
Pangeran memasuki rumah dengan penampilan yang sangat kacau.
Dia melihat Sarah yang sedang terbaring lemah di kasur. Suster sedang mengelap tubuh Sarah, pintu yang tidak di tutup membuat Pangeran dapat melihat semuanya.
Sarah selalu meringis kesakitan saat suster menyuruhnya untuk menegakan tubuhnya.
Sarah yang dulu cantik putih kemerah merahan, badan seksi berisi. Sekarang terlihat seperti mayat hidup dengan tubuh yang terlihat kurus.
Penampakan di depannya ini sungguh membuat Pangeran merasa sangat bersalah terhadap wanita yang sangat dia cintai, wanita yang selalu menemani dia, wanita yang selalu dapat mengerti dirinya..
"Tuhan,, apa yang sudah aku lakukan !!?" batin Pangeran yang benar benar hancur.
Dia merasa tidak pantas untuk ada di antara wanita yang dia cintai.
Setelah suster keluar, tatapan keduanya saling bertemu. Pangeran dan Sarah ..
Pangeran perlahan memasuki kamar itu dengan mata yang sudah terlihat seperti di entup tawon. Selesai menangisi Mumut, kini Pangeran harus menangisi Sarah yang terlihat memprihatinkan.
Sarah membuang mukanya sambil menahan mutiaranya agar tidak tumpah. Dia juga sudah merasa sangat lelah walaupun hanya sekedar untuk menangis.Energinya sudah habis untuk menahan sakit di hati dan juga badanya.
Pangeran duduk di samping Sarah dan memegang tangannya. Sarah yang begitu lemas tidak sanggup untuk menarik paksa tangannya yang di pegang oleh suami yang dia kira sudah tidak mencintainya lagi.
"Lepaskan Pangeran !!"ucap Sarah yang masih membuang muka .
"Lepaskan tanganku dan juga diriku.. kejarlah cintamu sampai ke ujung dunia, aku tidak akan menghalangimu,,!!"ucap Sarah yang pasrah oleh takdir.
"Saraaaahh aaa aaa aaa,, maafkan akuu sayang !! maafkan akuuu,,, aku, aku !! hik hik hik ...", Pangeran benar benar tak kuasa untuk menjelaskan apapun, dia merasakan sakit di tenggorokannya karena menahan semua derita ini.
"Sudahlah Pangeran, aku ikhlas melepaskanmu.. Aku lelah untuk mempertahankan cinta kita sendirian. Aku bukan wanita kuat wanita hebat yang sanggup melihat pasangannya mengejar cinta lain Sampai lautan api pun akan dia lalui. Untuk apa mempertahankan pria seperti itu, aku berdiri disini tetapi kamu malah sibuk mengejar cinta yang tidak pasti. Tapi jika itu yang memang kamu ingin yaa silahkan, aku tidak akan melarang kamu lagi.. Pergi laah.."ucap Sarah yang juga menahan rasa sakit dan beban itu di hatinya.
Pangeran yang memang merasa bersalah tidak bisa menjawab apa yang di katakan Sarah. Sarah benar, cintanya sudah ada di depan mata. Tetapi dia malah mengejar orang lain yang jelas jelas tidak mencintai dirinya.
Pangeran keluar dari kamar Sarah tanpa berkata apapun.
__ADS_1
Sarah benar benar tidak bisa menahannya lagi, air matanya mengalir deras dengan sendirinya. Dia merasa ini adalah akhir dari segalanya, dia merasa akan berjuang seorang diri tanpa siapa siapa di dunia ini karena orang tuanya sudah lama tiada.
Tiba tiba Pangeran kembali sambil membawa kertas di tangannya.
"Sarah, demi kamu .. hanya ini yang bisa aku lakukan,,," ucap Pangeran menandatangani surat perceraian dengan Mumut.
Sarah benar benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Entah tenaga dari mana, dia bisa memeluk Pangeran dengan sangat erat.
"Ahhaaaa aaaa aaaa, Aaah aaahaa aaa a.... Aku sungguh mencintaimu Pangeran, sungguh ,,,!!"Tangis Sarah memilukan.
"Maafkan aku Sarah, maafkan aku. Setelah ini aku berjanji akan membahagiakan kamu, menjaga kamu dengan setulus hatiku,,, maaf maafkan aku ..." hanya itu yang bisa Pangeran ucapkan.
Sarah mau memaafkan dia, itu sudah cukup baginya..
....
Di kediaman Tuan Aska, di saat sedang sarapan mereka mendapatkan sebuah surat..
"Inces,, dari siapa nak ?"tanya mama Lauren..
", Darliiiiing !!! akhirnya sayang, pria menyebalkan itu melepaskan istrimu,," ucap Mama Lauren merasa sangat senang.
Yuda yang merasa senang akhirnya memeluk Mumut dan memutarnya..
"Haaaayy setooop !!"teriak mama Lauren khawatir.
"Mumut sedang hamil Darling, nanti jika bayinya pusing bagaimana !?"ucap Mama Lauren kesal dengan tingkah anaknya.
,"Hehe iya mah, maaf,," ucap Yuda, karena terlalu senang dia menjadi berlebihan.
"Selamat ya kakak ipar dan kakakku uuu.. Kalian akhirnya bisa bebas.. Dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Jaka,," ucap Yasmin sambil membayangkan hari pernikahan mereka.
Cetak !!" Yuda menjitak kening Yasmin.
__ADS_1
"Auww sakit kak,, mamaaaah,, kakak nakal!?"
"Kamu jangan coba coba menganggu Jaka, dia sedang belajar untuk menjadi dokter hebat. Sebelum dia resmi menjadi dokter, kakak tidak akan merestui kalian. Dan satu lagi, lunasi dulu hutangmu kepada kakak !!"ucap Yuda dengan jelas.
"Aahh papaaah !!?"ucap Yasmin yang meminta pembelaan dari papa.
"Ikuti saja apa kata kakakmu .." ucap Tuan Aska yang tidak ingin ambil pusing.
"Kalian jahaaaat ,!!!"Yasmin berlari ke kamarnya dengan perasaan kesal.
,"Mah, mulai sekarang jangan memanjakan anak itu,," ucap Yuda memperingati Mamanya.
"Tapi dia adik kamu nak ,,!"
"Jika tidak, Yuda akan memblokir kartu kalian,," ucap Yuda dengan tegas.
"Papaaah ,!!!?" ucap Mama Lauren meminta pembelaan dari suaminya.
",Ikuti saja apa kata anakmu maah..."ucap Tuan Aska yang tidak ingin ambil pusing.
"Iiih kalian nyebeliiiiin ...."ucap Mama Lauren langsung pergi menyusul putrinya.
Tuan Aska hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat istri dan anak perempuannya bersikap sangat manja.
"Mut, maaf ya kamu harus melihat ini ,,"ucap Tuan Aska.
"Ah tidak papa pah, mereka terlihat sangat menggemaskan,," ucap Mumut yang terhibur dengan sikap mama dan adik iparnya.
,"Ngomong ngomong itu paha ayamnya habis !?"tanya tuan aska heran.
Mumut yang baru sadar telah menghabiskan paha ayamnya tersenyum ..
"Hehe maaf pah, apa Mumut buatkan lagi ya,,?"tanya Mumut merasa tidak enak.
__ADS_1
"Oh tidak papa, papah tadi hanya bertanya,,hehe.."
Mumut benar benar merasa sangat malu. kehamilannya ini membuat ***** makannya benar benar tidak terkendali.