
Yuma telah sadar dari mimpi buruknya. Tetapi kini Yuma hanya diam saja, tidur maupun bangun kini terasa sama saja bagi Yuma. Kepergian ibunya benar benar membuat Yuma merasa sangat terpukul.
Mama Lauren dan mama Ratu yang sedang mengobrol di sofa tamu, di kejutkan dengan pergerakan Yuma yang ingin melepaskan infusnya.
"Oh ya ampun yumaa !!"teriak mama Ratu langsung berlari ke arah Yuma.
Mama Lauren yang melihat itu pun ikut berlari kearah Yuma.
"Oh baby sayang, no sayang noo !!"teriak mama Lauren mencoba untuk mencegah Yuma.
Tuan Aska yang menunggu di luar ruangan langsung masuk kedalam ketika mendengar teriakan dari istrinya.
"Lepaskan Yuma neeeekk lepaskan !! Yuma ingin mati saja jika begini !! Yuma tidak, huaaa aaaa aaa Yuma ingin mamaaaa !!"teriak Yuma sangat memilukan.
Jaka dan Yasmin langsung berlari keruangan Yuma ketika mendengar Yuma histeris. Pangeran dan juga Yuda yang mendapatkan kabar itu dari suster langsung berlari keruangan Yuma.
Semua orang mencoba untuk menenangkan Yuma.
Tetapi bagaimana pun mereka membujuk, Yuma tetap tidak ingin berhenti, dia terus memberontak, menangis dan berteriak histeris.
Akhirnya dengan emosi, Yuda berteriak.
"Setooop Yuma !!, Ibu kamu pergi karena kamu buta !! Jika kamu ingin ibu kamu kembali, maka sembuhlah !!"teriak Yuda membuat Yuma terdiam.
"Hiik hik hik,,, apakah itu benar pah !?"tanya Yuma sesegukan.
Semua orang hanya bisa menunduk sambil menangis.
Yuda tidak sanggup lagi untuk berkata bohong.
Pangeran maju dan memeluk Yuma.
"Iya sayang, ibumu akan kembali jika Yuma sudah bisa melihat lagi. Maka dari itu tenagkanlah diri Yuma agar Operasi ini berjalan dengan lancar dan Yuma bisa segera sembuh," ucap Pangeran dengan sangat lembut.
Disela sela tangisnya, Yuma tersenyum.
"Iya ayah, Yuma akan sembuh, Yuma pasti akan sembuh, Yuma ingin mama kembali, Yuma ingin melihat mama," ucap Yuma dengan penuh harapan.
Namun semua orang hanya bisa saling berpelukan dan menangis, bagaimana mereka bisa menjelaskan nanti. Bagaimana jika mereka tidak dapat menemukan Mumut.
Namun melihat Yuma sudah tenang, itu membuat mereka sangat senang.
Mereka semua saling berpelukan dan menyatu sambil mengembangkan senyum, semua mereka lakukan agar Yuma kembali bersemangat untuk sembuh. Ketenangan fikiran Yuma sangat berarti untuk saat ini agar Operasi bisa berjalan lancar seperti yang sudah di rencanakan.
__ADS_1
Disisi lain, Raka baru selesai makan memutuskan untuk melihat keadaan Yuma di rumah sakit.
Lagi lagi ketika Raka membuka ponselnya, terlihat adegan yang sangat romantis.
Disana Raka melihat semua orang saling berpelukan dan tersenyum. Raka menunjukan rekaman itu kepada Mumut.
"Ibu, lihatlah .."
Mumut benar benar tersentuh melihat mereka semua. Mereka saling menyatu dan berpelukan. Senyuman di wajah mereka terlihat sangat bahagia.
Tanpa sadar Mumut meneteskan air matanya.
"Raka, mereka benar benar sudah bahagia nak," ucap Mumut sambil menyeka air matanya.
"Semoga Yuma bisa selalu tersenyum seperti itu ya Bu, Raka juga senang akhirnya mereka bisa bersatu untuk mendukung Yuma," ucap Raka yang juga merasa ngilu di hatinya.
"Iya nak, ibu senang melihat mereka bisa seperti itu," ucap Mumut mencoba untuk tersenyum dan mengikhlaskan semuanya.
Mumut benar benar tidak menyangka jika kepergiannya membawa kebahagiaan untuk semua orang.
Namun kenyataannya, apa yang Mumut lihat tidaklah seperti yang dia kira.
..
Di sebuah clup termewah dan termahal di new York. Sarah di arahkan kesebuah kamar kelas VVIP.
Di dalam kamar, Sarah sangat terkejut melihat pelanggan pertamanya.
"Oh ya tuhan ! Apakah dia manusia !?"batin Sarah merasa ngeri dengan sosok yang ada di depannya.
Sarah ingin melarikan diri tetapi di halangi oleh bodyguard.
"Kamu layani dia dengan baik atau kepala kamu akan kami gantung di depan clup ini !!"bentak bodyguard itu mengancam sarah.
Sarah akhirnya masuk kembali ke kamar dengan kaki yang bergetar hebat.
Pria itu terlihat sangat menakutkan. Badan hitam pekat, tubuh yang tinggi dan besar, perut buncit, mata yang hilang satu dan bulu dimana mana. Rantai emas besar yang melingkar di leher pria itu menambah kesan menyeramkan bagi Sarah.
"Layani atau mati !!" Ucap pria itu dengan senyuman membunuh.
Akhirnya dengan kekuatan yang tersisa, Sarah melakukan semua yang di perintahkan.
. Beberapa jam kemudian, Sarah yang babak belur di bawa kesebuah mes para wanita pelac*r.
__ADS_1
Sarah di siram air garam oleh para wanita wanita disana.
Sarah memiliki beberapa luka di tubuhnya langsung tersadar dan berteriak kesakitan.
"Aaahhkkk sakiiitt !!! Apa yang kalian lakukan !!?"teriak Sarah.
Seorang pelac*r senior datang dan menampar Sarah dengan kuat.
"Jika kamu mengambil pelanggan aku lagi, aku akan membunuhmu !!"ancam senior itu membuat nyali Sarah menciut.
"Ta.. taapi aku tidak merebut pelanggan kamu, aku disuruh oleh bos. Lagian jika kamu, aku dengan suka rela memberikannya kepadamu," ucap Sarah yang juga tidak Sudi melayani monster itu.
Senior itu tidak terima jika ladang uangnya di hina seperti itu. Ketika senior itu ingin menampar Sarah Bos besar tiba tiba datang.
"Jangan ada yang menyentuh dan menyakiti wanita ini, dia adalah bintang untuk saat ini," ucap bos besar itu dengan senyum yang aneh kearah Sarah.
"Kalian semua yang disini harus menuruti semua perkataan Sarah, jika tidak ! Aku akan menggantung kepala kalian !!"ancam bos besar.
Semua kupu kupu siang dan malam itu hanya bisa menunduk di depan bos besar.
"Baik Bos !!"ucap mereka serempak .
Bos besar yang merasa puas, akhirnya keluar dari mes itu.
Semua orang memandangi Sarah dengan tatapan jijik. Dan hanya ada satu wanita yang baik mau menolong Sarah, dan wanita itu hampir mirip dengan Mumut jika di lihat sekilas.
"Hay, sini aku bantu," ucap wanita itu.
Sarah hanya diam saja dan menerima pertolongan dari wanita itu.
Wanita itu sangat baik, dia mau membantu dan mengobati luka Sarah.
Sarah yang melihat ketulusan wanita itu langsung menangis sesenggukan.
Dia teringat dengan Mumut, wanita yang selalu dia siksa hanya karena dia cemburu dengan Mumut yang tidak pernah merebut suaminya. Walaupun Mumut istri pertama, tetapi setiap malam Pangeran selalu tidur dengan dirinya. Walaupun begitu, Sarah masih saja menganggap Mumut perebut, dan selalu menyiksa Mumut dengan cara halus maupun kasar.
Disini Sarah sadar dengan semua kesalahannya kepada semua orang. Jika waktu bisa di putar kembali, namun nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Sarah harus menerima semua ini dan mencari cara agar tetap hidup dan keluar dari tempat ini.
"Hemm aku sudah mengobati luka kamu, istirahat lah, Jangan banyak menangis, simpan tenaga kamu untuk besok," ucap Winata itu.
"Terima kasih banyak, jika boleh tahu, siapa nama kamu ?"tanya Sarah
"Aku Rose," jawab wanita itu dengan senyum lalu pergi meninggalkan Sarah.
__ADS_1
Sarah dengan perasaan pilunya, mencoba memejamkan matanya. Dia sangat merindukan putrinya yang selama ini kurang perhatian dari dirinya.
"Laras sayang, maafkan mama ,,"gumam Sarah dengan air mata yang berderai.