Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Di Madu


__ADS_3

Hari ini semua orang di rumah utama sibuk akan pergi gedung dimana acara pernikahan Pangeran dan Sarah di selenggarakan, kecuali Mumut.


"Jika ibu tidak ikut, Raka juga tidak ikut ayah," ucap Raka pada Pangeran.


"Sayang, ibumu tidak ikut itu demi kebaikan dia, maaf jika papa tidak mengajak dia," ucap Pangeran berhati hati dalam berkata.


"Tidak papa ayah, Raka mengerti. Raka akan menjaga ibu dirumah," ucap Raka.


"Baiklah, papa tinggal dulu ya. Hati hati dirumah ,"ucap Pangeran memeluk anaknya.


"Loh Raka sayang, kamu tidak bersiap siap nak ?"tanya Mama Ratu.


"Tidak nenek, Raka akan menjaga ibu dirumah," ucap Raka sopan.


"Sayang ibumu sudah besar, dia tidak perlu di jagain oleh anak kecil," ucap Mama Ratu merasa kesal.


"Ibu katanya sedikit tidak enak badan nenek, Ibu belum sepenuhnya sembuh dari sakitnya waktu," jelas Raka.


"Huh dasar anak manja, bisanya merepotkan orang dan merusak acara kebahagiaan orang saja," gerutu Mama Ratu semakin ilfil dengan Mumut.


"Nenek, ibu seperti ini itu karena dia telah melahirkan dan membesarkan Raka tanpa istirahat dengan nyenyak," ucap Raka tidak terima ibunya Katai..


"Emm baiklah sayang, kamu jaga diri baik baik ya dirumah, emuach," ucap Mama Ratu yang tidak ingin berdebat dengan cucu barunya yang sangat pintar itu.


"Iya nenek."


Semua orang meninggalkan rumah, hanya ada Mumut dan Raka dan juga satu pembantu untuk menjaga Raka.


Raka memasuki kamar ibunya.


"Ibu !?"


"Iyo nak, kamu gak mikut ayah kamu ?"tanya Mumut yang masih terbaring lemas di kasurnya.


"Tidak buk, Raka mau nemenin ibu aja," ucap Raka memeluk ibunya dari samping.

__ADS_1


"Ibu kenapa nangis ?"tanya Raka.


"Ibu hanya mengikuti sinetron di tv, jika suaminya menikah lagi maka istri pertama akan menangis di kamarnya," ucap Mumut tanpa dosa, Raka mendengar itu langsung menepuk jidatnya.


"Ngopo Lee ?ibu salah meneh Yo ?"tanya Mumut mengerutkan keningnya.


"Raka kira ibu cemburu sama ayah," ucap Raka.


"Cemburu iku opo Lee, gimana rasanya cemburu ?"tanya Mumut.


"Cemburu itu ketika ibu merasa kurang nyaman saat Raka memanggil Tante Sarah Mama," jelas Raka.


"Loh Raka tau darimana kalo Ibu tidak suka Raka memanggil Mbak Sarah Mama !?"tanya Mumut heran.


"Sudah kelihatan buk," ucap Raka membuat Mumut memijit kepalanya.


"Alah mboh Lee, ibu ora maksud," ucap Mumut mencoba bangun dari tempat tidurnya.


"Ibu mau kemana ?"tanya Raka.


"Ibu mau beres beres rumah Lee," ucap Mumut.


"Kalo di manja nanti sakitnya jadi ngalem Lee, itu pesan dari mbahmu," ucap Mumut.


"Buk, memang kapan kita ketempat Mbah bukit!?"


"Ibu sudah di usir, ibu Ndak berani pulang kerumah," ucap Mumut.


"Tapi ibukan sudah menemukan Ayah Raka, jadi kita sudah bisa pulang ke tempat Mbah bukit yang ibu ceritakan," ucap Raka.


"Ibu masih Ragu Lee .."


Raka tidak ingin memaksa ibunya. Selama ini ibunya yang baik hati sangat terbuka oleh Raka, dia sudah menceritakan semuanya. Tetapi Mumut tidak pernah menyalahkan Pangeran dengan apa yang semua terjadi, Mumut selalu mengatakan jika itu semua terjadi karena dirinya yang sangat bodoh dan oon.


"Ibu mau ngapain ?"tanya Raka.

__ADS_1


"Ibu mau nyuci baju Raka .."


"Buk, biar Bude aja yang nyuci ya .. Emm Raka tidak mau ibu nanti salah nyuci dan malah di marahi oleh orang di rumah ini," ucap Raka.


Mumut mengingat kejadian masa lalu, dimana dia dimarahi habis habis karena salah cara untuk menyuci baju mahal.


"Kamu benar Lee, ya udah ibu tak nyapu sama ngepel saja," ucap Mumut.


"Ya sudah Raka bantu ya,"


Mumut dan Raka membersihkan rumah Dengan gembira. Mereka berjoget dan dan bernyanyi sambil menyapu, mengepel dan mengelap.


"Ibu lihatlah di tv ,,!"teriak Raka.


"Ono opo Lee ?"


"Ibu bukankah itu Ayah sama Mama Sarah," ucap Raka menunjukan acara pernikahan Pangeran dan Sarah yang super mewah itu.


"Iyo Lee, itu Tuan muda sama mba Sarah," ucap Mumut yang merasa takjub sesat.


Tiba tiba muka Mumut menjadi murung dan sedih.


"Ibu kenapa ?"


"Mba Sarah cantik sekali Yo Lee, kok pas ibu nikah tidak cantik koyo gitu," ucap Mumut merasa iri.


"Ibu sudah sangat cantik tanpa di dandanin seperti Mama Sarah," ucap Raka menghibur ibunya.


"Juga tidak ada tamu undangan," ucap Mumut mengigit gagang sapu.


"Ibu, Mama sarahkan model jadi teman dia pasti banyak. Sedangkan kita kan tidak punya teman," ucap Raka.


"Hehe kamu benar Raka," ucap Mumut kembali tersenyum.


Raka menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gimana ya caranya menyembuhkan ibu Raka," batin Raka.


Dia ingin sekali membuat ibunya pintar seperti dirinya, tetapi ibunya sangat sulit untuk di ajari dan sulit untuk menyambung dengan apa yang Raka sampaikan.


__ADS_2