Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Nyasar ke Kalimantan


__ADS_3

Entah mengapa sekarang Mumut sudah berada di kapal. Bus yang di naiki Mumut menuju kesebuah pelabuhan.


Mumut masih tidak mengetahui kemana Mumut akan pergi. Dia hanya mengikuti kemana kaki akan membawanya.


Di dalam taksi. Raka terus mengikuti letak posisi ibunya berada.


Kado ulang tahun yang Raka berikan tahun lalu adalah sebuah anting yang terdapat kamera tersembunyi. Hanya Raka yang tahu tentang ini, bahkan Yuda juga tidak pernah tahu.


Rasa khawatir Raka terhadap Mumut sangatlah tinggi. Dan benar saja, semua yang Raka khawatirkan kini terjadi.


Beruntung Raka datang tepat waktu, kapal yang di naiki Mumut akan berangkat sebentar lagi.


Raka terus mencari ibunya.


Terlihat Mumut sedang berada di pinggiran kapal. Mumut terlihat kosong dan hampa, Mumut tiba tiba teringat dengan mimpinya ketika dia sedang koma. Mumut teringat dirinya yang menari nari dengan bebas dan indah di dalam laut. Melihat lautan yang luas, Mumut merasakan ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Raka melihat gerak gerik ibunya sangat mencurigakan.


Dengan sekuat tenaga, Raka berlari kearah Mumut yang mencoba untuk terjun dari kapal..


Mumut sudah melepaskan keseimbangannya dan menjatuhkan dirinya ke laut. Tapi beruntung, Raka dapat menangkap tangan ibunya.


"Ibuuuu !!! Apa yang ibu lakukan !!?"terima Raka.


Tersadar dari lamunan, Mumut pun terkejut melihat dirinya sudah menggantung di atas laut.


"Aaahh Raka !!! Tolong ibu nak, ibu tidak tahu.. ibu takut naaak !!?"teriak Mumut yang histeris.


Beruntung, dengan pertolongan penumpang lainnya, Mumut berhasil di naikan keatas kapal lagi..


Mumut langsung memeluk anaknya.


"Huaa aaa aaa Rakaaaa,,,!!"teriak Mumut histeris ..


"Aduh mbak, jika di kapal jangan melamun dan berdiri sendiri di pinggir kapal,, bahaya mbak!!" ucap salah satu penumpang mengingatkan Mumut.


"Iya pak, makasih banyak sudah membantu menolong ibu aku," ucap Raka santun. Akhirnya semua orang membubarkan diri mereka.


..


Raka mencoba untuk menangkan ibunya.


"Ibu mau kemana buk !?"tanya Raka yang melihat ibunya sudah merasa tenang.


"Ibu juga tidak tahu nak, ibu juga baru sadar jika ibu sudah berada di kapal ini." Ucap Mumut sambil menutupi mukanya untuk menahan dirinya agar tidak lagi menangis di depan anaknya.


"Ibu, tidak papa. Kita akan pergi jauh sejauh mungkin dari mereka, sekarang hanya ada ibu dan Raka. Kita akan menjalani hidup kita tanpa mereka lagi," ucap Raka memeluk eratnya ibunya.


"Raka, darimana kamu tahu ibu ada disini ?"tanya Mumut merasa heran.


"Itu adalah salah satu kelebihan Raka buk," jawab Raka tersenyum.


Mumut mencubit perut Raka.

__ADS_1


"Aduh buuk ,, sakiit !!"


"Kamu pikir kamu bisa membohongi ibu lagi hah !!"bentak Mumut merasa kesal dengan kejahilan anaknya.


Mumut teringat ketika dirinya yang masih sangat bodoh. Dia sering sekali di bohongi dan di labui oleh Raka.


Mumut teringat ketika dia sakit dan akan berobat. Mana ada taksi diskon 100%, mana ada biaya rumah sakit dari operasi sampai perawatan hanya habis 2juta tanpa BPJS.


Mumut hanya bisa tertawa ketika mengingat itu semua.


Raka sangat senang melihat ibunya masih bisa tertawa di saat saat seperti ini.


"Ibu, Raka akan selalu ada buat ibu. Ibu tidak perlu khawatir dengan semua yang di dunia ini karena Raka akan selalu melindungi ibu," batin Raka tersenyum..


"Hahahaa Raka, ibu tidak bisa menahan tawa jika mengingat itu semua,, betapa bodohnya ibu dulu ya nak ,,!!"ucap Mumut di sela sela tawanya.


"Ibu tidak bodoh kok, hanya orang lain saja yang tidak dapat mengerti ibu," ucap Raka yang masih tidak terima jika ada yang mengatai ibunya bodoh.


"Raka sayang, kita tidak akan bisa menghindari takdir nak. Ibu dulu memang bodoh, ibu sadari itu," jawab Mumut dengan perasaan ikhlas..


Raka hanya tersenyum kepada ibunya.


"Oya, kamu belum menjawab ibu. Dari mana kamu tahu ibu ada disini ?"tanya Mumut kembali..


"Dari anting ibu, kado yang Raka berikan itu terdapat GPS sehingga Raka bisa memantau kemanapun ibu pergi," jawab Raka yang tidak mengatakan jika ada kameranya juga.


Raka takut ibunya akan salah faham karena Mumut tidak pernah melepaskan anting itu meskipun sedang berhubungan dengan Yuda. Tetapi Raka bukanlah anak mesum. Raka akan mematikan kamera itu ketika ibunya akan bermesraan dengan Yuda.


"Raka juga beruntung ibu adalah ibu Raka,," ucap Raka membalas pelukan ibunya.


"Oya Raka, bagaimana ibu bisa naik kapal ini dan kita mau kemana ? Ibu tidak membawa uang loh nak, seingat ibu uangnya hanya cukup untuk membayar bus saja," ucap Mumut mengerutkan keningnya. Dia benar benar tidak ingat bagaimana dia bisa berada di kapal ini.


Raka hanya menaikan kedua pundaknya tanda dia juga tidak tahu..


Ketiak Mumut sedang mencoba untuk mengingat ngingat, tiba tiba datang wanita gadis cantik kearah mereka.


"Hay mbak, kita bertemu lagi.." sapa Wanita cantik itu.


Mumut mengerutkan keningnya.


"Maaf, sampean siapa ya ?"tanya Mumut dengan sopan.


"Loh, mbak ngak ingat saya.. saya tadi yang membayar kan tiket anda. Anda tadi terlihat sangat linglung, pas saya tanya sampean tidak jawab dan malah asal naik kapal tanpa membeli tiket. Entah saat itu hati saya bergerak untuk membantu anda, ketika saya ingin mengejar anda, anda sudah hilang," jelas gadis itu panjang lebar.


Mumut yang mengingat itu hanya bisa tersenyum canggung.


"Hehe iya mbak, maaf saya tadi tidak ingat,," ucap Mumut menahan malu.


"Loh, memang mbak tadi sedang mabuk ya ?"tanya gadis itu.


"Hehe sepertinya begitu mbak,," jawab Mumut tersenyum canggung.

__ADS_1


Raka yang melihat ibunya menahan malu hanya bisa menahan tawa dan melirik ibunya dengan tatapan mengejek.


Mumut yang sadar anaknya sedang mengejek dirinya langsung mencubit Raka.


"Auw ibu !! Sakiiit !!"teriak Raka sambil menahan suaranya.


"Loh, ini anaknya ?"tanya gadis yang memperhatikan dua manusia yang ada di depannya. Paula mengira jika Raka adalah kekasih Mumut, mengingat badan Raka sangat besar dan Mumut yang terlihat seperti seumuran dengan Paula.


Paula tidak tahu bahwa Mumut dulu melahirkan Raka ketika masih berusia yang sangat sangat muda.


"Hehe iya mbak, ini anak saya namanya Raka. Dan saya Mumut mbak,," ucap Mumut sekalian memperkenalkan diri.


"Oh perkenalkan, saya Paula," jawab gadis itu.


"Oh mbak Paula, sebelumnya saya berterima kasih banyak ya mbak. Dan Oya, sampean mau kemana?"tanya Mumut.


"Loh, kapal ini mau ke Kalimantan kan,," jawab Paula yang malah ikut bingung Dengan pertanyaan Mumut.


"Loh !! Kita mau ke Kalimantan !!"teriak Mumut yang terkejut mendengar itu. Raka yang mendapatkan tatapan dari ibunya hanya bisa mengangguk.


",Ya ampuun nak, kita mau ngapain ke kalimantan ? Disana kita tidak punya saudara atau kenalan !?"ucap Mumut merasa sangat cemas.


Paula benar benar bingung dengan sikap orang yang dia tolong itu. Dia yang naik kapal itu sendiri, dan malah dia yang bertanya mau kemana..


Raka memegang tangan ibunya.


"Ibu tidak perlu cemas, ada Raka disini jadi ibu tidak perlu memikirkan yang lain," jawab Raka lirih.


"Nak, bagaimana dengan Yuma ?"bisik Mumut.


"Ibu tidak perlu khawatir, Raka sudah meminta dan memohon kepada Ayah Pangeran agar membiarkan Yuma tinggal dengan Papah Yuda. Ayah Pangeran adalah orang baik, dia pasti bisa mengerti keadaan ini," bisik Raka menjawab pertanyaan Mumut.


"Hay,,!!" Sapa Paula yang merasa dirinya di cueki.


"Oh maaf mbak, tadi ada sesuatu yang penting," jawab Mumut yang merasa tidak enak.


"Dan Tante, maafkan sikap ibuku tadi ya.. dia tadi sedang kesurupan jadi dia tidak bisa ingat apa apa," ujar Raka membuat Mumut melotot kearahnya.


Paula yang mendengar Mumut kesurupan merasa ngeri dan juga penasaran. Paula langsung duduk di samping Mumut dan bertanya.


"Benarkah mbak, anda tadi sedang kesurupan, bagaimana rasanya mbak ?"tanya Paula dengan penasaran.


Mumut yang mendengar pertanyaan Paula hanya bisa tersenyum canggung.


"Hehe saya tidak ingat mbak,," jawab Mumut merasa benar benar malu.


"Emm...mbak, saya akan datang lagi. Itu teman saya memanggil," ucap Paula meninggalkan Mumut dan anaknya dengan berat hati. Tetapi dia berjanji akan menemui Mumut kembali.


Raka yang melihat itu hanya bisa tersenyum menahan tawa. Mumut menatap anaknya dengan sangat tajam, dan akhirnya tersenyum tulus kepada Raka.


.

__ADS_1


Paula akan melakukan pendakian di gunung senujuh, Kalimantan barat.. Paula dan kawan kawan memilih naik kapal hanya agar bisa untuk menikmati perjalan mereka..


__ADS_2