Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Bertemu


__ADS_3

12 malam, hujan tidak juga menunjukkan akan berakhir membuat Yuda benar benar panik bukan kepalang.


Pangeran dan Paula mereka juga masih terjaga. Paula mencoba beberapa kali menghubungi Mumut namun handphone selalu tidak aktif di karenakan kehabisan baterai.


"Pangeran !"teriak Yuda dengan tiba tiba membuat semua orang terkejut.


"Ada sih Yud, bikin kaget saja!?"


"Bukankah Keluarga kamu adalah keluarga keraton. Biasanya orang kejawen bisa membaca mantra untuk menangkal hujan dan petir !!"ujar Yuda merasa ada titik cerah.


"Mana aku tahu soal begituan," jawab Pangeran cetus. Ia merasa Yuda benar benar gila sehingga mulai omong kosong.


"Cobalah kamu hubungi saudara kamu, siapa tahu mereka bisa membantu !!"ujar Yuda dengan wajah yang sangat memprihatikan.


"Cukup Yud!! Mana ada hal macam seperti itu. Tenangkan dirimu dan berdoa saja supaya hujan badai ini segera berlalu," bujuk Pangeran mencoba untuk menangkan Yuda.


Yuda mengusap wajahnya dengan kasar. Ia benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istri tercintanya.


"Sory pang, aku hanya sangat khawatir dengan keadaan Mumut sekarang. Dia sedang mengandung anak aku Pang, anak aku !! Jika saja kamu tidak membuat ide ide konyol seperti ini, maka Mumut tidak akan berada dalam bahaya," ujar Yuda yang mulai menyalahkan Pangeran.


"Apa maksud kamu Yud!? bukankah kamu sendiri yang setuju dengan ide aku itu!?"


"Tidak dengan drama ini Pang!! Sudah aku katakan aku tidak ingin ada drama ketika pembangunan jalan ini berjalan!"


"Mana aku jika manager sialan itu membohongi aku!!"


"Cukuuup !! Apa kalian tidak bisa diam? Tuan Yuda, aku harapan anda bisa kendalikan diri anda. Kita ambil saja hikmah dari kejadian ini. Jika bukan karena ide Tuan Pangeran, kemungkinan besar aku tidak akan berada disini dan membawa berita ini kepada kalian. Dan kemungkinan besar, anda tidak akan bertemu dengan istri anda kembali."


Yuda terdiam ketika mendengar ucapan Paula. Ia terkulai lemas menjatuhkan tubuhnya kesofa yang empuk. Yuda menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tidak ingin terlihat memprihatinkan di depan Pangeran dan Paula.


Akhirnya, pukul 3 dini hari hujan badai telah berhenti. Yuda dan Pangeran memasangkan penutup telinga untuk Yuma dan Laras. Mereka tidak ingin anak anak mereka kebisingan karena helikopter akan mendarat di lapangan villa.


"Sayang, tidur yang nyenyak ya. Papa janji ketika papa pulang, papa akan membawa mama kamu dan juga kakak kamu. Emuuach," bisik Yuda dengan lirih di depan Yuma.


Helikopter telah mendarat sempurna. Yuda dan yang lain langsung bergegas memasuki helikopter.


Di perjalanan, Pangeran dan Paula saling bersandar satu sama lain. Mereka langsung tertidur ketika helikopter lepas landas. Hanya Yuda masih terjaga, ia sama sekali tidak dapat memejamkan matanya.


"Apa setelah ini aku harus belajar ilmu menghilang," batin Yuda yang sudah sedikit tidak waras. Sebenarnya bukan tidak waras, itu adalah sebuah apresiasi karena kesenangan dan ketidak sabarannya yang ingin segera berjumpa dengan seorang kekasih sangat ia cintai.


Dikalimantan waktu lebih maju 1 jam, bisa kurang bisa lebih dari pulau Jawa.


Para kru pembawa alat alat berat sudah siap untuk bekerja merobohkan bangunan bangunan yang ada disana.


Semua warga berteriak histeris ketika rumah rumah mereka di hancurkan.

__ADS_1


Mumut yang sedang hamil besar tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan rumah rumah itu. Begitupun dengan Raka, wajah yang sudah babak belur, bahkan pergelangan tangannya mengalami cidera serius membuatnya sesekali meringis kesakitan.


Helikopter mendarat dengan sempurna di lapangan dekat panti. Yuda dan yang lain bergegas untuk turun.


Namun Yuda mengerutkan keningnya.


"Paula, dimana pantinya !?"


"Jika berjalan kaki 10 menit dari sini !!"


"Aku akan menelfon orang untuk menjemput kita disini."


"Shiit!! Kenapa tidak ada sinyal disini!?"umpat Pangeran kesal.


Merasa sangat tidak sabar, akhirnya Yuda memutuskan untuk berlari.


"Yud tunggu !!" Pangeran ikut berlari menyusul Yuda di ikuti oleh Paula juga.


.


Alat berat itu mulai mengarah kearah panti. Semua orang menangis histeris ketika panti tempat mereka berlindung akan di hancurkan.


Anak anak panti terlihat sangat ketakutan, mereka menangis di pelukan ibu panti.


Detik detik terakhir, Mumut baru tersadar jika kalung pemberian suaminya masih berada di laci kamarnya.


"Ibuu !! Ibu mau kemana !!?"teriak Raka yang melihat ibunya lari kearah panti yang sebentar lagi akan dirobohkan.


Karena tidak ada jawaban, Raka ikut berlari menyusul ibunya.


Braakk braaakk !! Alat itu mulai merobohkan beberapa bagian di panti.


Disisi lain, Yuda yang baru saja sampai merasa sangat terkejut melihat alat berat excavator sudah mulai merobohkan bagian penyangga panti.


Melihat ada bos besar datang, semua orang mematikan mesin mereka dan menghadap ke Yuda.


Dengan senyum tanpa dosa, mereka semua memberi hormat kepada Yuda.


Ketika Yuda ingin bicara, ibu panti berteriak meminta tolong jika didalam panti ada seseorang.


"Tolooong Toloong, ada wanita hamil yang masih berada di dalam panti!" teriak ibu panti. Mendengar istrinya masih ada di dalam, membuat Yuda langsung berlari kearah panti yang sebentar lagi akan roboh karena beberapa penyangga sudah dirobohkan.


"Tuan jangan masuk kedalam itu berbahaya!!" teriak seorang mandor.


Yuda tidak menghiraukan, Pangeran yang baru sampai dan melihat Yuda mengarah panti yang sudah akan roboh langsung ikut mengejarnya.

__ADS_1


Mumut yang sudah mendapatkan kalungnya merasa sangat senang.


"Ibu, ayo cepat kita keluar," ujar Raka yang menjemput ibunya.


Dengan perlahan sambil memegangi perutnya yang sangat berat Mumut dan Raka keluar dari panti.


Disaat akan keluar, tiba tiba sebuah tiang penyangga yang belum jatuh sempurna mulai bergerak dan akan terjatuh kearah Mumut dan Raka.


"Aaahhhkk !!!" Raka mencoba melindungi tubuh ibunya. Semua berteriak terkejut melihat itu.


Beruntung di waktu yang tepat, Yuda datang dan menahan tiang penyangga yang cukup besar itu. Disisa sisa tenaganya, Pangeran datang dan membatu Yuda. Semua orang yang melihat itu pun mendekat dan langsung membantu Yuda untuk menyingkirkan tiang penyangga itu jauh jauh supaya tidak jatuh kearah Mumut dan Raka.


Raka yang merasa nyawanya selamat langsung menaikan wajahnya. Ia melihat ada ayah dan papahnya datang untuk menyelamatkan mereka.


"Ibu, ayah dan papah datang," ucap Raka membuat Mumut yang meringkuk ketakutan mengangkat kepalanya.


Namun karena efek syok yang sangat tinggi membuat penglihatan Mumut memudar dan akhirnya jatuh pingsan.


"Ibuu !! Ibu !!"teriak Raka panik.


Mendengar teriakan Raka, Yuda dan Pangeran yang masih ikut untuk menahan tiang penyangga itu melepaskan pegangan mereka.


Yuda dan Pangeran langsung menghampiri Mumut yang sudah terlihat pucat pasi. Darah segar mengalir begitu saja dari selangkangannya Mumut.


"Mumut,, Mumut !! Aku disini Mut, sadarlah!? Kumohon kamu harus kuat, kamu harus kuat sayaaang,!?"ucap Yuda dengan badan dan mulut yang mulai bergetar.


Pangeran yang melihat keadaan darurat langsung mengambil mobil salah satu milik pekerja.


"Yuda, ayo cepat bawa Mumut kemobil, kita kekota naik helikopter supaya cepat."


Yuda dan Raka membopong Mumut, Raka menahan sakit dipergelangan tangannya yang cidera.


Yuda memangku istrinya, Pangeran dan Raka duduk bagian didepan.


Walaupun Pangeran terlihat ikut panik, tapi dia dapat melihat anaknya yang meringis kesakitan.


"Sayang, ada apa dengan tangan kamu?" tanya Pangeran cemas.


"Tangan Raka cedera ayah, tapi ini sudah tidak papa," jawab Raka berbohong.


Sedangkan Yuda tidak dapat lagi berkata apa apa. Ia terus menatap wajah istrinya yang terlihat sangat pucat. Antara senang dan takut campur jadi satu di hati Yuda yang selama ini telah terbebani oleh rasa rindu. Ia selalu berdoa dalam hati supaya istri dan calon anaknya baik baik saja.


Akhirnya mobil sampai kelapangan. Pilot dengan sigap menyalakan mesin dan mulai memutarkan baling baling. Setelah baling baling sudah berputar dengan sempurna, mereka akhirnya lepas landas dan menuju kerumah sakit.


...

__ADS_1


jangan lupa follow dan like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏


__ADS_2