
Yuda terlihat sangat rapuh, didalam kamarnya dia hanya termenung memandangi foto dirinya bersama Mumut.
Ting .. Ting .. suara bel dari luar kamar berbunyi. Yuda enggan untuk menjawabnya. Yuda sengaja mengganti kata sandi kamarnya, ini pertaman kalinya dalam hidup Yuda mengganti kata sandi hanya agar tidak ada yang bisa masuk kekamarnya.
Karena tidak di jawanb, Mama Lauren akhirnya hanya mengirim pesan.
"Darling sayang, mama minta maaf ya jika mama telah salah mengambil keputusan. Tetapi ini adalah yang terbaik nak, mama tidak akan mengubah keputusan mama, jadi mama mohon kamu bisa hargai keputusan mama," ucap Mama Lauren mencoba meminta pengertian dari Yuda.
Tetapi bagaimana bisa Yuda mengerti semua ini, bagaimana bisa dia menerima di pisahkan dari seseorang yang sangat dia cintai.
.
Karena lelah, Yuda tertidur dengan posisi duduk dibawah sambil tersandar dengan kasur super besarnya.
Dreet.. Dreet.. handphone Yuda bergetar.
"Jaka .." gumam Yuda melihat siapa yang menelepon.
"Halo Jaka !?
"Kak,, Yuma sudah sadar .."
"Apa !! Baiklah, aku akan segera kesana. Tapi apakah Pangeran ada disana ?"
"Iya kak, Pangeran ada disini juga. Tetapi dia masih belum mau berbicara dengan Yuma ..."
"Baiklah, aku akan segera kesana .."
Pukul 2:00 dini hari, Yuda menuju kerumah sakit dengan perasaan yang tidak jelas. Dia senang akhirnya anaknya telah sadar, disisi lain Yuda tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Yuma jika ibunya telah pergi meninggalkan dirinya.
"Yuma sayang, papah akan berusaha untuk membawa kamu pulang dan papa akan berusaha untuk mencari ibu kamu, walaupun papa sendiri tidak tahu harus mulai dari mana,," batin Yuda penuh dengan keputusasaan.
.
Yuda berlari dengan cepat menuju keruangan Yuma. Di depan pintu Yuda melihat Pangeran yang sedang duduk dengan menahan kepalanya. Pangeran terlihat sangat begitu terpuruk.
"Pangeran .."
"Oh, Hay Yuda .."
"Kenapa kamu tidak masuk ?"
"Aku belum siap .."
"Baiklah, aku akan masuk lebih dulu. Aku akan memberi pengertian kepada Yuma agar dia bisa menerima kamu ,," Yuda
"Semoga dia mau menerima aku ,," Pangeran
"Ini semua salah aku, jadi aku yakin dia akan menerima kamu ,," ucap Yuda.
"Kamu salah Yuda, bagaimana jika Yuma tahu semua alasan kenapa kamu dan Mumut melakukan semua itu. Aku adalah ayah yang buruk untuk anak anak aku," Pangeran.
"Syukurlah jika kamu sadar, tetapi sekarang sudah saatnya Yuma tahu kebenarannya. Aku akan tetap mempertemukan kalian jika Yuma bersedia," Yuda.
__ADS_1
"Aku berharap dia bersedia," Pangeran.
"Sedangkan aku berharap, semoga Yuma sama sekali tidak ingin melihat kamu ,," Yuda.
"Semoga doa kamu tidak di kabulkan .." Pangeran.
Obrolan santai mereka terlihat sangat menggemaskan di mata Jaka dan juga Angel yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Tidak ada emosi meski perkataan mereka saling memancing, mereka malah terlihat sedang berakting bergurau layaknya seorang teman.
..
Yuda memasuki Ruangan Yuma dengan perlahan. Yuma terlihat sedang melamun di dalam kegelapan.
"Hay my baby .." sapa Yuda mencoba menahan air matanya.
Yuma yang mendengar suara Papahnya langsung mencoba mencari sumber suara itu.
"Hay, papa disebelah ini sayang.. kamu tidak papa nak ?"tanya Yuda perlahan.
"Yuma tidak papa pah, kata om Jaka Yuma akan segera melihat kembali. Ini hanya sesaat. Lagian Yuma juga ingin seperti ini untuk sesaat, Yuma sedang tidak ingin melihat Siapapun untuk saat ini," ucap Yuma sambil memaksakan senyumannya.
"Maafkan papah nak, maafkan papah !!?"ucap Yuda yang tidak tahan untuk menangis.
"Yuma tidak papa pah, papa jangan menangis ya.. Oya, dimana ibu dan kak Raka ?"tanya Yuma membuat hati Yuda merasa sangat sakit.
"Papah kenapa diam saja pah, dimana Mama pah ? Yuma ingin meminta penjelasan kepada mama dengan apa yang sudah kak Raka katakan. Kata kak Raka, Yuma saudara kandung Laras.. jadii,, apakah Yuma bukan anak kandung papa ? Apakah Yuma adalah saudara kandung kakak Raka ?"tanya Yuma penuh dengan penasaran.
Yuda masih diam saja, dia sangat sulit untuk menjelaskan dari mana. Yuma benar benar anak pintar dan baik. Bagaimana dirinya bisa menyakiti hati seorang anak kecil yang masih bersih seperti Yuma.
Yuda benar benar terharu dengan sikap Yuma yang sangat baik dan pengertian..
"Makasih sayang, makasih nak .. kamu adalah putri papah yang baik hati.. kamu adalah malaikat papah sayang ,,,," Yuda mempererat pelukannya ..
"Yuma sayang papah, tetapi papah masih mau kan menerima Yuma walaupun Yuma tidak bisa melihat, walaupun ini hanya sementara,," ucap Yuma dengan polosnya..
"Tentu sayang ,, tentu saja .. Papa akan selalu mencintai Yuma apapun yang tejadi .."
Jaka dan Angel hanya bisa menangis dalam bisu.. Mereka masih belum yakin apakah pengelihatan Yuma bisa di sembuhkan atau tidak. Dalam pemeriksaan, ini adalah kasus yang rumit.. ada beberapa resiko yang akan terjadi jika operasi di bagian belakang kepala dilakukan. Yaitu, hilangnya ingatan.
"Dokter Angel .."
"Iya Kak dokter ..?"
"Kamu pasti bisa, aku akan ikut mempelajari kasus ini dan kita akan melakukan operasi itu, aku juga akan memanggil beberapa dokter dari Arab dan beberapa dokter handal lainnya dari penjuru negeri untuk membantu memecahkan kasus ini," jawab Jaka dengan yakin.
"Tapi resikonya ..."
"Kita akan melakukan yang terbaik, aku tidak ingin semua yang aku pelajari terbuang sia sia hanya karena sebuah keraguan. Kita harus yakin bahwa kita bisa .."
"Baik kak dokter, aku juga akan mempelajari lebih lanjut lagi kasus ini. Semoga kita berhasil ya kak .."
"Amiin .."
__ADS_1
..
Pangeran mendengar dan menatap percakapan antara Yuda dan Yuma. Pangeran benar benar merasa terharu karena semua anaknya memiliki hati yang baik dan sikap yang dewasa.
Yuda datang menemui Pangeran..
"Masuklah,," ucap Yuda.
"Tetapi aku masih belum siap Yud .."
"Dia sudah menanyakan kamu .."
"Apakah dia sudah memaafkan aku ?"
"Aku tidak mengatakan yang sebenarnya. Aku hanya mengatakan sedikit permasalahan keluarga saja,," jawab Yuda.
Untuk pertama kalinya Pangeran sangat tersentuh dengan sikap Yuda.
"Bro.. makasih banyak !!"
" Sejatinya kamu adalah ayah Yuma, aku juga telah bersalah disini. Maafkan aku Pangeran .."
"Lalu bagaimana soal Mumut ? Apa yang kamu katakan ?"tanya Pangeran.
"Aku mengatakan jika Mumut dan Raka Sedang mencari obat untuk Yuma. Tetapi ini tidak akan bertahan lama, kita harus segera menemukan Mumut dan juga Raka,," jelas Yuda.
"Baiklah, aku juga akan membantu untuk menemukan Mumut dan Raka,, semoga mereka tidak terlalu jauh perginya."
"Semoga saja.."
Pangeran tidak bisa lagi berkata apa apa.. Ternyata jika berbicara baik baik dengan otak yang dingin. Masalah ini bisa terlihat sangat ringan tanpa ada perkelahian.
..
Pangeran mendekati Yuma..
"Hay nak ?"sapa Pangeran.
"Hay ayah Pangeran ,,"sapa Yuma ramah.
Pangeran sangat senang karena Yuma mau memanggilnya ayahnya.
"Kamu sama dengan kakak kamu, selalu memanggil aku ayah, tidak mau memanggil papah ,," jawab Pangeran tersenyum.
", Bukankah sama saja?"tanya Yuma..
,"Haha kamu benar nak, sama saja ... aku akan menerimanya asalkan masih satu jalur." Jawab Pangeran dengan senyum renyahnya.
"Bagaimana jika Yuma panggil Ayah Pangeran dengan sebutan bapak !!?"tanya Yuma mencoba mengajak bercanda..
"Emm apakah itu tidak terlalu tua untuk ayah?"tanya Pangeran yang merasa aneh dengan sebutan itu.
"Kan ayah memang sudah tua hehehe ...,"
__ADS_1
Melihat Yuma dan Pangeran cepat sekali akrab dan juga tertawa bersama, membuat hati Yuda sedikit cemburu dan merasa takut kehilangan. Tetapi Yuda pasrah jika memang Pangeran memang akan mengambil Yuma dari sisinya.