
Pagi yang baru ini semua orang sudah mulai aktif dalam pekerjaan mereka. Pangeran sudah aktif memasuki kantor, dan Sarah akan memulai melakukan pekerjaannya sebagai model.
Raka masih akan belajar bahasa Inggris dan Neneknya, Mama Ratu.
Mumut seperti biasa, dia akan bekerja layaknya pembantu di rumah yang besar itu.
Pagi menjelang siang, Mumut selesai menyetrika baju Sarah yang akan dia kenakan.
Tok.. tok..
"Mba Sarah, ini baju sampean sudah Mumut setrika," ucap Mumut mengetok pintu.
"Masuk saja Mut !!" jawab Sarah yang masih berdandan di depan kaca.
"Waahh,, sampean ini kok cantik sekali," ucap Mumut memuji Sarah.
"Iya donk Mut, aku ini model jadi harus cantik. Kalo jelek kayak kamu mana mungkin aku jadi model," sindir Sarah yang sudah mulai menunjukkan sifat aslinya ketika semua orang tidak ada.
"Hehe sampean bener mba, aku ini jelek soalnya Ndak pernah dandan," ucap Mumut dengan polos.
"Syukurlah jika kamu sadar," sindir Sarah lagi di barengi dengan senyum.
"Emm mba Sarah, boleh Ndak Mumut di pacak'in supaya cantik kaya mba Sarah," ucap Mumut ragu ragu.
"Kamu mau saya dandanin !?"tanya Sarah dengan senyum anehnya.
"Hehe mau mba, Mumut mau ,,"ucap Mumut antusias.
Sarah dengan semangat mendandani Mumut yang polos itu.
"Yups, sudah selesai ,," ucap Sarah merasa puas.
Mumut melihat dirinya di cermin merasa sangat aneh, tetapi dia tidak mengerti ini jelek atau bagus.
Lipstik yang tebal, bedak yang tebal, warna mencolok di mata hijau dan merah, alis yang seperti ulat bulut.
"Mba Sarah, apa begini itu cantik ?"tanya Mumut merasa aneh melihat dirinya sendiri.
"Mumut itu adalah fashion, para artis banyak bermake-up seperti ini," ucap Sarah meyakinkan .
"Benarkah Mba, tapi kok kelihatan aneh Yoo muka Mumut," ucap Mumut yang merasa kurang nyaman.
"Sudahlah Mut, sekarang kamu cepat buatkan aku jus jambu, aku akan segera berangkat," perintah Sarah.
__ADS_1
"Baiklah mba Sarah," ucap Mumut dengan wajah yang sedikit kurang puas.
Beberapa pelayan yang Melihat Mumut menahan ketawa.
"Hay,, kalian ngopo mesam mesem kaya gitu, aku cantik Yoo ,,? ini tadi mba Sarah yang dandanin aku," ucap Mumut dengan percaya diri tersenyum pada para pelayan.
"Emm iya Non, anda cantik sekali," puji pelayan itu menahan ketawa.
"Iya donk, kan mba Sarah yang dandanin aku," ucap Mumut merasa senang.
Mama Ratu yang ingin mengambil jus untuk Raka merasa terkejut melihat sosok yang akan keluar dari dapur.
"Aaaaaakkkkkk !!!!!!"teriak Mama Ratu terkejut.
Mumut yang kaget tidak sengaja menjatuhkan nampan yang berisi jus jambu untuk Sarah.
PRANG !!!!"
"Buk, ada opo ? Mumut kaget !?"ucap Mumut yang terkejut mendengar triakan mama Ratu.
"Hay anak kampung, apa yang terjadi dengan wajah kamu ! apa kamu tidak sadar wajah kamu seperti ondel ondel yang menyeramkan !!"bentak Mama Ratu.
Mumut yang di Katai seperti itu langsung menunduk kepalanya. Dia hampir menangis sambil memunguti Serpihan gelas yang pecah.
"Apa kamu ingin berdandan untuk menyaingi Menantu saya Sarah !!"bentak Mama Ratu kembali.
"Mama ada apa !?"tanya Sarah.
"Lihatlah wajah anak kampung itu !!"ucap Mama ratu menunjuk Mumut yang menunduk.
"Iya mama, tadi dia katanya ingin cantik seperti Sarah. Lalu Sarah suruh untuk dandan sendiri menggunakan makeup Sarah, dan hasilnya seperti itu," ucap Sarah berbohong.
Mumut yang mendengar kata dusta dari Sarah hanya bisa meneteskan air matanya.
"Auw !!"pekik Mumut yang tangannya terkena serpihan beling yang menancap di jarinya.
"Ibu, biar Raka bantu," ucap Raka membantu ibunya mengambil Serpihan kecil itu dari tangan Mumut.
Mumut tidak bergeming, hanya air mata yang keluar.
"Aku tahu ini bukan ulah ibu," ucap Raka yang masih menatap jari ibunya yang berdarah.
"Sayang cucuku,apa maksud kamu nak ?"Tanya mama Ratu dengan lembut.
__ADS_1
"Mama Sarah, bukankah kamu yang membuat wajah ibu seperti ini ?"tanya Raka tanpa memalingkan wajahnya dari ibunya.
Tangan kecil itu mengusap air mata ibunya,
"Raka akan mendandani ibu, ibu jangan menangis lagi ya. Ibu ini sangat cantik, dirumah ini yang paling cantik adalah ibu," ucap Raka mencoba menenangkan ibunya.
"Raka, sudahlah biarkan saja ibumu itu. Ayo kita belajar lagi, kita tidak punya waktu untuk meladeni anak cengeng seperti dia," ucap Mama Ratu.
Raka tidak menjawab neneknya. Dia menuntun ibunya untuk pergi dari kerumunan yang menyebalkan itu.
"Jika kamu bukan nenek aku, aku akan tentu akan memberi pelajaran untuk kalian," Batin Raka menahan kesal di dalam hatinya.
Kenapa dimana pun dia hidup, orang orang hanya akan menindas ibunya. Raka benar benar muak dengan situasi seperti ini.
"Dasar anak kampung, dia pasti sudah meracuni pikiran cucuku," geram Mama Ratu.
"Mama sudahlah, lebih baik mama istirahat dulu. Nanti siang di lanjutkan lagi mengajar Raka. Emm Sarah berangkat dulu ya mama, emuach," ucap Sarah dengan manis.
"Kamu memang mantu terbaik Mama sayang. Jika bukan karena kecelakaan aku tidak akan pernah Sudi menerima anak kampung itu jadi menantu ku !!"ucap Mama Ratu geram.
"Apakah mama menganggap Mumut sebagai menantu ?"tanya Sarah.
"Ah Emm bukan begitu sayang, dia hanya mama anggap sebagai pembantu dirumah ini," ucap Mama Ratu gugup.
"Baiklah, Sarah pergi dulu ya mama," ucap Sarah.
"Hati hati dijalan sayang," ucap Mama ratu memeluk menantunya.
..
"Ibu jangan bersedih lagi ya, Raka akan membawa ibu belanja ke Mall dan Ke salon," ucap Raka menghibur ibunya.
"Tapi ibu tidak punya uang Lee," ucap Mumut.
"Ibu tenang saja, ayah memberikan Raka uang banyak," ucap Raka berbohong, karena sisa uang Raka hasil taruhan masih ada.
"Yang benar Lee, ya sudah ibu siap siap ya," ucap Mumut merasa senang.
"Iya ibu .."
..
"Hmm,, ini pasti kerjaannya mama Sarah, mereka benar benar jahat. Mereka hanya baik dengan Ibu di saat Ayah saja. Raka akan membalas perbuatan kalian suatu saat," batin Raka yang geram.
__ADS_1
...
jangan lupa follow dan like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏