
Semua orang merasa tercengang ketika melihat hasil DNA itu.
Mama Lauren dan Yasmin, mereka berdua adalah orang yang paling murka melihat hasil itu. Sedangkan pak alim dan Mak item masih terlihat bingung dan belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Yuda merebut paksa kertas itu dan merobeknya.
"Pangeran ! Sudah aku katakan ini bukan waktunya !?"bentak Yuda menahan geram sambil mendorong Pangeran kesisi tembok dan menekan kerah bajunya.
Pangeran menyibak tangan Yuda dengan kasar.
Entah siapa yang memulainya, kedua pria yang sudah sama sama emosi itu saling adu hantam dengan hebat.
Semua orang panik dan mencoba untuk melarai kedua pria itu. Dan tidak ada yang menyadari jika Mumut sudah di tarik paksa oleh Yasmin dan mama Lauren untuk menjauh dari semuanya.
Plak !! Satu tamparan dari mama Lauren.
Plak !! Plak !!" Dua tampar susulan dari Yasmin.
"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa. Yang jelas aku tidak akan bisa menerima kebohongan ini..! Kamu ,,, bagaimana bisa sesama wanita kamu berbuat seperti ini !!?"ucap Mama Lauren penuh dengan kekecewaan dan kepedihan ketika mengetahui cucu tersayangnya ternyata bukanlah cucu kandungnya.
"Kakak ipar .. eh bukan, kamu bukan lagi kakak ipar bagi aku. Aku ingin kamu pergi sejauh mungkin dari dunia ini !! Jika perlu bersembunyilah di planet mars agar kami tidak dapat melihat wajah penuh dusta seperti kamu !!"bentak Yasmin dengan mata yang sudah sangat memerah.
Inilah yang selama ini Mumut takutkan. Ini adalah mimpi buruk yang selama ini coba untuk Mumut hindari.
Tamparan dari mertua dan juga adik ipar tidak lah sakit bagi Mumut. Namun, tindakan Mumut sendirilah yang membuat hidupnya yang hancur tambah hancur.
"Mamah, inces ,, maafkan aku,,," ucap Mumut sambil menundukkan kepalanya. Sungguh Mumut tidak berani untuk menatap wajah mereka.
Mama Lauren dan Yasmin hanya menatap tajam kearah Mumut. Mereka benar benar tidak bisa menerima semua kebohongan ini. Mereka sudah sangat percaya kepada Mumut dan membelanya sampai sejauh ini, mereka juga sudah sangat mencintai dan menyayangi Yuma.
"Aku harap kamu tahu diri. Kamu telah jauh berbuat sesuatu yang sangat menyakiti kami yang tulus mencintai dan menyayangi kamu dan anak anak kamu ! Jika kamu masih punya harga diri, pergi sejauh mungkin dari hidup kami," ucap Mama Lauren dengan penuh penekanan.
"Pergiiiiii !!! Aku muak melihat kamu, pergiiii !!!"teriak yasmin yang sudah tidak tahan lagi. Selain dia akan kehilangan Yuma, dia juga akan kehilangan Jaka. Mama Lauren tidak akan mengizinkan Yasmin mencintai Jaka karena Jaka adalah adik Mumut.
Mumut tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan dan dia lakukan. Semua tenaga dan pikirannya sudah terkuras habis untuk menangisi dan memikirkan nasib anaknya Yuma.
Mumut benar benar rapuh, dia sudah tidak ada harapan lagi. Cepat atau lambat Pangeran akan mengambil anaknya, Yuma. Dan Mumut, dia tidak ingin egois untuk bisa selalu berada disisi Yuda. Mumut takut, mama Lauren akan ikut mengusir Yuda jika Mumut masih tetap setia berada disisinya.
Dengan tatapan kosong, Mumut berjalan pelan meninggalkan rumah sakit. Mumut berjalan perlahan sambil melamunkan takdirnya...
"Ya Allah Gusti, apakah ini akhir dari segalanya. Apakah aku akan kehilangan anak dan juga suami aku... Apakah aku memang di takdirkan bukan untuk siapa siapa. Dimana aku menginjakkan kaki, disitu pasti aku akan di usir. Kepergianku selalu di harapan semua orang. Ya tuhan, aku sangat lelah .... " Batin Mumut dengan keputusan asaan...
.
__ADS_1
Yasmin yang melihat Mumut pergi, langsung memeluk Mamanya.
"Huaa aaa aaa mamah, apa yang harus aku lakukan. Bagaimana aku bisa merelakan my baby pergi dari sisiku... Hiii iii iii,," ucap Yasmin penuh dengan kesedihan dan kepiluan.
Melihat Yasmin yang amat teramat menderita. Mama Lauren semakin memperdalam kebenciannya terhadap Mumut.
...
Disisi lain. Pangeran dan Yuda sangat sulit untuk di larai. Mereka terus berkelahi sampai wajah mereka babak belur. Bahkan pak alim yang mencoba untuk menghentikan malah terkena tinju dari salah satu dari mereka.
Dari ancaman Yuda. Para bodyguard dan para satpam tidak ada yang berani untuk menyentuh mereka.
Pangeran dengan senang hati meladeni tantangan Yuda.
Tuan Aska hanya bisa mendengus berat, dan melihat anaknya yang sedang baku hantam dengan santainya. Dia duduk sambil memegang ponsel sambil merekam perkelahian anaknya.
"Cara berkelahinya Sangat mirip denganku dulu," batin tuan Aska sambil tersenyum samar samar mengingat masa mudanya.
Mak item mencoba menolong pak alim yang mengeluarkan darah segar dari hidunya.
"Aduh pak'ee ,,, wes tak kandani Ojo Melu melu !!!
( Aduh pak'ee,,, sudah tak bilangin jangan ikut ikut !!)"ucap Mak item yang khawatir.
Hanya Jaka dan Raka yang berani mencoba untuk melarai Yuda dan Pangeran. Bahkan beberapa kali Jaka dan Raka harus terpental karena Yuda dan Pangeran sama sama tidak ingin untuk di hentikan.
"( Mak, Mumut mana !!?)"tanya pak alim yang baru sadar jika Mumut tidak ada.
Mak item melihat sekitarnya.
"Iya pak, Mumut ilang !!"jawab Mak item yang baru sadar.
"Muumuuut !!! Muumuuut hilaaaaang !!!!!"teriak Mak item membuat Yuda dan Pangeran yang sedang bergulat menoleh ke arah Mak item. Tidak hanya mereka, semua orang juga melihat ke arah Mak item yang berteriak jika Mumut hilang.
Jaka dan Raka melihat sekitarnya dan benar saja, Mumut memang tidak ada di sekitar mereka.
"Mumut, dimana Mumut !!?"tanya Yuda yang sangat khawatir melihat istrinya tidak ada.
"Aku tidak tahu nak, tadi Mumut disini.. tapi sekarang tidak ada !!"jawab Mak item yang kebingungan.
Sesuai dengan arahan Tuan Aska, semua orang mulai mencari Mumut.
Di saat sedang tegang karena hilangnya Mumut, mama Lauren dan Yasmin datang.
__ADS_1
"Mamah !! Mama dari mana ? Apa mama tahu kemana Mumut pergi ?"tanya Yuda dengan cemas.
Tapi mama Lauren dan Yasmin tidak menghiraukan pertanyaan Yuda, mereka malah sangat terkejut melihat wajah tampan anaknya Yuda berubah menjadi sangat menyedihkan.
"Oh my darling,, ada apa nak dengan wajah tampanmu ini !??"
"Iya kak, kenapa wajah kakak bisa sampai seperti ini !?"tanya Yasmin.
Yuda hanya menggelengkan kepalanya.
"Mah, Yasmin.. ini tidak penting, yang penting sekarang kita harus mencari Mumut !!"ucap Yuda yang bersiap siap untuk mencari Mumut di luar rumah sakit.
"Stop !!"teriak mama Lauren dengan tegas
"Mumut sudah pergi jauh dari kehidupan kita ! Dia tidak akan kembali !!"ucap Mama Lauren dengan wajah menahan amarah.
Yuda menghentikan kakinya dan memutarkan kembali badannya.
"Apa maksud mamah ?"tanya Yuda yang masih bingung.
Bahkan Mak item dan pak alim dan semua yang masih ada disana juga bingung dengan maksud mama Lauren.
"Mama memintanya untuk pergi dari kehidupan kita. Mama tidak Sudi mempunyai menantu penipu seperti gadis itu !"ucap Mama Lauren dengan tatapan tajam lurus kedepan.
Mak item yang mendengar jika putrinya pergi lagi, langsung merasa lemas. Jantungnya berdetak sangat cepat.
"Buk besan, apa maksud sampean buk !!? Kenapa sampean mengusir anak saya !!?"tanya Mak item yang sangat kecewa dengan sikap mama Lauren.
Bukannya menjawab, mama Lauren malah pergi meninggalkan rumah sakit dan di ikuti oleh Yasmin.
Dan dengan perintah Mama Lauren, para bodyguard dengan paksa membawa Yuda untuk pergi dari rumah sakit. Walaupun Yuda memberontak, tetapi tenaganya kalah jauh dengan beberapa bodyguard berbadan besar.
Tuan Aska yang melihat itu mencoba untuk mendekati besannya.
"Pak dan buk besan, saya mohon maaf atas sikap istri saya. Kami akan berusaha untuk mencari keberadaan Mumut. Sekali lagi saya minta maaf," ucap tuan Aska.
Pangeran yang sedari tadi masih berdiri mematung, di hampiri oleh tuan Aska.
"Nak Pangeran, kami akan menyerah dan memberikan hak asuh anak kepada anda. Maafkan atas semua kesalahan anak saya. Saya juga berharap anda bisa mengerti mengapa Yuda dan Mumut melakukan ini. Satu yang pasti, Yuda Sangat mencintai Mumut dan juga anaknya. Yuma sudah kami anggap seperti anak kami sendiri ..."
Setelah mengatakan itu, tuan Aska pergi untuk menyusul istri dan anaknya.
Mak item dan pak alim yang masih tidak mengerti dengan semua yang terjadi, melirik kearah Jaka dan Raka.
__ADS_1
Didalam ruangan yang sama.
Raka mencoba untuk mengobati ayahnya, Pangeran, sedangkan Jaka mencoba untuk menjelaskan semuanya apa yang terjadi selama ini.