Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Drama Di Rumah Yuda 2


__ADS_3

Setelah pulang dari Rumah sakit, menuju ke mall dan mampir ke panti asuhan. Mumut benar benar merasa sangat lelah, dia memutuskan untuk beristirahat.


" Emm mah, mas Yuda ,, Mumut istirahat dulu ya.. Mumut merasa sangat lelah," ucap Mumut dengan wajah yang sangat pucat.


"Oh iya sayang, dan kamu Darling cepat ikut kekamar dan pijat kaki istri kamu. Wanita hamil sangat nyaman jika kakinya di pijat," ucap Mama Lauren menyuruh Yuda.


"Baiklah mah.."


"Ah tidak usah mah, mas Yuda,, Mumut tidak kenapa napa kok,," tolak Mumut yang merasa tidak enak.


"Tidak papa Mumut, mamah pernah hamil jadi dia pasti pernah merasakan apa yang kamu rasakan," ucap Yuda.


"Iya sayang, kamu istirahat dulu ya, nanti mama suruh Bibik untuk mengantarkan susu .."


"Baik mah .."


Setalah sampai kamar, Mumut ingin mengganti bajunya dengan daster. Saat masuk kamar mandi, Mumut terkejut karena dirinya ngeflek kembali. Dia buru buru membersihkan flek itu agar tidak di ketahui Yuda.


Yuda juga masuk kedalam Ruang ganti untuk mengganti baju kaos yang lebih nyaman.


Setelah selesai mengganti daster, Mumut keluar dari kamar mandi. Dia melihat Yuda sedang menonton tv dengan gaya sangat cool di matanya.


Satu tangan di sisi sofa sambil memegang remote, satu lagi memegang apel di tangannya. Baju kaos ketat membuat badan suspek nya terlihat sangat jelas.


Mumut benar benar merasa jedak jeduk di jantungnya.


"Hay kamu sudah selesai ?kenapa lama sekali cuma ganti daster saja ?"tanya Yuda iseng.


"Ah,, Emm aku tadi sekalian mandi dulu mas, biar segar .."


"Emm ,, ya sudah sini duduk di samping aku, aku akan memijat kaki kamu di sofa biar bisa sambil nonton tv, jika di kasur aku takutnya nanti hilaf,," ucap Yuda sambil menepuk nepuk kursi di sebelahnya, tidak lupa juga kedipan matanya membuat Mumut salah tingkah di buatnya.


"Ah tidak usah mas, tidak usah.. "ucap Mumut yang sangat gugup.


"Sudah tidak papa, aku janji tidak akan berbuat macam-macam,," ucap Yuda mencoba meyakinkan Mumut sambil tersenyum.


Dengan Ragu ragu Mumut duduk di samping Yuda. Dia merebahkan tubuhnya dan mengarahkan kakinya di atas paha Yuda.


Dan benar saja, Yuda tidak menghiraukan kaki Mumut yang bersih dan mulus itu. Matanya fokus ke tv sambil tangannya terus memijat.

__ADS_1


"Naaah begitu dong ,," ucap Mama Lauren yang mengagetkan Yuda dan Mumut.


"Ah mamah .."


"Iyaaa, maaf ya darling, mama mengganggu acara kalian. Ini mama membawakan susu untuk istri kamu,," ucap Mama Lauren memberikan susu itu kepada Yuda.


"Makasih ya mah ,,," ucap Mumut.


"Iya, yasudah mama keluar dulu ya. Kamu harus istirahat yang cukup ya Mumut .."


"Iya mah .."


..


"Nih, diminum dulu susunya, biar dedeknya sehat dan kuat," ucap Yuda menyuapi Mumut.


"Aku bisa sendiri mas ,,"


"Sudah tidak papa, biar aku pegang .."


Setelah minum, Yuda kembali memijat kaki Mumut. Masih seperti yang tadi, Yuda tetap menatap menatap tv sambil memijat.


Mumut memandangi keindahan di depan matanya.


"Ehm, Mumuuut, jangan menggoda aku ya ,," ucap Yuda membuat Mumut terkejut.


"Ah apa maksud mas Yuda, aku tidak menggoda mas Yuda, sedari tadi aku diam saja,," ucap Mumut tidak terima dirinya dituduh seperti itu.


"Jika begitu jangan melihat aku seperti itu ..."ucap Yuda yang masih menatap TV.


"Loh !! mas Yuda tahu dari jika aku melihati mas Yuda. sedari tadi mas Yuda kan liat ke tv?"tanya Mumut heran.


"Aku memiliki mata dimana mana,,"jawan Yuda yang masih tidak melirik Mumut.


Demi apa,,, Tv hanyalah sebuah pengalihan saja. Yuda benar benar menahan sekuat tenaga agar tidak tergoda oleh pesona Mumut. Yuda sangat takut, jika dia berbuat lebih Mumut akan merasa ilfil dengannya dan malah meninggalkan dirinya.


"Ah maaf Yo mas, kalo gitu Mumut tak merem mata wae ,," ucap Mumut yang langsung memejamkan matanya.


Yuda hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah Mumut benar benar terlelap, Yuda memindahkannya ke atas kasur agar Mumut tidur dengan nyaman.


"Mimpi yang indah ya sayang ,," ucap Yuda lalu mengecup kening Mumut dengan sangat mesra.


Yuda keluar dari kamar dan membiarkan Mumut untuk beristirahat.


"Hay kakak !?"Sapa Yasmin.


"Kamu dari mana nces !?"tanya Yuda.


"Aku habis menemani Jaka untuk mendaftar menjadi dokter bedah kak," ucap Yasmin tersenyum bahagia.


"Baguslah jika dia mengambil kesempatan itu .."


"Kakaaaak,, bagaimana nasib aku dan Jaka, apa kita tetap boleh berpacaran dan menikah suatu saat nanti ,,?"tanya Yasmin dengan manja memeluk Yuda.


"Boleh nces, tetapi Jaka tidak akan tinggal dengan kita, kakak akan membelikan dia apartemen untuk tinggal," ucap Yuda, dia tidak ingin mengambil resiko.


"Kak, nanti biar inces saja ya yang pilihkan apartemen nya !?"tanya inces sedikit memohon.


"Tidak !! kakak tahu kamu akan menjadikan Jaka tetangga di apartemen kamu .."ucap Yuda yang sudah tahu apa isi dari pikiran adiknya.


"Aaahh kakak kok tahu sii, gak asyik deh ..!!"


"Nces, kamu sudah berjanji akan berubah tidak akan manja lagi dan tidak akan meminta uang pada kakak jika kamu berhasil menjadi pengacara. Kakak sudah berusaha agar kamu bisa menjadi pengacara, tetapi jika kamu seperti ini terus, kamu akan kehilangan pekerjaan karena tidak akan ada yang menggunakan kamu menjadi pengacara mereka ..!!!"


"Kakaaaak,, nces mau berhenti saja jadi pengacara, inces dulu ingin jadi pengacara karena inces menyukai seorang pria. Tetapi ternyata pria itu sudah punya istri, inces merasa tidak bersemangat lagi menjadi pengacara. Jadi pengacara juga sangat membosankan dan menyebalkan. Otak inces mau meledak ketika pelanggan curhat tentang masalah mereka !!?"


"Hahahaa kakak sudah yakin akhirnya akan begini. Anak seperti kamu sok sok'n mau jadi pengacara." ejek Yuda.


"Walaupun begitu, kamu harus membayar semua biaya pengeluaran yang sudah kak keluarkan,," ucap Yuda yang tidak ingin mau tahu.


"Ya sudah, inces minta sama mama papa dulu ya ..!!"


"Noooo,, kakak ingin kamu membayarnya dengan keringat kamu sendiri !!"


"Caranya !?


"Kamu harus mulai fokus untuk perusahaan kita. Tidak ada pilihan lain, kamu harus menerimanya .."ucap Yuda penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Heeeemmm... baiklaaah..." ucap Yasmin dengan sangat malas.. Dan meninggalkan Yuda dengan perasaan kesal.


"Heh, dasar anak manja sok sok'n mau jadi pengacara !"gumam Yuda..


__ADS_2