Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Kerumah Utama


__ADS_3

Pangeran dan Bayu membawa Mumut dan juga Raka ke rumah utama Tuan Suroto.


"Mumut kita akan mampir dulu ke mall, kita akan membeli beberapa baju untukmu," ucap Pangeran yang tidak ingin Mumut terlihat kucel di kata keluarganya.


"Tapi Mumut mboten katah duit Tuan muda,"


.(Tapi Mumut tidak punya uang Tuan Muda,)"ucap Mumut.


"maksud kamu !!?"


"Kata ibu, dia tidak punya uang," ucap Raka menjawab.


"Ow tidak papa karena saya yang akan membayar semua," ucap Pangeran dengan senyum dan gaya seolah orang yang banyak uang.


"Itu sudah kewajiban ayah," ucap Raka dengan cetus. Entah kenapa Raka mencium bau bau kurang mengenakan dari orang yang mengaku ayahnya ini, dia tidak terlihat baik seperti yang ibunya ceritakan selama ini.


"Ah hahaha iya, kamu benar nak," ucap Pangeran sambil mengelus kepala Raka.


kali ini Bayu yang menyupir mobilnya, sedangkan Pangeran duduk di belakang dengan Mumut dan anaknya.


"Aku selalu benar," cetus Raka lagi.


"Ada apa dengan anak ini, dia tadi sangat baik padaku, kenapa sekarang jadi jutek seperti ini," batin Pangeran.

__ADS_1


"Kalian ini bicara opo too," ucap Mumut yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, padahal mereka bicara percakapan ringan, Mumut tidak bisa mencerna orang yang bicara sangat cepat, seseorang harus berbicara pelan dan lantang barulah Mumut bisa mengerti dengan cepat.


"Tidak papa Ibu, ibu tenang saja, apapun yang terjadi Raka akan melindungi ibu," ucap Raka memeluk ibunya yang mengerutkan keningnya. Mumut nambah tidak mudeng apa yang di maksud Raka, anaknya.


"Memang apa yang terjadi Lee ?"tanya Mumut.


"Tidak akan ada yang terjadi Mumut, kamu tenang saja," ucap Pangeran sambil mengelus kepala anaknya yang sangat pintar itu.


Bayu yang melihat mereka dari kaca menahan ketawa.


Mereka telah sampai kerumah orang tua Pangeran yang suatu saat akan di wariskan kepada Pangeran.


"Mama !! Papa !!" sapa Pangeran kepada orang tuanya yang sedang sibuk menghubungi kerabat, teman, sahabat, rekan kerja untuk menghadiri acara pernikahan Pangeran dengan Sarah.


"Loh sayang, siapa wanita cantik ini ?"tanya Mama ratu yang terpesona dengan kecantikan Mumut yang sangat natural dan alami, tetapi dia sedikit terkejut disaat melihat ke arah bawah karena Mumut masih menggunakan sandal jemit yang sudah usang.


"Hallo bude, Kulo Mumut, Niki anak Kulo Raka,"


.( hallo bude,saya Mumut, ini anak saya Raka,)" sapa Mumut ramah menggunakan bahasa Jawa halus.


Mama Ratu yang mendengar itu langsung merasa ilfil dengan Mumut. Tatapan senang dan memujinya langsung berubah menjadi seperti sedang mencela Mumut.


Raka yang dapat melihat keanehan neneknya ini langsung mengibarkan bendera perang.

__ADS_1


"Haloo nenek, saya Raka anak dari ayah Pangeran," ucap Raka membuat Bayu dan Pangeran terkejut, dan Om Suroto berserta istrinya melotot tidak percaya.


"Pangeran ! apa maksudnya ini !!?"tanya Mama Ratu terkejut.


Di saat semua orang sedang tegang, hanya Mumut yang masih tersenyum ramah dan manis di rumah itu, karena Mumut masih belum memahami keadaan sekitar yang sedang memanas.


"Ah Mah, papa, Raka bisa menjelaskan semuanya, tapi tolong papa jaga kondisi papa ya," ucap Pangeran cemas dengan keadaan papanya.


Om Suroto mencoba mengatur nafas.


"Hmm baiklah, ayo kita bicarakan ini di dalam," ucap Om Suroto.


Semua orang sudah duduk di tempat mereka masing masing.


sesekali Om Suroto dan Tante Ratu membatin di dalam hati mereka.


"Ya ampun, anak ini benar benar mirip dengan Pangeran dan aku," batin Mama Ratu.


"Ya tuhan, ini benar apa benar anak Pangeran? dia sangat mirip dengan Pangeran ketimbang dengan ibunya," batin Om Suroto.


"Ehmm ..!!"Om Suroto berdehem.


"Pangeran, Papa dan Mama ingin tahu yang sebenarnya dan tidak ingin ada yang di tutupi. Ceritakan seditail mungkin atau papa yang akan cari tahu sendiri kebenarannya," ucap Om Suroto sambil mengancam.

__ADS_1


Pangeran mengambil nafas dalam dalam lalu menundukkan kepalanya untuk menceritakan semuanya.


__ADS_2