Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Jedak jeduk


__ADS_3

Bonus malam. Jangan lupa FOLLOW Author, Like dan komen.


Maaf jika ada kesalahan kata-kata dan typo dalam cerita ini 🙏🙏


\=\=∆


Pagi hari yang terlihat mendung, semua insan didalam vila terlihat membisu, semua masih setia dalam lamunan mereka.


Mumut tidak ingin keluar dari kamarnya. Ia hanya bisa diam dan terus meneteskan air mata.


"Sayang, kamu sarapan dulu ya. Kamu harus memiliki tenaga untuk menghadapi Yuma, kamu juga memiliki Baby J untuk kita rawat.?"bujuk Yuda.


"Ngk mas, aku akan makan jika Yuma mau menerima aku disini. Untuk apa aku hidup jika anakku sendiri menginginkan aku mati .."


"Apa yang kamu katakan sayang, kita semua tahu bahwa ini hanyalah salah faham, kita harus mencoba untuk meyakinkan Yuma. Aku mohon sama kamu, apa kamu tidak memikirkan aku juga? Tidak memikirkan Raka? Tidak memikirkan baby J!? Kamu harus menjadi ibu yang kuat demi anak anak kita sayang, aku yakin kamu bisa !!?"


Mumut menatap wajah suaminya yang terlihat putus asa. Mumut menyeka air matanya, ia mengelus pipi suami yang ia cintai.


"Maafkan aku mas, maafkan aku yang telah egois, aku,,, aku hanya ...."


"Iya sayang, aku mengerti, tidak papa. Sekarang kita makan ya, aku akan suapi."


..


Setelah sarapan, Mumut akhirnya mau bergabung dengan yang lain diruang tengah. Mereka terlihat sibuk untuk menggoda baby J.


Melihat anak anak yang menggemaskan, Mumut merasa menyesal karena berfikir ingin mengakhiri hidupnya sendiri.


"Mumut sayang, lihatlah cucuku,,, dia sangat menggemaskan,," puji Mama Lauren yang merasa sangat memiliki cucu kembar 3.


Semua orang telah terlena dengan kehadiran Triple Baby J. Mereka sampai lupa jika ada seorang anak yang sedang diambang rasa kehancuran.


.


Ketika semua orang sedang sibuk, Raka diam diam menghampiri kamar Yuma.


Raka mengetuk pintu.


Tok .... tok ....


"Baby sayang, ini kakak dek, bolehkah kakak masuk?"


Tidak ada jawaban.


"Yuma sayang, ayolah,,, kita bisa bicarakan ini baik baik dek!?"


Masih tidak ada jawaban.


Karena tidak ada jawaban, Raka akhirnya pergi untuk mengambil sesuatu di kamarnya.


.


"Cih, hanya segitu kamu membujukku kak!!? Tidak dapat dipercaya," gumam Yuma merasa kesal karena Raka tidak berusaha lebih keras.


Namun tidak lama, Raka kembali dengan membawa sesuatu ditangannya.


Raka meletakan sebuah robot laba laba di lantai dan mengontrolnya menggunakan remote.


Laba laba kecil itu menyelinap lewat bawah pintu.


Dari rekaman laba laba, terlihat Yuma sedang berdiri mematung menghadap jendela. Terlihat Yuma yang tidak menggunakan kaca mata menatap tajam pantulan dirinya sendiri dari kaca jendela.


Tok .. tok.... Raka kembali mengetuk pintu.


"Yuma sayang, coba kamu tolong menghadap tembok," ucap Raka terlihat memohon dari balik pintu.


.Yuma masih berdiri mematung seolah olah tidak mendengar Raka.


"Yuma sayang, tolong dengarkan kakak dek, kakak mohon, hanya sekali ini saja, tolong ikuti arahan kakak, pliiiiss ..."


Raka langsung melihat layar monitor mini ditangannya. Terlihat jika Yuma mulai merespon perkataan Raka.

__ADS_1


Yuma duduk pinggir kasurnya yang empuk, Yuma menatap tembok kosong sesuai arahan Raka.


Raka tersenyum dan kembali berbicara.


"Dek, tolong gunakan kacamata kamu ya sayang, pliiiss ..."


Tidak duga Yuma perlahan memakai kacamata yang ada dimeja.


Yuda dan Pangeran yang awalnya ingin membujuk Yuma terkejut melihat Raka yang sudah ada didepan pintu kamar Yuma. Raka memberi tahu mereka untuk diam, dan melepaskan alas kaki mereka supaya Yuma tidak mendengar langkah kaki lain.


Yuda dan Pangeran mengangguk dan melepaskan alas kaki mereka. Perlahan mereka mendekati Raka yang terlihat seperti akan melakukan sesuatu.


Raka menunjukan rekaman Yuma yang sedang diam membisu menatap tembok kosong. Yuda dan Pangeran sedikit heran, namun Raka menjelaskan jika itu adalah permintaannya.


.


Setelah formasi laba laba siap. Raka menekan tombol berwarna merah dari laptopnya.


Didalam kamar Yuma, Yuma terkejut karena tiba tiba tembok yang kosong kini menampakan sebuah kenangan kenangan indah kebersamaannya bersama dengan keluarganya.


Terlihat dimana Yuma kecil selalu jahil dan membuat ibunya kualahan. Terlihat Yuma kecil yang sedang sakit dan ibunya sedang begadang untuk merawatnya. Terlihat Yuma kecil yang terjatuh namun ibunya yang sangat panik. Semua kenangan kenangan indah Yuma bersama ibunya terpampang jelas dihadapan Yuma.


Terakhir, Raka memperlihatkan sebuah rekaman ibunya yang sedang menangis karena merindukan Yuma ketika berada di Kalimantan.


Tidak terasa Yuma meneteskan air matanya, ia merasa sangat tersentuh. Jauh dari lubuk hatinya, Yuma begitu sangat merindukan ibunya dan juga kakaknya.


Namun sepertinya Yuma mengikuti sifat dari ayahnya Pangeran, ia sedikit kaku dan sulit untuk dimengerti.


Dengan kesal, tiba tiba Yuma menginjak laba laba yang telah membuatnya merasakan sakit yang luar biasa dalam hatinya.


Raka, Yuda dan Pangeran sedikit tidak percaya. Mereka mengira bahwa Yuma akan tersentuh dan akan menerima Mumut kembali. Nyatanya, rasa kebencian Yuma terlihat lebih besar dari pada cinta ibunya.


.


"Yuma sayang, kenapa kamu merusak ..."terpotong.


"Pergi ... Pergi dan jangan berani untuk menganggu aku lagi. !!! Kamu sudah mati !! Kamu tidak nyata !! Kamu adalah hantu, mana ada manusia yang mati bisa kembali !! Pergilaaaah !!"teriak Yuma histeris.


Situasinya begitu sangat tegang. Mumut yang mendengar putrinya berteriak histeris langsung merasa khawatir dan mencoba untuk melihatnya. Namun semua orang melarang Mumut, bukan karena alasan, mereka mendapatkan pesan dari Bibik pelayan bahwa Yuma tidak ingin melihat Mumut, jika sampai Mumut menampakkan wajahnya maka Yuma akan mengakhiri hidupnya.


Mumut hanya bisa menangis di pelukan Jaka, semua orang juga tidak tahu apa yang mereka melakukan. Diam adalah jalan terbaik untuk saat ini.


Paula dan Yasmin mencoba untuk menjauhkan baby J dari cengkraman situasi yang memanas. Mereka membawa baby J keluar dari vila.


..


Yuda dan Pangeran akhirnya berhasil mendobrak pintu Yuma.


Terlihat Yuma sedang menangis meraung-raung dan Yuda mencoba untuk memeluk putrinya.


"Haaaaaaa ,,, aaaaaaaaaa,,, aaaaaaaahhhkkkk!! Lepaskan Yuma pah lepassss, Yuma gak mau disentuh kalian, lepassss!!!!" teriak Yuma histeris dan mendorong Yuda dengan sangat kuat.


"Yuma !!! Hentikan !!!" Bentak Pangeran membuat Yuma tersentak.


"Sekarang ayah mau tanya!? Apa mau Yuma hah !! Apa !!? Apa Yuma pikir disini hanya Yuma yang merasa tersakiti ....!!? Ibu kamu Yuma !! Ibu kamu disini lebih menderita !! Dia tidak tahu apa apa, semua kesalahan ini salah kami, bukan salah ibumu atau kakak kamu !! Sampai disini apa Yuma paham!!?"


"Hahahaaaa hahaaaa aaaa aaaa,, hahaaa aaaa aaaa ...." Yuma hanya bisa menangis sambil memeluk gulingnya.


Raka yang tidak bisa melihat adiknya seperti ini langsung merangkulnya dan mendekapnya.


"Maafkan kakak dek, maafkan kakak. Jika memang yang Yuma inginkan adalah kematian kakak, kakak rela mati di tangan Yuma asalkan Yuma tidak lagi membenci kakak dan ibu ...."


"Haaahaa aaaa aaa,,,, kenapa !? Kenapa kalian harus bohong sama Yuma, kenapa !!?" tanya Yuma disela sela isak tangisnya.


Yuda mendekat dan ikut memeluk jua.


"Kala itu, keadaan Yuma tidak boleh stres dan tidak boleh memiliki terkena tekanan yang tinggi. Jika tidak, mata Yuma akan buta permanen. Kami tidak ingin hal buruk terjadi pada Yuma," jelas Yuda dengan nada selembut mungkin.


"Lalu apa alasan dan kakak pergi?"tanya Yuma yang mulai sedikit terkontrol.


"Semua itu salah ayah, Yuma. Ayah adalah dalang kenapa ibu kamu sampai diusir oleh nenek dan aunty kamu," jawab Pangeran dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


"Aaahaaaahahaaaa aaaaa aaaaa,,, mamaaa mamaaaaaa !!!" teriak Yuma yang kini tidak bisa memungkiri jika ia juga sangat merindukan ibunya.


Mumut yang mendengar Yuma memanggilnya langsung berlari menaiki tangga, ia sampai beberapa kali terpeleset di anak tangga, namun Mumut tidak memperdulikan rasa sakit yang ia rasakan. Mendengar Yuma memanggilnya, membuat Mumut merasa mati rasa.


Semua orang merasa linu melihat Mumut yang tidak memperdulikan dirinya. Jaka mencoba untuk membantu namun Mumut menepisnya, ia benar benar tidak perduli dengan rasa sakit yang ia rasakan.


Didepan pintu kamar Yuma. Mumut berdiri dengan tegap, ia menyeka air matanya menandakan bahwa ia baik baik saja, bahwa ia adalah ibu yang tegar dan siap siaga ketika anaknya memanggilnya.


Yuma yang melihat ibunya berdiri didepan pintu langsung berlari kearahnya. Mumut berlutut untuk menjajarkan tubuhnya dengan putrinya.


Hap .... Yuma memeluk Mumut dengan sangat erat.


"Mamaaaa,,, maafkan Yuma mamaaa, maafkan Yuma ....!!"


"Iya sayang, tidak papa. Ini bukan salah Yuma, tapi ini semua salah maa....maaa,,," ucap Mumut terdengar sangat lemas. Yuma merasakan bahwa tubuhnya terasa semakin berat.


"Mumuuuut !!"teriak Yuda.


"Ibuuuuu ...!!!"teriak Raka ..


Mumut mengeluarkan banyak darah perutnya, bekas luka operasinya sobek karena Mumut berlari sangat kencang bahkan sampai beberapa kali terpeleset di anak tangga.


Jaka yang baru nyusul langsung turun kembali untuk mengambil alat medisnya.


Yuda yang tidak ingin buang buang waktu langsung membopong Mumut dan disusul oleh Raka.


Yuma masih berdiri mematung, tubuhnya bergetar sangat hebat.


Pangeran yang awalnya ingin ikut menyusul Yuda, terhenti ketika melihat putrinya masih diam diri dengan wajah yang sangat pucat.


Pangeran menghampiri putrinya dan memeluknya.


"Ayah, Mamaa ..?"


"Tidak papa sayang, mama akan baik baik saja. Dibawah sudah ada Dokter Jaka dan kakak kamu. Kita percayakan semuanya pada mereka," ucap Pangeran yang langsung menggendong anaknya untuk turun menyusul yang lain.


.


Dibawah, Jaka langsung memberi pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan dan menjahit kembali luka bekas operasi Mumut.


Semua orang meringis linu melihat jarum jahit menancam di perut elastis Mumut.


Jaka dan Raka melakukan pertolongan pertama dengan cepat supaya Mumut bisa langsung dibawa kerumah sakit.


Yuda dengan gesit mengambil mobil. Setelah pertolongan pertama sudah dianggap selesai, mereka langsung membawa Mumut kerumah sakit. Semua orang yang ada dirumah itu mengikuti mobil Yuda.


Hanya Paula dan Yasmin yang tertinggal karena mereka sedang memomong baby J berjalan jalan.


Ketika Paula dan yasmin kembali ke vila, mereka terkejut karena melihat semua orang tidak ada dan hanya menyisakan berkas noda darah dimana mana.


"Oh ya tuhan Paula, dimana semua orang !? Apa dirumah ini telah terjadi pembantaian !!?"tanya Yasmin yang merasa badannya bergetar hebat.


Paula yang tidak tahu apa apa mencoba untuk lari kelantai dua. Namun yang dia lihat hanya darah yang berceceran dimana-mana.


"Aaaaaaaahhhkkkkkk !!!!!"teriak Paula dan Yasmin.


"Yasmin !! Bagaimana nasib kita, dimana semua orang. Diatas tidak ada apa apa, hanya ada darah dimana-mana. Apa semua orang telah dibantai !?"teriak Paula terlihat sangat panik. Mereka langsung membuat formasi untuk melindungi si Baby J.


Disaat sedang panik, sebuah tangan menyentuh pundak Yasmin.


"Aaaahkkk ampuuuun !!!!"teriak Yasmin histeris.


"Nyonya, semua orang sedang dirumah sakit," ucap Bibik pelayan membuat mata Paula dan Yasmin ternganga.


Paula dan Yasmin menghela nafas lega ketika melihat itu adalah Bibik pelayan.


"Oh ya tuhan bibik !! Kamu menganggetkan kami saja !!"pekik Yasmin kesal.


"Oya, Bibik bilang tadi semua orang dirumah sakit? Siapa yang sakit?"tanya Paula.


Bibik pelayan menjelaskan semuanya. Setelah mendengarkan itu, Yasmin dan Paula menyusul Semua orang kerumah sakit untuk melihat perkembangan Mumut.

__ADS_1


Baby J terpaksa mereka serahkan kepada pelayan rumah.


__ADS_2