Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Tidur Bersam sama..


__ADS_3

Akhirnya acara resepsi sudah di bubarkan pada jam 10 malam.


Tetapi beberapa orang masih ada yang terjaga di lapangan untuk begadang.


Mumut dan keluarganya, dan juga Yuda dan keluarganya masuk ke dalam rumah pak alim..


"Buk besan dan pak besan, silahkan masuk ke gubuk saya yang sederhana ini,," ucap Pak alim merendah..


Rumah pak alim sudah di renovasi, dan sebenarnya itu semua campur tangan dari Pangeran. Ketika Pangeran tahu Mumut hamil, dia memberikan santunan kepada keluarga Mumut secara diam diam. Keluarga Mumut masih belum menyadari kenapa dulu kok Tuan Pangeran memberi mereka santunan yang begitu banyak. Sedangkan Jaka masih belum berani mengatakan yang sebenarnya sampai sekarang.


"Rumahnya bagus kok pak, ruangan tengahnya juga luas," ucap Mama Lauren.


"Hehe njeh buk, biar kalo pas narik yasinan tempatnya jembar(luas)," ucap pak alim.


"oya pak, kami akan menginap di hotel di dekat sini ya, takut merepotkan kalian juga. Emm dan saya juga sudah menyiapkan kamar pengantin untuk Yuda dan Mumut," ucap pak Aska.


Yuda tersenyum kepada papa'nya dan mengedipkan matanya.


"Ah papa benar benar keren," batin Yuda senang.


Sedangkan Raka, Jaka dan Bayu yang tahu jika mereka hanya bersandiwara, tidak bisa membiarkan jika Mumut dan Yuda satu kamar.


"Tidak bisa ,!!" ucap Jaka spontan membuat orang orang disana bingung.


"Maksudnya jika begini pak buk, bagaimana jika tidur bareng bareng saja disini. kita tidur ngapar di depan tv," ucap Bayu menambahkan.


"Waah asyik kita bisa tidur bersama sama," tambah Raka.

__ADS_1


Bagai ada suara burung gagak di telinga Yuda, dia benar benar merasa kesal dengan kelakuan 3 manusia itu.


"Waah kamu benar nak, saya juga sudah lama sekali tidak tidur di bawah seperti ini bersama dengan keluarga. Karena kesibukan masing masing," ucap Mama Lauren antusias.


"Mah, tapi papa tidak bisa tidur di bawah," ucap Tuan Aska yang mengingat dirinya punya beberapa penyakit ringan.


"Oh kami akan mengeluarkan kasur busananya untuk bapak besan, kasur inoac'nya masih sangat baru kok pak," ucap pak alim yang mengerti kondisi besannya.


"Tukan pah, gak papa, papa tidur di atas kasur dan kita semua di bawahnya," ucap Mama Lauren yang benar benar ingin merasakan sensasi tidur bersama dengan Keluarga besar.


Akhirnya semua orang menata diri mereka untuk tidur. Raka tidur di antara kakek dan neneknya. Jaka dekatan dengan Bayu, mama Lauren terpaksa tidur di atas kasur bersama tuan Aska, karena tuan Aska tidak ingin tidur sendirian. Sedangkan Mumut tidur di samping Yuda.


Di saat Yuda sudah terlelap. Bayu dan Jaka menggeser Yuda dan melepaskan tangannya yang sedang memeluk Mumut. perlahan tapi pasti akhirnya Mumut tidur berada di tengah tengah Bayu dan juga Jaka. Mereka yang sudah kakak adik satu sama lain, tidak terima jika Mumut tidur dengan Yuda yang masih belum sah'nya.


Di tangah malam, Bayu merasakan ada pergerakan dari Mumut. dia bagun dan melihat Mumut masuk kamar mandi, awalnya Bayu diam saja sampai dia sadar celana Mumut ada darahnya.


Mengingat Mumut masih hamil,. tidak mungkin Mumut datang bulan," batin Bayu.


"Mumut !!?"ucap Bayu yang menganggetkan Mumut.


"Kak Bayu !!?"


"Apa yang terjadi Mut ? apa kamu keguguran !?"tanya Bayu penasaran dengan darah yang ada di celana Mumut.


Sambil menangis Mumut membersihkan celananya tanpa menjawab Bayu. setelah menjemur celana itu. Bayu dan Mumut duduk di depan sambil melihat lapangan yang masih banyak orang orang yang sedang ronda.


"Mut jelaskan ?"tanya Bayu.

__ADS_1


"Mumut tidak keguguran mas, mungkin hanya kelelahan," ucap Mumut tersenyum.


"Lalu kenapa kamu bersedih, apa itu sakit ? kita harus ngomong sama Yuda, kamu harus di bawa kerumah sakit !!?"ucap Bayu yang khawatir dengan keadaan Mumut.


"Tidak usah kak, ini tidak sakit kok, hanya saja. Inilah alasan Mumut tidak ingin menjanjikan pada mas Yuda, Mumut bisa mengatakan pada mas Yuda setelah melahirkan Mumut akan menikah dengannya, tetapi Mumut tidak kak. Bagaimana jika Mumut mati setelah melahirkan anak ini, Mumut tidak ingin meninggalkan janji pada mas Yuda, hik hik hik,,,," jelas Mumut.


"Mut, kamu akan selamat. Sekarang kamu tidak perlu cemas karena kamu akan melahirkan di temani kami," ucap Bayu menyemangati Mumut.


"Walaupun Mumut melahirkan di samping kalian, tetapi rasa sakit itu ada kak. Mumut benar benar takut , hik hik !!" ucap Mumut yang sebenarnya masih sangat trauma saat dia melahirkan di usianya yang masih sangat muda.


"Mumut dulu hampir mati saat melahirkan Raka, tapi Tuhan masih baik dengan Mumut. Dan sekarang, Mumut benar benar takut kak, Mumut takut sekali,,hii hik .." lanjut Mumut, terlihat tangannya bergetar hebat karena saking takutnya.


Bayu yang melihat itu mencoba memeluk Mumut dan menguatkannya.


"Mut, aku yakin kamu pasti bisa. Kamu tidak akan mati karena kedua anak kamu sangat membutuhkan kamu," ucap Bayu.


"Kak, jika nanti aku mati saat melahirkan. Aku titip salam untuk mas Yuda ya, bahwa aku benar benar mencintai dirinya," ucap Mumut memberi pesan pada Bayu.


"Ya sudahlah, aku akan mengingat pesan itu. Tetapi kami berjanji, kami akan selalu menjaga kamu agar proses kelahiranmu berjalan dengan lancar," ucap Bayu memberi dukungan.


"Terima kasih banyak ya kak .."


"Ya sudah, kita tidur lagi yuk. kamu harus istirahat dengan cukup," ucap Bayu.


Karena Bayu tahu kondisi Mumut, dia memberikan bagian selimutnya yang tebal untuk di jadikan alas tidur Mumut.


"Nanti kakak kedinginan loh," ucap Mumut yang tidak tega.

__ADS_1


"Sudahlah Mut, kesehatan kamu lebih penting. Aku sudah biasa tidur di AC, angin malam tidak akan membuatku takut," ucap Bayu meyakinkan Mumut.


Mumut benar benar merasa sangat senang.


__ADS_2