
Mama Lauren mencoba untuk menanyakan perihal Yuma kepada Laras.
Laras yang sedang duduk di kursi roda sambil menatap taman di halaman vila dikejutkan dengan kedatangan neneknya.
"Nenek ...?"
"Sayang, nenek ingin menanyakan sesuatu padamu. Apa kamu tahu apa yang terjadi kepada Yuma,?"
Laras menghela nafas dengan berat.
"Disaat malam, jika papa dan ayah lembur kerja, Yuma akan duduk di taman ini sampai tengah malam nek. Bahkan jika papa Yuda dan Papa Pangeran tidak pulang, Yuma akan semalaman duduk di taman ini. Bibik pelayan sebenarnya sering menegur Yuma, namun Yuma selalu menolak. Bahkan Laras sendiri tidak didengar oleh Yuma. Yuma sangat merindukan ibunya, Laras merasa sangat kasihan melihat Yuma seperti itu. Kapan mama Mumut akan ditemukan? Apakah mama Mumut akan pergi seperti mama Sarah yang takkan kembali lagi!?"
Tak terasa air mama Ratu mengalir begitu saja. Apa yang telah diperbuat orang dewasa nyatanya sangat tidak adil untuk seorang belita yang membutuhkan kasih dan sayang.
"Laras, mama Mumut akan kembali, ia akan kembali, ia akan datang dan berkumpul bersama kita semua disini ..."
"Yuma sengaja ingin sakit supaya ia dapat segera bertemu dengan mama Mumut dan kak Raka. Laras ingin sekali mengatakan yang sebenarnya kepada Yuma, namun Laras tidak berani nek .."
Mama Ratu memeluk cucunya dengan sangat erat. Mama Ratu sadar, sesungguhnya yang membutuhkan perhatian tidak hanya Yuma. Semua orang fokus kepada Yuma, tetapi mereka telah melupakan Laras yang juga membutuhkan seseorang untuk menguatkan dirinya.
Mama Ratu tidak dapat berkata-kata, ia hanya bisa memeluk cucunya dengan erat. Laras sebenarnya sedikit heran dengan sikap manis neneknya yang selama ini cuek kepadanya. Namun Laras senang, akhirnya ia mendapatkan pelukan kehangatan dari neneknya.
...
Dirumah sakit, Yuma tidak ingin makan dan minum. Ia seperti manusia tak aura.
Yasmin dan mama Lauren mencoba untuk membujuk Yuma, namun Yuma hanya diam membisu.
"Yuma ingin sendiri .."
"Tapi sayang !!?"
"Aunty, nenek, Yuma mohon .."
Akhirnya dengan terpaksa, Yasmin dan mama Lauren keluar dari ruangan Yuma.
Melihat sudah tidak ada orang,
Yuma melepaskan kaca mata yang membuat penglihatannya menjadi jelas.
Yuma tersenyum.
__ADS_1
"Hemm,, begini lebih baik."
Dokter Jaka yang ingin memberikan obat untuk Yuma di kejutkan dengan sikap Yuma.
"Sayang, kenapa kaca matanya tidak pakai?"
"Tidak papa om, Yuma lebih nyaman begini .."
"Tapi sayang ..."
"Tidak papa om, Yuma Sedang ingin seperti ini ..."
Yuma terlihat kekeh.
Akhirnya dengan terpaksa Jaka membiarkan apapun yang diingkan ponakannya.
...
"Jaka, bagaimana dengan Yuma?"tanya mama Lauren melihat Jaka keluar dari ruangan Yuma.
"Aku juga tidak tahu mah, dia terlihat sangat aneh. Dia seperti orang yang sedang kecewa, patah hati, ya pokoknya semacam itulah. Mungkin juga dia sedang merindukan ibunya .."
"Aku juga sudah berulang kali menelvon kak Yuda namun gak diangkat angkat." ucap Yasmin kesal.
"Hemm ya sudahlah, aku mau keluar sebenar ya sayang. Mama mau pesan apa?"
"Ngak sayang, mama gak mau apa-apa .."
"Kamu hati hati ya sayang, jangan jajan yang aneh aneh ..." pesan Jaka.
Yasmin tersenyum dan berniat meninggalkan rumah sakit. Namun ketika yasmin akan keluar rumah sakit, ia tidak sengaja melihat seorang wanita yang sangat familiar dimatanya.
Yasmin dengan cepat menyapa wanita itu yang akan pergi dari rumah sakit juga.
"Hay !!?"sapa Yasmin.
Wanita itu sedikit terkejut melihat Yasmin.
..
Di sebuah restoran kecil, dua mata saling menatap tajam.
__ADS_1
Yasmin mengajak wanita itu untuk ikut minum bersamanya.
"Bagaimana kabarmu Juni ?"sapa Yasmin.
"Aku baik, apa yang kamu inginkan?"tanya Juni. Juni adalah mantan istri seorang pengacara, yaitu Agas.
"Aku ingin mengatakan kepadamu. Ini soal sikap suami kamu yang terus terus meneror aku !!"
"Apa !! Meneror !!? Aku sudah lama pisah dengan dia Yasmin .."
"Apa ! Berpisah, bagaimana bisa!?"
Juni menjelaskan semuanya.
"Disaat kamu mengejar-ngejar dia ketika kamu masih menjadi pengacara, dia mengatakan kepadaku ingin bercerai karena dia telah jatuh cinta padamu. Namun aku sama sekali tidak bisa melepaskan dia, saat itu aku dan anak anakku sangat membutuhkan dia. Aku mengajaknya keluar kota untuk menjauhi kamu. Dia tidak dapat mengelak karena aku meminta orang tuaku untuk membujuknya. Dia telah berhutang Budi banyak kepada ayahku.
5 tahun terkahir sejak saat itu, sikap dia sangat dingin kepadaku dan juga anaku yang sakit sakitan. Puncaknya ketika ayahku meninggal, dia semakin mengibarkan bendera perang kepadaku. Karena cekcok yang selalu terjadi dirumah, membuatku depresi dan akhirnya menelantarkan anakku yang sakit sampai nyawanya tidak tertolong. Dari kejadian itu, Agas selalu menyalahkan aku dan terus meminta berpisah. Aku sungguh terpuruk. Aku baru saja ditinggalkan oleh ayahku dan anakku, namun Agas sama sekali tidak mengerti perasaanku. Dia terus menyebutkan namamu di setiap perkelahian kita.
Sampai akhirnya, dia mendengar berita jika Putri dari Tuan Aska akan melakukan pernikahan dengan seorang dokter, dia sangat marah kepadaku dan hampir membunuhku. Dia menganggap aku adalah penghalang hubungan kamu dan dia.
Aku akhirnya menyerah dan melepaskan dia pergi. Aku sudah menasehatinya supaya tidak menganggu hidup kamu. Namun setelah itu, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan dia setelah kami berpisah."
"Apa !! Ya ampun Jun, dia itu benar benar lelaki gilak tau gak. Dia meneror aku dan mengakui jika yang aku kandung adalah anaknya. Dia mempunyai foto foto fulgar aku bersama dia, tapi aku berani sumpah jika aku tidak pernah melakukan itu dengannya. Astaga,, Aku benar benar sangat menyesal karena pernah menyukai pria menjijikan seperti dia ....."
"Apa suami kamu tahu tentang ini?"
"Belum Jun, aku belum mengatakan apa apa kepada suamiku. Aku sungguh takut jika dia tidak terima dan salah faham dan pergi meninggalkan aku... Aku harus Bagaimana Junii?" ucap yasmin yang terlihat sangat putus asa.
"Yasmin, saran aku lebih baik kamu memberi tahu suami kamu sebelum ada dia mendengar dari orang lain !?"
"Aku sedang berusaha Juni. Namum, namun aku tidak sanggup !! Aku tidak bisa ..!?"
Juni terus berusaha untuk membujuk Yasmin supaya dia dapat jujur terhadap suaminya. Juni juga berjanji akan membantu yamsin semampunya.
..
Disisi lain, Agas mendengar percakapan dua wanita yang pernah singgah dihatinya. Agas tersenyum licik dan merencanakan sesuatu.
Agas bertekad akan mengirimkan foto foto dirinya bersama dengan yasmin kepada dokter Jaka.
Agas tidaklah memikirkan tentang harta, Agas telah candu terhadap yasmin ketika mereka menjalin asmara terlarang dahulu. Karena setatusnya dia adalah suami orang, Agas terpaksa harus merelakan Yasmin. Namun semakin lama, Agas tidak dapat membohongi dirinya sendiri jika dia masih sangat mencintai Yasmin. Agas merasa sangat geram ketika ia kembali, Yasmin sudah akan menikah dengan pria lain. Agas mengumpulkan semua bukti bukti foto mesranya di zaman dulu bersama Yasmin untuk membuat Dokter Jaka panas pergi meninggalkan Yasmin.
__ADS_1
...
Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏