
Mumut sangat senang karena ini baru pertama kalinya dia memegang uang yang sangat banyak.
"Apa kamu sekarang sudah mengerti ?"tanya Yuda senang melihat raut wajah Mumut.
"Tuan ini uangnya banyak sekali, 25jt ternyata segini Yo banyaknya," ucap Mumut berkaca kaca.
"Jika nanti mertuamu memberikan cek 1 M lagi, kamu ambil saja ya," ucap Yuda mengajari Mumut.
"Iya Tuan, Hmm tahu begini kemarin cek nya Mumut ambil saja," ucap Mumut dengan polos.
"Anak pintar," puji Yuda.
"Memang uang gajih pertama kamu kemarin kemana ?"tanya Yuda.
"Di pegang sama Mas Pangeran, katanya suami yang harus memegang uang," ucap Mumut tersenyum.
"Mumut, kita makan dulu ya ,"ucap Yuda yang menatap Mumut dengan lekat lekat. Dia sangat prihatin dengan kepolosan Mumut.
Di meja makan yang mewah, Mumut tidak henti hentinya menandingi pilar pilar yang menjulang tinggi.
"Tuan, tempatnya bagus banget yoo.. Ya Allah Gusti, pasti makanannya enak enak !!"ucap Mumut merasa kagum.
"Silahkan duduk Tuan putri," ucap Yuda membuat Mumut merasa sangat senang di perlakukan sangat baik.
Sambil menunggu makanan datang, Yuda mencoba memegang tangan Mumut.
"Mumut , .."
"Ada apa Tuan !?"
"Panggil aku Yuda saja ."
"Tapi sampean lebih tua dari aku ."
"Emm jika begitu panggil aku darling saja ."
"Darling itu opo Tuan ?"
"Emm Darling itu adalah sebutan untuk kakak laki laki ." ucap Yuda berbohong.
"Oh begitu Yo, memang itu bahasa apa ?"
"Em itu bahasa luar negeri, bagaimana, keren bukan," ucap Yuda mencoba meyakinkan Mumut.
__ADS_1
"Ow ya ya, berarti aku manggil pean Darling," ucap Mumut tersenyum manis.
"Bagus, seperti itu. Darling," Yuda tersenyum puas telah melabui Mumut.
"Ada apa Darling, kamu tadi mau bicara apa ?"tanya Mumut teringat.
"Mumut, apa kamu merasa bahagia hidup bersama dengan Pangeran ?"tanya Yuda serius.
"Yo bahagia to Darling, orang aku selama ini mencari dia sampai sakit kaki aku," ucap Mumut dengan polos.
"Apa kamu mencintai dia ?"tanya Yuda lagi.
Mumut terlihat sangat bingung, Cinta itu seperti apa, bagaimana cinta itu Mumut sendiri tidak mengerti.
"Begini Mumut, jika kamu memilih. Kamu lebih memilih Raka atau Pangeran ?"tanya Yuda.
"Mumut milih Raka, darling."
"Bagus, jika Mumut di suruh milih antara orang tua atau Raka, Mumut pilih mana ?"
"Emm Mumut pilih keduanya."
"Nah itu namanya cinta Mut, kamu tidak ingin kehilangan seseorang yang kamu cintai. Kamu siap kehilangan Pangeran, berarti kamu tidak mencintainya .."
"Kenapa Mumut bersedih, kan Mumut tidak mencintai Pangeran !!"
"Apa Darling tidak pernah menonton tv, para istri akan bersedih jika berpisah dengan suaminya," ucap Mumut dengan polosnya, membuat Yuda tidak tahan tertawa.
"Haha hahahha haha,,,," Yuda tidak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Mumut.
"Loh Darling, kamu kenapa ? apa ada yang lucu,?"tanya Mumut tidak mengerti.
"Ha ha ha,, huuufttt ,," Yuda mengatur nafas.
"Hmm kamu ini benar benar menggemaskan ya," ucap Yuda sambil mencubit pipi Mumut dengan gemas.
"Au sakit darling,," Mumut hanya tersenyum melihat Yuda tersenyum padanya.
Sejauh ini Mumut masih tidak menyadari kepolosan dan keluguannya.
Dari jauh, Mumut tidak sadar jika ada seseorang yang sedang memotret mereka yang sedang makan berdua.
"Aduh mataku, !!
__ADS_1
"Ada opo darling !!"
"Sepertinya mata aku kelilipan,,"
"Sini tak tiupin Yo.."
"Iya iya, cepat Mumut, perih sekali rasanya," ucap Yuda yang memang sedang kelilipan.
Mumut meniup mata Yuda, tetapi matanya masih terasa pedih. Akhirnya Mumut mencoba melihat apa yang ada di dalam matanya. Dan ternyata ada sebuah debu hitam masuk kematanya. Dengan reflek Mumut menaikan Baju kaosnya dan menggulung bagian atas agar lancip, setelah itu dia gunakan untuk mengeluarkan debu itu dari mata Yuda.
Posisi ini sangat menguntungkan bagi sang fotografer.
"Bos,ini fotonya ,," tukang fotografer itu memberikan hasil jepretannya kepada Sarah dan juga Mama Ratu.
"Bagus, ini bayaran kamu. Dan ingat, jangan muncul lagi di hadapan kami."
"Baik Bos.."
Sarah dan Mama Ratu sangat luas menerima foto foto kemesraan Mumut dan Yuda.
..
"Darling, opo sudah mendingan matanya ?"
"Sudah, terima kasih banyak ya.."
"Sama sama Darling .."
Tidak lama pesanan mereka datang.
Jantung Yuda terasa berdebar dengan sangat kuat ketika jarak antara dia dan Mumut sangat dekat.
"Apa enak ?"tanya Yuda melihat Mumut makan dengan lahap.
"Ini mie opo mas kok besar besar gini mie-nya," tanya Mumut.
"Itu namanya mie spaghetti Mut .."
"Rasanya biasa saja, tapi aku sangat lapar," ucap Mumut yang masih mengunyah makanannya.
Yuda hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Aku akan mendapatkan kamu, itu pasti..". batin Yuda dengan yakin.
__ADS_1