Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Gejolak..


__ADS_3

"Buk ,,!?"sapa Raka.


"Iya sayang,, ada apa nak ?"tanya Mumut yang sedang melipat baju sambil melamun.


"Ibu kenapa,. akhir akhir suka melamun ? Apa ibu memikirkan Yuma dan papah ?"tanya Raka.


"Iya nak, bagaimana ya keadaan Yuma, Apakah dia sudah bisa melihat ?"tanya Mumut dengan sendu.


"Buk, Raka bisa membetulkan hp Raka, namun alat alat yang dibutuhkan tidak murah, Kita tidak punya uang sebanyak yang Raka butuhkan. Tapi ada satu cara buk ,," ucap Raka.


"Apa nak ?"


"Jika boleh, anting yang Raka berikan di jual untuk sementara," ucap Raka ragu ragu. Dia merasa tidak enak karena itu adalah hadiah ulang tahun


"Emm jika Raka tidak keberatankan, maka ibu juga tidak papa nak. Anting ini pemberian dari kamu, malah ibu yang tidak enak jika ingin menjualnya," jelas Mumut.


"Ini hanya untuk sementara buk, Raka akan menebusnya kembali jika Raka sudah memiliki uang," ucap Raka berjanji pada ibunya.


"Baiklah nak, kapan Raka akan kekota untuk menjual ?"tanya Mumut.


"Besok Raka akan coba untuk kekota buk, namum Raka tidak yakin apakah di Kalimantan ini ada alat alatnya atau tidak, tapi Raka akan usahakan mencarinya," ucap Raka.


Di hati Mumut ia berasa Sangat beruntung karena memiliki putra yang sangat cerdas dan bisa di andalkan di waktu waktu seperti ini.


"Kamu hati hati ya, dan semoga kamu mendapatkan apa yang kamu cari," ujar Mumut.


"Iya buk, Oya buk.. boleh Raka memeriksa kandungan ibu ?"tanya Raka.


"Emm iya nak gak papa, tapi gak ada alatnya nak, apa bisa ?"tanya Mumut.


"Akan Raka coba buk," jawab Raka penuh dengan keyakinan.


Mumut terbaring di atas kasur, perlahan Raka membuka perut ibunya yang sudah mulai membucit.


"Maaf ya buk," ucap Raka sopan.


"Iya nak tidak papa .."


Raka mulai menekan beberapa bagian perut ibunya, setelah itu dia mulai meletakkan telinganya di perut ibunya karena dia tidak memiliki alat stetoskop. Raka mulai memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk mendengarkan sebuah kehidupan yang masih tertanam di sebuah kehangatan dalam perut seorang ibu.


Sesekali Raka mengerutkan keningnya. Karena tidak menggunakan sebuah alat, membuat diagnosa Raka menjadi sedikit Ragu.


"Bagaimana Raka ?"tanya Mumut.


"Sejauh ini kandungan ibu baik baik saja, ibu tidak perlu cemas," ujar Raka yang masih menutupinya. Bukan karena alasan, kandungan Yuma baru 15 Minggu membuat Raka sedikit Ragu. "Ini akan lebih jelas jika kandungan ibu sudah 20 Minggu, aku akan memeriksanya lagi nanti," gumam Raka dalam hati.


"Syukurlah jika begitu, Hemm kandungan ibu kali benar benar membuat ibu selalu merasa lelah .."


"Ya sudah, ibu lebih baik istirahat saja dulu ya. Raka akan membantu ibu panti dulu," ujar Raka.

__ADS_1


"Hemm,, iya nak. Makasih banyak ya," ucap Mumut penuh dengan kasih sayang.


Raka mencium kening ibunya dan berlalu.


..


Dalam Ruangannya yang besar, Yuda melamun sambil menatap foto istri yang sangat ia rindukan. Tanpa terasa air mata mengalir begitu saja dari mata seorang CEO utama,


"kemana lagi aku harus mencarimu sayang? Apa kamu lupa dengan apa yang sudah pernah aku katakan ! Kita akan pergi bersama jika sesuatu terjadi, tapi mengapa kamu malah meninggalkan aku sendiri dengan semua beban ini, apa kamu tidak merindukan anakmu Yuma, dia masih terlalu muda untuk menerima semua cobaan ini. Dia sangat membutuhkan kamu di sampingnya, pulanglah sayang ...."


Mumut yang yang tertidur langsung membuka mata lebar lebar, jantungnya berdebar dengan kencang, keringat dingin mulai bercucuran.


"Apa aku mimpi !! Huuufft, syukurlah jika ini hanya mimpi ... Hemm, Yuma sayang.. ibu sangat merindukan kamu nak, maafkan .. maafkan ibu sayang,," Mumut benar benar tidak dapat menahan sesak didadanya.


"Ibu rindu kamu naaakk,,, ibu rinduuu, hik hik hik ...!!" Tangis pilu Mumut dalam keheningan.


...


Paula masih tidak ingin keluar dari kamarnya, ia benar benar sedang dalam dilema yang tidak menentu.


"Sayang, makan siang dulu nak,, nanti sakit loh !!"ujar Mama Unila, atau sering di sapa Mama Uni.


"Tidak mah, Lala sedang tidak lapar, nanti juga jika Lala lapar akan cari makan sendiri !!"jawab Paula dari dalam kamarnya.


"Apa kamu tidak lapar nak ?"tanya mama Uni kembali.


"Heemm biarlah mah,,, dia itu sedang Manahan malu karena sudah bersikap kurang sopan di depan Anak rekan kerja papa," ujar Tuan Guan mengejek anaknya.


Paula yang mendengar papanya mulai mengejeknya merasa tidak terima.


"Papaaaaaa !!!"teriak Paula dari dalam kamarnya.


Tuan Guan dan istrinya mama Uni hanya bisa menahan Tawa mereka melihat tingkah putri mereka.


..


Di desa, Yasmin yang sudah mendapatkan izin tidak ingin membuang buang waktu. Dia langsung merancang sebuah disain rumah yang ingin ia bangun di atas gunung itu.


"Sayang, bagus tidak disainnya ?"tanya Yasmin merasa puas dengan karyanya sendiri.


"Emm bagus, kamu pandai menggambar juga ya ?"puji Jaka.


"Jangan bilang kamu tidak tahu apa apa tentang aku selama kita pacaran ?"tanya Yasmin mengintimidasi.


"Hehehee, maaf ya sayang, kamu tahu sendiri kan kesibukan ak ......."


"Sudah jangan ngeles deh, jika tidak tahu ya bilang saja tidak tahu !"ucap Yasmin yang tiba tiba merasa kesal.


Jaka hanya bisa menundukkan kepalanya, apa yang di katakan Yasmin memang benar. Selama ini dia kurang faham dengan apa yang disukai dan tidak disukai oleh Yasmin, apa yang bisa dan tidak bisa Yasmin lakukan.

__ADS_1


"Sudahlah, gak usah dipikirin ... Lebih baik kita ke hotel sekarang sebelum hari mulai petang," ujar Yasmin yang tidak mungkin tidur di gubuk yang tidak terdapat saluran listrik.


Mak item dan pak alim yang baru pulang dari kebun membawakan hasil kebunya kepada Yasmin.


"Nak, ini ada apel sama stroberi, di bawa ya untuk cemilan di hotel," ujar pak alim.


"Makasih banyak ya pak buk, maaf Yasmin tidak dapat menginap disini malam ini," ucap Yasmin merasa tidak enak.


"Tidak papa nak, kami mengerti," ujar Mak item.


..


Yasmin dan Jaka kembali melewati persawahan. Cahaya Matahari yang oranye membuat pemandangan di sawah yang membentang luas terlihat sangat indah.


"Mbak, pesan kamar dua ya," ucap Jaka memesan kamar.


"Maaf Tuan, kamar kami hanya tersisa satu kamar lagi," ujar sang resepsionis.


"Tidak papa mbak," jawab Yasmin yang tidak mempermasalahkannya karena dia sangat percaya dengan Jaka.


"Baiklah Nona, ini kuncinya kamar nomor 111 ."


"Makasih ya mbak, sayang ayo kita masuk," ujar Yasmi sambil menggandeng Tangan Jaka.


"Sayang, apa tidak papa kita satu kamar ?"tanya Jaka ragu ragu.


"Aku percaya sama kamu sayang," jawab Yasmin tersenyum.


.


"Aahh !! Nyaman sekali sayang bisa rebahan di kasur yang empuk ini," ucap Yasmin sambil menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk berwarna biru muda. Jaka yang juga lelah mencoba merebahkan tubuhnya di samping Yasmin. Jaka menatap kekasihnya lekat lekat.


"Cantik ,," satu kata dari Jaka mampu membuat hati Yasmin berbunga bunga.


Yasmin memegang pipi Jaka dengan satu tangannya.


"Dan kamu adalah pria tertampan yang pernah singgah di hatiku .."


Jaka tersenyum dengan pujian Yasmin Kepadanya.


Sampai tiba tiba..


"Hahahhaaa ,,!! Hahhaaaaa !!" Tawa Jaka. "kamu istirahat lah dulu, aku ingin membersihkan diri sebentar," ujar Jaka tertawa membuat Yasmin heran, namun Yasmin ikut bahagia melihat kekasihnya bahagia walaupun tidak jelas apa yang sebenarnya yang Jaka tertawai.


Jaka langsung mengguyur tubuhnya untuk menahan gejolak yang ada ditubuhnya.


Ia merasa menggila berada didekat calon istrinya. sekaku kakunya Jaka, ia adalah pria normal yang memiliki napsu jua.


"Hemm sabaaar,, sebentar lagi Jaka, jangan gegabah," gumam Jaka untuk menguatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2