dia langsung berlari untuk masuk kekamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Yuda mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.


Pangeran juga langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Shiit !! Kamu sungguh jorok Yuda !"umpat Pangeran kesal.

__ADS_1


"Sory pang, saya gak sengaja !!"ucap Yuda yang merasa badanya Sangat lemas.


Pangeran di sebut Pang merasa kurang suka. Itu terkesan seperti kata kamp*ng.


Tetapi Pangeran tidak ingin memperpanjangnya.


"Yuda, cepat carikan aku salin. Baju aku kotor dengan muntahan kamu ini, Huwek ... !"ucap Pangeran menahan mual.


Yuda yang merasa bersalah akhirnya mau membantu mencarikan Pangeran baju.


.


Sesaat Yuda datang.


"Nih !!" Yuda melemparkan baju dari atas.


"Apa ini !!??"tanya Pangeran merasa terkejut.


Itu adalah baju khusus pasien.


"Hanya itu yang aku temukan, badan aku sangat lemas untuk mencarikan kamu baju baru," ucap Yuda lalu meninggalkan kamar mandi karena dia ingin meminum obat.


"Kamu bisa menyuruh bodyguard kan !!"ucap Pangeran dengan kesal.


Namun percuma Pangeran berteriak, karena Yuda sudah pergi. Dan dengan terpaksa, akhirnya Pangeran mau memakai baju itu untuk sementara.


..


Yasmin masih terus mencoba untuk berbicara dengan Jaka, namun Jaka yang masih kesal enggan untuk berbicara dengan Yasmin.


Kakaknya pergi karena dia, dan sekarang Yuma kemungkinan gagal operasi karena dia juga. Jaka benar benar belum bisa untuk memaafkan Yasmin.


"Jaka, aku mohon kepadamu, maafkan aku ya," ucap Yasmin memohon.


"Aku akan maafkan kamu jika kamu bisa membuat Yuma stabil dan tidak setres. Jika tidak, aku akan mencongkel mata kamu untuk aku donorkan ke Yuma," ancam Jaka tanpa melihat wajah Yasmin.


"Huaa aaa aaa,, jika memang begitu, ambil saja mata aku Jaka aaaa aaaa !! Ambilah,, aku juga tidak ingin ponakan aku tersayang menderita seperti iniii iiii iii.... Huaaa aaaa aaaa,,!!"


Mendengar Yasmin sangat menyesali perbuatannya, Jaka menjadi sedikit luluh.


Jaka mendekati Yasmin dan memeluknya.


"Maafkan aku Yasmin, aku hanya masih tidak bisa menerima semua ini. Yuma adalah anak yang baik, dia tidak pantas untuk merasakan penderitaan ini," jelas Jaka.


Yasmin sangat mengerti, karena dirinya juga tidak bisa menerima Yuma seperti ini.


"Aku akan mencoba untuk bicara dengan Yuma, aku janji akan membuatnya tenang setelah bangun nanti, kita semua harus bersatu untuk menyemangati Yuma agar dia bersemangat untuk sembuh," ucap Yasmin dengan semangat.


"Kamu benar sayang, kita harus bersatu agar Yuma bisa bersemangat kembali," ucap Jaka tersenyum kepada Yasmin.


..


Disisi lain.

__ADS_1


Ola dan Bayu Sedang melakukan ijab kobul. Bayu terpaksa mengikuti keinginan Ola yang tidak ingin pernikahan mereka terekspos. Ola merasa itu akan mempengaruhi karirnya yang sedang naik daun. Kepergian Sarah membawa keberuntungan tersendiri bagi Ola, jadi Ola tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


__ADS_2